9 Pemain Ini Tetap Bermain Meski Punya Penyakit

spot_img

Berbicara soal pemain sepak bola profesional, setiap pemain pasti diharapkan untuk memberikan semua yang mereka punya. Baik itu secara mental maupun secara fisik. Cedera sudah menjadi hal umum bagi pesepak bola. Untuk itu mereka diharuskan menjaga kondisi fisik agar tetap bugar.

Namun, ada beberapa pemain yang harus lebih memperhatikan kondisi fisiknya daripada yang lain. Itu karena mereka menderita penyakit yang cukup parah. Meskipun begitu para pemain ini tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk klubnya dan mereka bisa mengalahkan penyakit yang mereka idap. Siapa saja para pemain itu? berikut daftar 8 pemain yang tetap bermain meski punya penyakit.

Christian Eriksen – Penyakit jantung

Christian Eriksen mungkin jadi nama pertama yang muncul di ingatan jika membaca judul ini. Hal tersebut tidak lepas dari kejadian di tahun 2021 di ajang Euro 2020 Denmark melawan Finlandia ketika dirinya tergeletak di tengah pertandingan. Eriksen mendapat perawatan darurat di dalam lapangan selama 13 menit. Sebelum akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans.

Pemandangan itu menjadi pemandangan yang horor bagi penonton dan para pemain di lapangan. Yang mereka pertanyakan bukanlah kapan Eriksen bisa bermain lagi, tapi apakah Eriksen akan tetap hidup. Untungnya begitu tiba di rumah sakit, Eriksen tersadar dari pingsannya. Ia sempat berfikir untuk gantung sepatu setelah kejadian itu.

Namun, kurang lebih setahun kemudian Eriksen telah kembali bermain di level tertinggi di sepakbola Inggris. Ia menandatangani kontrak selama tiga tahun di Manchester United setelah sebelumnya sempat bermain untuk Brentford. Eriksen sendiri mengaku tidak takut jika penyakit jantungnya kambuh lagi.

Petr Cech – Cedera Kepala

Selain Eriksen, pemain lain yang pernah tergeletak di lapangan adalah Petr Cech. Tentu masih banyak yang mengingat kejadian di pertandingan Chelsea melawan Reading pada tahun 2006. Di pertandingan itu penjaga gawang Chelsea, Petr Cech bertabrakan dengan pemain Reading.

Setelah insiden itu, Petr Cech di diagnosa oleh dokter mengalami patah tulang tengkorak cukup parah dan mengatakan bahwa ini bisa membuat Petr Cech pensiun sebelum waktunya. Banyak yang mengira juga ini akan jadi akhir bagi karir Cech sebagai kiper.

Namun, operasi yang dilakukan Cech berjalan dengan sukses. Ia bisa sembuh empat bulan kemudian dan kembali bermain untuk Chelsea. Akan tetapi cedera itu tidak sepenuhnya sembuh. Cech masih menderita beberapa kerusakan dan trauma di kepalanya. Itulah yang menyebabkan ia harus mengenakan penutup kepala ikoniknya itu di setiap pertandingan.

Edgar Davids – Glaukoma

Edgar David adalah salah satu gelandang terbaik di masanya. Davids juga dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang serba bisa. Ia bahkan dapat julukan pitbull dari Louis van Gaal karena gaya bermainnya yang sangat tangguh. Tapi yang justru paling ikonik dari Edgar Davids adalah kacamata yang ia gunakan.

Ini disebabkan Davids menderita penyakit Glaukoma. Penyakit itu adalah kondisi medis dimana saraf optik di mata rusak karena alasan genetik atau lainnya. Dan hal tersebut membuat mata penderitanya menjadi terganggu. Namun, Davids membuktikan dirinya masih bisa tampil maksimal meskipun menderita penyakit di saraf matanya.

David de Gea – Miopi

David de Gea adalah salah satu penjaga gawang dengan refleks terbaik di eranya. Refleks kilatnya dan kepekaannya terhadap pertandingan itu yang membuat de Gea menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di generasi ini. Uniknya meskipun punya kemampuan ini, ternyata de Gea punya gangguan penglihatan yaitu miopi atau rabun jauh.

Hal tersebut diketahui oleh dokter ketika dirinya di Manchester United. de Gea sering mengalami kesalahan-kesalahan di lapangan. Dan ketika diperiksa, ternyata benar de Gea punya gangguan penglihatan. ia pun menjalani operasi laser mata di musim panas 2012 dan sejak saat itu penampilannya menjadi semakin baik di bawah mistar gawang.

Tim Howard – Sindrom Tourette

Banyak yang tidak tahu, Tim Howard adalah penderita sindrom tourette. Tourette adalah gangguan sistem saraf yang memungkinkan penderitanya membuat gerakan-gerakan atau mengucapkan kata-kata secara tiba-tiba diluar kendali otaknya sendiri. Dalam buku biografinya, Howard mengaku kondisi tersebut membuat mengganggu Howard khususnya ketika dirinya masih kecil.

Tidak hanya tourette, Howard juga menderita gangguan obsesif kompulsif atau OCD. Namun ,Howard mengaku kondisi-kondisi tersebut bisa hilang sementara ketika dirinya bermain sebagai penjaga gawang. Kondisi tersebut juga membantu Howard dalam melihat setia pergerakan di lapangan dan malah membantunya sebagai seorang kiper.

Meskipun memiliki kondisi yang unik, Howard bisa menjadi penjaga gawang terbaik di negaranya. Ia menjadi kiper andalan tim nasional Amerika Serikat dan menjadi penjaga gawang yang kokoh di bawah mistar gawang di Everton. Ia bahkan dianggap sebagai penjaga gawang yang paling underrated di eranya.

Nacho – Diabetes

Real Madrid sangat beruntung bisa bisa mendapatkan loyalitas Nacho. Nacho bisa bermain sebagai bek sayap kanan maupun kiri, bahkan bisa menjadi seorang bek tengah. Meskipun sering tidak dimasukkan ke dalam skuad utama, pemain Spanyol itu berkontribusi pada perebutan 4 gelar Liga Champions sejak tahun 2014.

Fakta yang jarang diketahui dari Nacho adalah dirinya menderita penyakit diabetes sejak masih kecil. Namun, ternyata dengan bermain bola Nacho bisa mengurangi dampak diabetesnya. Sebab, karena diabetesnya itu Nacho harus menjaga pola makannya lebih ketat daripada pemain lainnya.

Dan itu malah menyebabkan dirinya memiliki kondisi fisik yang sangat bugar. Pertama kali Nacho mengalami cedera adalah tahun 2018 ketika usianya sudah 28 tahun. Cedera terakhir sebelum 2018 adalah ketika dirinya masih berada di tim muda Real Madrid, Castilla.

Darren Fletcher – Radang Usus

Darren Fletcher mungkin bukan pemain utama di masa-masa awalnya di Old Trafford. Namun, seiring berjalannya waktu ia semakin menunjukan peningkatan kualitas bermainnya sehingga menjadi salah satu pemain andalan Ferguson. Ia juga cukup lama bertahan di Manchester United dan sempat ikut merasakan kesuksesan setan merah meraih 5 gelar Premier League, satu Piala FA, satu Champions League dan 4 Community Shield.

Fletcher memang jarang bermain reguler di Manchester United tapi itu disebabkan karena penyakit usus langka yang dideritanya. Penyakit itu dikenal sebagai kolitis ulserativa, sejenis peradangan di usus. Karena penyakitnya itu, ia sering terbaring di ruang operasi yang membuat kondisinya tidak bagus untuk bermain. Namun, penyakit itu sudah sembuh setelah ia menjalani tiga operasi berturut-turut di tahun 2010 dan saat ini ia menjabat sebagai direktur teknis di Manchester United.

Paul Scholes – Penyumbatan Vena di Mata

Dengan 11 gelar Premier League, 3 Piala FA, dan 2 Liga Champions, Paul Scholes adalah salah satu gelandang terhebat dan paling berprestasi sepanjang sejarah Liga Inggris. Hampir dua dekade ia bermain bersama setan merah dan telah menghasilkan sekitar 700 penampilan di semua ajang. Paul Scholes adalah legenda Old Trafford. Tapi yang mengejutkan adalah, ia menorehkan semua prestasi itu dengan penglihatan di sebelah matanya yang buruk.

Scholes didiagnosa mengidap penyumbatan di pembuluh darah vena nya yang menyebabkan terjadi pendarahan di dalam mata kanannya. Scholes mengaku penyakitnya itu terkadang membuat ia melihat empat bola sekaligus saat pertandingan. Scholes baru menjalani lebih dari sepuluh operasi di tahun 2006 untuk mengatasi gangguan saraf matanya itu.

David Beckham – Asma

David Beckham adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Manchester United dan Inggris. Merasakan kesuksesan bersama Manchester United, bahkan meraih treble disana. Lalu pindah ke skuad galacticos di Real Madrid untuk bermain dengan pemain terbaik lainnya seperti Figo, Zidane dan Ronaldo. Karir yang dimilikinya itu adalah karir setiap pesepak bola di generasi-generasi setelahnya.

Ditambah ia punya momen menjadi pahlawan timnas Inggris ketika dirinya menggendong Inggris menghadapi Yunani. Dan tendangan bebasnya yang ikonik itu menjadikan The Three Lions bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2002. Namun, ternyata ia adalah penderita asma atau penyakit gangguan pernapasan.

Beckham bahkan kedapatan menggunakan inhaler di bangku cadangan untuk mengatasi gejala asmanya di tahun 2009, ketika dirinya masih berseragam LA Galaxy. Beckham mengaku ia memang sudah menderita asma sejak dirinya masih kecil. Namun jelas penyakit itu sama sekali tidak menghambat Beckham untuk menjadi Beckham yang sekarang.

 

Sumber referensi: Sportskeeda, Athletic, Guardian, Telegraph

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru