Mewahnya Kedalaman Skuad Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

spot_img

Diam tolah-toleh, bergerak langsung tanda tangani tiga berkas calon pemain naturalisasi sekaligus. Melalui akun Instagram resmi PSSI, mereka mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani. 

Awalnya naturalisasi Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Marteen Paes sempat molor lantaran permohonan kewarganegaraan tak kunjung disetujui. Namun, dengan pergerakan senyap dari Puan Maharani, proses naturalisasi bisa kembali dilanjutkan. Ini jadi momen krusial, karena dengan adanya ketiga pemain tersebut, skuad Timnas Indonesia akan semakin mewah dan….

Soliiiddd… (Tidak usah dibaca, diganti dengan meme solid Bu Puan)

Kiper

Dengan tambahan pemain naturalisasi, kedalaman skuad Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong semakin baik. Bahkan kemewahan skuad Garuda sudah terlihat dari sektor penjaga gawang. Dengan proses perpindahan kewarganegaraan Marteen Paes yang hampir selesai, nantinya Paes akan menjadi penjaga gawang utama.

Paes yang bermain di MLS telah menghadapi penyerang-penyerang kelas Eropa seperti Luis Suarez, Chicharito, Christian Benteke, hingga salah satu yang terbaik di dunia, Lionel Messi. Jelas, pengalaman dan kemampuannya berada di level yang lebih tinggi dari penjaga gawang lokal.

Untuk pesaingnya, Timnas Indonesia punya Nadeo Argawinata dan Ernando Ari. Secara usia, pengalaman, dan kemampuan, kedua penjaga gawang lokal ini jadi yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Namun, karena Paes dan Ernando belum dipanggil, untuk sementara Nadeo yang akan menjadi penjaga gawang utama di pertandingan kontra Vietnam nanti.

Di luar tiga nama itu, Indonesia masih kaya akan penjaga gawang muda potensial. terlalu panjang jika penyebutnya satu per satu. Tapi yang telah teruji kualitasnya adalah Adi Satryo, Muhammad Riyandi, dan Syahrul Trisna Fadillah. Secara postur dan teknik, pemain-pemain ini layak dipromosikan ke tim nasional. 

Ironis memang, penjaga gawang saja kita harus “impor”. Tapi apa boleh buat, ini adalah salah satu upaya PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional kita. Toh Paes memiliki keturunan yang jelas. Ia adalah bagian dari Indonesia juga.

Bek

Nah, sektor lini bertahan menjadi yang paling mewah daripada sektor-sektor lain. Tanpa pemain naturalisasi sekalipun, sektor pertahanan Timnas Indonesia sudah diisi oleh kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda bertalenta. Namun, karena dianggap belum bisa memainkan skema STY dengan optimal, maka dihadirkan pemain-pemain keturunan.

Di Piala Asia kemarin, Indonesia sangat terbantu dengan adanya pemain keturunan yang berposisi sebagai bek. Di situ ada Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Justin Hubner, hingga Elkan Baggot. Mereka telah meningkatkan kualitas bertahan dan build up permainan dari bawah.

Terus, sekarang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendapat tambahan amunisi, Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On. Beh, ngeri kali! Mau lawan Teerasil Dangda kek, Aymeen Husein kek, atau jika boleh Safee Salii pun pasti dikasih paham sama Justin Hubner cs. Eits, itu belum seberapa, Timnas Indonesia juga punya bek-bek lokal berkualitas.

Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Yance Sayuri, dan Rizky Ridho siap berdarah-darah demi lambang garuda di dada. Mereka jelas akan menghadapi persaingan yang ketat. Namun, dengan begitu motivasi bermain dan semangat juang pemain lokal akan semakin tertanam dalam diri masing-masing.

Posisi bek kiri dan bek tengah diperkirakan bakal mempertontonkan persaingan yang menarik. Karena di dua posisi itu, Shin Tae-yong punya banyak opsi yang mumpuni. Arhan misalnya, ia akan bersaing dengan Nathan karena Pattynama tidak dipanggil. Sementara Ridho akan bersaing dengan pemain-pemain keturunan lain seperti Elkan Baggot, Justin Hubner, dan Jay Idzes.

Gelandang

Setelah mengulas sektor pertahanan, kini giliran membahas sektor yang menjadi motor serangan Indonesia. Shin Tae-yong tak banyak memanggil pemain keturunan di posisi ini. Meski demikian, kehadiran Thom Haye saja sudah cukup untuk menyempurnakan lini tengah.

Pemain yang kini berseragam SC Heerenveen tersebut berposisi asli sebagai gelandang bertahan. Namun, pemain keturunan Solo itu juga mampu memainkan beberapa peran gelandang yang berbeda. Entah itu sebagai playmaker atau gelandang box to box.

Termasuk Haye, Shin Tae-yong hanya memanggil lima gelandang saja di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka adalah Marc Klok, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, dan tentunya salah satu talenta Papua, Ricky Kambuaya. Dari segi permainan, STY gemar menurunkan tiga gelandang. Jika demikian, Thom Haye akan berduet dengan Ivar Jenner sebagai double pivot

De Professor akan memainkan peran yang lebih ke dalam. Ia akan menggunakan kecerdasan dan kemampuan olah bolanya untuk mengatur ritme permainan layaknya seorang regista yang populer di sepakbola Italia. Sedangkan Jenner akan memainkan peran yang lebih kreatif melalui drible progresif dan umpan-umpan matangnya.

Sementara gelandang serang akan diperebutkan oleh Kambuaya dan Marselino. Kreativitas dan naluri menyerang yang baik akan melengkapi trio gelandang ini. Lantas bagaimana dengan Marc Klok? Bintang Maung Bandung itu bisa jadi pelapis yang memberikan angin segar di babak kedua. Atau, jika STY ingin bermain keras dengan sedikit sentuhan khas Liga 1, Klok adalah pilihan yang tepat.

Shin Tae-yong punya alasan sendiri mengapa tak banyak memanggil pemain tengah. Itu karena sang juru taktik punya cara sendiri untuk mengatasi rotasi di lini tengah Timnas Indonesia. Dalam daftar 28 nama yang dipanggil, ada beberapa pemain yang bertipikal versatile. Pemain-pemain itu adalah Witan Sulaeman, Sandy Walsh, Asnawi Mangkualam dan Justin Hubner. Mereka bisa dimainkan sebagai gelandang jika dibutuhkan.

Striker

Lini depan Timnas Indonesia jadi sektor yang tak banyak mendapat amunisi baru di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Selain Rafael Struick, baru Ragnar Oratmangoen yang diupayakan oleh PSSI untuk membela Indonesia. Sisanya, masih diisi oleh pemain-pemain lokal yang berkarir di Liga 1.

Walaupun didominasi pemain lokal, standar Shin Tae-yong sangat tinggi dalam menentukan penyerang. Hanya pemain terbaik dari yang terbaik yang bisa menembus skuad Timnas Indonesia. Bahkan, pemain sekaliber Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic saja sama sekali tak dilirik oleh pelatih yang jadi bintang iklan minuman kopi sachet tersebut.

Nama-nama penyerang lokal yang dipanggil untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara lain: Dimas Drajad, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Ramadhan Sananta, Yakob Sayuri, dan Hokky Caraka. Dalam daftar ini, striker murni hanya Dimas, Sananta, dan Hokky, sisanya lebih nyaman buat ngajak lari bek lawan melalui sektor sayap.

Dari nama-nama yang dipanggil, Shin Tae-yong memiliki banyak opsi skema lini serang. Bisa pakai dua striker, striker tunggal, atau menciptakan trisula di lini serang. Meski memiliki perbedaan gaya bermain, para penyerang pilihan STY punya kemiripan. Mereka sama-sama memiliki kecepatan dan determinasi tinggi dalam melakukan high press. Itu atribut penting yang harus dimiliki penyerang Indonesia.

Susunan Terbaik

Setelah melihat materi pemain dan permainan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong, tak sulit untuk menebak skema apa yang akan dipakai Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu merupakan sosok yang menggemari skema 5-4-1. Formasi itu paling sering digunakan.

Namun, jika boleh usul formasi 3-5-2 akan memaksimalkan materi pemain yang ada. Jordi Amat, Jay Idzes dan Justin Hubner jelas jadi pilihan utama di sektor bek tengah. Sementara dua bek sayap bisa diisi Sandy Walsh di kanan dan Nathan Tjoe-A-On di kiri. Tiga gelandang bisa diisi oleh Thom Haye, Ivar Jenner, dan Marselino Ferdinan. 

Nah, untuk dua striker akan cocok apabila diisi oleh Rafael Struick dan Ragnar Oratmangoen. Menggunakan dua penyerang akan menambah daya gedor di lini depan. Dua striker cepat juga bisa memaksimalkan skema serangan balik. Hmmm, dengan materi skuad kayak gini, trofi Piala AFF doang sih harusnya sepele ya?

Sumber: Bola, CNN, VIVA, Bolasport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru