Siapa Riquelme? Idola Messi yang Membuatnya Ogah Lawan Indonesia

spot_img

Selain mengidolai Pablo Aimar, satu orang yang sangat dikagumi oleh Lionel Messi adalah Juan Roman Riquelme. Mungkin nama-nama tersebut tidak sebesar Diego Maradona, tetapi kedua sosok tadi adalah pemain yang menginspirasi Leo kecil untuk bermain sepak bola. Riquelme adalah sosok yang bisa membuat Leo Messi melongo dan tak bisa berkata-kata.

Coba bayangkan, apabila Lionel Messi tidak pernah terinspirasi untuk bermain sepak bola dari Riquelme, pasti Mas Leo hanya akan menjadi mas-mas biasa saja di Argentina dan mungkin Cristiano Ronaldo yang akan menguasai sepak bola seorang diri. Oleh karena itu, kalian fans Lionel Messi harus berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada the one and only, Juan Roman Riquelme.

Lantas, seperti apa sebenarnya sosok Juan Roman Riquelme? Sosok yang juga menjadi salah satu sebab Leo Messi ogah tampil melawan Timnas Indonesia tahun 2023 lalu.

 

Anak Muda yang Diperebutkan

Juan Roman Riquelme lahir pada tanggal 24 Juni 1978. Tanggal yang sama ketika 9 tahun kemudian di Rosario terlahir anak bernama Lionel Andres Messi. Riquelme lahir tepat sehari sebelum Argentina mengangkat trofi Piala Dunia 1978. Sebuah tanda ilahi bahwa dirinya akan menjadi bintang besar dalam sepak bola.

Sebagai warga San Fernando, kota berjarak setengah jam dari Buenos Aires, bakat Riquelme kecil langsung terendus oleh Argentinos Junior. Akhirnya, Riquelme kecil yang terlahir dari keluarga miskin memulai perjalanan yang akan mengubah nasib keluarganya selamanya. Riquelme bergabung dengan tim belia Argentinos Junior.

Setelah bergabung, bakatnya malah makin merekah dan harum. Tanpa basa-basi, dua klub paling mentereng di Argentina, Boca Juniors dan River Plate langsung memperebutkannya. Sebagai fans berat Boca Juniors, bergabung ke River Plate adalah pilihan terakhir dari sekian ribu klub sepak bola yang ada di dunia. Riquelme bergabung ke Boca pada tahun 1996.

Setelah bergabung, Riquelme pun dipanggil untuk Piala Dunia U20 1997 dan kemudian pulang dengan membawa trofi. Bersama Boca, Riquelme berhasil menaklukan Argentina dan Amerika Latin.

Tiga trofi Liga Argentina berturut-turut dari 1998 hingga 2000 serta dua trofi Copa Libertadores 1999/00 dan 2000/01 dibawanya pulang ke La Bombonera. Maka, dinobatkanlah Riquelme sebagai pemain terbaik Argentina 2000 dan 2001 serta kelak pada 2008 dan 2011.

 

Penuh Badai di Spanyol

Musim panas 2002, Riquelme mendarat di Barcelona. Dikutip dari HITC, kedatangan Riquelme adalah transfer politis manajemen Blaugrana untuk meredam kemarahan fans akibat kepergian Rivaldo. Riquelme bukan keinginan Van Gaal. Alhasil, Riquelme tak diperlakukan sebagaimana mestinya dan dimainkan sebagai winger alih-alih penyerang tengah.

Betul saja, karirnya hampir remuk di tangan Van Gaal. Meski akhirnya Van Gaal yang cabut lebih dulu dari Camp Nou, Riquelme tidak bisa mengembalikan performanya bersama Blaugrana. Legenda Barcelona, Hristo Stoichkov ikut mengomentari nasib Riquelme di Barcelona.

“Dia tidak sukses karena cara Van Gaal memainkannya di lapangan. Aku menyukai golnya, umpannya, permainannya, dan triknya, tetapi ketika kamu ingin mengubah anggur menjadi apel, itu tidak akan mungkin,” ucap Stoichkov via Marca.

Tempatnya di Barcelona semakin tersingkir ketika Ronaldinho merapat ke Catalan. Seperti yang dikutip dari Football History, akhirnya Riquelme dipinjamkan selama dua musim ke Villarreal. Bersama Kapal Selam Kuning, performa Riquelme membaik, meskipun tak akan kembali seperti semula. Pengalamannya di Barcelona seakan merenggut sebagian kemampuan dari Riquelme. Sebagian kemampuan yang mungkin ditumbalkannya untuk Lionel Messi.

Bersama El Madrigal, Riquelme menjalani musim yang cukup baik. Berhasil membantu Villarreal tembus hingga semifinal UEFA Cup 2003/04 dan finis di peringkat ketiga La Liga pada musim 2004/05 dengan torehan 16 gol. Di musim selanjutnya, Riquelme dan Villarreal makin menggila dengan tembus ke fase semifinal Liga Champions 2005/06. Mereka hanya kalah dengan agregat 1-0 lawan Arsenal.

Meski pada musim panas 2005 dirinya dikontrak oleh Villarreal, karirnya di Spanyol tidak bertahan lama setelah Riquelme memilih pulang ke Argentina mulai Februari 2007. Riquelme pulang ke Boca untuk meraih beberapa gelar dan kemudian menutup karir di Argentinos Junior.

 

Argentina dan Maradona

Piala Dunia 2006 adalah ajang Piala Dunia satu-satunya yang diikuti oleh Riquelme. Pada edisi tersebut, Argentina terhenti di perempat final. Mereka dihentikan oleh tuan rumah, Jerman, lewat adu penalti.

Setelah gagal di Piala Dunia, Riquelme menggendong Argentina pada Copa America 2007. Riquelme berhasil mencetak 5 gol, satu gol di bawah top scorer kala itu, Robinho. Performa apik Riquelme bersama Argentina harus pupus dengan menyakitkan setelah mereka harus kalah di final melawan Brazil dengan skor 3-0.

Dua kegagalan yang dirasakannya tadi sedikit terobati setelah Riquelme membantu kontingen Argentina merebut medali emas Olimpiade 2008 di Beijing. Riquelme menjadi pemain senior yang ikut ke skuad tersebut bersama Javier Mascherano dan Nicolas Pareja.

Pada kompetisi ini, Riquelme berhasil membantu Lionel Messi meraih trofi pertamanya bersama Argentina. Kelak, giliran Pablo Aimar, idola lain dari King Leo yang ikut membantu memberikan trofi Copa America dan Piala Dunia.

Jika kalian bertanya, mengapa Riquelme disebut pemain hebat tapi cuma pernah sekali bermain di Piala Dunia? Maka, Diego Maradona adalah jawabannya. Pada 2009, Riquelme dan Maradona berkonflik. Kedua bintang paling bersinar dari Boca Juniors tersebut membuat Argentina geger.

“Kami tidak berpikir sejalan. Kami tidak memiliki kode etik yang sama. Selama dia melatih tim nasional, kami tidak bisa bekerja bersama,” ujar Riquelme terkait konfliknya dengan Maradona via Telegraph.

Riquelme kecewa atas keputusan Maradona tidak memanggilnya di pertandingan melawan Prancis pada 11 Februari 2009. Kekecewaan dan ketidakcocokannya terhadap Maradona membuatnya memilih pensiun dari Albiceleste.

Kabar pensiun Riquelme jelas memukul banyak pemain, tak terkecuali Leo Messi. Andaikan Riquelme ada dalam skuad Piala Dunia 2010, bukan tidak mungkin Leo Messi bisa meraih trofi Piala Dunia 12 tahun lebih awal.

 

Hubungannya dengan Messi

Menurut cerita mantan agen Leo Messi, Josep Minguella, Leo Messi pernah starstruck di hadapan sang idola. Dikutip dari Detik, Josep Minguella pernah melihat Leo melongo melihat Riquelme. Aura La Pulga seakan mengecil di hadapan Riquelme.

“Kadang-kadang Leo datang untuk ikut pesta barbeque dan saya ingat suatu ketika ada Riquelme, Rochemback, Motta, dan beberapa pemain lain datang. Saya masih bisa melihat Leo duduk memandang Riquelme, seolah-olah dia memandang Yesus Kristus,” tulis Minguella dalam kolomnya, dikutip dari Detik.

Ada kisah bagus yang harus kalian tahu. Masih ingat ketika King Leo menjebol gawang Belanda di perempat final Piala Dunia 2022, dan melakukan sebuah selebrasi di depan bench Belanda dengan mengangkat kedua tangan di kedua kupingnya? Jika masih ingat, maka kamu harus tahu arti dari selebrasi tersebut.

Selebrasi tersebut adalah selebrasi khas Riquelme. King Leo melakukannya di depan bench Belanda bukan tanpa tujuan. Ini adalah sebuah pembalasan dendam. Leo Messi tak terima dengan apa yang telah dilakukan Van Gaal kepada Riquelme di Barcelona.

Dilansir dari Essensially Sport, King Leo mengkonfirmasi makna selebrasinya tersebut dalam mini seri berjudul “Captain of The World” yang ditayangkan via Netflix. Seperti dugaan sebelumnya, selebrasi tersebut memanglah sebuah balas dendam untuk Riquelme. Melalui selebrasi tersebut, King Leo seakan memberi pesan, “Kalian boleh saja mengusikku, tapi jangan sedikitpun berani-berani mengusik idolaku.” Ngeriii!

Satu kisah terakhir mungkin akan membuat kalian sedikit jengkel. Kalian tahu kenapa Leo Messi menolak datang ke Indonesia untuk menghadapi Tim Garuda pada Juni 2023 lalu? Jawabannya bisa jadi karena the one and only, Juan Roman Riquelme.

Setelah sebelumnya Leo Messi bertandang ke China untuk melawan Australia, King Leo ogah lanjut melawat ke Indonesia. Bisa jadi, King Leo sedang fokus menyiapkan tenaga untuk laga testimonial Riquelme pada 25 Juni 2023 alias 6 hari setelah laga Argentina melawan Tim Garuda.

Laga tersebut tentunya spesial bagi King Leo. Sebab, pada laga tersebut Messi tidak hanya akan merasakan tampil di atas lapangan yang sama dengan Riquelme, namun juga idolanya yang lain, Pablo Aimar. Seperti dikutip dari Sporting News, pada laga tersebut King Leo akan bermain satu tim dengan Aimar dan nama-nama legendaris lain seperti Gabriel Ivan Heinze, Ariel Ortega, hingga Roberto Ayala.

https://youtu.be/vlv_8KzVPmM

Sumber: Transfermarkt, HITC, Marca, Football History, Telegraph, Detik, Essentially Sport, dan Sporting News  

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru