Pasca euforia timnas Indonesia mengukir sejarah di Vietnam, kini mereka sudah disorot lagi soal persiapan dan kans menghadapi laga melawan Irak dan Filipina di bulan Juni nanti pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Semoga saja ya, di dua laga terakhir tersebut timnas kembali berjaya dan lolos ke babak berikutnya. Amin.
Demi mencapai itu, Shin Tae-yong akan menambahkan pemain naturalisasi baru. Salah satunya yang kini menguat adalah Calvin Verdonk. Memangnya siapa dan seberapa hebatnya dia?
Indonesia 🇮🇩🔜
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) April 1, 2024
Calvin Verdonk (26 tahun) bermain reguler sebagai bek kiri NEC Nijmegen di Eredivisie musim ini.
Ayahnya lahir di Aceh, sementara sang Ibu dari Belanda. pic.twitter.com/aDNqBZdv9N
Sebelum spill kehebatan Calvin Verdonk, alangkah baiknya subscribe dulu dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Siapa Calvin Verdonk
Calvin Verdonk adalah pemain 26 tahun kelahiran Dordrecht, Belanda. Saat ini ia adalah pemain Liga Belanda di klub NEC Nijmegen. Calvin memang lahir di Belanda, namun ia punya darah Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Tanjung Meulaboh, Aceh.
Namun sejak lahir hingga sekarang, Calvin mengaku tak pernah sekalipun mengunjungi tanah kelahiran ayahnya tersebut. Namun suatu saat nanti jika ke Indonesia ia berniat akan menyempatkan berkunjung.
Darah tanah rencong yang mengalir dalam tubuhnya, lalu dimanfaatkan timnas untuk menaturalisasi Verdonk. Coach Shin Tae-yong sendiri mengaku sangat tertarik dengan pemain bertinggi 1,74 meter tersebut.
Pemain yang punya darah keturunan Indonesia berikutnya, yang akan disiapkan untuk memperkuat timnas Indonesia. Namanya Calvin Verdonk (26 tahun). Main di klub Liga Belanda, NEC Nijmegen.
— FaktaBola (@FaktaSepakbola) March 31, 2024
Ayahnya orang Aceh, Indonesia. Ayahnya lahir di Aceh. Tepatnya berasal dari Meulaboh, Aceh.… pic.twitter.com/oAlfXKg3HB
Bertemu Shin Tae-Yong
Ketika keliling Eropa bulan Februari lalu, Shin Tae-yong sengaja menyempatkan untuk melihat permainan Verdonk. Inilah awal mula desas-desus Calvin Verdonk akan jadi pemain naturalisasi timnas berikutnya.
Pada pertemuan itu, Shin Tae-yong sempat membagikan foto bersama Verdonk.
Dalam pertemuan tersebut, Coach Shin juga banyak mengintrogasi Verdonk soal asal darah Indonesianya maupun keterlibatannya di timnas Belanda. Mengingat, Verdonk ini pernah membela Timnas Belanda di level U-15 hingga U-21.
Khawatirnya, secara administrasi keterlibatan Verdonk di level usia muda Belanda bisa menghambat proses naturalisasinya. Namun, setelah dipastikan ternyata Verdonk tak pernah membela timnas Belanda di laga resmi. Jadi, proses naturalisasi bisa dilanjutkan.
Pemain keturunan Indonesia berikutnya bernama Calvin Verdonk. Pemain 26 tahun yang bermain di klub Eredivisie bersama NEC Nijmegen. Kata Coach Shin Tae-yong, mungkin proses naturalisasi Calvin Verdonk Juni ini sudah selesai.#CalvinVerdonk #TimnasIndonesia pic.twitter.com/73UlTDgWIV
— Starting Eleven (@Starting11ID) April 2, 2024
Bermain Bersama Van Persie dan Dilatih Van Bronckhorst
Tak hanya memenuhi syarat administrasi, Coach Shin juga kesengsem melihat pengalaman dan jenjang kariernya. Verdonk adalah bekas jebolan klub besar Belanda, Feyenoord. Karier profesional Verdonk dimulai pada April 2014 ketika menandatangani kontrak pertamanya dengan Feyenoord.
Namun, perjalanan karier Verdonk di Feyenoord tak semulus yang dibayangkan. Ia kerap kalah saing memperebutkan tim utama. Ia akhirnya rela lebih sering dipinjamkan ke klub lain. PEC Zwolle, NEC Nijmegen, hingga klub Portugal Famalicao pernah disinggahi pemain kelahiran Dordrecht tersebut.
🇵🇹 El #Famalicão ha fichado al lateral izquierdo holandés Calvin Verdonk (23 | #Feyenoord) como agente libre. Firma hasta junio de 2024. pic.twitter.com/EoWeEJMA1X
— Mercatosphera (@mercatosphera) September 13, 2020
Ketika kembali lagi ke Feyenoord di musim 2018/19, barulah Verdonk mulai beberapa kali dipercaya sebagai pemain inti oleh pelatih Giovanni Van Bronckhorst. 12 kali Verdonk dipercaya Van Bronckhorst bermain sebagai bek kiri di musim tersebut.
Ia bahkan sempat bersaing di posisi bek kiri dengan Tyrel Malacia, pemain yang saat ini membela MU. Verdonk juga banyak menimba ilmu dari seniornya Robin Van Persie. Beberapa kali ia bermain bersama dengan mantan bomber MU itu. Van Persie saat itu masih menjadi mesin gol sekaligus kapten tim.
Dubbele wissel Feyenoord:
— Feyenoord Rotterdam (@Feyenoord) July 29, 2018
▶️ Tyrell Malacia & Dylan Vente
🔚 Calvin Verdonk & Robin van Persie
78’ #feylev (2-0) pic.twitter.com/gnHy7I839d
Punya Banyak Gelar
Selain pernah beberapa kali jadi partner Van Persie, ia juga sudah punya pengalaman meraih gelar dalam kariernya. Dikutip Transfermarkt, Calvin Verdonk punya tiga gelar juara ketika masih bermain untuk Feyenoord.
De ontwikkeling van Calvin Verdonk stemt Feyenoord-trainer Giovanni van Bronckhorst tevreden https://t.co/XZHXhJlQs1 pic.twitter.com/PGMRuUISAT
— FCUpdate.nl (@FCUpdate_nl) February 13, 2019
Gelar pertama didapat ketika membela Feyenoord di Eredivisie U-17 pada tahun 2014. Ketika itu Verdonk meraih gelar Juara Eredivisie U-17. Gelar kedua Verdonk diraih pada musim 2015/16, ia membantu Feyenoord menjadi juara KNVB Beker.
Pada laga final, Feyenoord meraih kemenangan atas Utrecht 2-1. Verdonk saat itu sebenarnya sudah masuk skuad asuhan Giovanni Van Bronckhorst. Namun sayang, ia tidak diturunkan sama sekali di laga tersebut.
Lalu gelar berikutnya terjadi tahun 2018 ketika Verdonk turut membantu Feyenoord menang atas PSV di Piala Super Belanda. Kali ini, Verdonk dipercaya bermain secara penuh oleh Van Bronckhorst. Bahkan nih, Verdonk turut mencetak gol pada babak adu penalti saat Feyenoord menang 6-5.
Versatile dan Produktif
Ya, tiga gelar juara itu merupakan pengalaman berharga yang bisa ditularkan ke skuad merah putih saat gabung timnas nanti. Selain pengalaman, Verdonk juga punya kelebihan lain yakni sebagai bek serba bisa dan bek yang produktif.
Musim ini, Verdonk tercatat sebagai bek kiri inti di klub Eredivisie, NEC Nijmegen. Namun kalau mengutip Transfermarkt, ternyata ia merupakan salah satu bek yang versatile. Selama berseragam NEC Nijmegen, ia sudah dicoba di beberapa posisi yakni bek kiri, bek tengah, sayap kiri, penyerang kiri, hingga gelandang bertahan. Fleksibilitas Verdonk ini nantinya bisa memudahkan Shin Tae-yong dalam meracik strategi.
Calvin Verdonk is having one hell of a season with NEC. The left-back that can play left CB is a wonderful ball striker, and very strong defensively.
— Teo. ✍️ (@TeoSlehofer) February 27, 2024
Physically very strong as well. pic.twitter.com/WbMmVTX3Yz
Senjata Lain Calvin
Verdonk tak hanya dikenal sebagai pemain yang versatile, namun ia juga mempunyai senjata lain yakni pemanfaatan bola mati. Pemain ini sering menciptakan gol maupun assist dari bola mati selama berseragam NEC Nijmegen.
Musim ini Verdonk total telah mencetak 2 gol dan 3 assist bagi NEC. Dan uniknya, dua gol Verdonk musim ini tercipta melalui tendangan bebas cantik ke gawang FC Twente dan Sparta Rotterdam.
Kelebihan utama Calvin Verdonk adalah jago freekick🚀
— Suka Bahas Bola (@bahaspemainbola) April 2, 2024
Sesuatu yang sampai saat ini belum dimiliki oleh pemain Timnas Indonesia🇮🇩 secara spesifik. pic.twitter.com/WBRbjcG4Oq
Hmmm.. Bayangkan saja, betapa ngerinya nanti jika timnas Indonesia punya Calvin Verdonk dan Thom Haye yang sama-sama punya senjata mematikan lewat bola mati. Selain jago bola mati, menurut Whoscored, pemain keturunan tanah rencong tersebut juga kuat dalam hal tekel maupun memblok bola. Verdonk pemain yang tak malas dalam bertahan.
Kemarin saja, ketika NEC Nijmegen menghadapi PSV, Verdonk yang turun sejak menit awal bermain sangat militan di lini pertahanan Nijmegen. Ia cakap dalam tekel dan berduel. Selain itu umpan dan sentuhannya membuat distribusi bola Nijmegen lancar.
Hasilnya, Nijmegen sukses menyulitkan PSV dan akhirnya memetik kemenangan di markasnya sendiri. Kemenangan Nijmegen itu juga sekaligus menjadi kekalahan pertama yang diderita PSV di Eredivisie musim ini.
Calvin Verdonk merupakan bek yang bermain di Liga Belanda bersama NEC Nijmegen. Klub itu baru saja bantai PSV Eindhoven 3-1 https://t.co/mAhTa7yC3o
— Radar Madiun (@radarmadiunweb) March 31, 2024
Menambah Amunisi
Dengan beberapa kehebatan Verdonk tersebut, sangat masuk akal bila Shin Tae-yong ngebet memintanya memperkuat Timnas Indonesia. Coach Shin berharap proses naturalisasi ini bisa selesai Juni mendatang. Agar Verdonk segera bisa bermain melawan Irak dan Filipina.
[Bola Update] Proses Naturalisasi Calvin Verdonk Sedang Berjalan#Bolanet #Bldhen #Bolaneters #BolaUpdate #Timnas #Indonesia #CalvinVerdonk pic.twitter.com/GBVc5EWUAg
— Bola (@Bolanet) April 1, 2024
Lalu soal penumpukan bek kiri timnas, jangan jadikan masalah. Bukannya lebih banyak talenta hebat di satu posisi, makin tambah mengerikan? Toh, baik Arhan, Pattynama, Nathan maupun Verdonk, punya kelebihannya masing-masing kok.
Kalaupun tak mau menyia-nyiakan talenta lain di bek kiri, Calvin juga bisa menjadi alternatif bek tengah sebelah kiri bergantian dengan Hubner. Selain lebih cekatan, ia juga sempat 9 kali sukses ketika ditempatkan sebagai bek tengah di NEC Nijmegen. Kehadiran Verdonk akan makin membuat Timnas Indonesia berasa seperti tim Eredivisie. Publik tanah air kini sudah tak sabar menanti kehebatan Verdonk di skuad Garuda.
Sumber Referensi : cnnindonesia, transfermarkt, bola.net, tvonenews, bolasport, cnnindonesia, bola.okezone


