Dari Produk Internasional Hingga Lokal, Sejarah Jersey Timnas Indonesia

spot_img

Viral! Jersey Timnas Indonesia yang baru banyak menuai polemik. Pro dan kontra jersey buatan lokal tersebut terus merebak di dunia maya. Namun tahu nggak sih, kalau bukan kali ini saja Timnas Indonesia memakai jersey dari apparel lokal?

Namun, sebelum ke pembahasan, subscribe dulu ya dan jangan lupa nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven Story.

Era Kemerdekaan

Sejarah seragam perang timnas di era awal pasca kemerdekaan belum ada yang menggunakan apparel tertentu. Yang dicatat pada masa itu hanyalah dominasi warna kebanggaan merah putih. Pemilihan warna tersebut ada andil dari bapak proklamator kita, Soekarno.

Saat hendak bertanding dalam laga persahabatan kontra Cekoslovakia pada 1954, Presiden Soekarno juga memerintahkan Timnas Indonesia untuk menyematkan lambang Garuda Pancasila di jersey demi menambah kobaran semangat dan daya juang.

Era 80an Hingga 90an

Baru di era 80an, Timnas Indonesia mulai menggunakan jersey dari brand macam Adidas, Diadora, Nike, Asics, maupun Mikasa.

Timnas pernah pertama kali menggunakan jersey berwarna hijau di ajang Pra Piala Dunia 1986 dengan logo Adidas. Lalu ketika timnas meraih emas di Sea Games 1991 juga masih menggunakan jersey berlogo Adidas.

Yang unik, di tahun 1996 empat kali timnas mengeluarkan jersey dengan tiga logo apparel berbeda, yakni Adidas, Diadora, dan Asics. Masih ingat saat Widodo Cahyono Putro mencetak gol salto indahnya di Piala Asia 1996? Saat itu jersey timnas memakai logo dari apparel Asics dengan kerah lebar berwarna putih.

Namun yang perlu digarisbawahi dari perjalanan timnas memakai logo apparel asing tersebut adalah tidak adanya kesepakatan bisnis jangka panjang. PSSI hanya sebatas membeli lisensi dan desain dari mereka saja. Maklum, saat itu apparel-apparel ternama tersebut belum menghitung Timnas Indonesia sebagai mitra bisnis yang menguntungkan.

Selebihnya, soal produksi dilakukan oleh perusahaan garmen lokal. Ya… namanya saja buatan lokal, pasti kualitasnya kalah bagus dari buatan luar. Sampai-sampai sempat ada pemain timnas seperti Sudirman, Patar Tambunan, maupun Bambang Nurdiansah mengeluh dan malu soal kualitas jersey produksi lokal tersebut.

Era 2000an awal

Lalu mulai awal tahun 2000-an, perusahan apparel seperti Nike sudah mulai buka mata untuk berbisnis jangka panjang di Indonesia. Nike mulai menjajaki bisnis kerjasama untuk menjadi apparel timnas dari tahun 2000 hingga 2003.

Namun, saat itu kerjasama awal PSSI dengan Nike masih sekadar pasokan jersey. PSSI hanya mendapat pasokan jersey buatan Nike untuk dipakai para punggawa timnas. PSSI tidak mendapat dana segar dari pihak Nike dalam kesepakatan kerjasama ini.

Jersey Nike tersebut sempat menjadi saksi nasib mengenaskan timnas di Piala Tiger 2002. Ketika itu Bejo Sugiantoro dan kawan-kawan kalah dramatis adu penalti di GBK oleh Thailand.

Apparel Lokal Pertama

Setelah lepas dari kerjasama Nike di tahun 2004, timnas malah mencoba menggunakan produk apparel lokal. Ceritanya jelang Pra Piala Dunia 2006, asisten manajer timnas, Muhammad Ghazali melakukan sebuah terobosan untuk mensponsori jersey timnas. Kebetulan, Ghazali punya brand pakaian sendiri yakni Ghazali Sports.

Namun pada awal peluncurannya, desain milik apparel Ghazali Sports itu banjir kritikan.
Jersey timnas dianggap norak dengan lambang Garuda yang terlalu besar menempel di dada. Ghazali sempat sedih tahu jersey buatannya dicaci maki publik tanah air. Padahal sebenarnya para pemain timnas seperti Ponaryo Astaman, tak terlalu mempersoalkan kualitas maupun desain jersey tersebut.

Adidas 2004

Lalu jelang Piala Tiger 2004, apparel timnas berganti lagi. Tak lagi memakai Ghazali Sports yang dicaci itu, melainkan Adidas. Ya, Piala Tiger 2004 jadi ajang pertama kalinya PSSI membangun kerjasama bisnis jersey jangka panjang yang menggiurkan.

Secara kualitas dan desain pun termasuk keren. Selain dominasi warna merah-putih yang masih dipertahankan, sentuhan garis-garis di bagian lengan khas apparel dari Jerman itu juga membuat desainnya makin bagus.

Oh iya, selain mensponsori timnas, Adidas juga mensponsori secara pribadi tiga pilar timnas di ajang Piala Tiger 2004, yakni Boaz Solossa, Ilham Jayakesuma, dan Ortizan Solossa. Jersey Adidas di Piala Tiger 2004 tersebut, benar-benar laku keras di gerai-gerai Adidas. Bahkan nih, pecinta bola tanah air sampai rela merogoh kocek hingga 500 ribu rupiah untuk bisa mempunyai jersey tersebut.

Nike 2007

Kesuksesan Adidas dicermati pesaing utamanya, Nike. Begitu kontrak antara PSSI dengan Adidas habis pasca Piala AFF 2007, Nike langsung menyodorkan kontrak jangka panjang dengan PSSI dengan nilai yang juga cukup menggiurkan.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu berani menggelontorkan dana hingga 10 miliar rupiah per tahun untuk kerjasama bisnis dengan PSSI. Ajang Piala Asia 2007 yang dihelat di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia, dipakai Nike untuk menggaet pasar di kawasan Asia Tenggara.

Di Indonesia, Nike promosi gede-gedean dengan jargon “Ini Kandang Kita”. Mereka juga menjadikan Bambang Pamungkas, Elie Aiboy, dan Budi Sudarsono sebagai duta produk mereka. Tidak hanya itu, Nike juga melibatkan PSSI untuk mendesain jersey.

Yang jadi spesial dari produk jersey timnas buatan Nike di Piala Asia 2007 adalah, menghidupkan kembali sentuhan warna hijau yang terlihat di jersey tandang timnas. Sentuhan warna hijau pernah jadi warna khas timnas di era 80-an. Bahkan jersey dengan corak warna hijau tersebut beberapa kali terus dipakai Nike di jersey timnas hingga tahun 2018. Kerja sama antara PSSI dengan Nike sendiri berlangsung hingga tahun 2019.

Mills 2020

Lepas dari Nike, tahun 2020 PSSI kembali menggaet apparel lokal, yakni Mills. Jersey buatan Mills ini mempunyai desain yang minimalis dan elegan. Kombinasi warnanya pun terkesan eksklusif. Lalu dari segi kualitas produk, bahannya juga menurut sebagian besar pecinta bola tanah air, tak kalah saing dengan apparel luar.

Ketum PSSI saat itu, Iwan Bule mengatakan pemilihan Mills sebagai apparel Timnas Indonesia telah melalui pertimbangan yang matang. Salah satunya demi mengangkat produk lokal ke kancah dunia.

Namun penunjukkan Mills sebagai apparel resmi timnas saat itu juga sempat memicu kontroversi. Pasalnya, PSSI sebelumnya sempat menggunakan apparel Thailand, Warrix.
Bahkan jersey Warrix tersebut telah dikenakan Timnas U-19 waktu pemusatan latihan tahun 2020.

Iwan Bule berdalih, waktu itu Warrix hanya sebagai pertimbangan. Pada akhirnya Mills yang menjadi apparel Timnas Indonesia. Bahkan saat apparel Mills ini, Timnas Indonesia menciptakan rekor-rekor hebat, termasuk untuk pertama kalinya lolos ke 16 besar Piala Asia.

Erspo 2024

Pasca Mills yang tak menjadi sponsor jersey timnas karena kontraknya habis Februari 2024, PSSI menjalin kerjasama dengan Erigo Sports. Saat pengumuman kerjasama antara Erigo dan PSSI, produk Erspo diluncurkan. Jadi alih-alih Erigo, logo Erspo yang terpampang di jersey sebagai apparel timnas.

Perusahaan milik Muhammad Sadad ini diikat kontrak oleh PSSI hingga 2026 nanti. Namun celakanya, desain dan kualitas jersey yang diluncurkan Erspo tersebut memuaskan mayoritas pecinta bola tanah air. Selain harganya yang kemahalan, desain perisai dari lambang Garuda di jersey yang asal tempel menghilangkan kesan eksklusif.

Banyak netizen menganggap bahwa jersey timnas era Mills lebih baik dari Erspo sekarang. Seorang pundit ternama Indonesia, Justinus Lhaksana juga sempat mengkritik jersey buatan Erspo. Alhasil untuk mengurangi kegaduhan perdebatan ini, pihak apparel sudah beritikad baik untuk mengganti desain jersey timnas pada pertengah 2024 nanti. Semoga saja jersey Timnas Indonesia bisa lebih baik lagi.

Sumber Referensi : detiksport, bola.com, kompas.com, bola.okezone, bola.com, suara.com, jawapos.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru