Benjamin Pavard Bagai Duri di Timnas Prancis

spot_img

Raut wajah Kylian Mbappe menunjukkan kekecewaan. Walaupun ia berhasil mencetak tiga gol di partai final Piala Dunia 2022, sekaligus menasbihkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi itu, wajah Mbappe tetap bermuram durja. Sebab, Timnas Prancis kalah di laga itu.

Namun, rasa kecewa yang menggerogoti bintang PSG itu belum ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan kekecewaan yang diterima rekan senegaranya, Benjamin Pavard. Sama seperti Karim Benzema, bintang Bayern Munchen itu tersisih dari skuad Prancis.

Walaupun nasib Pavard sedikit berbeda dengan Benzema. Pavard sejatinya dibawa Didier Deschamps ke Qatar. Akan tetapi, ia hanya bermain di laga saat Prancis melibas Australia. Selebihnya Pavard tidak dimainkan. Tidak karena Pavard menderita cedera, tapi memang ada yang bermasalah antara Pavard, Deschamps, dan Timnas Prancis.

Isu Bentrokan di Tempat Latihan

Isu ruang ganti Timnas Prancis yang beracun mulai muncul setelah Prancis mengalahkan Australia 4-1. Ketika itu, Pavard tidak dipakai lagi oleh Deschamps di laga kontra Denmark. Ia punya harapan bisa bermain, tapi Deschamps tetap tidak memakainya lagi di laga kontra Tunisia.

Puncaknya mulai terjadi di babak 16 besar. Benjamin Pavard sama sekali tidak dilirik oleh sang pelatih. Bahkan untuk menggantikan Jules Kounde di laga kontra Polandia, Deschamps malah memasukkan Axel Disasi yang seorang bek tengah. Isu ruang ganti memanas pun mulai mencuat ketika itu.

Muncul rumor tak sedap di ruang ganti saat Timnas Prancis berlatih jelang laga perempat final Piala Dunia 2022 melawan Inggris. Kabarnya, Pavard mendapat hukuman atas kesalahannya di laga menghadapi Australia. Sehingga ia pun diparkir di laga-laga Timnas Prancis berikutnya.

Namun, Deschamps menampik adanya sentimen pribadi atas tidak dimasukkannya Benjamin Pavard. Dilansir Mirror, Deschamps mengaku tidak memainkan Pavard alasannya murni karena sepakbola. Publikasi Prancis, RTL juga mengklaim tidak ada masalah dalam tubuh Timnas Prancis yang berlaga di Piala Dunia.

“Saya mengambil keputusan untuk tidak memainkannya (Pavard). Saya tidak akan membahas detailnya,” kata Didier Deschamps memberi alasan mengapa tak memainkan Benjamin Pavard.

Masalah di Timnas Prancis Dibongkar Romain Molina

Meski Didier Deschamps berusaha menutupi permasalahan itu, dengan cara menampiknya seolah tidak ada masalah. Namun, wartawan yang sering membongkar boroknya dunia sepakbola, Romain Molina mengklaim ada yang tidak beres di Timnas Prancis yang berlaga di Piala Dunia Qatar.

Molina, dalam sebuah kanal Youtube mengatakan, Benjamin Pavard adalah masalah serius di tubuh Timnas Prancis. Ia juga mengklaim bahwa beberapa hari jelang Piala Dunia 2022, Deschamps ragu dalam memutuskan pemain yang akan berangkat ke Qatar.

Banyak yang mengira bahwa Pavard adalah pemain favorit Deschamps. Namun, kenyataan menunjukkan sebaliknya. Bahwa Pavard tidak sering tampil untuk Timnas Prancis di Piala Dunia 2022. Pavard juga dituding sebagai sumber masalah di Timnas Prancis.

Pavard Sering Melontarkan Komentar Tak Pantas

Romain Molina juga menuding bahwa Pavard diyakini memiliki sifat negatif di tim nasional. Bintang Bayern Munchen itu dianggap kerap melontarkan komentar tak pantas soal timnya.

Pavard diduga kerap membocorkan permasalahan-permasalahan di ruang ganti. Ia sering membicarakan hal yang seharusnya dibicarakan di ruang ganti di media. Maka dari itu, Pavard disebut-sebut punya hubungan yang harmonis sekaligus dekat dengan pers dan beberapa jurnalis.

Pavard Toksik

Benjamin Pavard diduga menciptakan hubungan yang toksik di dalam Timnas Prancis. Ini bukan kali pertama Pavard menyulut api kontroversi. Hal yang sama juga konon pernah terjadi di Piala Dunia 2018. Barangkali karena ketika itu Prancis meraih trofi, permasalahannya bisa tertutup sedemikian rapi.

Namun, surat kabar L’Equipe melaporkan, bahwa sudah terjadi ketegangan di tubuh Timnas Prancis sejak sebelum Piala Dunia 2022 bergulir. Para pemain menganggap Pavard adalah pemain yang toksik. Tidak jelas siapa pemain yang menganggap demikian.

Diketahui bek kanan itu tidak mendapat kepercayaan dari para pemain lainnya. Ia bahkan pernah terlibat pertengkaran secara verbal dengan Paul Pogba, jauh sebelum Piala Dunia 2022, tepatnya pada tahun 2021.

Para staf pelatih di Timnas Prancis juga kabarnya tidak lagi menaruh respect kepada Pavard. Beberapa kali staf pelatih Prancis memberikan kritik kepada Pavard. Apalagi karena ia begitu dekat dengan jurnalis dan membeberkan masalah-masalah dalam tubuh Timnas Prancis.

Hubungannya dengan jurnalis Loic Tanzi juga pernah menimbulkan masalah. Tahun 2018, jurnalis itu pernah membual soal Pavard dan penempatannya di bek kanan. Selain itu, banyak juga informasi-informasi aneh di media yang muncul, diduga itu berasal dari Benjamin Pavard.

Ketegangan di Final

Tidak hanya masalah di ruang ganti. Pavard juga terlibat masalah pribadi yang barangkali mempengaruhinya di ruang ganti. Pavard sebelum Piala Dunia 2022, pernah ditangkap polisi karena mengemudi dalam keadaan mabuk.

Ketegangan yang terjadi antara Pavard dan Timnas Prancis, terutama staf pelatih seperti dipelihara selama Piala Dunia 2022 berlangsung. Bahkan disinyalir ketegangan itu sampai pula di partai final. Sebelum partai final melawan Argentina, menurut Romain Molina, Benjamin Pavard dan Deschamps terlibat adu mulut.

Sikapnya itu membuat suasana ruang ganti jelang final agak sedikit berbahaya. Dan itu membuat internal makin kotor. Barangkali karena ketegangan yang membuncah antara keduanya itulah, Deschamps tidak menurunkan Benjamin Pavard di partai final.

Prancis Lebih Berpeluang Jika Pavard Bermain di Final

Padahal jika mau, Pavard bisa membawa pengalamannya di Piala Dunia 2018 untuk partai final. Sebab Pavard punya pengalaman untuk menjebol gawang Argentina, daripada Jules Kounde. Toh, pada kenyataannya performa Kounde di partai final kurang di sana-sini.

Jules Kounde menjadi bek Prancis dengan rating terburuk di laga final Piala Dunia 2022. Ratingnya, dari data Sofascore hanya 6,3. Pemain Barcelona itu tidak cakap dalam menyerang maupun bertahan. Percobaan dribel Kounde di laga final cuma satu.

Kounde hanya melakukan 49 umpan dari 62 percobaan. Soal bertahan, Kounde minim melakukan clearances. Di laga final hanya 2 kali sapuan dan cuma sekali melakukan intersep. Sebagai perbandingan, di laga kontra Australia, di mana itu adalah satu-satunya laga yang dimainkan Pavard, sang pemain justru bermain apik.

Di laga itu, Pavard juga menjadi distributor bola. Ia menciptakan 77 umpan dari 84 percobaan. Ratingnya di laga itu juga tidak terlalu buruk, yaitu 6,7. Lebih baik dari Lucas Hernandez (6,2).

Sempat Dibela Rekan Setim

Benjamin Pavard sebetulnya juga sudah mendapat pembelaan dari rekan senegaranya. Setelah Pavard mendapat kata-kata kasar dari Didier Deschamps usai laga kontra Australia, ia mendapat dukungan dari Hugo Lloris dan Olivier Giroud. Kedua pemain itu juga memberikan dukungan pada Pavard yang tidak dimainkan Deschamps di laga berikutnya.

Well, belakangan ini, pihak dari Benjamin Pavard sudah menampik pernyataan yang dikeluarkan Romain Molina. Pihak Pavard mengatakan tidak ada masalah antara dirinya dan Timnas Prancis atau antara dirinya dan Didier Deschamps. Tapi, siapa yang tahu?

Sumber: GFNF, LeGossip, Sport, FennecFootball, BFW, Mirror, DailyMail, Sofascore, Tele7

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru