Olimpiade Musim Panas 2024 sudah dimulai. Kali ini Paris yang menjadi tuan rumah. Dilansir dari FIFA, cabang olahraga sepak bola pada olimpiade kali ini dimulai dari 24 Juli 2024 dan akan berakhir pada 11 Agustus 2024. Ada 16 tim yang berlaga untuk menjadi juara turnamen ini.
Meskipun ajang ini tidak memiliki sebuah piala, sang juara akan mendapatkan medali emas sebagai gantinya. Tak banyak pemain bola yang memiliki medali tersebut. Bahkan Cristiano Ronaldo pun tak memilikinya. Lantas, siapa saja pemain top yang pernah meraih medali emas olimpiade?
Daftar Isi
Pep Guardiola
8 Agustus 1992, kontingen Spanyol berhasil menggondol medali emas cabang sepak bola di Camp Nou. Pada laga final, mereka mengalahkan kontingen Polandia dengan skor 2-3 secara dramatis. Gol Kiko pada detik-detik terakhir pertandingan berhasil mengunci medali emas ke tangan tuan rumah. Dilansir dari Sport Reference, Spanyol menjadi negara ketiga yang bisa menjuarai cabang ini sebagai tuan rumah setelah Britania Raya pada 1908 dan Belgia pada 1920.
Pada edisi tersebut, pelatih kenamaan, Pep Guardiola, masuk dalam daftar pemain Spanyol. Selain dirinya, nama Luis Enrique juga masuk daftar tersebut. Mereka tergabung dalam Grup B bersama Qatar, Mesir, dan Kolombia. Mereka berhasil lolos dari grup ini sebagai pemuncak kelasemen.
Perjuangan mereka dimulai pada 24 Juli 1992 di Mestalla, Valencia. Spanyol yang kala itu ditukangi legenda Real Madrid, Vicente Miera, harus menghadapi Kolombia yang kala itu diisi oleh mantan pemain Parma dan Newcastle, Faustino Asprilla.
Pada laga tersebut, Pep membuka keunggulan di menit ke-10 yang mana menjadi satu-satunya gol yang ia cetak selama turnamen. Laga tersebut berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan Spanyol dengan gol penutup yang dicetak oleh Luis Enrique.
Dua laga berikutnya juga mereka libas dengan mudah. Spanyol melibas Qatar dan Mesir dengan skor yang sama, 2-0. Mereka menjalani fase grup tanpa terbobol satu gol pun. Di babak 8 besar, mereka harus berhadapan dengan Italia. Gol semata wayang Kiko membuat Giuseppe Favalli dan Italia pulang lebih awal.
Di semifinal, Spanyol kembali bermain di Mestalla untuk menghadapi Ghana. Sekali lagi, mereka menaklukkan lawannya dengan mudah. Ghana dijebol 2 gol tanpa balas yang membuat gawang Spanyol masih belum terbobol hingga mencapai final. Barulah, Polandia langsung membobol gawang mereka 2 gol sekaligus di final. Meskipun, Spanyol masih tetap bisa mengunggulinya.
Olimpiade ini merupakan turnamen pertama diberlakukannya aturan baru mengenai back-pass. Kiper tidak boleh lagi memegang bola hasil umpan dari rekan setimnya. Serta, ini adalah turnamen terakhir sebelum diadakannya cabang sepak bola wanita.
#OnThisDay in 1992, Pep Guardiola’s Spain won #Olympics #gold with a late Kiko goal in front of 95,000 in Barcelona pic.twitter.com/rmufATTQNW
— FIFA (@FIFAcom) August 8, 2016
Nwankwo Kanu
Peraih satu gelar Liga Champions dan 2 gelar Premier League, Nwankwo Kanu, berhasil membawa Nigeria menyabet emas pada Olimpiade Musim Panas 1996 yang diselenggarakan di Atlanta, Amerika Serikat. Mantan striker Ajax, Inter, dan Arsenal tersebut ditemani oleh Jay-jay Okocha di lini depan The Super Eagle.
Mereka tergabung di Grup D bersama Brazil, Jepang, dan Hungaria. Mereka keluar sebagai runner–up setelah di laga terakhir kalah oleh gol semata wayang Ronaldo Nazario. Di laga pertama, gol semata wayang Kanu membuat Hungaria takluk dan selanjutnya Jepang dihajar dengan mudah 2-0.
Di babak 8 besar mereka menghajar Meksiko dua gol tanpa balas untuk kemudian kembali bertemu dengan Brazil di semifinal. Di semifinal, Kanu benar-benar menjadi pahlawan. Gol pertama Kanu di akhir laga memaksa pertandingan dilanjut ke babak tambahan untuk mencari sebuah gol alias golden goal.
Tanpa basa basi, Kanu langsung mencetak gol di menit 94 yang membuat Nigeria melaju ke final. Di final, Nigeria kembali membalikkan keadaan setelah Argentina sempat unggul 2-1 berkat gol Hernan Crespo. Gol Emmanuel Amunike di akhir laga akhirnya membuat Nigeria pulang menggondol medali emas dari cabang sepak bola.
The 1996 Olympic semifinal against Brazil. Nigeria 3-1 down, then 3-2 down, and then in stoppage time, Kanu equalises. Golden Goal on.
Four minutes in, and Kanu does this.
“In an era of golden goals and black boots, Kanu sparkled in pure Technicolor.”pic.twitter.com/F4a5u5bFji
— MUNDIAL (@MundialMag) January 17, 2022
Samuel Eto’o
Samuel Eto’o berhasil menggondol emas Olimpiade 2000 setelah mengalahkan Spanyol lewat adu penalti. Dikutip dari Sporting News, laga final tersebut memecahkan rekor penonton sepak bola dalam Olimpiade, yakni dengan jumlah 104,098 penonton. Rekor sebelumnya di pegang oleh laga final Olimpiade 1984 di Los Angeles dengan jumlah 101,799 penonton. Uniknya lagi, terdapat nama mantan pemain Persib Bandung dan Persiram Raja Ampat, Mbida Messi, dalam skuad Kamerun sebagai stand-by player.
Kamerun tergabung dalam Grup C bersama Republik Ceko, Kuwait, dan Amerika Serikat. Kamerun keluar sebagai runner-up setelah sama-sama meriah 5 poin bersama Amerika Serikat. Kamerun hanya bisa mengalahkan Kuwait dan sisanya berakhir imbang.
Pada babak 8 besar, mereka mengalahkan Brazil melalui golden goal. Gol di akhir laga mantan pemain Arsenal, Lauren Etame Mayer berhasil mengalahkan Chile di semifinal. Pada laga final, gol Xavi Hernandez di awal laga berhasil dibalas oleh Samuel Eto’o untuk memaksa laga berakhir 2-2 dan dilanjutkan hingga babak adu penalti yang akhirnya dimenangkan oleh Kamerun.
Vintage football magic! 🤩
Throwing it back to Sydney 2000, when Samuel Eto’o netted a crucial equalizer against Spain in the finals! 🤌 @SamuelEtoo pic.twitter.com/SR0PugSDR1
— Olympic Khel (@OlympicKhel) March 29, 2024
Carlos Tevez
Carlos Tevez yang kala itu masih bermain untuk Boca Juniors, diikutsertakan dalam daftar pemain Argentina yang akan berkompetisi di Olimpiade 2004 di Athena. Di lini depan, Carlitos akan membersamai Javier Saviola.
Argentina tergabung di Grup C bersama Australia, Serbia-Montenegro, dan Tunisia. Argentina menyapu bersih seluruh laga di grup ini dan Carlitos berhasil mencetak 3 gol. Pada babak 8 besar, hattrick Carlitos membuat Argentina berpesta 4-0 atas Kosta Rika.
Di semifinal, gol pembuka Carlitos memaksa Giorgio Chiellini dan Daniele de Rossi pulang setelah Italia takluk tiga gol tanpa balas. Kemudian, gol semata wayang Carlitos di final membuat Paraguay harus rela membawa pulang medali perak karena medali emas telah menjadi hak bagi Argentina.
#OnThisDay in 2004: Carlos Tevez scored as @Argentina claimed 1st #Olympics football gold, beating Paraguay 1-0 pic.twitter.com/6UlqxAn2dF
— FIFA (@FIFAcom) August 28, 2016
Lionel Messi
Salah satu hal yang dimiliki oleh Leo Messi tapi tak dimiliki oleh Cristiano Ronaldo adalah medali emas olimpiade. La Pulga bersama Sergio Aguero dan Angel di Maria berhasil meraihnya di Beijing pada tahun 2008.
Tergabung di Grup A bersama Australia, Pantai Gading, dan Serbia, Argentina keluar sebagai juara grup setelah membabat habis seluruh laga. Messi berhasil mencetak gol di laga pertama melawan Pantai Gading. Messi kembali mencetak gol pada babak 8 besar melawan Belanda yang berakhir dengan skor 2-1.
Brazil yang sudah menghadang di semifinal, mereka babat habis tiga gol tanpa balas. Pada laga final, gol semata wayang Angel Di Maria memupuskan asa Nigeria untuk kembali meraih emas. Messi pulang dari Beijing dengan mengalungi medali emas dan senyum lebar.
Leo Messi at the Olympics in 2008 pic.twitter.com/807ni1rlE6
— Leo Messi 🔟 Fan Club (@WeAreMessi) July 26, 2024
Neymar
Bermain di hadapan publik sendiri membuat Brazil tampil nyaman pada Olimpiade 2016. Neymar berhasil mengerek Brazil hingga final dan mempersembahkan medali emas di rumahnya sendiri. Mengulangi hal yang sudah dilakukan oleh Britania Raya, Belgia, dan Spanyol.
Brazil tergabung di Grup A bersama Denmark, Iraq, dan Afrika Selatan. Meski keluar sebagai juara grup, mereka baru memastikan lolos pada laga terakhir setelah menghujani gawang Denmark dengan empat gol tanpa balas. Sebab, pada dua laga sebelumnya mereka harus bermain imbang 0-0.
Kegemilangan Neymar baru terlihat di babak 8 besar setelah ikut mencetak 1 gol untuk membuat Brazil menang 2-0 atas Kolombia. Neymar mencetak 2 gol lagi saat Brazil berpesta 6-0 atas Honduras di semifinal. Pada laga final, satu gol Neymar belum mampu membuat Jerman takluk di waktu normal. Skor imbang 1-1 harus memaksa laga berjalan hingga babak adu penalti yang berakhir dengan kemenangan Brazil.
Neymar Jr – Rio 2016
Olympic Gold Medalist. pic.twitter.com/fs7BNw3QG9
— 🗣️ (@whugdz) July 29, 2024
Richarlison
Richarlison, pemain yang sering diolok-olok di media sosial ternyata pernah mendapatkan medali emas setelah membersamai Brazil menjuarai Olimpiade 2020 di Jepang yang diadakan pada tahun 2021. Bersama Antony, Matheus Cunha, dan Bruno Guimaraes, Richarlison berhasil membuat Brazil back-to-back juara.
Brazil tergabung di Grup D bersama Jerman, Pantai Gading, dan Saudi Arabia. Brazil keluar sebagai juara grup setelah berhasil mengalahkan Jerman dan Saudi Arabia serta imbang melawan Pantai Gading. Richarlison tampil apik dengan mencetak 5 gol. Pada laga semifinal, gol semata wayang Matheus Cunha membuat Brazil lolos setelah mengalahkan Mesir.
Laga sengit di semifinal melawan Meksiko mengharuskan Brazil bermain hingga babak adu penalti. Untungnya, Brazil bisa menghadapinya dengan baik dan akhirnya lolos ke babak final. Pada laga final, Brazil berhasil mengalahkan Spanyol 2-1. Pada turnamen ini, Richarlison keluar sebagai top scorer dengan 5 golnya.
7′ ⚽
22′ ⚽
30′ ⚽What a start for @richarlison97 at @Tokyo2020!@CBF_Futebol | #StrongerTogether |#Tokyo2020 pic.twitter.com/nGR2KIWLb8
— The Olympic Games (@Olympics) July 22, 2021
Sumber: FIFA, Sport Reference, dan Sporting News


