Berlabuh ke Borneo FC Usai Dipecat Persipura, Bagaimana Nasib Boaz Solossa?

spot_img

Boaz Solossa mungkin akan mengingat betul apa yang dilakukan Persipura kepada dirinya. Ia dipecat dengan cara yang kurang baik. Setidaknya, pemecatan Boaz dari Tim Mutiara Hitam tidak ada acara seremonial selayaknya sebuah tim melepas salah satu pemain legendanya.

Boaz bersama rekan sekompatriotnya, Yustinus Pae dipecat dari Persipura karena kasus indisipliner. Tipa, sapaan Yustinus Pae mengaku telah minum alkohol bersama Boaz sebelum berlaga menghadapi Persita Tangerang, pada 13 Juni 2021 lalu. Dalam pertandingan menghadapi Persita, Boaz dan Tipa ditarik keluar.

Persis ketika laga Persipura kontra Persita yang berakhir ricuh itu, kedua pemain dipulangkan oleh manajemen tim. Akan tetapi, pada saat itu keputusan resminya belum dibuat. Boaz dan Tipa belum mendapat kejelasan statusnya di Persipura.

Kronologi Pemecatan Boaz

Ketika Boaz dan Yustinus Pae dipulangkan, mereka sempat berpamitan dengan sang pelatih, Jacksen F. Thiago. Sementara pihak manajemen Persipura berjanji akan memberikan keputusan final kepada kedua pemain dalam waktu dekat. Namun yang terjadi, seminggu setelah Boaz dan Tipa pulang ke Jayapura, pihak klub belum juga memberi keputusan bagaimana nasib keduanya. Boaz pun tak tinggal diam, ia langsung mengejar ke petinggi klub.

Namun, Manajer Persipura, Bento Madubun yang ditemui Boaz justru mengatakan kalau klub belum bisa memberikan kepastian karena para petinggi sedang ke luar kota. Tepat dua minggu, Boaz belum juga mendapatkan kepastian dari tim. Boaz akhirnya menanyakan nasibnya di Tim Mutiara Hitam kepada Ketua Umum langsung. Sayangnya, Benhur Tomi Mano mengatakan kalau Persipura belum dapat memberikan kejelasan, karena para petinggi Mutiara Hitam sedang sibuk mengurus sponsor.

Lalu, pada 6 Juli 2021, Boaz dan Yustinus Pae baru mendapatkan kejelasan nasibnya di Persipura. Itu pun mereka dapatkan bukan dari manajemen klub, tetapi justru datang dari wartawan. Informasi tersebut belakangan diketahui bersumber dari unggahan Instagram resmi Persipura.

“Keputusan kami memulangkan Bochi (sapaan Boaz) dan Tipa adalah keputusan seluruh manajemen dan masukkan dari berbagai pihak yang terlibat langsung di dalam tim. Dan waktu itu kami meminta manajer, direktur utama, dan pelatih untuk sampaikan keputusan itu ke kepada mereka berdua (Boaz dan Tipa) di Hotel Kartika Chandra Jakarta,” tulis unggahan tersebut.

Berlabuh ke Borneo FC

Tak butuh waktu setahun bagi Boaz untuk mendapatkan klub baru setelah dipecat oleh Persipura. Mantan kapten Timnas Indonesia ini dipinang Borneo FC dengan durasi kontrak dua musim. Borneo FC sendiri mengklaim kalau Boaz menjadi pemain termahal di Indonesia. Meski mereka juga tak membeberkan berapa banderol untuk menebus pemain yang pernah menjadi top skor Liga Indonesia musim 2010/2011 itu.

Sebelum resmi menandatangani kontrak bersama Tim Pesut Etam, Boaz hampir saja menjadi pemain PSM Makassar. Akan tetapi, Lantaran kedua pihak tak sepakat, Boaz pun batal ke PSM Makassar. Kemudian Boaz juga dirumorkan bakal berlabuh ke Persebaya Surabaya. Namun kabar itu pun langsung ditampik oleh pelatih Persebaya, Aji Santoso.


Kabar merapatnya pemain yang pernah membawa Timnas Indonesia mencapai final di Piala Tiger 2004 ke Borneo FC sebetulnya tak mengejutkan. Sebab Borneo FC pernah meminjam jasa Boaz pada Piala Presiden 2018 silam.

Nasib Boaz di Borneo FC

Langkah Borneo FC untuk mendatangkan pemain sekelas Boaz Solossa bisa jadi tepat, bisa jadi tidak. Tepat karena mungkin saja Boaz akan diplot sebagai pemain senior yang memandu rekan-rekannya di Borneo FC yang sebagian besar adalah pemain muda. Boaz juga memiliki naluri seorang striker yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Tim Pesut Etam membutuhkan Boaz agar lini depan mereka bisa seperti mata pisau. Namun mendatangkan Boaz bisa jadi tidak tepat sekaligus merugikan buat Borneo FC. Sebab pemain berusia 35 tahun itu sudah terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Otonomi Daerah Provinsi Papua. Artinya, Boaz bisa saja berhenti menjadi pemain di musim depan untuk melanjutkan karier menjadi PNS.

Penampilan Boaz kurun waktu setahun ini juga tak cukup mentereng. Terlepas dari kompetisi yang harus berhenti di tengah pandemi, Boaz memang tak cukup bagus penampilannya. Sejak 2019 saja, Boaz baru main sebanyak 29 kali dan hanya mengemas 10 gol.

Namun begitu, Boaz bisa menjadi harapan baru bagi Borneo FC. Ia seperti bumbu pelengkap di lini depan Borneo FC yang memang sudah ganas. Kehadiran Boaz bisa jadi membuka banyak opsi untuk lini serang Borneo FC. Pelatih Tim Pesut Etam, Mario Gomez tentu sangat bahagia karena timnya kini banjir penyerang-penyerang ganas.

Sebelum Boaz, Borneo FC sudah memiliki dua striker asing, Amer Bekic dan Fransisco Torres. Tim Pesut Etam juga mempunyai striker naturalisasi, Guy Junior yang menjadi pilihan. Borneo FC juga memiliki striker-striker muda seperti Fajar Fathur Rahman, Muhammad Faturrahman, dan Rabbani Tasnim.

Tak pelak Boaz pun harus bersaing dengan nama-nama di atas untuk mengisi pos di lini depan Pesut Etam. Namun dengan pengalaman dan status pemain mahal mungkin Boaz tidak akan kesulitan untuk menjadi Starting XI Borneo FC. Apalagi ia memiliki kemampuan drible yang fantastis.


Selain punya gaya bermain yang impresif dengan insting mencetak gol, Boaz juga memiliki kecepatan yang mampu membuat bek lawan terseok-seok. Meski ia juga harus paham, umurnya yang hampir kepala empat tentu akan mempengaruhi staminanya. Mario Gomez juga tak perlu pusing memilih posisi yang cocok untuk Boaz, karena ia bisa dijadikan target man maupun seorang second striker.

Dengan kedatangan Boaz, kemungkinan Borneo FC akan memasang dua penyerang di depan. Mario Gomez bisa memakai formasi 3-5-2, 4-3-1-2, atau 4-4-2 tergantung kebutuhan. Boaz bisa menjadi penyerang bayangan, menopang Fransisco Torres yang haus gol di lini depan.

Bergabung dengan Borneo FC menandakan kalau sang legenda belum tamat. Boaz masih akan merumput entah sampai kontraknya di Pesut Etam habis, atau justru berhenti di tengah jalan. Apa pun itu, nasib sang kapten berikutnya memang patut kita nantikan.

Sumber referensi: PanditFootball.com, IndoSport.com, SuperBall, Suara.com.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru