Kurang dari satu bulan jelang Piala Dunia, fenomena pemain pindah negara untuk membela tanah leluhurnya kini banyak terjadi. Para pemain yang pindah negara tersebut tentu juga sudah mengikuti aturan yang berlaku dari FIFA. Untuk lebih jelasnya, siapa saja sih para pemain yang pindah negara tersebut?
Daftar Isi
Lamptey dan Inaki Williams (Ghana)
Yang pertama adalah apa yang dilakukan oleh Federasi Sepakbola Ghana (GFA). Mereka berambisi memanggil para pemain keturunan sebanyak mungkin untuk membela timnas jelang Piala Dunia. Hal itu termasuk dorongan dari penasehat teknis baru mereka yang notabene mantan pelatih Brighton, Chris Hughton.
Alhasil satu per satu pemain keturunan terpanggil. Yang pertama ada Tariq Lamptey, Full Back kanan Brighton. Ia sebenarnya sudah pernah tampil sebelumnya di level U-21 Inggris. Namun ia hanya tampil sekali dan meminta dikeluarkan dari skuad pada Mei lalu. Faktor bujukan ayahnya yang berdarah Ghana, membuat pemuda 21 tahun itu sekarang menjadi bagian dari skuad Black Stars.
Tariq Lamptey has chosen to represent Ghana 🇬🇭 pic.twitter.com/XaZP5AD7bj
— GOAL (@goal) July 6, 2022
Langkah yang sama pun dilakukan oleh Inaki Williams. Striker keturunan Ghana yang lama di Spanyol bersama Bilbao. Inaki dulunya juga pernah membela La Furia Roja pada 2015 di level usia muda. Namun setelah tampil sekali, ia tak lagi dipercaya. Kini, setelah 7 tahun lamanya, Inaki mengubah sikapnya dan menerima panggilan tanah leluhurnya Ghana untuk setidaknya dapat tempat inti di lini depan Ghana pada Piala Dunia nanti.
OFFICIAL: Inaki Williams has chosen to represent Ghana 🇬🇭 pic.twitter.com/HqVqtfsmxb
— GOAL (@goal) July 5, 2022
Sebenarnya masih banyak lagi pemain keturunan yang dipanggil untuk bergabung dan membela timnas Ghana. Seperti Denis Odoi, maupun Mohammed Salisu. Kini yang terbaru, dikabarkan pemain Inggris lainnya, Callum Hudson Odoi akan segera merapat ke skuad Black Stars. Tak terpakai di Timnas Inggris, Odoi diharapkan mampu membela tanah leluhurnya menyusul Lamptey dan Williams.
Rogelio Funes Mori (Meksiko)
Kemudian ada bomber kelahiran Argentina, Rogelio Funes Mori. Rogelio yang masih saudara dengan bek Ramiro Funes Mori itu lebih memilih Meksiko sebagai negara yang dibelanya ketimbang tanah kelahirannya.
Di usianya yang sudah menginjak 31 ke atas, Rogelio selama bermain sepakbola jarang mendapat kesempatan tampil di Timnas Argentina. Berbeda dengan saudaranya, Ramiro yang sudah pernah merasakan caps di Timnas Tango. Padahal Rogelio dulu pernah memperkuat timnas di level usia muda U-17 dan U-20.
Karena sangat lama bermain di Liga Meksiko bersama Monterrey sejak 2015, ia pun berinisiasi untuk pindah kewarganegaraan Meksiko. Keputusan Rogelio itu pun sedikit banyak dipengaruhi oleh Gerardo Tata Martino, pelatih Timnas Meksiko saat ini yang juga berkebangsaan Argentina.
🥲 🥲 🥲
Rogelio Funes Mori y Gerardo Martino al ver que México enfrentará a Argentina en el Mundial#FOXenQatar pic.twitter.com/hvZM3ABeLX
— FOX Sports MX (@FOXSportsMX) April 1, 2022
Otavio (Portugal)
Lalu ada gelandang kanan eksplosif dari Porto, Otavio. Pemain yang berhasil mengantarkan Porto juara Grup B Liga Champions itu, punya cerita soal perpindahan kewarganegaraannya.
Ia lahir dan besar di Brazil. Bahkan ia pernah dipanggil Timnas U-20 dan U-23 Brazil. Namun sejak 2014, ia merantau ke Portugal bersama Porto. Bahkan ia masih betah sampai sekarang di sana. Delapan tahun lamanya Otavio di tanah Portugal, membuatnya merasa betah dan mudah untuk mendapatkan paspor Portugal.
Akhirnya ia memutuskan masa depannya untuk ganti bendera pada tahun 2021. Debutnya melawan Qatar mengesankan pelatih Fernando Santos. Bahkan ia sempat dipanggil dan terlibat di beberapa pertandingan Portugal pada kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa yang lalu. Kini, dengan berhasil mengangkat Porto lolos ke babak knockout Liga Champions bukan tidak mungkin ia akan ambil bagian di Qatar nanti.
Como avalias a estreia de Otávio por Portugal? 🇵🇹 pic.twitter.com/rUib7JBCKx
— maisfutebol (@maisfutebol) September 5, 2021
Matty Cash (Polandia)
Kemudian ada bek kanan Aston Villa, Matty Cash. Matty Cash lahir dan besar di inggris. Yang menyebabkan Cash menerima panggilan sebagai warga negara Polandia tentu adalah berkat sang ibu yang memang punya darah Polandia.
To bardzo ważny dzień dla mnie i mojej rodziny. Mój wniosek o nadanie polskiego obywatelstwa został zatwierdzony przez polskie władze. Dziękuję panu prezydentowi, mojej rodzinie i innym osobom, które mi w tym pomogły.Czas na nowe wyzwania, dam z siebie wszystko dla tego Kraju❤️🇵🇱 pic.twitter.com/kTqA8kU7Ep
— Matty Cash (@mattycash622) October 26, 2021
Menariknya, selain mendapat paspor Polandia dan izin membela timnas, Cash juga mendapatkan nama baru, yaitu Mateusz Gotowka. Mateusz berasal dari Matthew nama depan Cash, dan Gotowka merupakan nama marga keluarga dari ibu dan kakeknya. Hal pergantian nama itu ternyata adalah regulasi yang telah berjalan di Polandia.
Footballer Mathew Cash, whose mother is of Polish origin, has now received his Polish citizenship and has become Mateusz Gotówka.
🇬🇧🇵🇱 pic.twitter.com/bWwAbdakfk
— Visegrád 24 (@visegrad24) October 27, 2021
Kini, Cash dapat kesempatan besar tampil mengisi pos bek kanan Timnas Polandia di Qatar nanti. Kesempatan yang tak akan didapatkannya jika masih menjadi warga negara Inggris.
Aymeric Laporte (Spanyol)
Berikutnya ada bek kelahiran Prancis yang kini siap debut di Piala Dunia bersama Spanyol, Aymeric Laporte. Laporte seperti diketahui sudah beralih kewarganegaraan sejak 2020 silam dan sempat membela La Furia Roja di Euro 2020.
Aymeric Laporte is available to play for Spain ‘with immediate effect’ after FIFA approved his switch in allegiance from France 🇪🇸
The defender has Spanish citizenship and has never played for France’s senior team. pic.twitter.com/5ePzCYBazf
— B/R Football (@brfootball) May 14, 2021
Alasan ia pindah warga negara Spanyol adalah tak kunjung mendapat kesempatan dipanggil Deschamps ke skuad Timnas Prancis. Meskipun dirinya tampil mengesankan di klub. Ketidaksabaran Laporte itu ternyata dimanfaatkan Timnas Spanyol yang punya ikatan emosional dengannya ketika lama membela Bilbao.
Bukan cuma karena gagal mendapat panggilan Timnas Prancis saja, ternyata alasan Laporte pindah Spanyol juga dipengaruhi oleh Luis Enrique. Pelatih Timnas Spanyol itu diketahui sangat intens meyakinkan Laporte melalui pembicaraan telepon.
Munir El Haddadi (Maroko)
Berikutnya ada cerita menarik dari Munir El-Haddadi. Awalnya Munir yang punya keturunan Maroko dari ayahnya, pernah membela Timnas Spanyol di pertandingan resmi kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa melawan Makedonia pada 2016 silam. Akibatnya ia terbentur aturan FIFA tak bisa lagi pindah kewarganegaraan selain Spanyol.
Namun seiring peraturan dari FIFA yang berubah, Munir akhirnya bisa membela tanah leluhurnya, Maroko. Di Maroko, paling tidak satu slot akan diambilnya di lini depan seperti apa yang terjadi di perhelatan Piala Afrika dan kualifikasi Piala Dunia yang lalu. Kini Munir sangat antusias untuk debut di Piala Dunia untuk pertama kalinya dengan seragam Maroko.
National teams mercato with Munir El haddadi 😅😅#Maroc #Morocco #Spain pic.twitter.com/HaSlCn1gvt
— AlmarssadPro (@ProsMarocains) October 3, 2020
Alphonso Davies (Canada)
Lalu ada bek kiri Munchen, Alphonso Davies. Kita semua tahu bahwa dia adalah salah satu bintang yang mengangkat Kanada tampil di Piala Dunia. Namun siapa sangka, ia adalah pemain kelahiran Ghana.
Davies lahir di camp pengungsian Ghana pada tahun 2000. Orang tuanya juga keturunan Afrika, yakni Liberia. Davies dan orang tuanya kemudian diusir dari kamp pengungsian itu akibat perang saudara yang terjadi di Ghana. Akibatnya mereka bersama para usiran yang lain melakukan eksodus ke daerah Edmonton, Kanada.
Having spent the first five years of his life in Ghana, Alphonso Davies and his family relocated to Edmonton, Canada. 🇨🇦 pic.twitter.com/QSOszFIm4T
— B/R Football (@brfootball) July 25, 2020
Nah, di Kanada itulah Davies kecil tumbuh dan besar mengolah si kulit bundar. Karir dan kecintaannya akan sepakbola pun dimulai dari Kanada. Kewarganegaraan Kanada pun otomatis didapatkannya bersama orang tuanya.
Jack Grealish (Inggris)
Selanjutya ada Jack grealish. Meskipun lahir di Inggris, Grealish ini juga ternyata memiliki darah keturunan Irlandia dari pihak sang ibu.
Siapa sangka pemain yang katanya “skillfull but no visions” itu dulu masa mudanya sempat membela timnas muda Republik Irlandia U-17 dan U-20. Namun, suatu saat hendak dipromosikan ke timnas senior Irlandia, ia malah menolaknya.
Why Jack Grealish picked England over Ireland | @jordandaviesj https://t.co/7lWA77mSkc pic.twitter.com/8dxmv2CiIH
— The Sun Football ⚽ (@TheSunFootball) March 22, 2020
Karena Grealish terus dibujuk oleh FA untuk masuk Timnas Inggris. Ia pun akhirnya memutuskan menerima bujukan FA pada 2015. Grealish langsung melakoni debutnya di level U-21. Ia pun kemudian tampil impresif dan terus berkembang sampai sekarang.


