Ketika suasana begitu jahat, ketika amarah masih terus terpahat, maka disitu akan terdapat jerat yang sulit terlepas ikat.
Sergio Ramos dan Lionel Messi, sedari dulu sudah menjadi musuh yang selalu tebar gemuruh. Persaingan ketat di atas lapangan selalu berakhir dengan tidak hanya keringat, namun juga momen pekat yang tak jarang sulit terlepas dari segala ingat.
Messi Vs Ramos
Friendship Goals @PSG pic.twitter.com/57KppEIuaR— 🆂🆃🅰🅽🅻🅴🆈✊🏿 (@Stanlee887) August 10, 2021
Kita semua tentu masih mengingat ketika duel klasik dari tanah Spanyol tersaji dengan berbagai varian rasa, termasuk bahagia, tangisan, dan tawa. Lupakan duel pahlawan asal Argentina dengan sosok yang kini telah meniti kiprah di tanah Italia, karena, pertarungan sesungguhnya justru hadir diantara sang pengawal pertahanan ibukota dan sang pembobol gawang berbahaya asal Catalonia.
Sergio Ramos dan Lionel Messi, akan sangat sulit untuk menyingkirkan pertarungan hebat ini. Berbekal amunisi terbaik dari masing-masing tim, Ramos yang berbaju putih selalu dibuat kerepotan oleh pemain yang di negara tercintanya sempat kibarkan bendera putih.
Konflik Terpanas Lionel Messi dan Sergio Ramos
Dari banyaknya duel yang tersaji, selama 16 belas tahun terakhir, terdapat beberapa konflik yang rasa-rasanya bakal membuat kita sulit menerima bahwa sebentar lagi, dua pemain paling menghebohkan ini bakal berada dalam satu visi.
Pertama, terjadi pada tahun 2010 silam. Di tengah performa FC Barcelona yang masih berada dalam puncak-puncaknya, duel klasik yang mengharuskan mereka berhadapan dengan tim ibukota ini berakhir dengan sebuah terminasi tak terduga. Kosong lima! Adalah angka yang menghiasi pertandingan penuh petaka bagi tim dengan 13 gelar Eropa.
2010:
Barca won 8-0 vs Almeria. Messi was involved in 5 goals. After this match, Cristiano said: “Let’s see if Barca can score half of those goals against us.”
Few days later:
Barca won 5-0 Real Madrid pic.twitter.com/vimiwpzvJ2
— Barca Galaxy (@barcagalaxy) May 9, 2020
Datang dengan ramuan pelatih asal Portugal, tim yang baru saja memenangkan 7 laga La Liga secara beruntun, tumbang dengan racikan perlawanan tim tuan rumah. Guardiola, yang berdiri tegak di pinggir lapangan, menikmati gelontoran gol yang diciptakan anak asuhnya. Namun tunggu dulu, bukan itu tajuk utamanya.
Setelah tertinggal lima gol, salah satu penggawa Real Madrid penuh amarah, Sergio Ramos, merasa tidak terima. Dia secara brutal melakukan “serangan” kepada La Pulga. Sontak, terjangan berbahaya langsung menarik perhatian semua yang berada dalam pertandingan.
Mungkin pecinta sepak bola sering “ngeh”, kadang pemain Barca-Madrid pro-Referendum & kontra-Referendum suka saling berantem, padahal senegara.
Kadang Puyol VS Xabi, Valdes VS Ramos, Pinto VS Casillas, atau Puyol VS Ramos. Baku hantamnya mungkin teringat preferensi politik juga. pic.twitter.com/2OSjJInuLE
— Kamal | Fully Vaccinated 🙋🏻♂️ (@andikamalreza) February 22, 2020
Sempat cekcok dengan pemain Barcelona, tak terkecuali mencekik leher Carles Puyol, Ramos yang tampak puas setelah merampungkan tugasnya untuk “menghabisi” Lionel Messi, langsung meninggalkan lapangan usai kartu merah tak lagi dapat ditolak.
Duel panas berikutnya yang melibatkan Messi dan Ramos terjadi pada 2017 silam. Sebuah terjangan dua kaki Sergio Ramos tak terbendung oleh lincahnya gocekan Lionel Messi. Tampak, La Pulga sampai harus mengerang kesakitan untuk bisa bangkit, meski serangan berbahaya yang dilancarkan rival bebuyutannya tak sampai berujung pada masalah cedera.
Seperti yang biasanya terjadi, wasit tak ragu mengeluarkan kartu merah untuk Sergio Ramos. Tak cukup sampai disitu, Ramos yang telah dinilai melakukan perbuatan yang amat membahayakan langsung diberi sanksi tambahan berupa larangan bertanding di empat laga La Liga.
Selanjutnya adalah tragedi yang sempat disebut sebagai sikutan berdarah Sergio Ramos. Ramos memang tampak sudah kelewat benci kepada Lionel Messi. Sehingga, gerak-gerik apapun yang dibuat La Pulga akan selalu menjadi sebuah ancaman baginya.
Padahal, dia tidak harus sampai berlaku kasar untuk mempertahankan wilayahnya. Cukup dengan mengandalkan kemampuan serta tubuh tegapnya, Ramos yang bila sanggup bersikap lebih tenang, mungkin akan mampu meredam serangan yang mengundang tepukan di akhir pertunjukkan.
Namun kembali ke realita, dia bukanlah sosok bek yang haus pujian. Apapun akan dilakukan demi bisa menjaga wilayah nya dari serbuan lawan, termasuk dari Lionel Messi yang kerap membuatnya tak sanggup menahan amarah.
Di laga yang bergulir pada 2019 lalu itu, Messi tampak ingin merebut bola yang mengarah ke bek tersebut. Messi pada akhirnya gagal, dan memang, Ramos lah yang mampu menguasai bola. Akan tetapi, kebencian yang kadung masuk ke dalam pikiran membuat Ramos sengaja menyikut wajah La Pulga.
‘Lionel had blood in his mouth. It was aggression’
Gerard Pique slams Sergio Ramos for elbowing Messi in El Clasico clashhttps://t.co/P0NwU6o2VW pic.twitter.com/v8AtsELypR
— MailOnline Sport (@MailSport) March 4, 2019
Tak dinyana, tindakan yang dilakukan membuat Messi terkapar. Bahkan, dikatakan bila bibirnya sampai mengeluarkan darah tepat setelah “diserang” oleh sikutan Ramos.
Masih ada lagi momen mengesalkan yang melibatkan keduanya. Lagi-lagi, Ramos lah yang menjadikan laga panas antara Real Madrid dan Barcelona lebih berapi-api. Tepat pada leg kedua Piala Super Spanyol 2017, Real Madrid sudah memimpin 2-0 atas rival beratnya. Dalam kondisi tertinggal, Barcelona tentu menggebu untuk menjebol gawang lawan.
Namun ketika Messi dilanggar oleh Ramos, kapten Real Madrid itu justru dengan santai mengambil bola, berjalan sebentar, dan membuang bola ketika La Pulga mencoba memintanya. Praktis, pemain asal Argentina yang biasanya dikenal kalem itu pun tampak kesal. Malah, Messi juga terlihat mengumpat kepada Ramos.
“Motherf***er!”
There was some derby bad blood between Messi and Ramos.
📽 https://t.co/C0diRj1LsT pic.twitter.com/xFSZI8T9jW
— MARCA in English (@MARCAinENGLISH) August 17, 2017
Belum habis konflik yang telah dibahas, Lionel Messi juga sempat menempatkan diri sebagai pemain yang lakukan tindakan kurang terpuji. Pada pertandingan el clasico yang digelar pada Mei 2017, Lionel Messi melakukan pelanggaran bukan karena kebencian yang tertanam dalam diri. Namun, apa yang dilakukan Messi ketika itu timbul dari kesetiaannya kepada Luis Suarez sebagai rekan sejati.
Ya, sebelumnya, Suarez terlibat konflik dengan Ramos. Pemain asal Uruguay itu bahkan sampai terlibat cekcok dengan beberapa pemain. Kemudian, ketika pertandingan dilanjutkan dan Ramos mencoba untuk mengelabui La Pulga, kaki kanannya justru diterjang hingga membuatnya hilang keseimbangan.
Melalui aksi tersebut, Messi sampai membuat Ramos tersungkur dan memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning untuknya.
Bertemu Dalam Satu Tim
Layaknya roda kehidupan yang terus berputar, Sergio Ramos yang temui masa senja di Real Madrid telah putuskan pergi. Dia yang dulu dipuji sebagai bek terbaik yang dimiliki, kini pergi dan resmi temukan destinasi yang dianggap bisa memberi akhir paling dinanti.
Pun dengan Messi, yang meski miliki hasrat untuk tetap berdiri sebagai pemain paling disegani, harus rela pergi setelah terjadi masalah yang tak diprediksi. Pemain yang sudah puluhan tahun lamanya berikan aksi terbaik serta persembahkan trofi yang tak sedikit, pamit, untuk meniti karir yang membuatnya bisa teruskan misi.
Lionel Messi in tears at his farewell press conference. 😢 pic.twitter.com/FCg5UbVyV4
— FootballFunnys (@FootballFunnnys) August 8, 2021
Diiringi oleh derasnya air mata yang hujani perpisahan keduanya, kompetisi La Liga dengan laga el clasico khususnya, harus siap membuat cerita berbeda untuk para penikmatnya.
Satu hal yang paling mengejutkan, kedua pemain yang telah terlibat dalam duel panas selama kurun waktu beberapa tahun lamanya itu kini berubah menjadi duet dalam satu tim yang sama. Sergio Ramos yang telah lebih dulu mengumumkan kepindahannya ke Paris Saint Germain, harus menerima kenyataan bahwa dirinya bakal menjadi rekan satu tim dengan pemain yang dulu sering “dihajarnya”.
Ramos dan Messi, akan menjadi fenomena baru dalam kompetisi tertinggi. Kekuatan yang juga dihuni oleh banyak pemain bintang lain, akan semakin mengerucutkan visi keduanya yang sama-sama ingin persembahkan trofi paling bergengsi untuk PSG.
Lionel Messi and Sergio Ramos together. Hugging. In PSG shirts. pic.twitter.com/kt5EOFytpW
— Roy Nemer (@RoyNemer) August 12, 2021
Akhir kata, kebencian yang terlalu mendalam memang kerap munculkan cinta di akhir cerita. Maka, pesan untuk semua, jangan terlalu benci kepada seseorang yang kita anggap lawan. Sebab, entah kapan waktunya, takdir bisa saja menanam cinta dalam hati kita, untuk diberikan kepada orang yang sebelumnya kita anggap sebagai penghalang.


