Dosa-dosa Pemilik sampai Presiden Klub Sepak bola Eropa

spot_img

Klub bau kencur Sheriff Tiraspol secara mengejutkan mengalahkan Real Madrid di fase grup Liga Champions Eropa musim 2021/22. Klub asal Transnistria itu sebelumnya juga mengalahkan Shakhtar Donetsk. Tak disangka memang, klub yang baru saja mengenalkan diri itu mampu menumbangkan klub yang paling sering langganan juara Liga Champions.

Semua orang tahu, bahwa Sheriff Tiraspol bukan klub sembarangan yang besar karena dibeli influencer. Pun bukan klub yang ngemis penggemar lewat giveaway. Banyak orang sudah tahu, bahwa Victor Gusan, pendiri Sheriff Tiraspol bukan pebisnis kacangan. Gusan adalah pebisnis cerdas sekaligus licik.

Betapa tidak? Sheriff Tiraspol dibangun dari hasil bisnis haram Gusan. Ia berhasil mengambilalih perusahaan-perusahaan di Transnistria setelah terjadi kekosongan kekuasaan di wilayah itu, tepat setelah Uni Soviet bubar. Perusahaan yang diambil Gusan itu sebelumnya adalah penyumbang 60 persen perekonomian Moldova.

Jadi, tak ayal kalau keuangan Sheriff Tiraspol berlimpah. Nah, Gusan hanya sebagian kecil pemilik klub sepak bola Eropa yang memiliki semacam dosa. Selain Gusan, masih ada lagi pemilik-pemilik klub Eropa yang tak hanya memiliki klub dan bergelimang harta, tapi boleh jadi juga bergelimang dosa. Siapa saja mereka?

Mohammed bin Salman (Newcastle United)

Hari ini seluruh penggemar Newcastle United pasti sedang berbunga-bunga. Bagaimana tidak? The Magpies baru saja kedatangan investor asal Arab Saudi. Hal itu tentu saja otomatis membuat Newcastle menjadi klub terkaya di Eropa.

Sebetulnya yang berinvestasi ke Newcastle tersebut bukanlah perorangan, tapi melalui Dana Investasi Publik (PIF). Jadi semacam bagian kerajaan yang memang khusus untuk mengurusi bisnis. Kalau di Indonesia mungkin seperti BUMN gitu lah.

PIF diketuai putra mahkota, sang Pangeran Arab, Mohammed bin Salman. Pihak Mohammed bin Salman diketahui telah mengakusisi 80 persen saham The Magpies. Lalu apa dosa si Mohammed bin Salman ini?

Secara individu boleh jadi putra mahkota tidak berdosa. Tapi secara kerajaan, ia bisa dikatakan mewarisi dosa sang ayah. Mengingat PIF adalah bagian dari kerajaan Arab Saudi. Kurang dari satu dekade belakangan ini, pemerintahan Arab Saudi dikenal bengis, brutal, dan tidak manusiawi.

Kerajaan dianggap telah melanggar Hak Asasi Manusia. Satu yang paling diingat publik adalah kasus dugaan pembunuhan jurnalis Jamal Kashoggi. Ia diduga dibunuh ketika memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Sebuah laporan dari Amerika Serikat mengindikasikan kalau Mohammed bin Salman berperan penting dalam kasus pembunuhan Jamal Kashoggi. Ia diduga meneken operasi untuk membunuh Kashoggi. Namun, Arab Saudi tentu saja membantah hal itu.

Pihak kerajaan bahkan menolak laporan yang mengatakan putra mahkota terlibat kasus pembunuhan jurnalis pendiri DAWN itu. Kerajaan juga menampik tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Apa yang dilakukan Arab Saudi sebatas melindungi kerajaan dari para ekstremis dan faktor eksternal. Meskipun kerajaan tidak menjelaskan faktor eksternal apa yang dimaksud?

Roman Abramovich (Chelsea)

Bos Chelsea FC, Roman Abramovich pernah berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, Abramovich diduga melakukan tindak pencucian uang, penipuan, pendanaan pemukiman Yahudi di Palestina, sampai punya keterkaitan dengan gembong mafia. Ia pernah dilaporkan polisi Swiss ke pihak imigrasi.

Kantor Polisi Federal Swiss menilai pengajuan kependudukan Abramovich di Swiss menimbulkan masalah. Abramovich diduga main patgulipat agar aplikasinya diterima dan Abramovich bisa menjadi penduduk Swiss. Kejadian itu mengemuka tahun 2016.

Awalnya, saat Abramovich mengajukan diri untuk tinggal di sebuah resor di salah satu kanton (negara bagian) Swiss disetujui pihak berwenang, dalam kasus ini residensi Swiss. Namun ketika berkas Abramovich sampai ke kepolisian tahun 2017, pihak polisi federal menduga kedatangan Abramovich akan menimbulkan ancaman terhadap keamanan publik dan resiko terhadap reputasi.

Bukan hanya itu, aset yang dimiliki Abramovich sebagiannya diduga berasal dari kegiatan haram alias ilegal. Jadi sekalipun Abramovich menjadi penduduk Swiss, dan dia sudah tentu mampu membayar pajak dengan kekayaannya, itu bisa melahirkan masalah. Apalagi kalau yang dibayarkan untuk pajak dari aset ilegal, begitu yang dilaporkan Tamedia.

Dmitry Rybolovlev (AS Monaco)

Tahun 2018, Presiden klub sepak bola AS Monaco ditangkap polisi akibat dugaan kasus penyalahgunaan kekuasaan. Ia diduga merayu para pejabat untuk menyudutkan Yves Bouvier. Sebelumnya, Rybolovlev menuding kalau Bouvier telah menipunya.

Rybolovlev merasa ditipu atas pembelian beberapa karya seni dari Bouvier. Ia disebut-sebut rugi sampai USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,2 triliun. Rybolovlev menganggap dieler Bouvier menggelembungkan harga yang tidak wajar. Namun Rybolovlev sendiri yang justru tersandung kasus korupsi. Bouvier sendiri sebelumnya juga sudah ditangkap atas laporan Rybolovlev.

Sekitar 1990-an, Rybolovlev ditahan karena tuduhan menghabisi nyawa rival bisnisnya. Namun ia bisa dibebaskan dari jerat hukum setelah seorang laki-laki entah bagaimana berhasil membersihkan namanya.

Bartomeu (FC Barcelona)

Ngomongin soal dosa presiden klub, tentu kalau kita nggak ngebahas nama yang satu ini boleh jadi kita juga berdosa. Yup, dia adalah Josep Maria Bartomeu. Mantan Presiden Barcelona yang acap kali dihujat para cules itu meninggalkan dosa yang sungguh-sungguh sulit untuk dilupakan.

Bartomeu adalah dalang di balik kasus Barcagate. Dalam kasus Barcagate, Bartomeu dituduh menyalahgunakan wewenangnya sebagai presiden klub. Ia membayar perusahaan public relations (PR), I3 Ventures untuk membersihkan nama baiknya.

I3 Ventures diminta menutup segala informasi cacatnya Blaugrana di bawah kepemimpinan Bartomeu. Belum lama ini, sekitar Maret 2021, Bartomeu akhirnya dicokok polisi setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden FC Barcelona. Nggak cuma Bartomeu yang ditangkap.

Selain dirinya, ada nama pejabat-pejabat senior di Barcelona yang juga ikutan dicokok polisi. Penasihat Bartomeu, Jaume Masferrer dan kepala eksekutif Barcelona sekarang, Oscar Grau juga diringkus aparat. Konon dari kasus ini, El Barca harus menanggung utang sebanyak 1,1 miliar euro atau Rp 18,3 triliun.

Luis Filipe Viera (SL Benfica)

Sungguh mengejutkan, setelah beberapa bulan penangkapan Bartomeu, giliran presiden Sport Lisboa e Benfica, klub asal Portugal, Luis Filipe Viera yang diringkus polisi. Ia ditangkap karena kasus dugaan penggelapan pajak. Viera disinyalir melakukan penipuan dan pemalsuan data pajak.

Laporan Departemen Investigasi dan Tindakan Kriminal Pusat menyebut kalau negara rugi hampir sekira 100 juta euro atau kurang lebih Rp 1,6 triliun. Bukan cuma presiden yang menguasai SL Benfica sejak 2003 itu saja yang ditangkap. Agen olahraga, Bruno Macedo; manajer sepak bola, Jose Antonio dos Santos; sampai putra Viera sendiri, Tiago turut dibekuk polisi.

Dari laporan kejaksaan, diduga aksi ini sudah dilakukan Viera sejak 2014. Kasus ini pun melibatkan setidaknya 100 penyelidik. Mereka tersebar untuk menggerebek kantor-kantor pengacara, beberapa rumah, bank, dan sebuah kantor perusahaan.

Itulah tadi dosa-dosa para pemilik hingga presiden klub sepak bola Eropa. Ya, memang sih, setiap manusia tidak terlepas dari dosa. Tapi kalau sudah merugikan orang lain, bahkan orang banyak ya itu keterlaluan. Apalagi kalau yang dirugikan bukan cuma manusia, tapi juga lingkungan.

Sumber referensi: reuters.com, cityam.com, sportingnews.com, cgtn.com, theartnewspaper.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru