Cerita Arsenal dan Kutukan Piala FA

spot_img

Lagi dan lagi, Arsenal terkapar di Piala FA. Sejak terakhir kali meraih gelar bersama Mikel Arteta tahun 2020, Meriam London seperti dapat kutukan kegagalan. Anehnya, kegagalan selama empat kali edisi beruntun diakhiri dengan tanpa gol alias mandul. Padahal kalau dilihat dari sejarahnya, The Gunners adalah rajanya Piala FA. Apalagi ketika di bawah asuhan Arsene Wenger.

Tradisi Piala FA Arsenal Zaman Arsene Wenger

Ketika Arsene Wenger memimpin, Arsenal meraih kejayaan di Piala FA sebanyak tujuh kali. Bahkan perolehan Wenger tersebut dapat melampaui rekor George Ramsey yang pernah mengoleksi enam gelar Piala FA bersama Aston Villa, juga rekor milik Sir Alex Ferguson dengan tiga gelar.

Sebelum tujuh gelar Piala FA yang disabet Wenger, Arsenal sudah sempat tujuh kali meraihnya. Termasuk gelar Piala FA sebelum Wenger datang di tahun 1993 di zaman pelatih George Graham.

Ketika menginjakkan kaki di Arsenal, yang pertama diperhatikan Arsene Wenger adalah tradisi gelar juara Piala FA. “Sejarah menunjukkan bahwa ketika melatih sebuah klub, semua pelatih pasti ingin selalu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pelatih sebelumnya,” kata Wenger.

Itulah mengapa Wenger dalam mengarungi musim demi musim di Piala FA selalu mempunyai daya juang yang berbeda. Misal ketika pertama kali ia meraih gelar Piala FA di musim 1997/98. Di mana musim tersebut adalah musim penuh pertama Wenger di Highbury.

Bulan Mei 1998, di saat Indonesia masih keos karena peristiwa reformasi, Arsenal berpesta merayakan gelar piala FA setelah mengalahkan Newcastle 2-0 lewat gol Overmars dan Anelka.

Pernah Lama Menunggu

Setelah gelar pertama Piala FA Wenger tersebut, The Gunners sempat meraih back to back gelar Piala FA di musim 2001/02 dan 2002/03. Namun sejak Piala FA yang diraih Wenger pada tahun 2005, Arsenal lama sekali puasa Piala FA.

Dalam web resmi Arsenal, diceritakan betapa beratnya menunggu piala langganan itu mampir lagi ke lemari trofi Arsenal. Masuk final pun tidak. Wenger juga selalu mendapat tekanan tinggi dari fans karena selalu gagal di Piala FA. Bayangkan, hampir sembilan tahun lamanya mereka menunggu.

Penantian pun baru tiba di musim 2013/14 ketika Arsenal akhirnya melangkah lagi ke final melawan Hull City. Wenger pun tersenyum lebar kali ini. Karena timnya bisa juara Piala FA lagi.

Prioritas Wenger

Pasca penantian panjang tersebut, Wenger mulai mewanti-wanti anak asuhnya agar di musim berikutnya memprioritaskan gelar Piala FA. Dilansir Sky Sports, Wenger berkata bahwa mulai sekarang Piala FA adalah salah satu prioritas utama di tengah ketatnya persaingan Liga Inggris. “ Piala FA adalah target besar yang harus Arsenal raih tiap musimnya,” kata Wenger.

Prioritas tersebut akhirnya mampu jadi motivasi tersendiri bagi skuad Arsenal. Lihat saja ketika mereka akhirnya menjadi juara Piala FA tiga kali dalam empat tahun dari 2014 hingga 2017. Setelah juara dengan menang lawan Hull City, di tahun berikutnya mereka juara lagi ketika menang melawan Aston Villa 4-0.

Sayang Piala FA yang diraih Arsenal musim 2016/17 adalah gelar Piala FA terakhir yang diraih Wenger. Pasalnya, Wenger setelah itu pensiun di tahun 2018. Well, dengan pencapaian apik Wenger tersebut, Arsenal dinobatkan sebagai penyandang gelar Piala FA terbanyak dengan koleksi 13 trofi, melangkahi 12 trofi milik MU.

Debut Manis Piala FA Arteta

Kesuksesan di Piala FA pasca era Wenger tak perlu berlanjut terlalu lama. Karena muncul sosok Mikel Arteta yang notabene murid Wenger di musim 2019/20. Musim tersebut merupakan musim debut Arteta ditunjuk sebagai arsitek The Gunners.

Di luar dugaan meski hanya baru pertengahan musim menjadi pelatih, pria Basque tersebut langsung membawa The Gunners juara Piala FA setelah mengalahkan Chelsea di final. Pria 41 tahun tersebut juga menjadi orang pertama di Arsenal yang bisa menjuarai Piala FA sebagai pemain sekaligus pelatih.

Gelar Piala FA yang dipersembahkan Arteta tersebut juga menambah koleksi trofi Piala FA di lemari trofi Arsenal menjadi 14. Dilansir Goal, bahkan kemenangan Arteta di Piala FA musim tersebut memunculkan fakta baru. Bahwa sejak 2002, ketika Arsenal bisa melangkah ke final Piala FA, pasti mereka akan menjadi juara.

Gagal dan Mandul

Artinya, kalau Arsenal mau juara paling tidak Arteta harus membawa pasukan Meriam London ke final terlebih dahulu. Celakanya, hal itu tak lagi terjadi, alias susah untuk dilakukan. Arteta selalu gagal di Piala FA selama empat musim beruntun yakni sejak musim 2020/21 hingga 2023/24.

Kegagalan Arsenal di empat musim berturut-turut juga masih menjadi misteri. Bisa disebut misteri karena di empat musim tersebut tim asuhan Arteta hanya mentok sampai babak keempat Piala FA, dan selalu gugur dengan tak bisa menciptakan gol.

Di musim 2020/21 kandas di babak keempat atas Southampton 1-0. Di musim 2021/22, kandas di babak ketiga atas 1-0 atas Nottingham Forest. Lalu di musim lalu, mereka kandas di babak keempat atas Manchester City 1-0. Dan yang terakhir, musim ini mereka kandas di babak ketiga atas Liverpool 2-0.

Sebuah fakta yang miris bagi Arsenal yang dikenal bermain atraktif dan jago dalam menciptakan peluang. Apakah ini hanya apes belaka? Tentu tidak. Seperti apa yang Arteta akui ketika kandas melawan Soton di 2020, serta Nottingham Forest di 2021. Ia mengatakan bahwa kegagalannya dua musim beruntun tersebut karena memang ompongnya lini serang mereka.

Berbeda dengan kekalahannya melawan City musim lalu. Dilansir Sky Sports, Arteta beralasan karena ia bertaruh merotasi berbagai skuad utamanya. Ketika itu pemain seperti White, Zinchenko, Martinelli, Odegaard, Ramsdale malah diistirahatkan sejak babak pertama.

Sedangkan musim ini, Arsenal kandas melawan Liverpool di Emirates dengan skuad yang bisa dibilang utama sebagian besarnya. Hanya Martinelli yang diistirahatkan di babak pertama. Kali ini Arteta beralasan lain lagi. Ia malah menyoal masalah mental anak asuhnya, serta kecewa dengan berbagai peluang yang tak mampu dikonversikan menjadi gol.

Piala FA Tak Penting Lagi Bagi Arsenal dan Arteta?

Kegagalan Arsenal di Piala FA tersebut dianggap Arteta sebagai hal yang biasa, sehingga bisa diperbaiki di musim depan. Namun tidak dengan fans yang sudah kadung menganggap Piala FA menjadi tradisi sejak dulu dan mereka adalah rajanya.

Empat kali beruntun kandas di babak awal menjadi pertanyaan besar bagi sebagian publik Emirates. Apakah Arteta tak menjadikan gelar Piala FA ini menjadi prioritas Arsenal? Ingat kata-kata Arteta ketika jelang melawan Nottingham Forest di babak ketiga Piala FA musim 2021/22. Arteta sempat mengatakan bahwa Piala FA bukan prioritas lagi bagi Arsenal. Apakah kata-kata tersebut yang menyebabkan Arsenal hingga kini gagal terus di Piala FA?

Arsenal harusnya tetap memelihara tradisi juara di Piala FA tiap musimnya. Pasalnya kalau hanya ingin raih gelar Liga Inggris maupun liga-liga di Eropa, susah sepertinya.
Mending tiap musimnya bisa pamer raih trofi meskipun itu hanya Piala FA daripada puasa gelar terus. Jadi, musim depan alangkah baiknya Arteta harus ngomong lagi ke skuadnya bahwa “Piala FA kembali jadi prioritas kami”.

https://youtu.be/hXX-yqAx7ag

Sumber Referensi : thefa.com, eurosport, goal, arsenal.com, eurosport, arsenal.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru