Dosa Glazers yang Menjadikan Mereka Sumber Masalah MU

spot_img

Konflik tahunan antara fans MU dan Glazers memang sudah tak bisa dihindarkan lagi. Dalam beberapa tahun terakhir, fans sudah tak kuat dengan cara kepemimpinan Glazers yang cenderung merugikan klub. Terlebih dengan performa MU yang tak kunjung membaik, membuat tagar #GlazersOut kembali trending setelah musim ini, United mengalami dua kekalahan yang memalukan. 

Tapi di sisi lain, kita tak bisa menampik bahwa Glazers telah menghadirkan banyak trofi dan memimpin tim selama satu setengah dekade. Lantas mengapa keluarga Glazer begitu dibenci oleh suporter Manchester United? Berikut Starting Eleven sajikan dosa-dosa yang dilakukan Glazers pada Setan Merah selama ini.

Cara Glazers Memandang MU

Glazers memandang United bukan sebagai klub sepakbola pada umumnya. Mereka memandang klub yang bermarkas di Old Trafford ini bak sebuah perusahaan swasta yang harus meraup keuntungan sebanyak mungkin. 

Manchester United masih dianggap sebagai salah satu tim terbesar di dunia. Kemudian United menjadi lebih besar lagi ketika membuat kemajuan yang signifikan sebagai klub adidaya di sektor komersial, sejak diambil alih oleh Malcolm Glazer tahun 2005 silam.

Meskipun besar, bukan berarti MU jadi yang paling top di Inggris. Karena pada dasarnya, sepakbola bukanlah keahlian keluarga asal Amerika Serikat itu. Kebesaran Manchester United yang sudah Glazers bangun, secara tidak langsung justru membuat United seperti keluar dari fitrahnya sebagai klub sepakbola.

Hal itu karena Glazers lebih berfokus pada cuan ketimbang pengembangan tim. Glazers juga melakukannya di bisnis olahraga lain di klub NFL, Tampa Bay Buccaneers.

Menaikan Harga Tiket Demi Keuntungan Pribadi

Peningkatan di bidang komersial yang dicanangkan oleh Glazers berimbas pada melambungnya harga tiket. Harga tiket nonton Manchester United di Old Trafford telah meningkat secara signifikan selama era Glazer. Dilansir The Guardian, hal tersebut dilakukan dengan dalih untuk membantu pembayaran bunga utang klub yang sangat besar.

Hal ini tentu diprotes oleh kalangan fans yang notabene memiliki latar belakang kelas pekerja. Mereka yang ingin mencari hiburan di akhir pekan justru harus membayar mahal untuk mendukung tim kebanggaan. Kenaikan ini membuat setiap fans yang tadinya hanya membayar sekitar 475 pound (Rp8 juta) per tiket, kini mereka harus merogoh kocek hingga lebih dari 703 pound (Rp13 juta).

Perpecahan Suporter

Kenaikan tiket juga berimbas pada keutuhan fans. Mereka yang sakit hati kepada keluarga Glazers sampai memboikot pertandingan Manchester United dan membuat tim sepakbola mereka sendiri.

Tahun 2005, sekelompok pendukung Manchester United berkumpul di sebuah pub yang tidak jauh dari Old Trafford. Dari pertemuan itu, mereka mengubah rasa muak menjadi sebuah gerakan pemberontakan melalui pendirian sebuah klub baru yang bernama FC United of Manchester.

Buruknya pengelolaan keuangan Manchester United melahirkan FC United of Manchester. Yang mereka inginkan dari klub ini tak muluk-muluk, mereka hanya ingin membentuk sebuah klub yang lebih rahat, dengan berpedoman dari suporter untuk suporter. 

FC United of Manchester jadi sisi punk Manchester United, mereka bermarkas di Broadhurst Park dan dibangun dengan dasar kepemilikan bersama layaknya koperasi. 

Setoran

Di bawah kepemilikan Glazer, MU menjadi satu-satunya tim di Liga Inggris yang memberikan hasil keuntungan klub ke pemegang sahamnya. Para pemegang saham mayoritas MU sendiri adalah keenam anggota Keluarga Glazers.

Setelah kematian Malcolm Glazer pada tahun 2014, sisa 90 persen saham di United dibagi rata antara Joel, Avram dan empat anaknya yang lain yakni, Kevin, Bryan, Darcie dan Edward. Semuanya memegang peran direktur di klub.

Terhitung sejak 2016, Manchester United telah membagi hasil laba mereka sebesar 166 juta pound atau setara dengan Rp2,9 triliun kepada Keluarga Glazer. Dengan demikian, United rata-rata menyerahkan upeti senilai 22 juta pound atau sekitar Rp393 miliar per tahun. Sejatinya, sejak 2017 pendapatan United menurun 87 juta pound (Rp1.5 triliun). Namun Glazer tak peduli, mereka tetap menguras uang dari klub miliknya itu.

Glazers Pembawa Utang

Dana sebesar 790,3 juta pound (Rp14 triliun) yang dikeluarkan Malcolm Glazer untuk membeli United, 265 juta pound (Rp4 triliun) pun sebagian didapat dari hasil ngutang. Ironisnya, pada tahun 2010 keluarga Glazer mengakui bahwa 500 juta pounds sisanya (Rp8,9 triliun) dari dana akuisisi tersebut didapat dengan menerbitkan obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2017. 

Dengan rincian tersebut, sebenarnya Glazer hanya mengeluarkan sebesar 25,3 juta pound atau setara dengan Rp446 miliar untuk bisa mengambil alih Setan Merah. Bayangkan, itu hanya setara dengan biaya yang dikeluarkan klub untuk menggaji Cristiano Ronaldo selama satu tahun.

Dan sekarang, United lah yang ketiban apes buat ngelunasin hutang Glazer. Dilansir The Independent, per Maret 2022, utang kotor Manchester United berada di angka 592 juta pound atau setara dengan Rp10 triliun. Yang makin gila adalah bunganya, United harus membayar bunga sebesar 18 juta poundsterling (Rp321 miliar) per tahun. 

Utang memang jadi masalah utama yang dibawa Glazers. Sikap mereka yang seolah-olah enggan melunasi hutang menggunakan uang mereka sendiri membuat fans kian membenci keluarga kapitalis ini.

Glazers Pelit!

Glazer memang dikenal pelit. Usai mengambil hasil keuntungan Manchester United, mereka sama sekali tak menyuntikkan dana ke klub. Hal ini berbanding terbalik dengan Roman Abramovich yang menyuntikan dana sekitar 516 juta pound (Rp9,2 triliun) dan Sheikh Mansour yang memberikan dana ke City sebesar 684 juta pound atau sekitar Rp12 triliun dalam 10 tahun terakhir.

Dalam jangka waktu dari tahun 2012 hingga 2021, Glazers hanya menghabiskan 136 juta pound (Rp2,4 triliun) untuk peningkatan infrastruktur. Jika dibandingkan dengan klub Liga Inggris lainnya, jumlah tersebut kalah dari Manchester City yang telah menggelontorkan uang 374 juta pound (Rp6,6 triliun). Sedangkan Spurs sudah mengeluarkan 1,4 miliar pound (Rp25 triliun) untuk pembangunan stadion baru mereka.

Soal transfer pemain, Glazers juga pelit. Mereka sempat menolak untuk membayar beberapa pemain yang diinginkan manajer MU. Contohnya Mesut Ozil, yang justru hijrah ke Arsenal, Sergio Aguero yang akhirnya sukses di Manchester City, hingga Eden Hazard yang berhasil menjadi salah satu sayap terbaik di Inggris.

Transisi yang buruk setelah kepergian Sir Alex

Setelah kepergian Sir Alex Ferguson, sistem klub juga kian berantakan. Dari pemilihan pelatih hingga transfer pemain, semuanya hampir tak ada yang berhasil. Bayangkan saja, pelatih terbaik di dunia macam Ferguson, digantikan oleh David Moyes. Meski Moyes adalah rekomendasi dari Fergie, jika Glazers memikirkan kemajuan tim, mereka seharusnya tak mengiyakan usulan Ferguson.

Pelatih-pelatih berikutnya juga dirasa berbeda dengan Ferguson, mereka tak mampu beradaptasi dengan “Glazernomics”, yang mana menggunakan hasil laba untuk tetek bengek kebutuhan klub termasuk buat bayar utang. Sejak kepergian Ferguson, Glazer seakan kehilangan sosok yang mereka andalkan selama ini. 

Jadi tak heran apabila Jose Mourinho dianggap gila saat menyebut prestasi terbaiknya selama menjadi pelatih adalah membawa Manchester United finis di urutan kedua Premier League. Karena orang-orang tidak tahu bahwa ia melatih tim yang memiliki kondisi manajemen sangat buruk.

https://youtu.be/tiXyvKuzIdg

Sumber: Planetfootball, BRfootball, Sportingnews, Independent, Indosport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru