Belajar ‘Respect’ dari Edouard Mendy dan Kepa Arrizabalaga

spot_img

Ajang UEFA Super Cup 2021 mempertemukan sang juara Liga Champions, Chelsea dengan juara Liga Europa, Villarreal. Bertempat di Windsor Park, Irlandia Utara, pertandingan yang digelar pada 11 Agustus 2021 itu berjalan ketat dan sengit sejak menit pertama. Pasalanya, kedua tim sama-sama mengincar trofi pertamanya di musim ini.

Buktinya, laga Piala Super Eropa tahun ini harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain sama kuat 1-1 di waktu normal. Chelsea unggul terlebih dahulu lewat gol Hakim Ziyech di menit ke-27. Villarreal kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-73 lewat gol Gerard Moreno.

Kepa Jadi Pahlawan Chelsea di Babak Adu Penalti

Akan tetapi, drama sesungguhnya terjadi di babak adu penalti. Semenit sebelum babak kedua perpanjangan waktu berakhir, pelatih The Blues Thomas Tuchel menggunakan jatah pergantian pemain terakhirnya untuk melakukan pergantian kiper. Edouard Mendy keluar dan digantikan Kepa Arrizabalaga.

Pergantian tersebut sempat membuat was-was pendukung Chelsea. Bagaimana tidak, sejak kedatangannya dari Rennes, Edouard Mendy menjelma sebagai kiper utama yang sangat meyakinkan, sementara Kepa Arrizabalaga yang pernah dinobatkan sebagai kiper termahal makin meredup sinarnya.

Namun, kekhawatiran itu berganti menjadi suka cita di akhir laga. Kepa berhasil menepis 2 sepakan penalti pemain Villarreal dan jadi pahlawan kemenangan Chelsea. Ia pun bersorak dan langsung dikerumuni rekan satu timnya, termasuk Mendy yang langsung berlari dan memeluknya.

Apa yang terjadi di pertandingan Piala Super Eropa tersebut mengingatkan kita pada kejadian di babak perempat final Piala Dunia 2014 lalu antara Belanda dan Kosta Rika. Pelatih Belanda, Louis van Gaal menarik kiper Jasper Cillessen dan menggantikannya dengan Tim Krul. Hasilnya, Krul tampil heroik dan jadi pahlawan kemenangan Belanda.

Soal Adu Penalti, Kepa Lebih Baik Ketimbang Mendy

Apa yang dilakukan Louis van Gaal saat itu tidaklah spontan. Krul sudah disiapkan dan dibekali catatan penendang penalti Kosta Rika. Dan ternyata, apa yang dilakukan Thomas Tuchel juga sudah direncanakan jauh-jauh hari.

“Itu tidak spontan. Kami membicarakannya dengan penjaga gawang setelah pertandingan piala pertama melawan Barnsley. Kami memiliki beberapa statistik. Kami sudah siap.” kata Tuchel dikutip dari BBC.

Dalam keterangannya, Tuchel juga menjelaskan jika Kepa adalah kiper dengan persentase penyelamatan penalti terbaik di skuadnya saat ini, mengungguli kiper utama The Blues, Edouard Mendy.

“Kepa memiliki persentase terbaik dalam menyelamatkan penalti, tim analisis dan pelatih penjaga gawang menunjukkan kepada saya datanya. Kami berbicara kepada para pemain bahwa ini bisa terjadi ketika kami bermain di pertandingan sistem gugur. Sungguh fantastis bagaimana Edouard menerimanya.” jelas Tuchel dikutip dari BBC

Catatan tersebut memang terbukti adanya. Berdasarkan statistik yang dihimpun Fbref, Kepa memiliki persentase penyelamatan penalti yang jauh lebih baik ketimbang Mendy. Kepa punya persentase penyelamatan sebesar 37,5%, sementara Mendy cuma 15,8%.

Aksinya di babak adu penalti itu membuat Kepa seolah jadi pahlawan kesiangan untuk Chelsea. Namanya sontak langsung dielu-elukan para pendukung The Blues. Kepa sendiri tak bisa menyembunyikan kegembiraannya dan mengaku sudah siap sebelum dimainkan.

“Ini bukan situasi yang biasa tetapi kami sampai pada adu penalti setelah Edouard melakukan pekerjaan yang fantastis. Akhirnya kami menang dan kami sangat senang. Saya siap karena saya tahu ini bisa terjadi. Saya mencoba untuk siap secara mental dan fisik.” kata Kepa dikutip dari 90min.

Seusai pertandingan, Edouard Mendy juga memuji penampilan Kepa. Baginya, siapa yang tampil dan jadi pahlawan tidaklah penting. Menurutnya, yang terpenting adalah kemenangan bersama.

“Saya senang karena kami menang. Saya tahu sejak tahun lalu bahwa jika Kepa datang ke lapangan saat adu penalti, dia akan membantu tim. Ini adalah upaya tim. Kami bermain untuk Chelsea dan untuk kesuksesan. Kami melakukan ini hari ini bersama-sama.” kata Mendy dikutip dari BBC.

Sikap saling memuji di antara kedua kiper tersebut membuktikan betapa sehatnya situasi ruang ganti Chelsea di bawah kendali Thomas Tuchel. Tak heran bila mereka mampu menjuarai Liga Champions dan baru saja jadi kampiun Piala Super Eropa.

Sikap 2 kiper The Blues itu juga menunjukkan betapa pentingnya sikap respect atau saling menghargai satu sama lain. Seperti yang kita tahu, dalam setiap tim hanya boleh 1 kiper yang bermain sementara yang lain mesti menunggu giliran mainnya. Ketika momen itu datang, sudah selayaknya mereka saling mendukung demi kemenangan tim. Semoga apa yang ditunjukkan Kepa dan Mendy bisa menginspirasi dan jadi contoh yang baik untuk kita semua.
***
Sumber Referensi: Detik, Goal, 90min, BBC, Fbref.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru