Dahsyat! Pelatih Maroko dan Scaloni Masuk Nominasi Pelatih Terbaik Dunia

spot_img

Di balik kesuksesan sebuah klub atau timnas, tak dapat dinafikan peran besar dari seorang pelatih. Tak heran jika kualitas serta kematangan seorang pelatih terkadang menentukan hasil di lapangan.

Sudah selayaknya memang, setiap pelatih yang sukses diapresiasi setinggi-tingginya kinerjanya dengan sebuah penghargaan. Dan FIFA selaku induk sepakbola, tiap musimnya memang selalu mengadakan penghargaan bagi setiap insan pelatih yang berprestasi. Nah di tahun ini, pada siapakah gelar itu akan ditasbihkan?

FIFA Best Coach 2022

FYI aja penghargaan bernama FIFA Best Coach sudah berlangsung sejak 2016. Tahun ini adalah kali ke tujuh event ini digelar. Dan sudah lima pelatih yang berhasil menyabet gelar ini, diantaranya Ranieri, Zidane, Deschamps, Klopp dan Tuchel.

Mekanisme penghargaan ini dilakukan melalui voting yang dilakukan oleh para kapten timnas dan klub, para pelatih timnas dan klub, serta perwakilan media dari seluruh negara anggota FIFA. Yang lebih serunya, kali ini ditambah setiap orang bebas nge-vote lewat web resmi FIFA.

Tahun ini, voting sudah dibuka dari tanggal 12 Januari hingga 3 Februari 2023. Dan pemenangnya, nanti akan diumumkan di malam penghargaan The Best FIFA Football Awards pada 27 Februari 2023. Nah, tahun ini banyak banyak pelatih beken yang akan masuk nominasi pelatih terbaik dunia versi FIFA. Siapa saja mereka?

Lionel Scaloni

Yang pertama ada Lionel Scaloni. Inilah wonderkid pelatih tahun ini. Ia menjadi calon kuat berkat beberapa gelar yang diraihnya bersama timnas Argentina. Siapa yang tahu, sebelum melatih Argentina, Scaloni adalah bekas pemain medioker.

Karir melatihnya pun sejatinya tak terlalu mentereng. Namun, Argentina di bawah kepemimpinannya secara mengejutkan berada pada level yang seharusnya. Kemenangan demi kemenangan diraih Messi dan kawan-kawan ketika bersama Scaloni.

Sejak saat itu Argentina baru sekali kali kalah dalam 43 pertandingan bersama Scaloni. Sebelum akhirnya mencapai klimaks indah menjadi juara dunia di 2022. Sebelum juara dunia, ia juga sudah mengantarkan La Albiceleste meraih Copa America 2021 dan gelar Finalissima. Hattrick gelar yang membuat namanya melambung tahun ini.

Kepemimpinan Scaloni yang tenang dan pandai mengevaluasi detail terlihat ketika menjadi juara dunia. Argentina setelah kalah melawan Arab Saudi terbukti bangkit perlahan. Messi pun menyoroti pekerjaan taktis Scaloni yang “cermat” itu sebagai faktor kunci di balik kesuksesan Argentina selama ini.

Carlo Ancelotti

Saingan Scaloni kali ini tak tanggung-tanggung, ia adalah pelatih kawakan Real Madrid Carlo Ancelotti. Kalau melihat beberapa pelatih yang menerima penghargaan ini, Scaloni patut waspada, kenapa? Karena banyak dari pelatih klub yang meraihnya, bukan pelatih timnas.

Terlebih prestasi dan kinerja Ancelotti juga tak main-main. Ia meraih gelar ganda yakni La Liga dan Liga Champions. Belum lagi gelar Supercopa Espana dan juga Piala Super Eropa. Empat gelar sudah didapat pelatih yang katanya “miskin taktik” itu.

Comeback ke Real Madrid untuk kedua kalinya dan membuat debut sensasional dengan berbagai gelar tersebut menjadi catatan penilaian. Dari segi perjuangannya meraih gelar pun terlihat terjal. Khususnya di Liga Champions, di mana lawan yang dihadapinya cenderung sulit, dari PSG, Chelsea, City, hingga Liverpool.

Namun, dengan pengalaman dan mental juaranya, sentuhan magisnya benar-benar belum hilang di usia yang sudah terlampau uzur. Kalau masalah gelar yang diraih selama karirnya melatih, jauh dengan apa yang didapat calon-calon lainnya. Apalagi kalau urusan Liga Champions, ia adalah suhunya. Satu-satunya pelatih yang pernah meraih empat kali trofi Liga Champions dengan dua tim berbeda yakni Milan dan Madrid.

Didier Deschamps

Nominasi berikutnya adalah Didier Deschamps. Pelatih timnas Prancis yang akhirnya diperpanjang kontraknya setelah Piala Dunia Qatar 2022. Kalau dilihat dari apa yang ia raih di tahun 2022 lalu, memang hanyalah mengantarkan Prancis ke final Piala Dunia secara back to back. Ia juga sekaligus melewati kutukan juara bertahan Piala Dunia yang gagal di fase grup.

Meskipun di final kalah oleh Scaloni, namun perjuangan comeback-nya dan memaksa adu penalti menjadi penilaian tersendiri. Hal yang patut diapresiasi dari Deschamps, tatkala ia tidak didukung materi pemain yang mumpuni. Pemain bintangnya seperti Kante, Pogba, dan Benzema dilanda cedera dan tak mampu dimanfaatkannya di Qatar.

Kecemerlangannya meramu taktik dengan materi seadanya, menjadi nilai lebih darinya. Terlepas dari tahun lalu yang terperosok di UEFA Nations League, tapi tak dipungkiri dari perjalanan karirnya sebagai pelatih ia terbukti masih yang tersukses di Prancis. Ia adalah satu dari tiga pelatih yang bisa meraih juara dunia sebagai pemain dan pelatih, setelah Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer.

Pep Guardiola

Nominasi berikutnya adalah pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Namanya kini menjadi satu-satunya nama yang muncul di nominasi tahun lalu, dan kembali masuk nominasi tahun ini. Dari segi prestasi dan permainan sih, tak diragukan lagi.

Sebagai buktinya, di liga seketat Liga Inggris, ia mampu survive menjadi juara empat kali dalam lima musim saat menangani Citizens sejak 2016. Sebuah rekor yang tak main-main bagi seorang pelatih di liga nomor satu dunia.

Yang perlu dicatat di musim lalu, gelar juaranya juga diraih dengan cara comeback dramatis ketika melawan Aston Villa. Di mana akhirnya ia mampu meraih kemenangan dan memupuskan harapan rivalnya Liverpool di saat-saat terakhir untuk meraih juara.

Sayang, di Liga Champions tahun lalu, dirinya gagal merebut final back to back setelah di semifinal dikandaskan Ancelotti. Namun sebagai seorang pelatih, rekornya menggenggam trofi juga tak usah diragukan lagi. Dalam 13 musimnya bersama Barca, ​​Munchen, dan City, Pep telah mengumpulkan total 32 trofi.

Walid Regagrui

Nominasi terakhir muncul kejutan, seorang Walid Regragui pelatih plontos Maroko masuk sebagai pesaing. Catatannya sebagai pelatih yang mengantarkan tim underdog Maroko ke semifinal Piala Dunia memang ibarat sebuah dongeng.

Singa Atlas menjadi satu-satunya tim Afrika sepanjang sejarah yang mampu mencapai fase semifinal Piala Dunia. Manajemen dan gaya melatihnya menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagi dunia. Sebagai pelatih lokal, ia mencerminkan kekuatan persatuan negaranya. Dengan itu, ia pun sempat dihargai oleh raja Maroko sebagai “Order of the Throne Wissam”, sebuah tanda kehormatan dari kerajaan Maroko.

Kalau melihat kiprah Walid ini, sebenarnya sudah terendus ketika ia masuk dalam nominasi pelatih terbaik dunia di level klub oleh IFFHS (International Federation of Football History) di tahun 2022.

Ya, Walid ketika menangani sebuah klub yakni Wydad Casablanca mampu meraih gelar prestisius Liga Champions Afrika. Hal itulah yang menjadi catatan tersendiri yang dipertimbangkan selain membawa Maroko menciptakan cerita indah di Qatar.

Sumber Referensi : FIFA, mirror, moroccoworldnews, france24, bolavip, publimetro.com 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru