Buang Tawaran Raja UCL Demi Klub 0 UCL! Martin Zubimendi Sehat?

spot_img

Seorang gelandang jenius, ditawar oleh Liverpool, dicari oleh Real Madrid, namun justru memilih untuk pindah ke klub yang paling jago…. jagain trofi orang. Ya, dia adalah Martin Zubimendi.

Setelah drama yang berlarut-larut seperti kasus korupsi impor gula, Zubimendi melabuhkan pilihan pada Arsenal, klub yang sejarah Liga Champions-nya belum ditulis, dan menolak Real Madrid, sang raja Liga Champions. Pertanyaannya, kenapa? Mengapa Zubimendi membuang tawaran Real Madrid dan Liverpool, demi tim yang dari tahun ke tahun cuma percaya proses?

Apakah ini sebuah pengorbanan? Apakah Zubimendi ingin merasakan sensasi jagain trofi orang? Atau, mungkinkah Zubimendi didatangi seorang cenayang dan si cenayang bilang, “Gabunglah ke Arsenal, musim depan tim ini akan meraih Liga Champions”? Hmmm…. siapa yang tahu, ya kan?

Liverpool Bergerak Lebih Dulu

Arsenal yang punya lemari trofi megah namun tak satu pun trofi Liga Champions mejeng di sana mungkin tim paling ngebet pada pemain kelahiran San Sebastian ini. Tapi menurut telik sandi media seperti Sky Sports di Inggris, Liverpool lah klub pertama yang menunjukkan ketertarikan pada Zubimendi.

Sebelum musim 2024/25 dimulai, Zubimendi bahkan telah menjadi salah satu pemain yang diidam-idamkan Arne Slot. Penampilan cemerlang di final EURO 2024 membuat Liverpool, dalam hal ini Arne tertarik pada Zubimendi. Tapi Arne Slot bukan ayatollah yang sekali jarinya menunjuk, seseorang terbirit-birit menuruti perintahnya. Pengaruh Arne Slot di Liverpool kecil.

Posisi pria berkepala licin itu hanya sebagai pelatih kepala dan bukan manajer. Jadi, Arne hanya bisa meminta, tidak bisa terlibat. Meski begitu, rekomendasi Arne Slot agar Liverpool merekrut Zubimendi sebenarnya sampai ke Richard Hughes. Direktur olahraga Liverpool itu tak keberatan jika Liverpool memboyong Zubimendi. Ia meng-ACC permintaan Arne Slot.

Namun, yang namanya transfer tidak cuma melibatkan satu pihak saja. Di situlah kendalanya. Saat tawaran Liverpool sampai ke telinganya, Zubimendi hanya terkejut. Hatinya sama sekali tak terketuk untuk pindah ke Anfield. Zubimendi memilih bertahan di Real Sociedad. The Reds juga terkejut dengan penolakan Zubimendi.

Liverpool merasa Zubimendi mendapat tekanan dari Sociedad agar bertahan. Hal itu mungkin karena klub sendiri hanya mau melepas Zubimendi kalau ada yang berani menebus klausul pelepasan yang nilainya sekitar 51 juta poundsterling (Rp1,1 triliun). Sociedad juga memperlakukan Zubimendi seperti balon hijau: memegangnya erat-erat.

Hal itu bisa dimaklumi. La Real sudah kehilangan sejumlah pemain termasuk Robin Le Normand dan Mikel Merino. Mereka jelas tak mau Zubimendi angkat koper begitu saja.

Penolakan dari Zubimendi tersebut pada gilirannya sedikit membuat The Reds kecewa. Ini adalah kegagalan besar karena Liverpool telah mengidentifikasi Zubimendi sebagai pemain yang bisa bisa memperkuat lini tengah.

Awal Juni 2025, Zubimendi Tertarik ke Real Madrid

Sepanjang musim 2024/25 Liverpool bermain tanpa Zubimendi. Kita tahu kalau mereka akhirnya cuma menambahkan satu pemain, yakni Federico Chiesa. Tapi The Reds justru mampu keluar sebagai juara.

Oke, kita kembali ke Zubimendi. Menuju musim 2024/25 selesai, rumor hengkangnya Zubimendi dari Anoeta kembali menyeruak. Arsenal adalah tim berikutnya yang muncul ke permukaan. Maksud hati mereka ingin membawa Zubimendi ke Emirates musim depan. Sinyal “here we go” kian menguat.

Akan tetapi, selama belum ditutup, jendela transfer selalu memberi kejutan. Beberapa saat setelah musim bubar, Real Madrid mendadak masuk untuk merusak transfer Zubimendi ke Arsenal. Bermodal kedekatan Alonso dan Martin Zubimendi, Los Galacticos yakin bisa mendaratkan sang pemain ke Santiago Bernabeu.

Hubungan Xabi Alonso dan Zubimendi memang dekat. Boleh dibilang Alonso adalah guru pertama Zubimendi. Saat masih di Zubieta, Alonso dan Zubimendi saling belajar. Alonso belajar melatih sebuah tim, sedangkan Zubimendi melihat Alonso sebagai sosok panutan. Dia belajar bagaimana menjadi seorang gelandang pada salah satu gelandang terbaik yang juga lahir dari rahim San Sebastian tersebut.

Alonso juga telah meminta Los Blancos untuk memenangkan perburuan Zubimendi. Ia menjadikan gelandang Sociedad target nomor satu. Yang bikin pembajakan ini kelihatan makin nyata, Zubimendi ternyata mempertimbangkan untuk menolak Arsenal ketika ketertarikan dari Los Blancos muncul.

Pendekatan Intens dari Arsenal

Situasi pun agak rumit. Rumor transfer Martin Zubimendi menjadi agak memanas. Namun, yang menarik di sini Zubimendi bisa mendinginkan situasi. Di sebuah wawancara sebagaimana dikutip media Inggris, Metro, Zubimendi tak menyebutkan klub mana yang menjadi prioritasnya. Soal Madrid, ia hanya bilang tertarik, itu saja.

Di belakang layar, para negosiator dari Real Madrid dan Arsenal berlomba merayu Zubimendi. Sementara bola liar bertebaran di media. Banyak pundit mulai menganalisis ke mana sebaiknya Zubimendi berlabuh.

Salah satunya Paul Scholes yang berkomentar bahwa merekrut gelandang seperti Zubimendi bukanlah kebutuhan yang mendesak buat Arsenal. Meski begitu, angin baik tampaknya memihak The Gunners.

Sekalipun Presiden Real Sociedad, Jokin Aperribay mengatakan kalau peluang Real Madrid mengalahkan Arsenal dalam perebutan Zubimendi sangat besar, tapi sang pemain memilih Arsenal. PDKT intensif dari Arsenal meluluhkan hati Zubimendi. Yang jadi pertanyaan, kenapa presiden Real Sociedad yakin Zubimendi ke Real Madrid, tapi sang pemain malah pilih Arsenal?

Arsenal Dapatkan Zubimendi

Sociedad sekali lagi ditegaskan, ingin mempertahankan Zubimendi. Namun, mereka akan mencarikan klub yang cocok jika Zubimendi ingin hengkang. Perhatikan kalimat “klub yang cocok” di situ. Dari sudut pandang klub, bisnis jelas lebih diutamakan. Sociedad mungkin tak peduli skuadnya akan rumpang musim depan. Selama mendapat imbalan yang setimpal, tak masalah.

Nah, selidik punya selidik, Arsenal tak hanya menebus klausul pelepasan Zubimendi, tapi melebihi nilai klausul pelepasan itu. Mengutip Goal, untuk membawa gelandang 26 tahun itu ke Emirates dan agar Sociedad menutup pintu buat Real Madrid, Arsenal mengeluarkan uang yang nominalnya hampir 60 juta poundsterling.

Dengan diiringi musik original dari Ezra Collective, musisi dari Britania Raya, Martin Zubimendi diperkenalkan sebagai pemain baru Arsenal. Di hadapan media, Zubimendi tak bilang “Arsenal adalah klub yang saya impikan sejak kecil”, namun ia bilang, “Ini adalah momen yang besar.” Meski timnya itu sejatinya tidak terlalu besar.

Zubimendi nggak peduli bahwa Arsenal tak punya trofi Liga Champions dan lebih sering hanya jadi penguntit di urutan kedua. Baginya, gaya bermain Arsenal cocok. Menurut Zubimendi, Arsenal menunjukkan potensi terbaik mereka di masa yang akan datang, dan itu sudah cukup. Mantan rekan setimnya, Mikel Merino juga menjadi sosok yang mempengaruhi keputusan ini.

Bagaimana Zubimendi di Arsenal?

Zubimendi tidak keliru. Arsenal memang telah menunjukkan potensi terbaiknya. Jujur, terlepas dari trofi yang didapatkan, Arsenal bermain makin baik tiap musimnya. Lihat saja di musim lalu, ketika dikalahkan Paris Saint-Germain, Mikel Arteta bahkan masih bisa bilang kalau timnya adalah tim terbaik di Liga Champions musim lalu. 

Boleh dibilang, musuh Arsenal cuma dua: jadwal padat dan apes. Kekalahan atas PSG bukan karena Arsenal main jelek, bukan, tapi boleh jadi karena Tuhan masih tak sudi memenangkan Arsenal. Mungkin dengan Zubimendi, The Gunners bakal meraih lebih banyak gelar. Sebab Zubimendi tidak melengkapi Arsenal, tapi membuatnya semakin kuat.

Pemain yang satu ini adalah sosok gelandang yang, oleh Luis de La Fuente, disebut gelandang terbaik nomor dua di Spanyol saat ini setelah Rodri. Ada banyak hal yang membuat Zubimendi istimewa. Ia unggul saat menguasai bola maupun tidak. Zubimendi sanggup mengelaborasikan kecerdasan dan teknik, meski fisiknya menipu.

Ya, Zubimendi bukan gelandang yang berpostur besar. Tubuhnya nyaris kerempeng. Orang pun menyebutnya “Gen Z Sergio Busquets”. Sebutan itu tak berlebihan karena kemampuan Zubimendi mirip dengan Busquets. Ia mampu menyaring serangan, mengirim umpan, menjadi metronom lini tengah, dan sanggup meloloskan diri dari tekanan.

Zubimendi mungkin bisa membentuk “Trio 26” bersama Martin Odegaard dan Declan Rice di Arsenal. Ketiganya sama-sama berusia 26 tahun. Ketiganya juga memiliki kemampuan yang mirip-mirip. Ini belum ditambah Christian Norgaard dari Brentford. Kabarnya Arsenal juga mau memboyong sang pemain.

Akhirul kalam, meski tanpa Thomas Partey dan Jorginho, musim depan bisa dipastikan lini tengah Arsenal stabil, solid, dan akan membuat tim seperti Manchester City takut dan Arne Slot sampai tumbuh rambut.

Sumber: ThisIsAnfield, SkySports, OneFootball, SI, Metro, TheShortFuse, Standard, teamTALK, Goal, Metro

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru