Kita tentu mengenal seorang Cristiano Ronaldo. Ya, Ronaldo dengan awalan Cristiano kita kenal sebagai pemain Manchester United, mantan punggawa Real Madrid, dan tentu saja motor serangan Timnas Portugal. Kebetulan Cristiano Ronaldo juga pencetak gol terbanyak di level timnas. Selain itu, kita tentu akrab dengan nama Ronaldo yang lainnya.
Yes, selain Ronaldo yang lahir di Funchal, Portugal, kita juga mengenal Ronaldo yang lahir ribuan mil dari Portugal. Ia adalah Ronaldo Luis Nazario. Legenda Brazil yang kebetulan juga pernah memperkuat Real Madrid. Selain Ronaldo banyak sekali nama pemain sepak bola yang mirip-mirip.
Mari kita sebut satu lagi. Di level lokal, kita punya gelandang andalan Timnas dan gelandang kunci Persib Bandung. Dia adalah Beckham Putra. Fyi aja, meskipun namanya Beckham Putra sejatinya dia bukanlah anak kandung pemain sepak bola dengan free kick paling mematikan, David Beckham. Keduanya memang namanya nyaris sama. Sudah dibayangkan bagaimana jika pemain-pemain dengan nama yang sama itu bertemu?
Well, di dunia sepak bola bukan hanya nama pemain yang sama. Beberapa nama klub juga memiliki kesamaan. Uniknya lagi, kesamaan klub-klub ini tak terbatas oleh liga dan negara. Apa saja klub-klub yang memiliki kesamaan nama tersebut? Kok bisa sih kepikiran dengan nama yang sama? Nggak kreatif nih ye? Berikut kesebelasan dengan nama yang mirip.
Daftar Isi
Everton
Siapa menyangka klub Everton yang kita kenal berada di Premier League atau Liga Inggris itu juga ada di liga lain. Ini bukan The Toffes yang pindah ya. Sama sekali bukan. Tapi memang ada klub Everton lain di belahan dunia ini, tepatnya di Chile.
Adalah sekelompok pemuda yang dipimpin oleh David Foxley. Foxley dan kelompoknya berhasrat untuk mendirikan sebuah klub sepak bola di daerah Cerro Alegre, yang pada saat itu masuk wilayah pesisir Valparaiso, Chile. Sekitar tahun 1909, klub tersebut berhasil didirikan. Mereka semua kompak menamai klub tersebut Everton Football Club.
Entah ini suatu kebetulan atau disengaja, pada saat itu pula klub Everton asal Inggris yang masyhur itu sedang melakukan tur di Argentina. Tapi, yang pasti kakek dan nenek Foxley sendiri merupakan orang Liverpool. Jadi, ya mungkin ini pengaruh dari simbahnya sang pemimpin kelompok tersebut.
Namun, nama Everton Football Club tidak bertahan lama. Setelah klub mulai berkembang, namanya pun berubah. Sekitar tahun 1950, klub tersebut berubah nama menjadi Everton de Viña del Mar selepas pindah ke sebuah kota resort. Ya meskipun namanya nggak bisa lepas dari Everton.
Btw, untuk soal prestasi, antara Everton Premier League dengan Everton versi Chile juga tidak terlampau jauh. The Toffes performanya memang jauh melesat dan sukses merengkuh gelar Liga Inggris sebanyak 9 kali. Sedangkan Everton Viña del Mar memiliki hampir separuhnya, yaitu 4 gelar Liga Chile. Kedua klub Everton ini pernah bertemu di Goodison Park pada laga pra-musim tahun 2010. Kala itu Everton Liga Inggris yang masih diperkuat pelatih kesayangan fans Arsenal, Mikel Arteta menang 2-0 atas Everton Viña del Mar.
#268 Everton 2-0 Everton -Aug 4, 2010. The Blues took on their Chilean namesakes, Everton Vina Del Mar at Goodison, in one of the more famous & enjoyable EFC pre-season friendlies. Everton won 2-0, lifting the Brotherhood Cup, goals from Jermaine Beckford & Diniyar Bilyaletdinov. pic.twitter.com/oysyYM4Tr1
— UpperGwladysBlue (@UpperGwladysBlu) March 16, 2021
Juventus
Bagaimana jadinya jika sekolompok buruh pabrik mendirikan sebuah klub sepak bola? Terkesan mustahil, bukan? Namun di Sao Paulo, Brazil ada sekelompok buruh yang berhasil mendirikan sebuah klub sepak bola profesional.
Sekitar tahun 1924, sekelompok pekerja pabrik kapas Rodolfo Crespi di Sao Paolo entah dapat wangsit dari mana ingin mendirikan klub sepak bola. Lahirlah klub sepak bola yang diberi nama Extra Sao Paulo pada tahun tersebut. Klub itu dipimpin seorang presiden pertama sekaligus pemilik modal, Count Rodolfo Crespi. Yup, benar dia bos mereka!
Selang setahun berikutnya, klub sepak bola itu mengganti namanya menjadi Cotonificio Rodolfo Crespi Futebol Clube atau bahasa nusantaranya Klub Sepak bola Pabrik Kapas Rodolfo Crespi. Mungkin biar lebih kelihatan dari pabrik kapas, jadi bikin klub sepak bola juga ada unsur kapas di namanya.
Belum satu dekade namanya sudah berubah lagi. Setelah lima tahun, mungkin dipikir-pikir nama klub sama dengan nama pemiliknya dan bahkan sama dengan nama pabrik terasa kuno dan tidak nyetil. Lantaran Crespi, si presiden klub adalah seorang juventini, nama klub pun diganti menjadi Clube Atletico Juventus.
Namun lucunya yang sama dengan Juventus versi Italia hanya namanya, selebihnya blasss nggak mirip. Apalagi logo dan jersey-nya. Alih-alih berwarna plastik kresek hitam-putih seperti Si Nyonya Tua, jersey Club Atletico (CA) Juventus atau Juventus versi Brazil justru berwarna merah marun.
Tahu warna merah marun identik dengan apa? Yup benar, Torino, rival sekota Juventus. Dan ajaibnya lagi, penggunaan warna merah marun ini untuk memuaskan hasrat anak sang presiden klub yang kebetulan penggemar Torino.
O Clube Atlético Juventus completa hoje 96 anos!
Fundado em 20/04/1924, o Moleque Travesso é dono de uma rica história, incluindo o título da Taça de Prata do Brasileirão de 1983 e 71 participações na elite do Campeonato Paulista.
E a gente já falou muito do Ju aqui, lembra? pic.twitter.com/9TpbgfH0RE
— Última Divisão (@ultimadivisao) April 20, 2020
Liverpool
Tentu yang kalian tahu Liverpool adalah kandidat kuat calon juara Liga Inggris musim ini. Eits, tapi Liverpool bukan cuma itu lho. Di negara yang jaraknya sekitar 7 ribu mil dari Merseyside, Inggris juga ada klub Liverpool FC. Tepatnya di kota Montevideo, Uruguay.
Uniknya, kedua Liverpool ini berasal dari kota pelabuhan di masing-masing negaranya. Kedua Liverpool juga memiliki hubungan yang baik. Sejak berdiri tahun 1915, dengan cepat klub asal Uruguay mengambil nama Liverpool.
Tidak ada sengketa nama di antara keduanya. Bahkan kedua klub Liverpool ini kabarnya menjalin hubungan secara komersial dan budaya. Hubungan ini terjalin kebetulan didorong karena keduanya sama-sama berasal dari kota pelabuhan.
Meski sama, tentu kedua Liverpool ini memiliki prestasi yang berbeda. Jika Liverpool versi Mo Salah sudah sukses meraih gelar Juara Liga Champions Eropa, Liverpool versi Uruguay mampu meraih tiga gelar kompetisi Liga Dua Uruguay. Ketiganya diraih pada tahun 1966, 1987, dan 2002. Terbaru pada 2021, Liverpool FC ini menjuarai Divisi Utama Liga Uruguay untuk pertama kalinya.
Liverpool FC have won Uruguay’s Clausura title for the first time in their history 🏆 pic.twitter.com/pCtht7tH5P
— ESPN UK (@ESPNUK) March 23, 2021
Inter
Inter Milan di Italia juga punya saudara di Kroasia. Klub tersebut adalah NK Inter Zaprešić. Meskipun sama-sama menggunakan nama “Inter”, kedua klub ini tidak memiliki hubungan spesial. Klub Kroasia itu hanya mengambil nama “Inter” yang sudah digunakan selama 74 tahun.
NK Inter Zaprešić awalnya kerap gonta-ganti nama. Ini menyusul kemerdekaan Kroasia. Kala masih di bawah jajahan Yugoslavia, klub tersebut bernama NK Sava. Ada juga yang mengenalnya dengan nama HSK Jelai, NK Jugokeramika, dan NK Zaprešić sebelum Kroasia mendeklarasikan kemerdekaannya tahun 1991.
Usai Kroasia merdeka, NK Zaprešić kedatangan investor dari perusahaan Industrija keramike. Namanya pun diganti menjadi Inker NK Zaprešić. Setelah si sponsor memutus kerja sama pada tahun 2003, namanya diganti lagi menjadi Nogometni Klub (NK) Inter Zaprešić. Sayangnya, kiprah Inter versi Kroasia ini jauh dengan Inter versi juara treble pada 2010. NK Inter Zaprešić hanya meraih satu gelar trofi Piala Kroasia pada 1992.
Sementara saat namanya resmi memakai Inter, NK Inter Zaprešić hanya mampu finis di peringkat kedua Liga Utama Kroasia tahun 2005. Tahun 2010, saat Inter Milan meraih treble bersejarah, NK Inter Zaprešić hanya mampu mengakhiri musim di peringkat 13 Liga Kroasia.
Kendati kiprahnya tak semengesankan Inter Milan, NK Inter Zaprešić turut melahirkan bintang Eropa masa kini. Nama-nama seperti Luka Modric, Dejan Lovren, Vedran Corluka paling tidak pernah mengawali karier bersama NK Inter Zaprešić.
HNK Cibalia – @nkinterzapresic 3:0#hnkcibaliavinkovci pic.twitter.com/hBQQ8AZWMS
— HNK Cibalia Vinkovci (@hnkcibalia1919) April 7, 2018
Barcelona
Orang ketika mendengar kata “Barcelona” pasti yang ada dibenaknya adalah klub yang sedang buruk nasibnya itu. Namun, Barcelona ternyata juga ada di luar Spanyol. Negeri Matador yang menjajah sebagian wilayah Amerika telah membuat kesan tersendiri bagi warga lokal.
Kesan itulah yang kemudian membekas, salah satunya untuk membikin klub sepak bola. Pada tahun 1925, seorang imigran dari Kota Catalan Barcelona, Spanyol, Eutimio Perez hijrah ke Ekuador. Perez mendirikan klub di sana dengan nama yang sangat mirip dengan FC Barcelona. Klub itu adalah Barcelona Sporting Club atau Barcelona SC.
Sekitar tahun 1955, logo klub Ekuador ini dirancang sedemikian rupa dan dibuat semirip mungkin dengan klub Catalan. Yang menarik, Barcelona SC juga tak kalah prestasinya dengan Barcelona-nya Juan Laporta. Barcelona SC sukses merengkuh 14 gelar Liga Ekuador dan dua kali menembus final Copa Libertadores tahun 1990 dan 1998. Iya, cuma final.
💛 EQUIPO 🖤 pic.twitter.com/EpzSSlbreW
— BARCELONA S.C. (@BarcelonaSC) October 6, 2021
Arsenal
Jika kamu berpikir bahwa hanya ada satu klub Arsenal yang medioker, tentu kamu harus segera merevisi pikiranmu. Sebab, ada 16 klub Arsenal lainnya yang kok ndilalah senasib sepenanggungan dengan Arsenal dari London Utara tersebut. Dari ke-16 Arsenal itu, boleh jadi hanya Arsenal de Sarandi yang namanya cukup populer.
Arsenal de Sarandi adalah klub yang didirikan di Buenos Aires, Argentina tahun 1957. Pendirinya sekelompok manusia yang dipimpin oleh sepasang saudara: Hector dan Julio Grondona. Meskipun cuma tertahan di divisi terbawah sampai tahun 2002. Arsenal de Sarandi berhasil naik ke kasta tertinggi Liga Argentina di tahun 2002.
Prestasi mereka pun semakin meningkat. Tahun 2007, Arsenal de Sarandi meraih juara Copa Sudamericana dan di tahun 2012 mereka sukses meraih gelar Clausura. Artinya, klub Arsenal asal Argentina ini nasibnya tidak medioker-medioker amat. Apalagi Arsenal de Sarandi ini juga melahirkan sosok Jurge Burruchaga. Ia adalah pencetak gol kemenangan Argentina di Piala Dunia 1986.
Selain itu, ada lagi Berekum Arsenal yang benar-benar mirip dengan Arsenal London Utara. Berekum Arsenal sendiri berasal dari Ghana yang kini tercecer di kasta kedua. Klub yang bermarkas di Golden City Park ini betul-betul mirip dengan Arsenal di London Utara. Mulai dari nama klub sampai jersey-nya. Belakangan diketahui ini karena si pemilik klub, Alhaji Yakubu Moro dalam mendirikan klub itu memang terinspirasi dari Arsenal FC di London Utara.
Nicholas Boateng (Defender)
2021 Highlights pic.twitter.com/Iii2GT8Uwe— Berekum Arsenal FC (@BerekumArsenal) August 23, 2021
PSG
Sudah pasti akrab di telinga kita klub kaya Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain. Klub tersebut memang klub kaya, bertabur bintang, punya penggemar yang banyak, meskipun masih sulit untuk Juara Liga Champions. Sejarah soal PSG yang mulanya adalah gabungan dari klub Paris FC dan Stade Saint-Germain begitu sering dibahas. Namun, tahukah kamu kalau PSG punya saudara di Indonesia?
Yups, benar, namanya PSG Pati. Lahir tahun 2014 dengan nama Putra Ijen FC di Jember. Lalu berubah namanya menjadi PSG Gresik tahun 2018 untuk mengarungi Liga 3 Jawa Timur. Karena finansial anjlok akibat pandemi, kepemilikan PSG Gresik pindah ke tangan pengusaha asal Pati, Saiful Arifin pada 2020.
Markasnya yang pindah ke Pati membuat namanya pun ikutan berganti menjadi PSG Pati. PSG Pati sendiri belakangan diketahui akronim dari Putra Safin Grup Pati. Sebelumnya, tahun 2018, PSG yang dimaksud adalah akronim dari Putra Sinar Giri.
Saat dibeli Saiful Arifin, PSG Pati memiliki fasilitas lengkap. Konon fasilitas yang dimiliki PSG Pati setara dengan klub-klub di Liga 2 kala itu. Sekarang PSG Pati bermain di Liga 2 Indonesia dan salah satu pemiliknya adalah suami Aurel Hermansyah, Atta Halilintar.
Meski secara prestasi PSG Pati belum menjuarai kasta tertinggi liga domestik seperti Paris Saint-Germain. Paling tidak untuk soal menghasilkan pemain, PSG Pati tidak bisa dianggap remeh. Sebab selain menelurkan pemain nirprestasi, PSG Pati memberikan sumbangsih atlet seni beladiri kungfu.
Sumber referensi: sportskeeda.com, idntimes.com, wikipedia.org.


