Cerita Heroik Victor Osimhen: Dari Jualan Air Jadi Top Skor Serie A

spot_img

Bak seorang superhero, manusia bertopeng Napoli, Victor Osimhen kini menjelma menjadi monster yang menakutkan di Serie A maupun Eropa dengan torehan gol-golnya. Namun, siapa sangka dari balik topengnya itu tersimpan cerita heroik kehidupan pribadinya sejak ia kecil.

Tinggal di Pemukiman Kumuh hingga Jualan Air

Jalannya menjadi pesepakbola bukan hal yang mudah bagi Osimhen. Menurut wawancaranya dengan Naijasports hidupnya penuh dengan perjuangan dan air mata. Ia tumbuh dan besar di daerah pinggiran Nigeria, Lagos.

Ia tinggal di pemukiman kumuh. Sudah tinggal di lingkungan yang kumuh, beban Osimhen sebagai anak di usia sekolah pun bertambah karena ditinggal ibunya meninggal sejak kecil. Ayahnya pun sempat sakit-sakitan dan kehilangan pekerjaan setelah ibunya meninggal.

Alhasil, ia dan beberapa saudara kandungnya, berupaya mencari cara agar bisa bertahan hidup demi memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Jualan air dari jalan ke jalan, adalah jalan yang ditempuh Osimhen. Osimhen kecil menjajakan air bersih demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Tentu Osimhen tak mau berhenti di situ saja. Sembari berjualan air, ia sisihkan uangnya untuk biaya sekolah. Tak lupa juga ia bermain sepak bola rutin dengan teman sebayanya. Kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar pun sudah terlihat sejak saat itu. Ia dianggap teman-temannya mempunyai kekuatan ekstra secara fisik dan kecepatan.

Ironisnya, keterbelakangan ekonomi membuat Osimhen tak bisa membeli sepatu bola. Satu-satunya sepatu bola yang ia punya, kala itu hanya sepatu bola bekas. Osimhen bersama teman-temannya yang sering ke tempat pembuangan sampah menemukan sepatu tersebut.

Dipanggil Timnas Nigeria U-17

Nah kemudian, titik balik Osimhen menjadi pemain sepakbola profesional dimulai ketika ia dipanggil timnas Nigeria U-17. Kok bisa? Ya, sebelumnya Osimhen telah bergabung dulu dengan sebuah akademi sepak bola lokal bernama Ultimate Strikers bersama teman-temannya. Dari klub itulah talenta Osimhen dilirik.

Yang membantu dirinya sampai ke timnas Nigeria U-17 ketika itu adalah mantan pemain Barcelona, Emmanuel Amunike di tahun 2015. Sejak saat itu Amunike tak ragu menjadikan Osimhen sebagai pemain andalan, karena atribut mewahnya secara fisik dan kecepatan.

Kepercayaan itu berbuah hasil, Piala Dunia U-17 2015 di Chili, mampu dibawa pulang Nigeria. Sementara itu gelar top skor dengan 10 gol, serta gelar pemain terbaik mampu diboyong oleh Osimhen. Sejak saat itulah, Osimhen muda meyakini bahwa sepakbola adalah jalan untuk bertahan hidup.

Dari Wolfsburg Hingga Lille

Kegacoran di usia muda membuat klub-klub Eropa mulai meliriknya. Ada banyak tawaran yang menghampiri Osimhen. Tapi ia akhirnya memilih Wolfsburg. Ada dua hal yang mempengaruhinya memilih Wolfsburg waktu itu.

Yang pertama, karena Wolfsburg adalah klub yang sedang menjalin kemitraan dengan klub Osimhen, Ultimate Strikers Academy. Dan yang kedua, bagi Osimhen adalah soal uang.

Bukan perkara keserakahan, namun Osimhen tahu diri bagaimanapun ia masih butuh banyak uang untuk memperbaiki kesejahteraan keluarganya. Alhasil dengan uang kontraknya itu, ia membelikan ayahnya rumah layak di Lagos, serta mengirimkan sebagian uangnya secara rutin pada saudara kandungnya.

Namun, ketika di Wolfsburg, Osimhen susah berjuang untuk mendapatkan waktu bermain lebih. Pasalnya, cedera dan penyakit malaria yang dideritanya ketika itu telah mempengaruhi performanya.

Ia pun tak lama di Wolfsburg. Osimhen kemudian dipinjamkan ke klub Belgia, Charleroi pada tahun 2018 dengan opsi transfer permanen. Di situlah Osimhen kembali bangkit. Bersama tim Belgia tersebut, Osimhen mengemas 20 gol dalam 36 pertandingan dan membuat namanya kembali harum.

Namun, jelang musim kedua bergulir, klub Belgia itu mencium bau keuntungan dari talenta Victor Osimhen. Klub Prancis, Lille tergiur bakat Osimhen dan berani membayar 20 juta pounds. Lille sendiri ketika itu diketahui sedang mencari pengganti Nicolas Pepe yang hijrah ke Arsenal.

Osimhen menjadi lebih baik dan lebih baik di Lille. Dia mencetak dua gol pada debutnya dalam kemenangan 2-1 atas Nantes. Dan uniknya, meskipun di Lille hanya semusim, ia sudah menjadi top skor tim itu dengan 18 golnya di semua kompetisi.

Sampai ke Napoli Jadi Pemain Termahal

Berkat pencapaian itu, Napoli di bawah Gattuso tak ragu merogoh kocek besar untuk menggaetnya. Bahkan berani menjadikan Osimhen rekor pembelian termahal klub, yakni sebesar 70 juta pounds. Napoli juga ketika itu kepepet mencari pengganti Arkadiusz Milik yang dipinjam Marseille.

Masih berusia 21 tahun, ia sudah berstatus sebagai pemain termahal benua Afrika mengalahkan beberapa seniornya di Nigeria macam Jay-Jay Okocha, Obi Mikel, Nwankwo Kanu, maupun Obafemi Martins.

Namun, cerita pencapaian Osimhen sampai di Napoli kembali menjadi kisah sedih. Beberapa bulan setelah menyelesaikan kesepakatan dengan Partenopei, ia kehilangan ayah tercintanya.

Osimhen kembali berlinang air mata. Bagi Osimhen, kesedihan ini sangatlah dalam. Karena kedua orang tuanya kini telah tiada. Dan tentu, kedua orang tua Osimhen tak bisa melihat pencapaiannya luar biasa dari anak kesayangannya itu.

Sempat Cedera Parah hingga Pesimis Melanjutkan Karir

Di Napoli ia langsung mengesankan, 10 gol menjadi torehan musim debutnya di Italia. Namun petaka hampir menghantui karir Osimhen. Tepatnya di musim 2021/22, Osimhen terkena insiden duel tabrakan dengan bek Inter, Milan Skriniar bek Inter di lapangan. Ia mengalami cedera rahang yang parah dan butuh operasi.

Tulang rahang Osimhen yang patah itu pun ditanam 18 baut oleh dokter. Pihak dokter sampai kewalahan menangani cedera parah Osimhen tersebut. Sementara itu, Osimhen bahkan pernah pesimis ingin segera mengakhiri karirnya di sepakbola dengan pensiun dini setelah kejadian itu. Osimhen mengaku, itu adalah peristiwa yang mengerikan dalam hidupnya.

Dua bulan Osimhen menepi. Ia pun akhirnya diberi solusi oleh dokter untuk beraktivitas normal sebagai pesepakbola, tapi harus menggunakan topeng khusus untuk melindunginya. Peristiwa cedera fatal itu kemudian tak membuat Osimhen patah arang.

Setelah sembuh, performa dan naluri golnya masih terjaga berkat pemulihan dan kerja keras yang tepat. Bak seperti kehidupan kedua, Osimhen terlahir kembali sebagai manusia bertopeng, sebuah jatidiri yang baru layaknya seorang superhero.

Jadi Rebutan Banyak Klub Dan Calon Top Skor Serie A

Kini manusia bertopeng itu jadi buruan tim-tim besar. Sampai sekarang namanya terus menghiasi gemerlap lantai bursa transfer. Harganya pun kini melambung tinggi. Napoli sudah mematok harga di atas 100 juta pounds untuknya.

Di musim 2022/23, Osimhen menggila bersama Spalletti. Ia sementara kini memuncaki daftar top skor Serie A dengan 12 gol. Kisah penuh kesedihan dan berakhir dengan kesuksesan yang telah dialami Osimhen, layak untuk dijadikan contoh. Kini manusia bertopeng itu mengalami masa puncak kesuksesannya. Dan semoga, ayah dan ibunya dapat tersenyum melihat kesuksesan anaknya itu dari surga.

Sumber Referensi : thesun, sportsbrief, breakingthelines, sportsbrief, transfermarket

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru