Expected Goals dan Expected Threat: Matriks Sepak Bola Masa Kini

  • Whatsapp
Expected Goals dan Expected Threat: Matriks Sepak Bola Masa Kini
Expected Goals dan Expected Threat: Matriks Sepak Bola Masa Kini

Bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia, belakangan ini pasti pernah sekali atau dua kali membaca atau mendengar istilah dari beberapa berita teknis sepak bola mengenai “expected goals” (xG) dan “expected threat” (xT). Wah apa itu semacam rumus di sepak bola? Kalo kamu sering lihat beberapa pre-commentary atau pembahasan taktik sepak bola melalui beberapa media, pasti kamu familiar banget sama kedua istilah tersebut.

Mari kita bahas satu per satu dimulai dengan istilah xG yang dari namanya mungkin kita bisa asumsikan bahwa xG ini semacam suatu komponen atau variabel yang menghitung soal kemungkinan gol-gol dapat terjadi. Tapi tentu konsepnya ga semudah pemahaman awam kita. Istilah xG sendiri pertama kali muncul di sebuah paper yang ditulis oleh Vic Barnett dan Sarah Hilditch pada tahun 1993. Secara singkat, xG merupakan suatu “metode” pengukuran mengenai seberapa mungkin sebuah peluang dapat dikonversikan menjadi sebuah gol. Dengan satuannya
ialah invterval 0 hingga 1.

Contohnya, apabila xG sebuah peluang berada di angka 0,66, maka artinya angka kemungkinan peluang tersebut bisa menjadi sebuah gol adalah 71%. Bahkan sekarang statistik xG sendiri sudah diimplementasikan sebagai salah satu aspek penilaian di FIFA 22. Mana nih para player FIFA?

Besar kecilnya xG sendiri itu ditentukan berdasarkan beberapa variabel yang mempengaruhi kualitas suatu peluang. Lalu apa saja variabelnya? Dan bagi para pelatih maupun analis sepak bola sendiri, gimana sih signifikansinya atau seberapa besar pengaruh xG bagi perkembangan taktik sepak bola?

Saat ini kita menonton sebuah pertandingan sepak bola, tentu secara alamiah kita bisa memberikan suatu asumsi berdasarkan perspektif pribadi, mengenai beberapa peluang emas yang telah diciptakan di pertandingan tersebut. Namun pada dasarnya pun apabila hanya mengandalkan kedua mata kita dalam menganalisa pertandingan, maka kita tidak akan bisa mendapatkan suatu hasil data yang akurat mengenai peluang-peluang yang tercipta dalam suatu pertandingan.

Nah, kehadiran xG ini sangat dibutuhkan untuk melakukan analisa dan evaluasi performa seorang pemain maupun sebuah tim. Terdapat beberapa variabel dari penghitungan xG, seperti skema permainan awal, seberapa jauh dekatnya eksekusi peluang dari gawang lawan, sudut tembakan, bagian tubuh pemain yang digunakan eksekutor, hingga jenis operan yang diterima oleh eksekutor.

Dari sekian banyaknya variabel tersebut, perlu diingat kembali bahwa yang namanya sebuah hasil analisa, termasuk penghitungan xG ini sendiri, hasilnya tentu belum tentu pasti juga. Namun, konsep tersebut dikecualikan untuk tendangan penalti yang memiliki angka tetap, yakni 0,79. Bahkan kini udah ada sebuah buku karya James Tippett mengenai xG yang udah cukup dikenal oleh para pecinta sepak bola yang berjudul The Expected Goals Philosophy: A Game- Changing Way of Analysing Football.

Nah, kita sudah membahas secara singkat mengenai xG, sekarang giliran kita membahas soal xT. Soal xT ini mungkin bisa diartikan seperti seberapa besar ancaman yang dilakukan oleh sebuah tim terhadap lawannya. Lain lagi dengan xG yang variabelnya dihitung dari jenis tembakan maupun posisi tembakan eksekutornya, xT sendiri memiliki variabel yang mengacu pada letak bola di lapangan, ketika sebuah tim sedang melancarkan sebuah serangan, tentu logikanya semakin dekat posisi bola dengan gawang, maka akan semakin tinggi pula peluang tim tersebut dapat mencetak gol.

Simpelnya, xT ini memiliki acuan utama terhadap effort atau usaha dari pemain dalam membawa permainan ke wilayah yang semakin dekat dengan gawang lain, mulai dari operan kiper ke bek, hingga ke depan gawang.

Secara logika, xT berpaku terhadap posisi menyerang dan bertahan sebuah tim, apabila sebuah tim tersebut terlalu banyak atau terlalu sering untuk melindungi garis pertahanan (bermain pasif), tentu angka xT yang terukur akan semakin menipis. Begitu pula apabila sebuah tim terlalu banyak menyerang dengan skema yang dinamis atau bahkan terkesan terburu-buru dan kemudian kehilangan bola, maka angka xT yang akan terukur pun dapat berubah.

Metode xT ini sendiri awalnya ditemukan oleh seorang insinyur mesin bernama Karun Singh pada gelaran Piala Dunia 2018 lalu ketika dia sedang menganalisa pola umpan pada sebuah pertandingan. Hasil analisanya telah menyimpulkan bahwa semakin progresif skema permainan sebuah tim, maka akan semakin berbahaya ancaman yang akan tercipta, nah ini dia yang kita kenal dengan xT saat ini.

Hasil analisa xT
Hasil analisa xT

Nah, bagi kalian yang ingin membaca dan mempelajari lebih dalam lagi mengenai xG dan xT, berikut adalah beberapa tautan yang dapat kalian pelajari:

  1. Jurnal An examination of expected goals and shot efficiency in soccer
  2. Introducing Expected Threat (xT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *