Edin Dzeko: Kisah Kelam Berlian Dari Bosnia

spot_img

Trofi Bundesliga hingga gelar Premier League menjadi bukti kehebatan striker asal Bosnia, Edin Dzeko. Pria bertinggi 193 cm ini sudah menjalani karier di beberapa kompetisi terbaik Eropa. Bukan hal mudah bagi Dzeko untuk bisa meraih apa yang didapatkannya sekarang.

Selain kerja keras, Edin Dzeko juga harus berhadapan dengan perjalanan hidup yang amat memilukan.

Edin Dzeko, lahir pada 17 Maret 1986 di Sarajevo, Bosnia. Ia lahir dari pasangan Belma Dzeko dan Midhat Dzeko. Masa kecilnya harus ia jalani dengan berbagai ketakutan. Dzeko merupakan korban dari perpecahan Yugoslavia yang berlangsung selama kurang lebih tiga tahun.

Rumahnya saat itu hancur akibat ledakan bom. Disaat banyak yang melarikan diri dari Bosnia, Dzeko dan keluarganya lebih memilih untuk mengungsi di ruang bawah tanah milik neneknya. Bahkan menurut pengakuan sang ibu, Belma, Dzeko nyaris menjadi korban pengeboman. Masa-masa itulah yang tak ingin lagi diingat oleh Dzeko.

Ibunya menceritakan bahwa saat itu Dzeko dan teman-temannya sedang bermain bola di lapangan terbuka. Sang ibu yang ketika itu memiliki firasat buruk segera memanggil Dzeko untuk segera masuk kedalam rumah. Dan benar, tak lama kemudian tempat itu diluluhlantahkan oleh tentara Yugoslavia.

Setelah kejadian itu, Dzeko merasa takut dan sangat sedih karena kehilangan banyak kerabatnya.

Dzeko juga mengungkap jika itu adalah masa-masa terkelam dalam hidupnya. Ia dan keluarganya tidak bisa hidup normal. Banyak orang memilih untuk tinggal di ruang bawah tanah agar tidak terkena tembakan atau lemparan bom.

Setelah perang berakhir, Dzeko baru benar-benar bisa menyalurkan bakat sepak bolanya. Saat itu, dirinya tergabung dengan akademi Zeljeznicar. Dzeko kecil memulai karier sebagai seorang gelandang. Dzeko mengatakan jika ia lebih sering ditempatkan di belakang penyerang. Bahkan ia sesekali ditempatkan di sayap. Postur tubuhnya yang tinggi tidak terlalu dimanfaatkan pelatihnya saat itu.

Setelah tak dipakai di akademi pertamanya, Dzeko disarankan untuk mencari klub lain.

Sampailah dia kepada Teplice, klub asal Ceko, yang mau menerimanya di usia 19 tahun. Di tim tersebut, bakat Dzeko mulai dimanfaatkan. Setelah dicoba dibeberapa posisi, Dzeko akhirnya diplot sebagai penyerang.

Potensinya lalu mulai terasah, Dzeko mulai menemui titik terang di Bundesliga Jerman setelah hengkang dari Teplice. Dirinya tergabung dengan Wolfsburg. Bermain lebih dari 100 pertandingan, Dzeko menjelma menjadi salah satu penyerang terhebat. Gelar Bundesliga pun berhasil ia sumbangkan untuk tim tersebut.

Wolfsburg menjadi simbol kesuksesan Edin Dzeko. Ia sukses mengharumkan nama Bosnia melalui klubnya itu.

Kemampuannya pun diakui oleh seantero Bosnia, tanah kelahirannya. Meski sempat diolok-olok dengan sebutan ‘Cloc’ atau ‘Stik Kayu Besar’, Dzeko berhasil membuktikan diri dan mendapat julukan sebagai ‘diamond’ atau Berlian dari Bonsia.

Sempat diincar oleh beberapa klub besar Eropa, Dzeko memutuskan untuk pindah ke Manchester City. Meski kemampuannya tak terlalu maksimal, Dzeko sukses menyumbangkan gelar Liga Primer Inggris untuk The Citizen. Dipinjamkan ke Roma pada musim 2015/16, pria Bosnia ini akhirnya mendapat status permanen di tim ibukota itu.

Hingga kini, Dzeko masih menjadi andalan AS Roma dalam membombardir gawang lawan.

Kisah kelam dan perjalanan sulit tak menyurutkan semangat pemain yang mengidolakan Andriy Shevchenko ini. Dengan segala do’a dan kerja keras, Edin Dzeko masuk kedalam jajaran penyerang top dunia.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru