Bangga! Satu kata yang tepat untuk menggambarkan performa Indonesia Muda di Piala Asia U-17. Garuda Muda dengan mudah melahap semua laga di Grup C. Setelah meraih kemenangan bersejarah atas Korea Selatan dan kemenangan telak atas Yaman, skuad asuhan Nova Arianto menuntaskan perlawanan Afghanistan di laga pamungkas.
Meski sudah mengendurkan kekuatan dengan tidak memainkan Evandra Florasta sejak menit awal, Indonesia tetap menang 2-0 atas Afghanistan. Bersama Uzbekistan, Indonesia jadi salah satu tim yang mampu lolos ke perempat final dengan poin sempurna. Di saat melihat skuad Garuda Muda terbang tinggi, mimin jadi kepo dengan nasib para kontestan lain, terutama rival-rival Indonesia di Asia Tenggara.
Setelah dilirik, ternyata mereka dalam kondisi yang mengenaskan. Semuanya menelan hasil yang mengecewakan. Bahkan, tak ada satupun yang mampu menemani Indonesia ke Piala Dunia U-17. Lantas, bagaimana perjalanan para rival Indonesia di edisi kali ini? Selengkapnya kita bahas. Namun, sebelum itu kalian bisa klik tombol subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Thailand
Jika Australia dihitung, itu artinya di Piala Asia U-17 kali ini, ada empat kontestan dari Asia Tenggara. Selain Australia dan Indonesia itu sendiri, ada Thailand dan Vietnam. Yang pertama kita bahas adalah Thailand. Rival abadi Indonesia di Asia Tenggara ini bergabung di Grup A Piala Asia U-17 2025 bersama Uzbekistan, Arab Saudi dan China.
Bergabung dengan grup sulit, nasib malang pun menghampiri Thailand U-17. Kebalikan dengan skuad asuhan Nova Arianto, skuad asuhan Jadet Meelarp justru tak pernah meraih imbang, apalagi menang di babak penyisihan grup. Thailand kalah 4-1 dari Uzbekistan, 3-1 dari Arab Saudi, dan yang paling memalukan kalah 2-0 dari China.
Lebih ngenesnya lagi, Thailand jadi bulan-bulanan kontestan lain. Dari tiga kekalahan itu, berarti Tim Gajah Perang sudah kebobolan sembilan gol. Sama dengan kebobolan 3 gol per laga. Hasil buruk ini membuat Thailand terjun bebas ke dasar klasemen Grup A tanpa mengantongi satu poin pun.
Jika melihat performa Thailand di edisi lalu, performa edisi ini bisa dibilang sebuah kemerosotan tajam. Sebab, di edisi 2023 yang mana Thailand jadi tuan rumahnya, mereka digdaya dengan menyapu bersih babak penyisihan grup. Yaaa, meski pada akhirnya kalah 4-1 di babak perempat final dari Korea Selatan.
Senior Thailand
Performa yang tidak jauh berbeda juga diperlihatkan oleh timnas senior Thailand. Supachai Jaided dan kolega juga tidak bisa memenuhi ekspektasi publik. Di babak kualifikasi Piala Dunia 2026, Thailand terhenti di ronde kedua. Kalau mau fair sih, sebenernya Thailand lebih pas disebut apes ya ketimbang tampil buruk.
Bagaimana tidak? Sudah susah payah menahan imbang Korea Selatan, Thailand justru gagal lolos ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia cuma gara-gara kalah head to head dengan Timnas Cina.
Kemenangan Thailand atas Singapura di laga pamungkas ronde kedua terasa sia-sia karena China cuma kalah 1-0 dari Korea Selatan. Thailand tercatat tak pernah menang dari Cina, Skuad Gajah Perang pun harus merelakan peringkat kedua ke tangan Tiongkok.
Perkara lolos ke ronde ketiga, Thailand sebenarnya sudah berpengalaman. Momen itu terjadi di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Namun, tak bisa dibanggakan juga karena Thailand cuma mengumpulkan dua poin buah dari dua hasil imbang. Itu kalah jauh jika dibandingkan dengan performa Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mencapai ronde ketiga, Indonesia sudah mengumpulkan sembilan poin dari delapan pertandingan.
Vietnam
Selanjutnya ada Vietnam. Jika Thailand tidak menang dan tidak seri, maka Vietnam serupa tapi tak sama. The Golden Stars juga tak meraih kemenangan di tiga pertandingan penyisihan grup. Tapi, mereka juga tidak kalah. Terus gimana tuh? Ya imbang. Vietnam menyudahi penyisihan grup dengan tiga hasil imbang.
Sebagai informasi, Vietnam bersaing dengan Jepang, Uni Emirat Arab, dan Australia pada Grup B. Melihat lawan-lawannya, sebetulnya patut diapresiasi jika Vietnam tak terkalahkan. Jepang, UAE, dan Australia adalah kekuatan sepakbola yang jauh lebih baik ketimbang negara-negara Asia Tenggara macam Vietnam.
Tapi, berhubung kita membandingkannya dengan Indonesia yang juga menghadapi tim kuat macam Korea Selatan, hal semacam ini tak bisa jadi alasan. Vietnam tetap saja gagal untuk menemani Indonesia ke perempat final, sekaligus mengamankan satu tiket ke Piala Dunia U-17 yang akan diselenggarakan di Qatar.
Secara matematis, performa di edisi ini bisa disebut sebuah peningkatan jika dibandingkan dengan edisi lalu. Sebab, di Piala Asia U-17 2023, Vietnam cuma mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan. Meski cuma meningkat dua poin, itu tetap sebuah peningkatan. Sedikit banyak ya harus disyukuri.
Senior Vietnam
Tim Senior pun tak kalah buruk dari tim muda. Berada di grup yang sama dengan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam hanya bisa finis di urutan ketiga. Skuad yang kala itu ditukangi Philippe Troussier meraih enam poin selisih empat poin dengan Indonesia di urutan kedua.
Sama halnya dengan Thailand, Vietnam sebetulnya sudah mencicipi mentas di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia, tepatnya di edisi 2022. Saat itu, Vietnam masih mending daripada Thailand. Karena skuad yang masih ditangani oleh Park Hang-seo itu meraih empat poin dengan rincian satu kemenangan dan satu hasil imbang dari 10 pertandingan. Vietnam boleh saja lebih baik dari Thailand, tapi kalau tolok ukurnya Indonesia ya jauh bos.
Australia
Australia barangkali jadi yang paling memalukan di Piala Asia U-17. Padahal mereka merupakan salah satu tim unggulan yang tergabung di Grup B bersama Jepang, Uni Emirat Arab, serta Vietnam. Tapi tim muda Australia justru melempem. Mereka hanya menang sekali di babak penyisihan grup. Sehingga hanya mengumpulkan empat poin.
Sejatinya, jumlah poin Australia sama dengan Jepang dan Uni Emirat Arab. Namun, Australia tidak lolos dari fase grup Piala Asia U-17 karena kalah head to head. Padahal mereka datang dengan status juara Piala AFF U-16. Mereka juga sempat mengalahkan Timnas Indonesia U-16 asuhan Nova Arianto di semifinal dengan skor 5-3.
Beda jauh dengan skuad seniornya yang cukup perkasa di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hingga matchday ke-8, Australia masih bercokol di urutan kedua dengan torehan 13 poin. Meski sempat kehilangan poin di beberapa laga, Australia tetap bisa menjaga jarak dengan Arab Saudi di urutan ketiga. Performa ini terbilang stabil, mengingat di edisi Piala Dunia 2022, Australia harus melalui babak keempat untuk lolos ke Piala Dunia.
Malaysia
Jika Thailand tak pernah menang dan tak pernah seri, lalu Vietnam tak pernah menang dan tak pernah kalah, maka Malaysia justru tak memainkan pertandingan sama sekali. Gimana mau main di Piala Asia U-17, wong lolos saja enggak. Di babak kualifikasi Piala Asia U-17, Harimau Malaya gagal menjadi salah satu runner-up terbaik karena cuma mengumpulkan satu poin.
Bagi Malaysia, kegagalan lolos ke Piala Asia U-17 2025 jadi pukulan telak. Sebab, Harimau Malaya sebelumnya juga gagal lolos ke Piala Asia U-20 2025. Pada babak kualifikasi, Malaysia hanya mampu finis di peringkat ke-4 dari lima negara. Bukan hanya pada level usia muda, Malaysia juga belum pasti berlaga di Piala Asia 2027.
Malaysia masih harus berjuang lewat kualifikasi babak ketiga. Fase ini sudah dimulai sejak Maret kemarin. Harimau Malaya tergabung dalam Grup F bersama Vietnam, Nepal, dan Laos. membuka laga perdana dengan kemenangan 2-0 atas negara asal Kamar-Taj, tempat pelatihan para Master Seni Mistik dalam film Doctor Strange.
Dari sini saja sudah kelihatan gap antara Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara. Benar kata iklan rokok yang satu itu, beda kelas harusnya nggak usah dibahas.
Sumber: Bolasport, CNN Indonesia, Bola.net


