Ditinggal Bintangnya di Awal Musim, 5 Klub Ini Alami Penurunan Performa

  • Whatsapp
Ditinggal Bintangnya di Awal Musim, 5 Klub Ini Alami Penurunan Performa_1
Ditinggal Bintangnya di Awal Musim, 5 Klub Ini Alami Penurunan Performa_1

Dalam sebuah hubungan, ditinggal saat sedang sayang-sayangnya itu sangat pedih rasanya. Ditinggal oleh orang terkasih tentu meninggalkan luka di hati. Hal yang sama juga berlaku di dunia sepak bola.

Seperti 5 klub top eropa berikut ini. Di awal musim ini, tepatnya di jendela transfer musim panas, mereka kehilangan beberapa penggawa pentingnya. Hengkangnya pemain kunci tersebut meninggalkan lubang besar di awal musim ini.

Seolah sulit move on, 5 klub top Eropa berikut ini seperti mengalami penurunan performa. Siapa saja kelima klub top Eropa itu? Simak ulasannya berikut ini.

 

1. Barcelona

Di urutan pertama ada salah satu penguasa kompetisi La Liga, Barcelona. Klub yang bermarkas di Camp Nou itu sejatinya sudah goyah sejak akhir masa jabatan Josep Maria Bartomeu yang kemudian lengser dan digantikan oleh Joan Laporta. Rentetan kabar miring silih berganti, dari kekalahan memalukan atas Bayern Munchen, skandal ‘Barcagate’, hingga terungkapnya kondisi finansial Barca yang super bobrok.

Sejak musim lalu, Barca ditangani Ronald Koeman. Kedatangan pelatih asal Belanda itu ternyata juga menimbulka prahara. Banyak pemain senior yang kemudian coba didepak, salah satu yang akhirnya ditendang adalah Luis Suarez. Meski begitu, mereka masih bisa meraih gelar Copa del Rey.

Namun, musim ini sepertinya hasil serupa sulit terulang kembali. Barca diterpa krisis finansial akut yang membuat mereka terpaksa melepas beberapa pemainnya, seperti Junior Firpo, Emerson Royal, hingga yang paling menghebohkan adalah tangisan sang mega bintang Lionel Messi yang terpaksa angkat kaki dari klub yang membesarkan namanya itu.

Kehilangan Messi, Barca kemudian bergantung pada nama-nama seperti Memphis Depay, Ansu Fati, hingga Luuk de Jong dan Lord Braithwaite. Sayangnya, dari 7 pertandingan di La Liga, Barca baru meraih 3 kemenangan, 3 kali memetik hasil imbang, dan baru-baru ini takluk 2-0 dari Atletico Madrid.

Sementara di ajang Liga Champions, Barca mendapat hasil yang jauh lebih buruk. Dari 2 matchday yang sudah digelar, Blaugrana belum mampu mendapat satu pun poin alias selalu menelan kekelahan, yakni masing-masing dari Bayern Munchen dan Benfica yang sama-sama mengalahkan Barca dengan skor 3-0.

Kini, Barcelona tengah tertahan di peringkat 9 klasemen La Liga. Sementara di Liga Champions mereka jadi juru kunci Grup E. Performa yang buruk di awal musim ini membuat posisi Ronald Koeman goyah. Namun belakangan, Joan Laporta menjamin posisinya, ya setidaknya hingga akhir musim nanti.

 

2. RB Leipzig

Dari kompetisi Bundesliga ada nama RB Leipzig yang juga tengah terseok-seok di awal musim 2021/2022. Selain ditinggal sang pelatih Julian Nagelsmann, Die Roten Bullen juga kehilangan beberapa pilar kuncinya, seperti Ibrahima Konate yang hijrah ke Liverpool, serta Dayot Upamecano dan Marcel Sabitzer yang menyusul Nagelsmann ke Bayern Munchen.

Pasca kepergian Nagelsmann, Leipzig ditangani pelatih asal Amerika Serikat, Jesse Marsch. Sayangnya, di bawah asuhan mantan pelatih Red Bull Salzburg itu Die Roten Bullen menjalani start yang lambat di awal musim ini. Hingga pekan ke-7, mereka masih tertahan di peringkat 8 klasemen Bundesliga.

Dari 7 pertandingan pertama musim ini, Leipzig baru memetik 3 kemenangan dan sudah menelan 3 kekalahan. Di 4 match pertamanya saja Leipzig menelan 3 kekalahan. Performa Emil Forsberg dkk. baru mengalami perbaikan di 2 match terakhirnya dengan mampu memetik 2 kemenangan dengan skor besar plus mencatat cleansheet atas Hertha Berlin dan Vfl Bochum.

Sementara di ajang Liga Champions performa mereka lebih memprihatinkan. RB Leipzig belum memetik satu pun poin setelah dalam 2 match menelan kekalahan dari Manchester City dan Club Brugge. Sempat tersiar rumor bahwa Leipzig tengah menimbang untuk segera mengganti pelatih Jesse Marsch.

Namun performa buruk lini serang mereka yang berisi Andre Silva, Brian Brobbey, hingga Yussuf Poulsen juga perlu dievaluasi. Sebab, untuk sementara ini top skor Leipzig justru hadir dari seorang Christopher Nkunku yang sudah mencetak 9 gol, jauh meninggalkan Emil Forsberg dan Andre Silva yang baru mengemas 2 gol. Padahal, Nkunku berposisi murni sebagai seorang gelandang.

 

3. Lyon

Berikutnya dari kompetisi Ligue 1 Prancis. Ada 2 tim besar yang performanya di awal musim ini cukup mengkhawatirkan. Yang pertama adalah Lyon. Klub berjuluk Les Gones itu ditinggal beberapa pemain kuncinya, seperti Memphis Depay yang pergi ke Barcelona dan Maxwel Cornet yang menyebrang ke Burnley.

Sebagai gantinya, Lyon mendatangkan 2 pemain senior dalam diri Jerome Boateng dan Xherdan Shaqiri. Lyon juga sudah mengganti pelatihnya dari Rudi Garcia ke Peter Bosz. Di ajang Europa League, performa Lucas Paqueta dkk cukup impresif. Les Gones selalu meraih kemenangan dalam 2 match pertamanya, yakni masing-masing 2-0 atas Rangers dan 3-0 atas Brondby.

Sayangnya, performa di Liga Europa tak menular di Ligue 1 Prancis. Untuk sementara ini, mereka masih tertahan di peringkat 10 klasemen Ligue 1. Dalam 9 pertandingan, Les Gones baru meraih 3 kemenangan, 4 kali tertahan imbang, dan sudah 2 kali menelan kekalahan.

 

4. Lille

Kondisi Lyon tersebut 11 12 dengan sang juara bertahan Ligue 1, Lille. Kondisi Lille bahkan mungkin bisa dibilang lebih parah. Secara peringkat Lille memang lebih baik dari Lyon, tetapi sang juara bertahan punya masalah lain.

Penurunan performa dari Lille sudah diperkirakan bakal terjadi semenjak klub tersebut berganti kepemilikan. Ganti pemilik tak hanya membuat situasi ekonomi mereka goyah, tetapi juga membuat sporting director mereka Luis Campos mundur. Kemudian di akhir musim lalu sang pelatih Christophe Galtier yang berhasil mempersembahkan trofi Ligue 1 juga ikut mundur.

Di jendela transfer musim panas kemarin, Les Dogues juga ditinggal pergi beberapa pemain kesayangan mereka, seperti Mike Maignan, Boubakary Soumare, dan Luiz Araujo. Dampaknya, performa mereka di musim ini tak lagi sama.

Di awal musim, Lille yang kini ditangani Jocelyn Gourvennec berhasil menjuarai Trophee des Champions. Akan tetapi, penampilan apik di ajang tersebut tak berlanjut ke ajang Ligue 1 Prancis dan Liga Champions Eropa.

Di ajang Liga Champions, Lille belum pernah menang dalam 2 match pertamanya. Mereka imbang 0-0 melawan Wolfsburg dan kalah 2-1 dari Red Bull Salzburg. Alhasil, mereka kini jadi juru kunci Grup G.

Sementara di ajang Ligue 1, Burak Yilmaz dkk masih tertahan di peringkat 8. Dari 9 pertandingan, mereka baru meraih 4 kemenangan, 2 kali imbang, dan sudah 3 kali kalah. Meski sudah mencetak 13 gol, tetapi pertahanan Lille musim ini sangat kacau. Tercatat gawang Lille yang kini dikawal Ivo Grbic sudah kebobolan 14 gol.

Namun tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat. Dari 3 match terakhirnya di Liga Prancis, sang juara bertahan berhasil memetik 3 kemenangan beruntun. Menarik untuk disimak apakah mereka berhasil mempertahankan gelarnya musim ini?

 

5. Juventus

Menyebrang ke kompetisi Serie A Italia. Di sana ada Juventus yang di awal musim ini langkahnya nampak tertatih-tatih. Apalagi kalau bukan karena ditinggal pergi mega bintanganya Cristiano Ronaldo yang memutuskan pulang kampung ke Manchester United.

Di 4 giornata pertama Serie A musim ini, La Vecchia Signora gagal memetik satu pun kemenangan. Seolah sulit mencetak gol, mereka hanya mendapat 2 hasil imbang dan menelan 2 kekalahan. Hasil tersebut sempat membuat posisi Juventus terjun bebas ke zona degradasi.

Jika Juve tertatih-tatih di Serie A, maka lain ceritanya di Liga Champions. Dalam 2 match pertamanya, Si Nyonya Tua justru menampilkan performa apik. Mereka 2 kali menang, masing-masing atas Malmo dengan skor 3-0 dan Chelsea dengan skor tipis 1-0.

Juventus yang musim ini kembali ditangani Massimiliano Allegri seperti baru menemukan racikan yang pas. Dalam 3 giornata terakhirnya, Paulo Dybala dkk berhasil memetik 3 kemenangan beruntun. Kini, posisi mereka telah membaik dan naik ke peringkat 7 klasemen Serie A Italia.

***

Sumber Referensi: Ligue 1, Kompas, ESPN, DW, Goal.

Pos terkait