“I Love it, Ramadan Kareem.”
Itulah kata yang keluar dari mulut Cristiano Ronaldo ketika mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa 1445 hijriah bagi umat muslim di seluruh dunia. Ya, meski bukan seorang muslim, Ronaldo dekat dengan Islam.
Bahkan tak sedikit kelakuannya yang islami. Sampai-sampai banyak netizen yang menuduhnya sudah “login” ke Islam. Nah, berikut ini adalah bukti bahwa Cristiano Ronaldo sangat menghormati Islam.
Cristiano Ronaldo:
— Al Nassr Zone (@TheNassrZone) March 10, 2024
“I love it, Ramadan Kareem” 🌙 ❤️
pic.twitter.com/IbVDqwCKOS
Daftar Isi
Keluarga Cristiano Ronaldo
Kalau ingin menelusuri apa sebenarnya agama CR7, mulai saja lacak di mana ia lahir, dan bagaimana ia dibesarkan. CR7 lahir di Madeira tahun 1985 silam. Madeira adalah sebuah pulau kecil di Portugal. Penduduknya hanya 250 ribuan saja.
Menurut Statista pada tahun 2021, sekitar 96% dari jumlah penduduk Madeira itu beragama Katolik. Portugal sendiri sebagai sebuah negara berpopulasi mencapai 10 juta jiwa, mayoritas penduduknya 80% beragama Katolik. Islam, di Portugal hanya berjumlah 0,42% saja.
Tak ayal jika CR7 lahir dari kedua orang tua yang beragama Katolik, yakni Jose Dinis Aveiro dan Maria Dolores dos Santos Aveiro. Ia juga dibesarkan dengan praktik-praktik ajaran agama Katolik.
📸 Young Cristiano Ronaldo with his parents. pic.twitter.com/8cTW3GD7jl
— TCR. (@TeamCRonaldo) November 3, 2020
Di lingkungan Ronaldo tinggal juga lekat dengan unsur-unsur Katolik. Sebuah gereja dekat rumahnya, sering menjadi tempat ibadah keluarganya. Hmmm.. Tampaknya mudah saja untuk menyebut bahwa CR7 itu adalah anak berdarah Katolik tulen sejak lahir.
Sosok Mesut Ozil
Lalu kenapa kok ia mulai dikenal dekat dengan Islam? Usut punya usut, jejak kedekatan CR7 dengan Islam terjadi sejak tahun 2010 silam. Yang mengenalkannya dengan Islam adalah teman seperjuangannya di Real Madrid, Mesut Ozil.
According to many many media outlets that Cristiano Ronaldo former teammates and the last No.10 Mesut Ozil retires from football today … pic.twitter.com/JY5Txkvk4P
— Cristiano for Africa (@CristianoAfri) February 4, 2023
Sosok Mesut Ozil telah membuat CR7 banyak berubah secara perilaku. Tiga tahun mereka menjalin persahabatan di Santiago Bernabeu, banyak cerita menarik antara keduanya terutama kalau soal Islam.
Ozil sebagai muslim yang taat tentu rajin menjalankan ibadahnya selama di El Real. Tak terkecuali sholat dan mengaji. Sebagai teman dekat, CR7 sering berkunjung ke kamar Ozil hanya untuk sekadar main.
Tak jarang CR7 mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh pemain Jerman berdarah Turki tersebut. Terus-terusan mendengar bacaan tilawah Ozil yang merdu, lama-kelamaan CR7 pun mulai jatuh hati terhadap Al-Qur’an.
Bahkan nih, CR7 minta diajarin Ozil untuk mengaji Al-Qur’an. Ozil lalu mengajarkannya satu surah dalam Al Qur’an, yakni Al-Fatihah. Sedikit demi sedikit, CR7 akhirnya hafal surah Al-Fatihah. Ozil sendiri yang membenarkan fakta tersebut.
CR7 bukan tanpa alasan mau belajar mengaji Al-Qur’an. Bintang Portugal itu mengaku bahwa gara-gara suara merdu Ozil melantunkan ayat-ayat Al Qur’an, hatinya jadi lebih damai dan sejuk.
Ketika sedikit banyak tahu tentang Islam lewat Ozil, CR7 pun tumbuh menjadi orang yang peduli terhadap muslim. Pada suatu momen, Ozil mengatakan bahwa CR7 sudah peduli kepadanya dengan cara mengingatkan kalau lupa membaca basmalah dalam memulai sesuatu. Ozil sangat senang punya teman seperti CR7.
Ya, dari situlah persinggungan dan kepedulian CR7 terhadap Islam dimulai. Kalau tak ada Ozil, bisa jadi CR7 tak sedekat ini dengan Islam.
🚨 Mesut Ozil picks Cristiano Ronaldo in his best career teammates XI. pic.twitter.com/s9teg2zlUE
— TCR. (@TeamCRonaldo) November 25, 2023
Peduli Islam
Ketika sang mega bintang Portugal itu diketahui khalayak sudah bisa membaca Al-Qur’an, ia langsung mendapatkan hadiah Al-Qur’an terjemahan bahasa Portugal dari perusahaan seluler Arab Saudi, Mobily pada tahun 2013 silam.
Tak sekadar dapat Al-Quran, perusahan tersebut juga menawarinya menjadi brand ambassador produknya. CR7 pun dengan senang hati menerimanya. Ia malah merasa dihargai.
@Cristiano
— NaWaF (@N_madridi) April 18, 2013
RONALDO in mobily
CR7 ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤ pic.twitter.com/oWPkk4nkoX
Kepedulian CR7 terhadap Islam tak berhenti hanya kepada Ozil saja. Ia beberapa kali menghargai sosok muslim lain seperti Khabib Nurmagomedov, seorang pegulat UFC. Mengetahui kalau Khabib adalah muslim yang taat, saat CR7 mewawancarainya tak lupa ia mengawalinya dengan “Assalamualaikum”.
Kepedulian CR7 terhadap Islam tak hanya manis di bibir saja. CR7 benar-benar melakukan aksi nyata bagi dunia Islam. Seperti di tahun 2011, ia rela melelang sepatu emasnya guna membantu rakyat Palestina. Uang 1,4 juta euro (Rp23,9 miliar) yang terkumpul dari lelang tersebut digunakan untuk membantu anak-anak Palestina dan membangun sekolah yang rusak di Gaza.
Anti Musuh Islam
Oh iya, sebagai orang yang peduli dengan Islam, CR7 juga beberapa kali menolak hal-hal yang berbau musuh Islam. Seperti di tahun 2014 ketika laga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Eropa antara Portugal melawan Israel.
Saat itu pria kelahiran Madeira tersebut menolak bertukar kaos dengan salah satu pemain Israel. Berkali-kali pemain Timnas Israel meminta jerseynya, tapi CR7 terus memperlihatkan gestur menolak. Hal tersebut diyakini banyak pihak sebagai bentuk kepedulian CR7 terhadap Islam.
Tak hanya itu saja, CR7 juga pernah menolak mengenakan ban kapten LGBT yang dikampanyekan oleh negara-negara Uni Eropa di Piala Dunia 2022 lalu. Ya, istri Georgina Rodriguez lebih memilih mentaati peraturan Qatar sebagai tuan rumah yang juga anti LGBT.
Hidup Sehat Ala Ronaldo
Bukan hanya menolak segala bentuk yang berbau musuh Islam, namun dalam keseharian hidupnya, perilaku CR7 ternyata identik dengan Islam. Dari segi gaya hidup contohnya. Ia adalah pribadi yang sangat peduli dengan kesehatan. Seperti halnya ajaran Rasulullah yang selalu mencontohkan kita umatnya untuk selalu hidup sehat.
Sejak kematian ayahnya, CR7 adalah manusia yang anti alkohol. Hmmm… Sepertinya CR7 tahu lagu Rhoma Irama “Mirasantika”. Walau setetes, miras itu bisa buat orang gila. Selain itu, tato yang sering menjadi bahan pamer para pesepakbola pun CR7 tak punya. Usut punya usut, Ronaldo tidak mentato tubuhnya karena rutin melakukan donor darah. CR7 juga bukan anak yang suka party dan pulang larut malam tiap harinya.
Bintang Al-Nassr itu malah lebih senang meluangkan waktunya untuk berolahraga demi menjaga tubuhnya agar tetap bugar atau menambah porsi latihan. Mantan rekannya ketika di MU, Edwin Van Der Sar juga pernah bersaksi bahwa CR7 itu tidak merokok.
Ronaldo sangat peduli dengan kesehatan. Ia pernah menampilkan kepeduliannya pada kesehatan dengan menyingkirkan minuman Coca-Cola dan menggantinya dengan air putih di EURO 2020 lalu. Padahal Coca-Cola merupakan sponsor EURO 2020. Hidup sehat ala CR7 harusnya bisa jadi teladan bagi para pesepakbola lainnya di dunia.
Makin Dekat Dengan Budaya Islam
Ketika hijrah ke Arab Saudi, CR7 makin dekat dengan Islam dan budaya Arab. Bahkan gaya berpakaian dan bahasanya pun sudah kental dengan nuansa Arab. Seperti ketika ia beberapa kali terlihat nyaman memakai baju adat gamis. Beberapa kali ia juga terlihat fasih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Arab seperti Yalla atau Sukron.
Namun semakin dekat CR7 terhadap Islam dan budaya Arab, tetap tak membuat ia luput dari kritik. Beberapa perilakunya pernah dikecam dan dianggap tak sesuai dengan budaya tempatnya bermain. Misalnya ketika ia harus didenda karena marah-marah atau ketika ia didenda akibat melakukan selebrasi tak senonoh di hadapan pendukung Al-Shabab.
Sumber Referensi : goal, sportskeeda, statista, bandofoutsiders


