Berbicara soal pemain sepak bola profesional, setiap pemain pasti diharapkan untuk memberikan semua yang mereka punya. Baik itu secara mental maupun secara fisik. Cedera sudah menjadi hal umum bagi pesepak bola. Untuk itu mereka diharuskan menjaga kondisi fisik agar tetap bugar.
Namun, ada beberapa pemain yang harus lebih memperhatikan kondisi fisiknya daripada yang lain. Itu karena mereka menderita penyakit yang cukup parah. Meskipun begitu para pemain ini tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk klubnya dan mereka bisa mengalahkan penyakit yang mereka idap. Siapa saja para pemain itu? berikut daftar 8 pemain yang tetap bermain meski punya penyakit.
Daftar Isi
Christian Eriksen – Penyakit jantung
Christian Eriksen mungkin jadi nama pertama yang muncul di ingatan jika membaca judul ini. Hal tersebut tidak lepas dari kejadian di tahun 2021 di ajang Euro 2020 Denmark melawan Finlandia ketika dirinya tergeletak di tengah pertandingan. Eriksen mendapat perawatan darurat di dalam lapangan selama 13 menit. Sebelum akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans.
Eriksen falls to the ground and has a heart attack
– Anthony taylor stopped the game 5s after eriksen fall down 👏🏻
-Kjær who checked and preventing Eriksen from swallowing his tongue 👏🏻
– the medical staff who came quickly and did a good job 👏🏻#Eriksen #football #EURO2020 pic.twitter.com/Z5YhLakEef
— Rayan ⚽ (@r_rayan_66) June 12, 2021
Pemandangan itu menjadi pemandangan yang horor bagi penonton dan para pemain di lapangan. Yang mereka pertanyakan bukanlah kapan Eriksen bisa bermain lagi, tapi apakah Eriksen akan tetap hidup. Untungnya begitu tiba di rumah sakit, Eriksen tersadar dari pingsannya. Ia sempat berfikir untuk gantung sepatu setelah kejadian itu.
THE GREAT DANE! Eriksen’s incredible road back as he agrees Man Utd transfer just 13 months after almost losing life following Euro 2020 heart attack. pic.twitter.com/3AV4TRrAk6
— Manuel Menacho 🇬🇧🇪🇸🇮🇪🏴🇧🇪⚽️ (@ManuelMenacho0) July 4, 2022
Namun, kurang lebih setahun kemudian Eriksen telah kembali bermain di level tertinggi di sepakbola Inggris. Ia menandatangani kontrak selama tiga tahun di Manchester United setelah sebelumnya sempat bermain untuk Brentford. Eriksen sendiri mengaku tidak takut jika penyakit jantungnya kambuh lagi.
Petr Cech – Cedera Kepala
Selain Eriksen, pemain lain yang pernah tergeletak di lapangan adalah Petr Cech. Tentu masih banyak yang mengingat kejadian di pertandingan Chelsea melawan Reading pada tahun 2006. Di pertandingan itu penjaga gawang Chelsea, Petr Cech bertabrakan dengan pemain Reading.
A look back at incident which changed Petr Cech’s life https://t.co/snGCjQcmDK #wots pic.twitter.com/NpCXgnUJeb
— What’s on the Social (@wotstoday) October 14, 2016
Setelah insiden itu, Petr Cech di diagnosa oleh dokter mengalami patah tulang tengkorak cukup parah dan mengatakan bahwa ini bisa membuat Petr Cech pensiun sebelum waktunya. Banyak yang mengira juga ini akan jadi akhir bagi karir Cech sebagai kiper.
Namun, operasi yang dilakukan Cech berjalan dengan sukses. Ia bisa sembuh empat bulan kemudian dan kembali bermain untuk Chelsea. Akan tetapi cedera itu tidak sepenuhnya sembuh. Cech masih menderita beberapa kerusakan dan trauma di kepalanya. Itulah yang menyebabkan ia harus mengenakan penutup kepala ikoniknya itu di setiap pertandingan.
Edgar Davids – Glaukoma
Edgar David adalah salah satu gelandang terbaik di masanya. Davids juga dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang serba bisa. Ia bahkan dapat julukan pitbull dari Louis van Gaal karena gaya bermainnya yang sangat tangguh. Tapi yang justru paling ikonik dari Edgar Davids adalah kacamata yang ia gunakan.
Edgar Davids (he needed to wear them due to glaucoma in one eye) pic.twitter.com/SIewwbl97p
— Douglas Reyes-Ceron (@dreyesceron) September 8, 2021
Ini disebabkan Davids menderita penyakit Glaukoma. Penyakit itu adalah kondisi medis dimana saraf optik di mata rusak karena alasan genetik atau lainnya. Dan hal tersebut membuat mata penderitanya menjadi terganggu. Namun, Davids membuktikan dirinya masih bisa tampil maksimal meskipun menderita penyakit di saraf matanya.
David de Gea – Miopi
David de Gea adalah salah satu penjaga gawang dengan refleks terbaik di eranya. Refleks kilatnya dan kepekaannya terhadap pertandingan itu yang membuat de Gea menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di generasi ini. Uniknya meskipun punya kemampuan ini, ternyata de Gea punya gangguan penglihatan yaitu miopi atau rabun jauh.
👹 De Gea, que jogou todos os minutos do United na atual temporada, muito provavelmente quer continuar no clube que defendeu por 11 anos. Você duvidaria que ele quer encerrar a carreira por lá?
O cara chegou em 2011, junto com o outro único remanescente dessa época, Phil Jones; pic.twitter.com/Wbt3gpVeup
— Not Soccer (@_notsoccer) October 28, 2022
Hal tersebut diketahui oleh dokter ketika dirinya di Manchester United. de Gea sering mengalami kesalahan-kesalahan di lapangan. Dan ketika diperiksa, ternyata benar de Gea punya gangguan penglihatan. ia pun menjalani operasi laser mata di musim panas 2012 dan sejak saat itu penampilannya menjadi semakin baik di bawah mistar gawang.
Tim Howard – Sindrom Tourette
Banyak yang tidak tahu, Tim Howard adalah penderita sindrom tourette. Tourette adalah gangguan sistem saraf yang memungkinkan penderitanya membuat gerakan-gerakan atau mengucapkan kata-kata secara tiba-tiba diluar kendali otaknya sendiri. Dalam buku biografinya, Howard mengaku kondisi tersebut membuat mengganggu Howard khususnya ketika dirinya masih kecil.
Tim Howard talks Tourette’s, divorce and being a soccer dad: http://t.co/8xyfwXpLRL #CNNFC pic.twitter.com/epz51uPCAL
— CNN Football (@CNNFC) February 25, 2015
Tidak hanya tourette, Howard juga menderita gangguan obsesif kompulsif atau OCD. Namun ,Howard mengaku kondisi-kondisi tersebut bisa hilang sementara ketika dirinya bermain sebagai penjaga gawang. Kondisi tersebut juga membantu Howard dalam melihat setia pergerakan di lapangan dan malah membantunya sebagai seorang kiper.
Meskipun memiliki kondisi yang unik, Howard bisa menjadi penjaga gawang terbaik di negaranya. Ia menjadi kiper andalan tim nasional Amerika Serikat dan menjadi penjaga gawang yang kokoh di bawah mistar gawang di Everton. Ia bahkan dianggap sebagai penjaga gawang yang paling underrated di eranya.
Nacho – Diabetes
Real Madrid sangat beruntung bisa bisa mendapatkan loyalitas Nacho. Nacho bisa bermain sebagai bek sayap kanan maupun kiri, bahkan bisa menjadi seorang bek tengah. Meskipun sering tidak dimasukkan ke dalam skuad utama, pemain Spanyol itu berkontribusi pada perebutan 4 gelar Liga Champions sejak tahun 2014.
@nachofi1990 Nacho says one of the press said that you stopped renewing with Real Madrid because of Enrique, but do not leave Real Madrid. We want you to renew his contract with Real Madrid, so do not leave, Spain may exit the World Cup early Enrique is expelled from the national pic.twitter.com/VQjKRkBzB1
— nacho 6 (@DMLbNbpu5eXPxvc) October 30, 2022
Fakta yang jarang diketahui dari Nacho adalah dirinya menderita penyakit diabetes sejak masih kecil. Namun, ternyata dengan bermain bola Nacho bisa mengurangi dampak diabetesnya. Sebab, karena diabetesnya itu Nacho harus menjaga pola makannya lebih ketat daripada pemain lainnya.
Dan itu malah menyebabkan dirinya memiliki kondisi fisik yang sangat bugar. Pertama kali Nacho mengalami cedera adalah tahun 2018 ketika usianya sudah 28 tahun. Cedera terakhir sebelum 2018 adalah ketika dirinya masih berada di tim muda Real Madrid, Castilla.
Darren Fletcher – Radang Usus
Darren Fletcher mungkin bukan pemain utama di masa-masa awalnya di Old Trafford. Namun, seiring berjalannya waktu ia semakin menunjukan peningkatan kualitas bermainnya sehingga menjadi salah satu pemain andalan Ferguson. Ia juga cukup lama bertahan di Manchester United dan sempat ikut merasakan kesuksesan setan merah meraih 5 gelar Premier League, satu Piala FA, satu Champions League dan 4 Community Shield.
Darren Fletcher sejauh ini banyak membantu di sesi latihan. Ia berfungsi sebagai penghubung antara pemain akademi dan pemain senior. Ekspektasinya ia akan tetap menjalankan peranan serupa saat tim kembali ke Carrington usai pra-musim. (Laurie Whitwell/The Athletic) pic.twitter.com/8M4o3iSVzD
— Manchester United World (@manutd_world) July 12, 2022
Fletcher memang jarang bermain reguler di Manchester United tapi itu disebabkan karena penyakit usus langka yang dideritanya. Penyakit itu dikenal sebagai kolitis ulserativa, sejenis peradangan di usus. Karena penyakitnya itu, ia sering terbaring di ruang operasi yang membuat kondisinya tidak bagus untuk bermain. Namun, penyakit itu sudah sembuh setelah ia menjalani tiga operasi berturut-turut di tahun 2010 dan saat ini ia menjabat sebagai direktur teknis di Manchester United.
Paul Scholes – Penyumbatan Vena di Mata
Dengan 11 gelar Premier League, 3 Piala FA, dan 2 Liga Champions, Paul Scholes adalah salah satu gelandang terhebat dan paling berprestasi sepanjang sejarah Liga Inggris. Hampir dua dekade ia bermain bersama setan merah dan telah menghasilkan sekitar 700 penampilan di semua ajang. Paul Scholes adalah legenda Old Trafford. Tapi yang mengejutkan adalah, ia menorehkan semua prestasi itu dengan penglihatan di sebelah matanya yang buruk.
Born 16th November 1974, the Ginger Prince, Paul Scholes. Despite being a member of the class of 92, he actually played no part in winning the 1992 Youth Cup. Never mind, In nineteen glorious trophy laden seasons in the 1st team, he scored 155 goals in a whopping 718 games. #MUFC pic.twitter.com/eFzvVhznS1
— Paul English (@paulenglish1961) November 16, 2020
Scholes didiagnosa mengidap penyumbatan di pembuluh darah vena nya yang menyebabkan terjadi pendarahan di dalam mata kanannya. Scholes mengaku penyakitnya itu terkadang membuat ia melihat empat bola sekaligus saat pertandingan. Scholes baru menjalani lebih dari sepuluh operasi di tahun 2006 untuk mengatasi gangguan saraf matanya itu.
David Beckham – Asma
David Beckham adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Manchester United dan Inggris. Merasakan kesuksesan bersama Manchester United, bahkan meraih treble disana. Lalu pindah ke skuad galacticos di Real Madrid untuk bermain dengan pemain terbaik lainnya seperti Figo, Zidane dan Ronaldo. Karir yang dimilikinya itu adalah karir setiap pesepak bola di generasi-generasi setelahnya.
Ditambah ia punya momen menjadi pahlawan timnas Inggris ketika dirinya menggendong Inggris menghadapi Yunani. Dan tendangan bebasnya yang ikonik itu menjadikan The Three Lions bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2002. Namun, ternyata ia adalah penderita asma atau penyakit gangguan pernapasan.
• Asthma Is NOT A Curse!!!
Asthma is like any other disease out there that can be medically managed.
Famous people like Beckham, Eminem, Jessica Alba, Frank Lampard were all asthmatic and nobody calls them cursed.
He/she is only #AsthmaticNotCursed
Retweet For Awareness pic.twitter.com/241fGosgGR
— SportsDokita (Odogwu ☝️) (@Sports_Doctor2) September 2, 2021
Beckham bahkan kedapatan menggunakan inhaler di bangku cadangan untuk mengatasi gejala asmanya di tahun 2009, ketika dirinya masih berseragam LA Galaxy. Beckham mengaku ia memang sudah menderita asma sejak dirinya masih kecil. Namun jelas penyakit itu sama sekali tidak menghambat Beckham untuk menjadi Beckham yang sekarang.
Sumber referensi: Sportskeeda, Athletic, Guardian, Telegraph


