Direkrut Dortmund untuk Gantikan Jadon Sancho, Siapa Donyell Malen?

  • Whatsapp
Direkrut Dortmund untuk Gantikan Jadon Sancho, Siapa Donyell Malen?
Direkrut Dortmund untuk Gantikan Jadon Sancho, Siapa Donyell Malen?

Setelah Borussia Dortmund menjual Jadon Sancho ke Manchester United dengan mahar 73 juta pounds atau Rp1,4 triliun musim panas ini, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mendaratkan penggantinya di Signal Iduna Park, yakni Donyell Malen dari PSV, tapi siapakah sebenarnya dia?

Donyell Malen besar di Belanda dan bakat sepakbolanya sudah mulai terlihat sejak dia masih anak-anak. Pada tahun 2008 ketika usianya sembilan tahun, dia dikirim untuk menimba ilmu di akademi Ajax.

Namun, meski Malen sudah bermain untuk semua level tim muda Timnas Belanda dan bahkan dipantau oleh sejumlah klub-klub besar Eropa, dia tak yakin bisa menembus tim utama Ajax kala itu dan memilih pindah ke Arsenal pada 2015 di usia 16 tahun.

Bersama tim muda The Gunners, penyerang Belanda itu mengoleksi 44 gol sepanjang dua musim di klub London Utara. Sayangnya lagi, peluangnya untuk menembus tim utama sangat kecil sehingga dia akhirnya meninggalkan klub Premier League tersebut untuk kembali ke negara asalnya Belanda pada 2017, kali ini bersama PSV.

Malen kemudian menjelma menjadi sosok pencetak gol yang fenomenal bagi PSV. Dia menyumbang 55 gol dan 24 assists dalam 116 penampilan untuk klub Eredivisie tersebut. Musim lalu, Malen mencatatkan 19 gol dalam 32 pertandingan.

Dibandingkan dengan Jadon Sancho, Malen memang tak punya sisi kreativitas yang sama. Dia bermain di bahu pertahanan lawan, menunggu untuk melakukan serangan cepat ketimbang bermain dengan bola di kakinya. Dia adalah seorang finisher ketimbang seorang assister dan dia bisa dimainkan baik di kiri atau di tengah.

“Donyell sangat cepat dan sangat berbahaya. Jika dia memiliki peluang, biasanya peluang itu akan berbuah gol. Dia masih muda, tapi dia punya kemampuan yang amat bagus,” kata Mario Götze, mantan gelandang Dortmund dan rekan Malen di PSV.

Akan tetapi hal itu membuat manajer baru Dortmund, Marco Rose tampaknya harus memikirkan di mana dia akan memainkan bintang mudanya itu.

Rose gemar menggunakan formasi “berlian” 4-1-2-1-2 serta 4-2-3-1 di Borussia Monchengladbach. Dalam kedua sistem tersebut, Malen cocok secara alami untuk ditempatkan di sebelah kiri lini serang, melakukan penetrasi seperti yang biasa dilakukannya di PSV.

Jika menggunakan dua striker, Erling Haaland dan Malen akan jadi ujung tombak yang amat kuat bagi Dortmund. Haaland merupakan striker lengkap dengan kecepatan dan kemampuan untuk mendobrak tembok pertahanan lawan, namun kekuatan fisiknya lah yang bakal jadi keuntungan bagi Malen. Kemampuan Malen berlari tanpa bola dan link-up dengan striker lain bakal menjadi kombinasi yang menghancurkan.

Akan tetapi, dengan rumor yang tak pernah berakhir tentang keluarnya Haaland dan mengingat catatan gol Malen yang mengesankan, ada anggapan bahwa penandatanganannya adalah untuk menjadikannya sebagai pemain No. 9 Dortmund berikutnya.

Entah dia akan menjadi next Sancho atau next Haaland, waktu yang akan menjawab.

 

 

Sumber: Bundesliga, FourFourTwo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *