Semakin tinggi pohon menjulang, maka semakin kencang pula angin menerpa. Peribahasa ini sepertinya jadi kata-kata yang pas untuk menggambarkan situasi tim nasional Indonesia sekarang. Semakin tinggi prestasi yang berhasil dicapai oleh Skuad Garuda, maka semakin banyak cobaan, kritikan, dan rintangan yang menghadang.
Salah satunya muncul dari media-media negara tetangga yang tak bosan merendahkan Timnas Indonesia. Yang terbaru, ada media Vietnam menulis berita yang berisi sindiran dan olok-olok kepada Timnas Indonesia yang sedang berlaga di Piala AFF U-19.
Huffftt…. Apa Vietnam tuh nggak ngaca ya kalau sepakbola mereka tuh sekarang sedang tidak baik-baik saja? Lantas, bagaimana respons Coach Indra Sjafri soal berita miring ini? Sebelum kita cari tahu, kalian bisa subscribe dan nyalakan notifikasi agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.
Daftar Isi
Kebiasaan Media Vietnam
Gambaran lebih luasnya tuh gini. Ada media Vietnam yang berinisial The Thao 247 mengkritik performa Timnas Indonesia asuhan Indra Sjafri yang sedang berpartisipasi di Piala AFF U-19. Mereka mengejek Indonesia U-19 yang tampil kurang greget saat menghadapi Kamboja di Stadion Gelora Bung Tomo.
Meski pada akhirnya Indonesia menang 2-0, media Vietnam itu tetap nyinyir bahkan menertawakan Arkhan Kaka cs yang sempat kesulitan menjebol gawang Kamboja. The Thao 247 memandang kualitas Indonesia berada jauh di atas Kamboja. Menurut mereka, seharusnya Indonesia bisa menang telak lawan The Young Angkor Warriors.
Ini bukan kali pertama media Vietnam mengolok-olok kinerja Timnas Indonesia. Sebelumnya, sudah banyak media dan akun-akun nggak jelas yang julidin Indonesia. Dari yang awalnya mengkritik proyek naturalisasi, lalu mengkritik kepribadian Shin Tae-yong yang bisanya cuma marah-marah, sampai merendahkan kualitas Indonesia di depan umum. Keliatan cari panggung banget. Naudzubillah min dzalik.
Sejauh ini, para punggawa Timnas Indonesia dan Shin Tae-yong masih kalem dalam menanggapi celotehan media-media asing. Tapi respons yang berbeda ditunjukan oleh pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri. Entah karena udah gemes atau emang lagi iseng aja, pelatih yang dikenal dengan blusukannya itu memberikan respons menohok pada media Vietnam yang mengkritik tim asuhannya.
Respon Berkelas Coach Indra
Dengan santainya, di tengah sesi latihan yang padat, Indra Sjafri menanggapinya dengan mengingatkan media Vietnam dan media-media lain di luar sana agar melihat faktanya di lapangan. Usai sesi latihan Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengatakan bahwa menghadapi tim yang bertahan penuh sepanjang laga seperti Kamboja tidaklah mudah.
Hal tersebut bukanlah sesuatu yang patut ditertawakan. “Apa yang ditertawakan? Argentina juga kesulitan bobol gawang Indonesia saat bermain di Gelora Bung Karno. Kok nggak diketawain ya?” ujar Indra Sjafri dikutip CNN Indonesia.
Awalnya masih kalem, tapi lama-lama Coach Indra mulai terbawa suasana. Mantan pelatih Bali United itu akhirnya sedikit membalas kritikan media Vietnam dengan mengingatkan pertandingan antara Vietnam dan Myanmar yang berakhir imbang 1-1. Menurutnya, Vietnam yang gagal menang melawan tim non unggulan tak layak mengoreksi hasil permainan Timnas Indonesia U-19.
Coach Indra meminta media Vietnam untuk melihat apa yang dialami tim nasionalnya sendiri sebelum mengkritik tim nasional lain. Yang harusnya diketawain tuh Timnas Vietnam yang gagal menang lawan Myanmar. Bukan Timnas Indonesia. Wong Indonesia berhasil menang 2-0 atas Kamboja.
Fyi saja nih, biar kalian ngerti seburuk apa Vietnam. Di kelompok umur, Piala AFF U-19 jadi turnamen paling tidak bersahabat bagi Vietnam. Di lima edisi sebelumnya, Vietnam cuma dua kali menembus semifinal.
Bahkan mirisnya, di tahun 2019, saat menjadi tuan rumah, Vietnam juga gagal menembus fase gugur. Jadi, wajar mendengar kritik media Vietnam, Indra Sjafri tak goyah sedikit pun. Boleh dibilang, kritik media Vietnam yang tak berkorelasi dengan prestasi timnya hanya ibarat dengkur anggota DPR di rapat parlemen.
Langsung Buktikan di Lapangan
Setelah disindir semacam itu, pasukan Indra Sjafri justru makin ngeri. Skuad Garuda Muda asuhannya kembali menampilkan level permainan yang luar biasa di pertandingan terakhir penyisihan Grup A melawan Timor Leste. Garuda Muda menang 6-2 atas Timor Leste. Bermain di Gelora Bung Tomo, Timnas Indonesia langsung mengambil kendali permainan sejak peluit sepak mula dibunyikan.
Tak butuh waktu lama bagi Indonesia untuk membuka keunggulan. Di menit 18, striker kelahiran Belanda, Jens Raven mencatatkan namanya di papan skor. Cukup mengejutkan, karena sang saudara dekat tak tinggal diam. Mereka bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 23 melalui eksekusi penalti Ricardo Rorinho.
Sedang dalam mood terbaik, Raven kembali mencetak gol untuk membawa Indonesia unggul 2-1. Tak mau kalah dari Raven, Figo Dennis ikut berkontribusi di gol ketiga yang tercatat sebagai gol bunuh diri pemain Timor Leste. Dengan begitu, Indonesia memimpin 3-1 hingga turun minum. Alih-alih mengendurkan serangan, Indonesia U-19 justru menambah pundi-pundi gol di babak kedua.
Tiga gol kembali diciptakan oleh Indonesia pada babak kedua. Kali ini gantian Kadek Arel, Arkhan Kaka, dan Muhammad Kafiatur yang jadi mimpi buruk penjaga gawang Timor Leste. The Little Samba Nations hanya menambah satu gol melalui Alexandro Bahkito menit 86. Jans Raven keluar sebagai pemain terbaik setelah mencatatkan dua gol dan satu assist di laga ini.
Indonesia Juara Grup A
Kemenangan atas Timor Leste menuntaskan perjuangan Indonesia di babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19. Dari tiga laga yang dimainkan, anak asuh Indra Sjafri menyapu bersih dengan kemenangan. Di dua laga sebelumnya, Indonesia mencatatkan kemenangan 6-0 atas Filipina dan menang 2-0 atas Kamboja.
Dengan begitu, Indonesia mengumpulkan sembilan poin dan lolos ke babak berikutnya dengan status juara grup. Tak cuma itu, Indonesia yang mencetak delapan gol keluar sebagai salah satu tim terproduktif sejauh ini. Skuad racikan Indra Sjafri hanya kalah dari Australia yang masih mencetak 12 gol dari dua pertandingan dan Malaysia yang sudah mencetak 16 gol hanya dari dua pertandingan saja.
Jumlah gol ini kemungkinan masih akan bertambah mengingat Australia dan Malaysia masih menyisakan satu pertandingan lagi. Jika Malaysia akan melawan akan melawan Thailand, Australia bakal menghadapi Myanmar. Meski begitu, baik Australia maupun Malaysia sudah dipastikan lolos ke fase gugur.
Vietnam Kena Karma
Lantas, bagaimana nasib Vietnam, yang medianya sibuk menjelek-jelekan Indonesia? Tak terselamatkan. Vietnam tidak mampu menunjukkan kualitas sebagai tim yang bisa tampil kompetitif. The Golden Stars justru tampil awur-awuran di Piala AFF U-19. Dari dua laga, Vietnam belum menuai satu kemenangan pun.
Skuad racikan Hien Vinh Hua hanya meraih satu hasil imbang 1-1 melawan Myanmar dan seketika cosplay jadi perkedel saat melawan Australia. Di laga tersebut, Vietnam dihajar habis-habisan oleh skuad muda The Socceroos dengan skor 6-2. Itu berarti Vietnam cuma bisa cetak tiga gol dalam dua pertandingan.
Anyway, meski masih menyisakan satu pertandingan melawan Laos, hasil laga itu tidak akan mengubah nasib Nguyen FC di Piala AFF U-19 edisi kali ini. Karena Vietnam sudah dipastikan gagal menembus fase gugur. Thailand lah yang berhak menemani Indonesia, Malaysia, dan Australia ke babak berikutnya.
Mengapa begitu? Karena Vietnam kini hanya bermodalkan satu poin. Jika pada akhirnya pun menang selusin gol atas Laos, mereka hanya akan mengoleksi empat poin. Itu tak cukup untuk menyalip Thailand yang sudah mengoleksi enam poin di klasemen perebutan peringkat kedua terbaik. Yang begini kok ya masih berani nyinyirin King Indo. Nggak level!
https://youtu.be/y-31iqg1oTw
Sumber: CNN Indonesia, Media Indonesia, Bola.net, TvOne


