Bikin Eropa TERCENGANG! Pemain Asia Ini Jadi Pahlawan Juara!

spot_img

Beberapa hari lalu, Starting Eleven sudah membuat konten tentang tim-tim yang dalam keadaan diremehkan justru mampu meraih gelar. Nah, dari situ mimin mulai penasaran nih, siapa aja pemain dari tim-tim juara tersebut. Saat mencari informasi itulah, mimin malah menemukan fakta yang lebih mencengangkan lagi.

Dari banyaknya klub yang juara di berbagai kompetisi di Eropa, ternyata hampir semua ada campur tangan dari pemain Asia. Bahkan, ada pemain Indonesia yang juga berkontribusi lho. Nggak percaya? Mari kita buktikan. Berikut adalah pemain-pemain Asia yang jadi andalan timnya untuk raih gelar di musim 2024/25. 

Wataru Endo

Sebagai disclaimer saja, daftar kali ini tentunya akan banyak didominasi oleh pemain-pemain Jepang atau Korea Selatan. Dua negara itu masih jadi lokomotif Asia di sepakbola Eropa. Mereka jadi yang paling banyak mengirimkan pemainnya ke klub-klub top Eropa. Yang pertama akan kita bahas adalah Wataru Endo yang membantu Liverpool juara Premier League musim 2024/25.

Wataru Endo memainkan peran penting dalam perjalanan Liverpool meraih gelar Liga Inggris. Yaaaa, meskipun kontribusinya lebih banyak berasal dari bangku cadangan. Ia tampil sebanyak 19 kali di bawah arahan Arne Slot, peran utama Endo adalah membantu tim mengamankan kemenangan di menit-menit akhir pertandingan, memberikan stabilitas dan ketenangan di lini tengah saat Liverpool unggul.

Setelah kedatangan manajer baru, Arne Slot, Endo mengalami penurunan waktu bermain dibandingkan era Jürgen Klopp. Namun, ia tetap menunjukkan komitmen tinggi. Endo dikenal karena profesionalisme dan sikapnya yang positif. Ia juga dianggap sebagai sosok teladan bagi pemain muda di musim ini.

Daichi Kamada

Di balik trofi mayor pertama dalam sejarah yang diraih Crystal Palace, ada peran penting pemain asal Jepang, Daichi Kamada. Bergabung dengan status bebas transfer pada awal musim 2024/25, Kamada jadi pemain Jepang pertama yang berseragam biru merah khas Crystal Palace.

Meskipun menghadapi tantangan adaptasi, Kamada menunjukkan perkembangan positif sepanjang musim. Ia mulai menunjukkan kemampuan eksploitasi ruang, visi bermainnya, dan kecerdasan taktiknya. Salah satu bukti perkembangan Kamada ditunjukan dalam perjalanan Crystal Palace meraih gelar Piala FA. Meski tak mencetak gol, ia selalu tampil dominan di lini tengah. 

Di laga final melawan Manchester City, Palace sebetulnya tidak diunggulkan. Namun, Kamada hadir untuk meredam lini tengah City yang komplit. Kamada bahkan berperan dalam proses terciptanya gol kemenangan oleh Eberechi Eze pada menit ke-16. Ia terlibat dalam kombinasi umpan dengan Jean-Philippe Mateta sebelum akhirnya bola sampai di kaki Eze.

Ao Tanaka

Masih dari pemain Jepang, ada Ao Tanaka yang berhasil mempersembahkan gelar Divisi Championship 2024/25 untuk Leeds United. Gelar ini sekaligus jadi tanda kembalinya Leeds ke kasta tertinggi Liga Inggris musim depan. Didatangkan dari Fortuna Düsseldorf pada Agustus 2024, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini langsung menjadi pilar penting di tim asuhan Daniel Farke.

Awalnya, Tanaka direkrut sebagai gelandang serang. Namun, karena mobilitasnya tinggi dan memiliki daya juang yang luar biasa, Farke bereksperimen untuk menempatkan Tanaka di posisi gelandang bertahan. Ia diminta untuk menggantikan Ethan Ampadu yang cedera. Eksperimen ini terbukti berhasil. Tanaka jadi jantung di lini tengah Leeds. 

Ao Tanaka tampil dalam 43 pertandingan Championship dengan mencetak 5 gol dan memberikan 2 assist. Ia juga mencatatkan akurasi umpan sebesar 89,9% dan menciptakan 27 peluang, menunjukkan peran vitalnya dalam distribusi bola dan kreativitas tim. Kontribusinya yang konsisten di berbagai peran membantu Leeds meraih gelar Championship dan promosi ke Premier League.

Son Heung-min

Masih dari Inggris, tapi kali ini pemain asal Korea Selatan. Son Heung-min jadi kapten sekaligus pemain kunci di balik runtuhnya rentetan hasil buruk Spurs musim 2024/25. Meski di Premier League, Spurs hanya satu strip dari zona degradasi, Son mampu mengantarkan tim yang sudah ia bela sejak 2015 itu meraih gelar Europa League musim ini.

Ini adalah trofi pertama Spurs setelah puasa gelar selama 17 tahun lamanya. Meskipun musim ini diwarnai oleh cedera dan tantangan pribadi, kontribusi Son sebagai kapten tim sangat signifikan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Sepanjang kompetisi Europa League, Son tampil dalam 10 pertandingan, mencetak 3 gol dan memberikan 2 assist. Ia juga mencatatkan akurasi umpan sebesar 77,5% 

Dalam final melawan Manchester United, Son masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Meskipun tidak mencetak gol, kehadirannya membantu menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan. Sebagai kapten, ia mengangkat trofi Europa League, menandai pencapaian besar dalam kariernya.

Lee Kang-in

Kompatriot Son Heung-min di Timnas Korea juga tergabung dalam tim PSG yang mengukir sejarah. Lee Kang-in membantu PSG untuk meraih treble winner musim ini. Selain berkontribusi penuh saat PSG menjadi kampiun Ligue 1 dan Piala Prancis. Lee juga menunjukan performa konsisten saat PSG menyabet gelar Liga Champions untuk pertama kalinya.

Meskipun menghadapi persaingan ketat di skuad PSG, Lee menunjukkan performa yang memuaskan. Apalagi, dengan fleksibilitas posisi yang dimiliki, Lee mampu memberikan warna baru di skuad asuhan Luis Enrique. Itu dibuktikan dengan 6 gol yang diciptakan Lee berasal dari posisi yang berbeda-beda, ada yang sebagai sayap kanan, ada juga yang sebagai penyerang tengah.

Meskipun tidak selalu menjadi starter, Lee tetap menjadi aset berharga bagi PSG. Luis Enrique bahkan menyebut Lee sebagai pemain dengan kemampuan paling lengkap di skuad. Secara keseluruhan, Lee Kang-in menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang dapat diandalkan. Ia memberikan kontribusi penting dalam kesuksesan PSG musim ini.

Kim Min-jae & Hiroki Ito

Selanjutnya, ada Bayern Munchen yang mengandalkan pemain Korea Selatan dalam diri Kim Min-jae dan pemain Jepang, dalam diri Hiroki Ito. Meski di pekan-pekan terakhir Kim Min-jae diganggu oleh cedera, ia tampil sebagai pondasi kokoh di lini belakang Bayern Munchen dalam perjalanan mereka merebut kembali tahta Bundesliga musim 2024/25. 

Dalam 27 penampilan liga, Kim tak hanya menyumbangkan 2 gol, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan kepemimpinan dalam formasi pertahanan Bayern. Keberadaannya di lapangan memberi dimensi penting dalam membangun serangan dari bawah. Kim mencatatkan rata-rata 110 kali sentuhan per 90 menit. Itu tertinggi kedua di skuad setelah Joshua Kimmich. 

Berbeda dengan Kim yang memainkan peran vital, Ito justru menjadi cameo di musim 2024/25. Sebab, Ito mengalami dua kali cedera tulang metatarsal. Meski begitu, kehadiran Ito tetap memberikan kontribusi strategis. Tampil dalam enam laga Bundesliga, perannya sebagai pemain rotasi kunci sangat terasa ketika The Bavarian menghadapi krisis cedera di paruh kedua musim 2024/25. 

Dean James

Jepang sama Korea Selatan mulu nih, negara Asia lain nggak ada? Tenang. Ada pemain kebanggaan Indonesia, Dean James. Dirinya berkontribusi penuh saat timnya, Go Ahead Eagles buka puasa gelar di KNVB Cup. Itu menjadi trofi mayor pertama yang dimenangkan Go Ahead sejak 1933.

Sayangnya, pemain berusia 24 tahun itu absen di laga final melawan AZ Alkmaar akibat cedera hamstring. Meski begitu, James sempat berperan memberi assist kemenangan tim dalam laga semifinal KNVB Cup kontra PSV Eindhoven. Di turnamen tersebut, bek tim nasional Indonesia itu mencatatkan empat penampilan dan mencetak satu assist.

Trofi KNVB Cup turut memastikan Go Ahead Eagles mengamankan tempat di Liga Europa musim depan. Mereka akan tampil di kompetisi kasta kedua Eropa itu untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Kira-kira segitu dulu daftar pemain Asia yang jadi andalan timnya dalam meraih gelar. James jadi satu-satunya pemain ASEAN di sini. Kira-kira pemain Malaysia sama Thailand, mau nyusul kapan nih?

____

Sumber: Mirror, Kyodo News, Football oranje, The Times

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru