Francois Zahoui  Pembuka Pintu Pemain Afrika di Serie A

spot_img

 

Dunia ketiga, keterbelakangan, daerah penjajahan, hingga kelaparan massal jadi stempel kepada penduduk Benua Afrika. Masalah-masalah itu tak rampung, ditumpuk problem-problem pemerintahan otoriter dan perang saudara berkepanjangan. Tumpukan masalah internal tak usai, saat warganya berusaha merantau ke luar negeri dibayang-bayangi korban rasisme dan human trafficking.

Gurat-gurat kepedihan barangkali bisa terkikis kala seorang putra terbaik Pantai Gading berhasil menjadi pesepakbola pertama yang berlaga di Serie A Italia. Cerita itu di mulai dari klub Ascoli dan Francois Zahoui.

Musim 1981, Ascoli hanya nangkring di urutan 10 dari 16 klub. Klub yang berjarak 292 kilometer dari Roma itu nyaris terdegradasi dari Serie A. Jika saja tidak ada keberuntungan. Keberuntungan itu diperoleh usai unggul head-to-head  dengan empat tim yang memiliki poin yang sama.

Kado istimewa di tahun itu, kala Ascoli melawat ke Stadion Artemio Franchi melawan Fiorentina di 27 September 1981 menjadi hari bersejarah bagi François Zahoui. Ia dimasukkan ke lapangan menggantikan Carlo Trevisanello. Laga ini menjadi pintu pembuka pemain-pemain Afrika di Liga Italia.

Pria asal Pantai Gading itu menjadi orang Benua Afrika pertama bermain untuk klub Liga Italia, Ascoli Calcio 1898 F.C.

Di datangkan dari klub peserta Liga Utama Pantai Gading, Stella Club d’Adjamé pada 1981, kala itu Zahoui masih berusia 18 tahun didatangkan ke Kota Ascoli Piceno dengan bandrol 10 Juta Lira atau taksiran 5000 euro -kurs kala itu..

Pundi-pundi uang yang diguyur ke Zahoui dari klub ditambah bonus dari Presiden Pantai Gading, Félix Houphouët-Boigny sebanyak 4 Juta Lira. Barangkali ia membantin, “Aku merantau, maka aku ada”.

Meski dibayang-bayangi stereotip tentang Benua Afrika. Pemain berjuluk “Negretto” mendapatkan sambutan hangat dari fans tim berjuluk Picchio. Kenyamanan itu ia tunjukkan saat konferensi pers pertama di hadapan publik Stadio Cino e Lillo Del Duca.

“Saya bukan pencetak gol. Saya bermain dengan nomor 10 dan saya tahu bagaimana mengoper bola dengan baik kepada rekan satu tim saya. Saya juga mencetak beberapa gol, tapi tidak banyak,” tutur nya kepada La Stampa.  

Zihou ketiban durian runtuh. Kala itu Ascoli berada di masa tim pelatuk burung berlaga di kasta utama pada tahun 1980-1985 saat ditangani Carlo Mazzone. Masa keemasan pertama mereka terjadi pada tahun 1968-1975.

Raihan Ascoli di Liga Italia sejak 1974, dengan finis ke-4 dan ke-6 di musim 1979–80 dan 1981–82. Koleksi trofi di lemari klub juga telah meraih 2 Cadetti (Kejuaraan Seri B) pada 1977–78, dan 1985–86. Musim 1977-78 menghasilkan rekor kejuaraan dengan mencapai 61 poin

Sambutan hangat dan rentetan hasil baik di klub ini membuat pria kelahiran Pantai Gading memujinya.

“Saya sudah jatuh cinta dengan tanah Anda (Italia) karena suporter memiliki kasih sayang  untuk orang luar, saya sangat menyukai Ascoli,” ungkapannya.  

Allenatore Carlo Mazzone kagum dengan penampilan anak muda tersebut. Ia mengaku awalnya tidak merencanakan transfer Zahoui dengan alasan skuad yang diinginkan sudah terpenuhi. Permainan di lapangan lah membuktikan, dalam beberapa minggu pelatih kelahiran Italia itu memujinya.

“Saya telah berubah pikiran. Zahoui telah terbukti menjadi orang yang berpendidikan, pendiam dan sangat perhatian. Dia pasti memiliki masa kecil yang baik –mereka mengajarkan bagaimana berperilaku di dunia- saya pikir dia belajar dengan baik: selain bahasa ibunya, dia juga berbicara bahasa Inggris dengan benar,” ungkapnya.

Rekrutan Asing

Klub-klub Liga Italia pernah menghentikan rekrutmen pemain asing. Alasannya, saat Timnas Italia tampil buruk di Piala Dunia 1966. Mengapa bisa dikatakan buruk? Mereka dikalahkan oleh Korea Utara dan Uni Soviet. Melorotnya prestasi di hajatan sepak bola terbesar itu dikaitkan dengan kuota pemain asing di Serie A berimbas pada bakat lokal. Walhasil jadilah kebijakan ini.

Akibatnya, tidak ada orang asing baru yang diterima di Liga Italia pada tahun tersebut dan 1980. Pintu yang tertutup, di buka kembali saat kedatangan Zahoui, di awal musim 1981-82 menjadi satu dari 17 pemain non-Italia yang bermain di liga. Musim berikutnya, pemain-pemain non Italia bertambah dan meskipun jumlahnya cenderung meningkat pada musim berikutnya, dengan 32 pemain asing, dan Zahoui masih satu-satunya orang Benua Hitam.

Karakteristik pemain-pemain dari Benua Hitam dengan kekuatan fisik dan kecepatan lari. Ketertarikan pemandu bakat terhadap pemain-pemain asal Afrika mula-mula mari kita lihat sumbangsih George Weah bersama AC Milan. Pria yang kini menjabat sebagai Presiden Liberia berhasil menyumbangkan dua gelar Liga Italia bersama Rossoneri.

Patrick M’Boma dan Samuel Eto’o mewakili Kamerun. M’Boma menjadi bomber bagi Parma dan Cagliari, dan Eto’o bersinar bersama Inter dengan treble winner. Kedua penyerang itu sama produktifnya, meskipun caps timnas yang dibubuhkan Eto’o jauh lebih besar daripada rekan setim internasionalnya.

Lalu, Keita Balde Diao pemain dari Benua Hitam lainnya. Meski lahir di Spanyol, ia memilih Senegal. Rekan satu tim internasionalnya Kalidou Koulibaly, satu dari tiga pemain Napoli yang tampil di Seri A. Faouzi Ghoulam dari Aljazair dan Omar El Kaddouri  asal Maroko.

Nama-nama lain seperti Mohamed Salah, Achraf Hakimi, Gervinho, Franck Kessie juga menjadi deretan penari lapangan hijau dari Afrika yang kini berkiprah di Negeri Pizza.

Relasi Afrika dan Italia

Jejak-jejak pemain Afrika ke Italia memang tidak segencar ke Perancis (sebagai negara penjajah). Jejaring pemerintahan Italia dengan negara-negara Afrika pasca Perang Dingin amat mesra

Mencari relasi diplomatik Italia dengan negara-negara di Afrika dilacak oleh Bernardo Venturi dalam paper berjudul Africa and Italy’s Relations After Cold War. Hubungan diplomatik antara Italia dan Afrika Selatan sudah ada sejak tahun 1929,

Sejak 2014, pertemuan puncak Afrika Selatan–Italia diadakan setiap tahun, dengan sektor bisnis secara khusus aktif pada pertemuan-pertemuan ini. Selain KTT, sejak tahun 2000 kerjasama pembangunan Italia telah merealisasikan beberapa program di berbagai sektor, khususnya bidang kesehatan, dengan inisiatif bilateral yang digalakkan oleh sektor non-pemerintah di Afrika Selatan.

Peran kunci, terutama mengenai Afrika dimainkan oleh Mario Giro, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Italia untuk kerjasama internasional. Giro, anggota Komunitas Sant’Egidio, telah memberikan kontribusi yang menonjol dalam kerjasama dengan Benua Afrika.

Pada Februari 2017, misalnya, melalui Kementerian Luar Negeri Italia, ia mengadakan kunjungan tiga hari ke Kamerun bersamaan dengan beberapa kegiatan terkait, mulai dari kerja sama pembangunan hingga sektor bisnis.

Dia juga menghadiri “Hari Promosi Ekonomi Italia”, sebuah inisiatif yang dibuat untuk Salon Promote, acara besar di Afrika Tengah yang mempromosikan kemitraan bisnis. Giro menghadiri peresmian acara ini sebagai satu-satunya wakil pemerintah asing.

Kamerun bukanlah prioritas bagi Italia di masa lalu, tetapi kunjungan panjang Presiden Italia Sergio Mattarella pada tahun 2016, bersama dengan pendekatan yang dipimpin oleh Giro, dapat membantu meningkatkan hubungan bilateral tersebut.

Reformasi kerja sama internasional juga meramalkan kolaborasi erat antara sektor laba dan nirlaba untuk pembangunan, sebuah inovasi yang dapat membuka peluang baru dalam hubungan Afrika-Italia.

Kerja-kerja bersama pemerintah Italia dengan negara-negara di Afrika tidak memungkiri ketertarikan terhadap talenta-talenta muda untuk berkiprah di Serie A.

Meskipun catatan Francois Zahoui tak sementereng pemain-pemain Afrika setelahnya di Negeri Pizza. Ibarat pembuka pintu, Zahoui akan tersenyum melihat talenta-talenta muda berkarier di negeri yang konon katanya terlibat di dunia sepak bola jadi jalan hidup.

 

Referensi: InfoMigrant, Spiegel, Gentle Man, Ganti Gol, The Spectator International

.

 

 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru