Cremonese Promosi ke Serie A! Akhiri Penantian Selama 26 Tahun

spot_img

Serie B musim 2021/2022 telah menyelesaikan musim regulernya. Hasilnya, ada 2 tim yang sudah memastikan tiket promosi ke Serie A musim depan. Keduanya adalah Lecce yang keluar sebagai kampiun Serie B dan Cremonese yang keluar sebagai runner-up.

Khusus untuk Cremonese, ada beberapa hal yang sangat menarik dari tim asal regione Lombardia ini. Dibanding dengan Lecce yang sudah malang-melintang di Serie A, nama Cremonese jelas terdengar asing di telinga pecinta sepak bola tanah air.

Wajar bila banyak yang tak mengenal tim berjuluk “Le Tigri” alias Harimau ini. Sebab, meski sudah berdiri sejak 24 Maret 1903, Unione Sportiva Cremonese lebih banyak berkutat di kasta bawah Liga Italia. Trofi paling prestisius yang pernah mereka raih saja cuma trofi Serie C yang diraih di tahun 1936, 1942, dan 1977.

Selain itu, terakhir kali mereka mentas di Serie A terjadi 26 tahun silam, tepatnya di musim 1995/1996. Namun, percayalah, ada beberapa fakta yang membuat penampilan Cremonese di Serie A musim depan patut dinantikan.

Ada Peran Mantan Petinggi AC Milan dan Barcelona di Balik Kesuksesan Cremonese

Cara Cremonese mengarungi Serie B musim ini terbilang unik. Menurut catatan transfermarkt, dari 2 kali jendela transfer pemain, Le Tigri hanya menghabiskan dana senilai 260 ribu euro untuk mendatangkan 26 pemain baru. Di antara pemain-pemain baru tersebut, 9 di antaranya datang dengan skema loan transfer.

Sebagai klub kecil, cara tersebut sangatlah wajar dilakukan. Namun, Cremonese tak asal-asalan dalam mendatangkan pemain anyar. Masih dari transfermarkt, 26 pemain baru yang didatangkan “I Grigiorossi” rataan usianya hanya 21,7 tahun. Meski murah dan berusia muda, para pemain anyar yang didatangkan Cremonese terbilang tepat guna dan jadi kunci sukses mereka promosi ke Serie A.

Usut punya usut, cara Cremonese dalam membangun skuadnya tersebut adalah buah dari kebijakan jitu yang diterapkan CEO mereka, Ariedo Braida. Pria berusia 76 tahun itu bukanlah sosok sembarangan. Sebelum ditunjuk sebagai CEO Cremonese pada 1 Desember 2020, Ariedo Braida merupakan mantan petinggi AC Milan dan FC Barcelona.

Di Milan, Braida bekerja sebagai CEO dari tahun 1986 hingga 2002 sebelum kemudian menjabat sebagai sporting director hingga tahun 2012. Sementara saat di Barcelona, Braida merupakan direktur olahraga dan kepala pemandu bakat dari periode 2015 hingga 2019.

Ariedo Braida adalah sosok vital dalam kesuksesan AC Milan merajai Eropa pada medio 90an hingga 2000an. Kemampuannya dalam bernegosiasi jadi salah satu kunci Milan dalam mendatangkan pemain-pemain top dunia. Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Jean-Pierre Papin, George Weah, hingga Andriy Shevchenko adalah beberapa pemain top dunia yang pernah Braida datangkan ke San Siro.

Oleh karena itulah tak mengherankan jika Cremonese langsung merasakan untung tak lama setelah menunjuk Ariedo Braida sebagai CEO mereka. Kemampuannya dalam mencari bakat-bakat potensial tak perlu diragukan lagi. Selain pemain, Braida pula yang berperan penting dalam penunjukan Fabio Pecchia sebagai allenatore Cremonese.

Fabio Pecchia ditunjuk sebagai pelatih anyar “I Grigiorossi” pada 7 Januari 2021. Pecchia merupakan mantan asisten pelatih Rafael Benitez dari 2013 hingga 2016. Sebelum ditunjuk sebagai pelatih Cremonese, Pecchia yang juga merupakan seorang sarjana hukum lebih dulu menukangi Hellas Verona, Avispa Fukuoka, dan Juventus U-23.

Cremonese Lolos ke Serie A Secara Dramatis

Perpaduan antara skuad murah nan muda bentukan Ariedo Braida dengan Fabio Pecchia sebagai pelatihnya jadi kunci sukses Cremonese dalam menaklukkan Serie B musim 2021/2022 yang berjalan sangat ketat dan sengit. Mengoleksi 69 poin, hasil dari 20 kali menang dan 9 kali imbang dalam 38 pertandingan, Le Tigri berhasil meraih tiket promosi dan finish sebagai peringkat kedua Serie B musim ini.

Kekompakan menjadi kunci dari kesuksesan Cremonese menembus Serie A. Pasalnya, 57 gol yang dicetak Cremonese di Serie B musim ini berasal dari 12 pemain berbeda. Selain itu, jika kita menilik daftar pencetak gol dan asis terbanyak di Serie B musim ini, tak ada pemain Cremonese yang bertengger di peringkat atas.

Top skor Cremonese musim ini adalah Cristian Buonaiuto, Daniel Ciofani, dan Luca Zanimacchia yang masing-masing hanya mencetak 8 gol. Sementara penyuplai asis terbanyak berasal dari Nicolo Fagioli yang menyumbang 7 asis sepanjang musim.

Seperti yang sudah disinggung di awal, transfer tepat guna yang Cremonese lakukan dalam 2 jendela transfer pemain adalah penyebab mereka mampu meraih tiket promosi ke Serie A. Dengan formasi 4-2-3-1, pemain inti Cremonese musim ini didominasi muka-muka baru dan sebagian dari mereka bahkan hanya berstatus sebagai pemain pinjaman.

Di lini pertahanan, kiper utama Cremonese adalah Marco Carnesecchi. Kiper timnas Italia U-21 itu dipinjam dari Atalanta sejak awal tahun 2021. Sama seperti Carnesecchi, salah satu bek tengah utama Cremonese musim ini, Caleb Okoli juga merupakan pemain pinjaman dari Atalanta.

Ada pula Leonardo Sernicola, bek sayap serba bisa berusia 24 tahun itu merupakan bek pinjaman dari Sassuolo. Sernicola tercatat bermain dalam 33 pertandingan dan menyumbang 1 gol.

Beralih ke lini tengah, 2 gelandang tengah andalan Cremonese musim ini sama-sama berstatus pemain pinjaman. Keduanya adalah Gianluca Gaetano yang dipinjam dari Napoli dan Nicolò Fagioli yang dipinjam dari Juventus. Gaetano dan Fagioli adalah nyawa lini tengah Cremonese musim ini.

Gaetano yang mampu bermain sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang tercatat telah menyumbang 7 gol dan 5 asis. Sementara Fagioli telah mencetak 3 gol dan 7 asis.

Di lini depan, andalan utama Cremonese jelas trio Cristian Buonaiuto, Daniel Ciofani, dan Luca Zanimacchia yang jadi top skor Le Tigri di Serie B musim ini. Khusus untuk Zanimacchia, statusnya sama seperti Nicolò Fagioli yang merupakan pemain pinjaman dari Juventus.

Selain mereka, Cremonese juga mengandalkan Samuel Di Carmine. Striker 33 tahun itu baru didatangkan secara gratis dari Hellas Verona di musim panas lalu dan sudah menyumbang 5 gol dan 1 asis.

Akan tetapi, Cremonese sejatinya meraih satu tiket promosi ke Serie A dengan cara yang sangat dramatis. Ini tak lepas dari Serie B musim ini yang berjalan sangat sengit. Pasalnya, tim mana yang keluar sebagai juara dan runner-up baru bisa diketahui di pekan terakhir.

Sebelum melakoni laga pamungkas di musim ini, Cremonese berada di peringkat ketiga dengan koleksi 66 poin, berjarak 1 poin dari peringkat kedua, Monza dan berjarak 2 poin dari peringkat 1, Lecce. Artinya, kemenangan di pekan terakhir belum tentu mengantar mereka naik kasta. Cremonese masih harus berharap agar Monza tersandung di pertandingan terakhirnya.

Beruntung, 2 gol Samuel Di Carmine berhasil membawa Cremonese menang tipis 2-1 di kandang Como. Sementara di sisi lain, Monza secara mengejutkan kandas 1-0 atas Perugia. Hasil tersebut membuat Cremonese kembali naik ke posisi kedua dan mengakhiri musim sebagai runner-up Serie B.

“Ini adalah kepuasan yang luar biasa. Kami melakukan sesuatu yang bersejarah. Saya berterima kasih kepada Braida. Setelah 18 bulan, itu adalah hadiah yang adil untuk semua orang,” kata Fabio Pecchia kepada Sky Sports, dikutip dari Gianluca di Marzio.

Menanti Sepak Terjang Cremonese di Serie A Musim Depan

Kelolosan Cremonese ke Serie A musim depan adalah sebuah hal yang sangat dinanti-nanti. Pasalnya, para pendukung Le Tigri sudah menanti selama 26 tahun lamanya. Bagi klub yang berbasis di Kota Cremona, sekitar 50 mil sebelah tenggara kota Milan itu, musim depan adalah penampilan kedelapan mereka di pentas Serie A.

Promosi ke Serie A juga merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi Cremonese. Tak hanya itu, keuntungan berlipat juga sudah menanti mereka. Setidaknya, pendapatan sekitar 25 juta euro pertahun akan Cremonese kantongi dari hasil distribusi penyiaran Serie A musim depan.

Menarik untuk dinanti bagaimana Cremonese akan membangun ulang skuadnya untuk mengarungi Serie A musim depan mengingat sebagian besar pemain andalan mereka musim ini berstatus pemain pinjaman.

Saat ini, Ariedo Braida dikabarkan tengah mencoba bernegosiasi untuk memperpanjang masa pinjaman Caleb Okoli dan Marco Carnesecchi dari Atalanta. Braida juga dikabarkan segera bertemu pihak Juventus untuk kembali meminjam Nicolò Fagioli dan mempermanenkan Luca Zanimacchia. Selain itu, Cremonese juga dikabarkan tengah bersaing dengan Lecce untuk meminjam kiper cadangan Inter Milan, Ionuț Radu.

Menarik untuk dinanti bagaimana Cremonese akan membangun ulang skuad mereka di Serie A musim depan. Apakah mereka akan kembali memaksimalkan skema loan transfer? Atau mereka akan menggunakan uang hadiah promosi Serie A untuk belanja besar-besaran?

Apapun caranya, kita berharap agar “Harimau Lombaria” tak sekadar menjadi tim yang singgah di Serie A musim depan.

Selamat datang di Serie A, Cremonese!

***
Referensi: Forbes, Football-Italia, Transfermakrt, Transfermarkt, Detik, Gianluca di Marzio.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru