Buffon dan Setumpuk Kenangan Buruk Bersama Liga Champions

spot_img

Tak perlu diragukan lagi seberapa besar peran kiper veteran asal italia, Gianluigi Buffon, dalam pentas sepak bola dunia. Rentetan trofi Serie A dan pastinya satu Piala Dunia menjadi tanda kebesaran mantan panjaga gawang Juventus ini.

Meski dikenal sebagai salah satu kiper terbaik di dunia, Buffon memiliki satu lubang kecil yang seolah sulit untuk ditutup. Dibalik raihan gemilangnya, Buffon menjadi pemain yang belum pernah memenangkan sekalipun gelar Liga Champions Eropa.

Berulang kali hatinya tersayat oleh Si Kuping Besar. Dan yang terakhir, timnya harus takluk dari Manchester United.

Gianluigi Buffon harus kembali puasa angkat trofi Si Kuping Besar pada musim 2018/19 setelah PSG tumbang 1-3 dari Manchester United dalam laga leg kedua babak 16 besar. Meski agregat berakhir 3-3, PSG kalah produktivitas gol tandang dan harus menerima kenyataan jika tim asal kota Manchester itulah yang berhak melaju ke babak selanjutnya.

Pecinta sepak bola pasti tahu jika kegagalan Buffon bukanlah yang pertama kali. Ia seakan mendapat kutukan untuk tidak boleh mengangkat trofi bergengsi itu.

Bayangkan saja, selama kurang lebih 15 musim menjalani kompetisi paling elite di Eropa, Buffon tak pernah punya kesempatan untuk merasakan gelar juara.

Kisah pilunya dimulai saat ia masih berusia 19 tahun. Ketika itu, Buffon masih menjadi kiper andalan Parma. Meski tampil gemilang pada debut pertamanya, Buffon gagal mempersembahkan gelar Liga Champions untuk tim asal Italia.

Setelah resmi berseragam Juventus dengan status kiper termahal di dunia, Buffon kembali manyambung asa di kompetisi elite itu. Bersama Juve, Buffon tampil begitu gemilang dan mampu menjadi kiper tak tergantikan bagi tim berjuluk Si Nyonya Tua.

Musim 2002/03, trofi impian itu berada di depan mata. Juve berhasil lolos ke final dan bertemu AC Milan. Namun sayang, melalui babak adu pinalti, Andriy Shevchenko sukses menjadi mimpi buruk Buffon dan berhasil menyumbangkan trofi keenam bagi tim asal kota Milan.

Pasca terkena kasus calciopoli, Buffon harus bersabar untuk bisa kembali pentas di kompetisi Eropa. Hingga tepat pada musim 2014/15, Buffon sukses mengantar Juventus menuju partai puncak di kompetisi impiannya itu. Akan tetapi, tugasnya tidaklah mudah. Lawan yang harus dihadapi saat itu adalah FC Barcelona yang notabene merupakan tim terbaik di dunia.

Benar saja, nasib sial kembali menghampiri Buffon yang kala itu usianya sudah menginjak 37 tahun. Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar Jr tampil menggila dan sukses melumat Juve dengan skor meyakinkan, yakni 3-1.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Buffon masih memiliki semangat untuk menggondol trofi impiannya.

Harapan itu kembali datang pada musim 2016/17. Kali ini, lawannya adalah Real Madrid. Keduanya bertemu di partai puncak untuk memperebutkan trofi prestis tersebut. Berbekal nol kekalahan dan hanya kebobolan sebanyak tiga kali, Buffon dan kolega menjalani laga dengan penuh keyakinan.

Namun lagi-lagi hatinya dibuat hancur oleh Si Kuping Besar. Juve dihajar begitu telak lewat skor 4-1, kendati tampil lebih meyakinkan di paruh pertama.

Musim terakhirnya bersama Juventus, Buffon resmi berusia 40 tahun. Bukannya lenyap, semangatnya untuk mengecup trofi Liga Champions masih membara begitu besar. Musim 2017/18, Juve menunjukkan kelasnya di Liga Champions. Meski harus melewati jalan terjal di fase grup, Juve mampu lolos ke babak 16 besar hingga kembali bertemu Real Madrid di babak perempat final.

Akan tetapi, Buffon harus menelan pil pahit setelah insiden yang terjadi pada leg kedua menyebabkan dirinya dikartu merah. Drama tersebut membuat Buffon geram. Ia marah kepada wasit dan mengatakan jika sang pengadil lapangan tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Kembali gagal, Buffon sempat ingin memutuskan untuk pensiun. Namun, setelah mendapat tawaran dari PSG, ia membatalkan proses pensiunnya dan ingin berlaga bersama raksasa Prancis. Tujuannya pun satu, kiper Italia itu ingin membuktikan bahwa dirinya masih mampu memenangkan gelar Liga Champions.

Namun setelah timnya beberapa kali tampil mengesankan, Buffon justru melakukan kesalahan di leg kedua melawan Manchester United. Ia diklaim menjadi salah satu penyebab kekalahan PSG. Kiper 41 tahun itu melakukan blunder yang berujung pada gol kedua Lukaku. Buffon gagal mengantisipasi dengan sempurna tendangan spekulasi Rashford dari luar kotak penalti.

Di usianya yang sudah sangat tua, masih mampukah Buffon mengejar trofi impiannya?

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru