Didier Drogba, Chelsea, dan Awal Pertemuannya Dengan Jose Mourinho

spot_img

Pada akhir 2018 lalu, salah satu penyerang elit dunia, Didier Drogba, telah resmi mengumumkan pensiun. Drogba resmi pensiun di usia 40 tahun. Tidak perlu diragukan lagi seberapa hebat kualitas Didier Drogba kala masih aktif sebagai pemain. Dia merupakan tipe pemain gesit, tak mudah menyerah, dan selalu menjadi ancaman bagi para barisan pertahanan lawan.

Sepanjang karir sepakbolanya, nama Drogba begitu lekat dengan Chelsea, meski dia beberapa kali bergonta-ganti klub. Selama dua periodenya di Stamford Bridge, Drogba telah menciptakan sebanyak 164 gol dari 381 kesempatan yang dijalani.

Selain karena perjalanan hidupnya yang memang begitu luar biasa, dan Drogba sendiri menyebut bila kisah hidupnya dijadikan sebuah film maka itu akan sangat emosional, lembaran karir yang ia tulis ketika berada di Chelsea disebutnya mampu menjadi satu di antara bagian yang paling menguras air mata.

Drogba dan Chelsea memang menjadi dua hal yang tidak terpisahkan. King Drogba, begitu sebutan para penggemar the Blues kepada sang penyerang. Tidak ada yang menyangka bila Drogba bakal menjadi bintang di London. Bahkan, sang pemilik klub, Roman Abramovich, juga sempat dibuat bingung mengapa gelontoran uangnya dikeluarkan hanya untuk membeli seorang pemain yang belum teruji ketajamannya.

Dalam hal ini, kisah klasik antara Drogba dan Chelsea melibatkan satu pria yang namanya sama sekali tidak boleh disingkirkan. Dia adalah Jose Mourinho. Cerita yang nantinya bakal dirajut oleh Drogba dan Mourinho mungkin akan lebih emosional dari kisah Drogba dengan Chelsea itu sendiri. Ibarat hubungan sebuah botol dengan tutupnya, Drogba dan Mourinho merupakan dua hal yang saling membutuhkan.

Awal pertemuan dua pesohor lapangan itu terjadi pada fase grup Liga Champions Eropa, musim 2003/04. Ketika itu, Jose Mourinho masih tercatat sebagai pelatih FC Porto. Klub asal Portugal tersebut harus mengunjungi markas salah satu tim asal Prancis, Marseille. Di pertandingan itu, topik tentang kemenangan Porto atas Marseille dengan skor 3-2 ternyata tidak terlalu menarik perhatian Mourinho.

Pria nyentrik yang kini menangani Tottenham Hotspurs tersebut justru dibuat tercengang dengan aksi salah satu pemain lawan bernomor punggung 11. Siapa lagi kalau bukan Didier Drogba.

Di pertandingan itu, Drogba berhasil mencetak satu gol, yang mana momen tersebut tidak akan pernah dilupakan Mourinho.

“Didier Drogba mulai datang ke dalam kehidupanku di pertandingan Liga Champions Eropa yang digelar di Stade Velodrome,”

“Dia melakukan selebrasi layaknya itu adalah gol terakhir yang ia cetak. Riuh penonton terdengar sangat luar biasa,” ujar Mourinho.

Boleh dibilang, Mourinho menyukai Drogba pada pandangan pertama, dan saat itu juga, dia siap untuk mengukir cinta indah yang tak mungkin ada ujungnya.

Namun, cinta Mourinho kepada Drogba ketika itu terhalang oleh uang. Dia bukan pelatih yang menangani klub kaya. Maka dari itu, dia sempat pesimis untuk bisa mendatangkan bakat luar biasa seperti Drogba. Mourinho masih ingat betul ketika dia berbicara kepada Drogba dan menanyakan apakah sang pemain punya sepupu yang jago bermain bola sepertinya. Lantas jawaban Drogba membuat Mourinho semakin jatuh cinta kepadanya.

“Suatu hari, kamu akan berada di sebuah klub yang akan mampu membeliku,” ujar Drogba kepada Mourinho sambil tersenyum.

Benar saja, di musim tersebut, Jose Mourinho berhasil membawa Porto menjuarai Liga Champions Eropa. Sebuah capaian yang benar-benar tidak pernah terfikir sebelumnya. Tak butuh waktu lama baginya untuk mencari klub yang bisa dibilang lebih baik dari Porto, terutama secara finansial.

Pada akhir musim 2003/04, Chelsea yang ketika itu menjelma menjadi klub kaya di bawah kendali Roman Abramovich, langsung mengarahkan bidikan mereka kepada Mourinho. Saudagar asal Rusia itu ingin mengubah Chelsea menjadi tim elit, dengan nama Mourinho lebih dulu dimasukkan ke dalamnya. Setelah negosiasi rampung, Mourinho pun resmi menjelma menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia.

Lebih dari itu, dia juga diberi kebebasan untuk mengumpulkan skuad racikannya sendiri. Tak berlama-lama, Mourinho langsung berkata pada Abramovich bahwa dia menginginkan penyerang asal Pantai Gading bernama Didier Drogba. Sontak, permintaan tersebut langsung membuat Abramovich terheran. Dia berkata bila nama Drogba belum pernah terdengar sebelumnya. Dia lalu tidak langsung memberi uang kepada Mourinho untuk merekrut Drogba.

Di momen tersebut, Abramovich mengatakan bila dia telah menyiapkan dana besar untuk Mourinho guna dipakai untuk membeli pemain asal Brasil, Ronaldinho.

Namun apa jawaban Mourinho?

“Bayar saja dan tak usah banyak bicara!”

Akhirnya, Abramovich bersedia mengeluarkan dana senilai 24 juta pounds atau setara 467 miliar rupiah untuk membawa penyerang yang diminta Mourinho. Sejak saat itu, pertemuan Mourinho dan Didier Drogba pun menjadi lebih berarti.

“Terima kasih. Aku akan berjuang untukmu, dan ku pastikan kalau kamu tidak akan menyesalinya,”

“Aku akan setia untuk selalu bersamamu!” ujar Drogba kepada Mourinho.

Namun begitu, layaknya kisah yang akan selalu dikenang, perjalanan Drogba untuk membuktikan janjinya kepada Mourinho juga terbilang tidak mudah. Dia sempat mengalami masa dimana semua tidak seperti yang direncanakan.

Drogba sempat berkata pada Mourinho bahwa dia ingin berada di zona nyaman, yang mana itu berarti dia berpikir untuk kembali ke Marseille. Berada di sebuah tempat yang membuatnya dianggap raja. Mendapat perhatian pada setiap pertandingan dan menjadi satu-satunya sorotan para penggemar.

Akan tetapi, Mourinho berkata kepada Drogba bahwa disana, dirinya memang akan menjadi raja. Namun itu sama sekali tidak membuktikan kualitasnya karena dia hanya menjadi satu-satunya pemain hebat.

Berbeda dengan Chelsea yang disana terdapat banyak pemain berkualitas.

Menanggapi hal tersebut, Mourinho ketika itu mengatakan,

“Ya, disini (Chelsea) ada sebanyak 22 raja. Pergi bermain bersama mereka, atau tinggalkan tempat ini dan jangan pernah kembali,”

“Tapi bila kamu putuskan kembali (ke Marseille), maka nikmatilah tempat yang kamu anggap nyaman, dimana kamu menjadi raja di antara pemain yang tidak berada selevel denganmu,”

Mendengar ucapan Mourinho saat itu, Drogba bertahan dan berniat membuktikan bahwa dia akan menjadi raja, diantara para raja!

Perlahan tapi pasti, Drogba yang berada di bawah asuhan Mourinho menjelma menjadi pemain yang mengubah wajah Chelsea. Dia memberi standar tinggi kepada klub tersebut dengan permainan berkualitas serta kemampuan yang terus berkembang. Bersama Mourinho, Didier Drogba berhasil memenangkan tiga gelar Premier League, satu FA Cup, dan sejumlah piala domestik lainnya.

Ketika Mourinho memutuskan pergi dari Chelsea, sementara Drogba bertahan, pemain asal Pantai Gading itu sukses menjadi pahlawan klub asal London di kompetisi Liga Champions Eropa. Dalam sebuah pertandingan emosional melawan FC Bayern, Drogba menjadikan Chelsea sebagai klub London pertama dan satu-satunya sampai saat ini, yang berhasil memenangkan trofi Liga Champions Eropa.

Pada periode keduanya ketika kembali pada tahun 2014 setelah sempat pergi pada tahun 2012, Drogba juga berhasil memenangkan trofi Liga Inggris sekali lagi bersama Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu kembali ke London pada tahun 2013 dan meminta manajemen untuk memulangkan Drogba.

Setelah segala ceritanya bersama Mourinho yang terbalut rapi dalam seragam kebesaran Chelsea rampung, Drogba mengatakan bila dia tidak mungkin menjadi pemain hebat tanpa peran Mourinho.

“Dia (Mourinho) telah mengubah hidupku. Dia juga telah mengubah hidup keluargaku. Dia mengatakan bila aku ingin menjadi yang terbaik, maka aku harus bergabung dengan salah satu tim terbaik yang dilatih oleh salah satu manajer terbaik pula,” ujar Drogba.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=VEez1oApdBs[/embedyt]

 

Sumber referensi: ronaldo, Oh My Goal, bbc, wikipedia

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru