Nasib pemuda 21 tahun, Enzo Fernandez barangkali tidak akan seindah ini bila ia, di tahun 2022 tidak dipanggil Lionel Scaloni untuk memperkuat Timnas Argentina. Nyatanya, Minggu malam tidak hanya jadi malam yang istimewa bagi Argentina.
Tapi juga jadi malam keberuntungan bagi Enzo Fernandez. Ia beruntung bisa menikmati syahdunya Kota Lusail dengan menenteng trofi keperak-perakan berbentuk bola. Trofi yang empat tahun lalu diraih Kylian Mbappe. Enzo jadi pemain muda terbaik di Piala Dunia 2022.
Daftar Isi
Kisah Awal Karier Enzo
Namun, Enzo Fernandez tidak akan sampai ke tahap itu jika tak melewati jalan yang berliku. Meski dengan bakatnya, Enzo pasti bisa melaluinya dengan gampang. Enzo mesti berterima kasih dengan Pablo Esquivel, seorang pencari bakat River Plate yang rela memungutnya.
Berkat Esquivel, Enzo menjadi seperti sekarang. Karena ia, bagaimanapun adalah penemu bakat Enzo yang kini dipakai oleh Argentina. Bibit Enzo sebagai pesepakbola yang cemerlang sejatinya mulai kelihatan kala usianya 5 tahun.
🥭Mango Talent Thread🧵
🇦🇷Enzo Fernández (21)
🏟BenficaBorn in San Martín, Argentina, Fernández was one of five brothers and started playing football at the age of six for local side Club La Recova for most his embryonic years, before joining River Plate in 2006. pic.twitter.com/ddYdy1aNBc
— António Mango (@AntonioMango4) November 26, 2022
Tapi jangan dibayangkan kehidupan Enzo akan mulus. Sama seperti pesepakbola hebat lainnya. Enzo yang lahir pada 17 Januari 2001 di San Martin, sebuah daerah di Buenos Aires, Argentina, sebenarnya merupakan anak dari keluarga yang sederhana.
Ayahnya, walau namanya mirip dengan pangeran Madrid, Raul, tapi bukanlah pesepakbola. Melainkan bekerja sebagai pelukis. Sementara ibu Enzo bekerja sebagai petugas kebersihan. Enzo tidak mengikuti jejak ayahnya sebagai pelukis. Ia justru dilahirkan seperti Raul, calon superstar di dunia sepakbola.
Bermain di Klub Lokal, Lalu River Plate
Maka dari itu, walau masih anak-anak, Enzo tahu tekadnya mesti dibulatkan. Ia bergabung dengan klub lokal di Villa Lynch, sebuah daerah dekat tempatnya bernaung. Klub itu bernama La Recova. Akan tetapi, karena satu hal keluarga Enzo memilih pindah.
Mereka hijrah dari San Martin ke Nunez, daerah yang juga masih bagian dari Buenos Aires. Di sinilah Enzo Fernandez bertemu Pablo Esquivel. Ia memang pemandu bakat dari River Plate yang bertugas di daerah Nunez.
Enzo kecil sudah dikenal memiliki kecerdasan emosional untuk anak laki-laki usia 5 tahun. Selain itu, Enzo juga memiliki karisma yang membuatnya gampang disukai siapa pun. Entah itu kawan maupun keluarga.
🎙️ Pablo Esquivel, el captador de talentos que llevó a Enzo Fernández a River, en diálogo con @RiverLPM: “Un día jugó contra mi equipo y me volvió loco. En ese momento le dije a Gabriel Rodríguez (Coordinador de las infantiles de River) que había un chico que la rompía toda” pic.twitter.com/EJzwnakAIP
— De River desde la cuna (@RiverInfoPlate) November 30, 2022
Pablo Esquivel bersama rekannya, Luis Pereyra melihat bakat hebat dari Enzo Fernandez. Ia pun memilih menarik Enzo. Sampai akhirnya sang pemain sungguh-sungguh bergabung dengan River Plate pada tahun 2006. Namun, keluarga Enzo ketika itu masih terbilang melarat.
Bahkan pernah sekali waktu, keluarga Enzo terlilit masalah finansial. Itu yang sempat bikin Enzo berpikir untuk menghentikan niatnya menjadi pesepakbola. Tapi, keluarganya justru mendorongnya untuk tetap berada di jalur yang ia inginkan. Maka, ia pun tidak menyerah.
Sempat Dipinjamkan ke Klub Lain
Setelah lulus dari akademi River Plate, Enzo Fernandez menjalani debutnya di tim utama pada tahun 2019. Namun, ia tak berselang lama dipinjamkan ke Defensa y Justicia selama dua musim. Kelak Enzo tidak dua musim penuh bersama tim itu.
Enzo sepertinya tidak masalah dipinjamkan ke klub yang sekarang berada di divisi Primera B itu. Sebab di sanalah Enzo mulai menapaki jalan kesuksesan yang baru. Jalan yang ingin ia lewati sejak kecil. Enzo Fernandez berhasil membawa Defensa y Justicia meraih dua trofi.
Musim 2019/20, ia meraih Copa Sudamericana. Lalu, semusim setelahnya, Recopa Sudamericana ia raih bersama Defensa y Justicia. Kegemilangannya itu bikin River Plate ingin mengembalikan Enzo lebih cepat. Jadilah, masa peminjamannya tidak bulat dua musim bersama Defensa y Justicia.
El que tuvo un año flojito fue Enzo Fernández!
📌 Copa Sudamericana
📌 Recopa
📌 Liga Argentina
📌 Trofeo de campeones
📌 Convocado a la selección Argentina.Una locura Enzito! 😱👏🏼❤ pic.twitter.com/9k9SQenIPJ
— PASION RIVER (@PasionRiverRP) December 25, 2021
Kiprah di River Plate
River Plate yang menemukan bakatnya tidak ingin menyia-nyiakan Enzo begitu saja. Ada sebuah mitos kuno yang mengatakan, jika ada nama Enzo yang belajar sepakbola dan memperkuat River Plate, maka ia akan menjadi seperti Enzo Francescoli, legenda tim itu.
Enzo Fernandez pun dianggap akan mewarisi bakat Francescoli. Ia diprediksi akan bersinar dengan seragam Los Millonarios. Semua terlihat berjalan baik ketika ia memperkuat River Plate. Namun, laki-laki kelahiran San Martin itu mulai menjumpai kesulitan.
Enzo mulai jarang bermain. Ia bahkan terkadang tidak dipanggil dalam skuad senior. Rasa frustrasi kemudian menghampirinya. Enzo mulai berpikiran untuk pindah saja dari River Plate demi mendapat tempat reguler. Tapi persahabatannya dengan Esquivel mencegah hal itu.
Esquivel membujuk Enzo agar tetap bertahan. Apa boleh buat, ia pun akhirnya bertahan di River Plate dengan resiko bisa jadi tidak dimainkan, bahkan diabaikan. Namun, pertaruhan Enzo sudah mulai terjawab. Saat usianya 16 tahun, ia mulai masuk ke bangku cadangan tim utama.
Enzo Fernández, was still part of River Plate academy and yet to make his senior debut with the club in 2018. pic.twitter.com/XER9hSEyNf
— Sivan John 🇦🇷 ⭐⭐⭐ (@SivanJohn_) December 17, 2022
Ia kemudian makin menonjol di usianya yang sudah menginjak 17 tahun. Namun, seperti yang sudah diceritakan tadi. Bahwa Enzo dipinjamkan ke klub lain, dan butuh masa peminjaman yang akhirnya membuat Marcelo Gallardo, pelatih River Plate yakin dengan kualitas Enzo Fernandez.
Pada musim 2021/22, ia bermain sebanyak 48 kali bersama River Plate. Penampilan Enzo musim itu kian meledak. Dari 48 laga, ia mencetak 12 gol dan 10 asis, plus satu trofi Liga Argentina. Hanya empat bulan ketika bermain di skuad reguler River Plate, ia akhirnya dipanggil tim senior Argentina.
Merapat ke Benfica
Tak butuh waktu puluhan tahun agar Enzo dilirik klub top Eropa. Setelah menunjukkan performa impresif bersama River Plate, banyak klub elit mengantre. Namun, ia memilih merapat ke Liga Portugal bersama Benfica. Sejauh ini, As Aguias memang dikenal sebagai tim yang bagus dalam mengasuh pemain.
Barangkali sebab itulah ia merapat ke As Aguias. Lagi pula kalau memilih klub yang lebih elit sedikit, Enzo tidak yakin bisa menjadi pilihan reguler. Enzo merapat ke Benfica dengan banderol 18 juta euro (Rp298,4 miliar). Di sanalah ia mulai menuai kesuksesan.
🥇| Liverpool have kept a watchful eye on Benfica’s new midfielder Enzo Fernandez who joined from River Plate this summer. [@MelissaReddy_] pic.twitter.com/RfzALEyPqi
— Anfield Edition (@AnfieldEdition) August 29, 2022
Musim 2022/23 ia merapat di Benfica, dan di musim itu pula ia memperlihatkan kemampuannya yang hakiki. Enzo menjalin kerja sama dengan Florentino Luis di poros ganda lini tengah Benfica. Ia rajin menciptakan peluang, rata-ratanya 1,9 per pertandingan. Jumlah itu hampir sama dengan Bukayo Saka maupun Bernardo Silva.
Enzo bahkan mencatatkan umpan terbanyak kedua di tujuh liga teratas di Eropa. Dengan rata-rata 100,3 umpan per 90 menit. Ia juga menjadi orang kedua di tujuh liga Eropa yang kerap menciptakan peluang di sepertiga akhir pada musim ini, yaitu 17 kali. Jumlah itu hanya kalah dari pemain Real Madrid, Toni Kroos (22 kali).
Saat menghadapi Rio Ave di Liga Portugal pada Bulan Oktober lalu, ia juga menciptakan statistik yang fenomenal. Enzo Fernandez telah melakukan 77 umpan dari 77 percobaan dan 7 umpan kunci, dengan akurasi umpannya 100%.
Enzo Fernandez’s half by numbers vs. Rio Ave:
100% pass accuracy
77 touches
7 key passes
7/7 long balls completed
3 big chances created
1 assistUnreal. 🤯 pic.twitter.com/4oaxePsbZt
— Statman Dave (@StatmanDave) October 8, 2022
Kiprahnya di Piala Dunia 2022 dan Diincar Klub Besar
Selama berseragam Timnas Argentina, ia selalu menjadi andalan Lionel Scaloni di lini tengah. Enzo kerap diturunkan. Pada Piala Dunia kemarin saja, ia selalu bermain di tujuh laga Albiceleste. Pemain kelahiran San Martin menciptakan 1 gol dan 1 asis.
Tendangan melengkungnya yang indah menghujam gawang Meksiko yang dijaga Guillermo Ochoa. Sepakan itu bahkan membuat komentator Peter Drury sampai menyebutnya, “Oh sweet wonderful goal.”
Enzo Fernandez strike for Argentina vs Mexico.
First international goal. First World Cup goal. What a moment! pic.twitter.com/to9nCIjymJ
— FT90Extra (@FT90Extra) November 27, 2022
Namun, bukan hanya golnya yang sweet wonderful, melainkan juga permainan Enzo Fernandez. Pria 21 tahun itu piawai dalam mengatur tempo. Ia adalah sosok kreator di lini tengah yang berani mengambil resiko. Membuat sosok seperti Lionel Messi memujinya.
Enzo berhak mendapatkan trofi pemain muda terbaik, mengalahkan Josko Gvardiol dan Jude Bellingham. Ia berhak karena ia memang layak. Di Piala Dunia 2022, ia rajin melakukan operan. Total persentase umpannya mencapai 87,6%.
Maka tak ayal juga kalau akhirnya, Enzo Fernandez diincar oleh klub raksasa. Chelsea, Manchester United, sampai Liverpool berebut menginginkan tanda tangannya. Namun, kabarnya The Reds lah yang punya peluang besar untuk mendatangkan Enzo Fernandez.
https://youtu.be/wQo6zrAltDQ
Sumber: TheSportsman, BreakingTheLines, Forbes, LifeBogger, SportingLife, Maisefutebol, DailyMail, WhoScored, Football-Espana


