Dari Cuma Fans, Hingga Disepelekan, Joselu Jadi Pahlawan Real Madrid

spot_img

[Chants Joselu di Santiago Bernabeu, tidak usah di-VO]

Pelukan erat Ancelotti pada Joselu tak tertahankan usai Real Madrid mengalahkan Bayern Munchen di semifinal UCL. Pelukan itu menjadi sangat indah dan emosional karena diiringi oleh chants “Joselu” yang menghiasi langit-langit Santiago Bernabeu.

Siapa sangka Joselu yang dulu hanya seorang fans Real Madrid, kini namanya harum dan akan selalu diingat Madridista di seluruh dunia. Joselu sendiri sampai nggak habis pikir. Bermimpi seindah ini pun tak pernah.

Perjalanan Joselu sebagai pesepakbola digapai dengan penuh rintangan. Ia bahkan pernah dibuang dan terdegradasi. Sebelum membahas lebih dalam tentang pahlawan El Real ini, sebaiknya subscribe dulu dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven Story.

Mengembara Di Jerman

Joselu saat muda dulu sempat dilepeh oleh El Real. Di tahun 2010, Joselu masuk Real Madrid Castilla, tapi kalah saing dengan pemain seperti Morata, Jese, maupun Asensio. Disingkirkan Real Madrid, tak membuatnya lantas membenci tim ini. Cita-cita membela Real Madrid tetap ia pertahankan.

Berpisah dengan Real Madrid, Joselu bergabung ke salah satu klub medioker Bundesliga, Hoffenheim. Hoffenheim saat itu membutuhkan striker yang punya fisik kuat seperti Joselu. Joselu pun mengaku senang talentanya dibutuhkan oleh Hoffenheim. Ia pun mengaku senang akhirnya bisa bermain di tanah kelahirannya, Jerman.

Namun sayang, performa Joselu yang diharapkan Hoffenheim gagal terwujud. Striker 1,91 meter tersebut hanya bisa cetak lima gol dalam semusim. Joselu kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya tersebut.

Ia pun akhirnya dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt di tahun 2013. Sebelum dipinjamkan ke Frankfurt, Joselu sempat menyimpan kisah tersendiri di Hoffenheim. Meski ia pernah dibuang Real Madrid, ia sempat menonton laga Real Madrid lewat link streaming ilegal.

Di Frankfurt, ia dipercaya pelatih Armin Veh guna mempertajam lini depan, Veh percaya Frankfurt akan tambah tajam jika ada Joselu. Direktur Olahraga Frankfurt saat itu, Bruno Hübner juga mempercayai kualitas Joselu.

Benar saja, selama di Frankfurt Joselu ternyata mampu membuktikan bisa tampil sesuai ekspektasi. Selama semusim ia mampu mencetak 14 gol. Wajar di musim berikutnya, Joselu banjir tawaran. Hannover jadi klub yang kepincut terhadap talenta Joselu. Hannover menganggap Joselu mampu menggantikan peran striker Mame Biram Diouf yang memilih hengkang saat itu.

Gagal Di Liga Inggris

10 gol masih bisa ia torehkan selama semusim di Hannover. Klub Liga Inggris, Stoke City pun tertarik merekrutnya pada tahun 2015. Pelatih Mark Hughes saat itu ngebet banget punya sosok striker yang bertipe target man yang bisa mempertajam lini serangnya. Hughes mau menduetkan Joselu dengan mesin gol Stoke saat itu, Mame Biram Diouf.

Bagi Joselu, punya pengalaman bermain di Liga Inggris termasuk sebuah kebanggaan tersendiri. Namun sayang, kebanggaan tersebut tidak dibarengi dengan performa yang oke. Ia justru kesulitan berkembang dan tak memberikan pengaruh berarti bagi klub. Hanya empat gol yang Joselu cetak selama berseragam The Potter.

Kegagalan Joselu berlanjut saat ia membela tim Inggris lainnya, Newcastle United. Diangkut oleh sesama orang Spanyol, Rafa Benitez tahun 2019, Joselu tak bisa berikan banyak pengaruh bagi The Magpies. Hanya 8 gol yang bisa ia cetak selama berseragam Newcastle.

Terdegradasi

Malang benar karier Joselu ini. Di klub medioker saja, ia tak mampu bertaji. Namun ternyata itu belum seberapa. Lebih parah lagi nasibnya saat ia kembali ke Spanyol. Pada tahun 2019, pemain 1,91 meter ini memantapkan diri untuk pulang ke Spanyol.

Joselu ingin hidup tenang dan menikmati masa-masa tuanya di Spanyol. Ia lalu bergabung dengan tim Deportivo Alaves. Dasarnya apes, meski koleksi 14 gol, namun ia tak mampu menyelamatkan klubnya tersebut dari jurang degradasi La Liga tahun 2022.

Meski pernah terdegradasi, namun tak membuat Joselu sepi peminat. Melihat torehan golnya selama di Alaves, klub La Liga, Espanyol kepincut merekrutnya. Nah, saat ia menanti untuk merumput di Espanyol, ada cerita menarik lagi soal kecintaannya kepada Real Madrid.

Di sela-sela waktu luangnya, ia terciduk menyempatkan nonton laga Final UCL antara Real Madrid vs Liverpool di Paris. Joselu nekat berangkat ke Paris, lalu berpose di depan Arc de Triomphe mengenakan jersey Real Madrid ber-nameset Dani Carvajal. Saat itu, Joselu bahkan rela berdesak-desakan layaknya fans pada umumnya untuk berbondong-bondong menuju stadion Stade De France.

Kesempatan Kedua

Setelah Joselu memulai musimnya di Espanyol, banyak yang tak menyangka bahwa ia akan kembali gacor. Torehan golnya di klub Catalan tersebut tak kalah bagus seperti di Alaves. Ia menjadi top skor klub dengan 17 gol.

Tapi ya.. dasarnya apes, torehan ciamik Joselu itu tampak seperti sia-sia. Torehannya tersebut tidak mampu menyelamatkan Espanyol dari jeratan degradasi La Liga musim lalu. Ya, sungguh mengenaskan nasib Joselu ini. Ia mengalami back to back terdegradasi.

Namun, keberuntungan pun hadir musim ini. Joselu yang mencetak 17 gol di Espanyol dilirik oleh Carlo Ancelotti. Kebetulan musim ini El Real butuh sosok target man pengganti Benzema. Tak ada yang menyangka juga di usianya yang sudah menginjak 34 tahun, ia akhirnya benar-benar kembali ke Bernabeu.

Bagi Joselu, bergabung kembali ke klub yang dicintainya adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Maka dari itu, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Namun kedatangan Joselu di Bernabeu musim lalu, banyak yang menganggap hanya bagian dari pembelian panik El Real. Joselu dianggap hanya akan jadi ban serep saja.

Maklum, alih-alih mendatangkan Mbappe sebagai pengganti Benzema, eh yang datang malah Joselu. Datangnya secara pinjaman pula. Joselu dianggap bukan pengganti yang sepadan bagi Benzema. Mayoritas fans El Real pun tak berekspektasi lebih padanya. Bahkan tak jarang ada yang sampai menyepelekannya.

Sadar Diri

Bagi Joselu, disepelekan tak jadi soal. Yang terpenting baginya adalah menjalankan tugasnya sesuai arahan pelatih. Ingat, ia adalah Madridista sejati. Ketika dipercaya tampil di lapangan, ia pasti akan mati-matian berjuang demi El Real.

Joselu musim ini paham tak akan selalu jadi starter di El Real. Namun, ia tetap terima. Joselu tak berontak apalagi merengek minta menit bermain lebih. Yang lebih mengesankan lagi, Joselu bahkan tak malu meminta maaf pada publik Bernabeu jika tampil buruk.

Misal saat menang melawan Napoli 4-2 di babak grup UCL musim ini. Meski ia mencetak gol, namun di laga tersebut Joselu meminta maaf pada fans karena banyak membuang peluang. Pasalnya, Dari 9 peluang yang didapatkannya, hanya 2 yang mengarah ke gawang.

Pembuktian

Ya.. dari dibuang, mengembara, terdegradasi, sampai disepelekan, namun Joselu tetap tegar menjalani takdir hidup. Ia tetap membumi dan tak berlagak seperti pemain besar hanya karena berada di klub seperti Real Madrid. Selain itu, Joselu pun tetap bersikap baik pada siapapun. Bahkan kepada fans Real Madrid yang acap kali menyepelekannya.

Sampai pada akhirnya, bukti jiwa loyalitas dan pengorbanannya bagi El Real mampu ia tunjukan musim ini. Joselu kini sudah jadi pahlawan yang mengantarkan Real Madrid melangkah ke final UCL musim ini.

Ya, dari Joselu kita belajar bagaimana nasib orang tak ada yang tahu. Timeline hidup orang itu berbeda-beda. Jika di usia muda belum meraih kesuksesan, bukan berarti di usia tua tak bisa meraih kesuksesan. Joselu sudah menjadi contoh yang nyata. Jika kita terus belajar, berdoa, berusaha keras, dan tetap ilmu padi, niscaya kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Tirulah Joselu Mato!

Sumber Referensi : dailymail, beinsports, dailymail, transfermarkt, thesun, en.as, bundesliga

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru