Di tengah krisis yang dialami FC Barcelona, klub tersebut tetap bersedia untuk mendatangkan sejumlah pemain anyar, guna dimanfaatkan untuk menutup lubang yang kian lebar. Mulai dari bek hingga ke barisan penyerang, FC Barcelona telah mendapat sejumlah nama yang diprediksi bakal jadi andalan.
Namun, meski mereka kini tampak optimis dalam menyongsong musim baru, ada satu pemain yang mulai kembali ke performa terbaiknya, justru dihadapkan dengan ketidakpastian masa depan. Antoine Griezmann, pria Prancis yang kini berusia 30 tahun itu dilaporkan bakal hengkang dari klub Catalan.
Daftar Isi
Sudah Ada Tanda-Tanda Kepergian Griezmann
Dalam hal ini, sudah ada sejumlah tanda yang mengisyaratkan bahwa Griezmann memang tampak tidak menjadi bagian dari klub musim depan. Pertama adalah tidak hadirnya sosok sang pemain ke dalam acara peluncuran jersey anyar FC Barcelona.
The new Barcelona away kit 👕 pic.twitter.com/HE8QLIXwEV
— B/R Football (@brfootball) July 15, 2021
Seperti yang dilaporkan Marca, Barcelona merilis jersey tandang yang bakal mereka gunakan untuk mengarungi musim 2021/22 dengan warna dominan ungu cerah. Warna dengan nama resmi ‘Purple Pulse’ ini dipilih Barcelona dan Nike sebagai kit supplier untuk mendorong pemberdayaan wanita serta kesetaraan gender.
Namun sekali lagi, dari banyaknya pemain Barcelona yang turut menjadi bagian dari peluncuran jersey tersebut, tidak ada sosok Griezmann yang seharusnya menjadi salah satu bagian penting dari tim. Padahal, pada sesi peluncuran jersey utama beberapa waktu sebelumnya, masih terdapat sosok Griezmann.
Real Madrid and FC Barcelona, home and away kits for the season 2021/22. 👕 pic.twitter.com/FK4j0823kR
— The Football Arena (@thefootyarena) July 15, 2021
Kali ini bintang yang nampak hanya Gerard Pique, Frenkie de Jong, Pedri, hingga Sergi Roberto. Praktis, di tengah spekulasi masa depan sang pemain, hal ini terus dikaitkan dengan kepergian Griezmann dari FC Barcelona.
Berikutnya, seperti yang dilaporkan goal, pemain Prancis ini dikabarkan menolak untuk mengikuti latihan Barcelona di tengah isu kepergiannya dari klub. Kabar tersebut muncul setelah ada berita yang melaporkan bila Barcelona memang bakal melepas Griezmann pada musim panas ini.
Melepas Griezmann menjadi opsi paling ideal untuk Barcelona yang sedang mengalami krisis keuangan. Dengan gaji tinggi yang harus dibayarkan kepada Griezmann, melegonya akan mengurangi beban finansial klub berjuluk Blaugrana. Barca diketahui nyaris mengeluarkan biaya mencapai sebesar 350 juta euro hanya untuk membayar gaji pada musim 2020/21. Akibatnya, mereka menelan kerugian hampir 600 juta euro di mana sebagian besar disebabkan oleh beban gaji pemain.
Dengan rencana itu, Barcelona diklaim bakal lebih mudah untuk menata keuangan. Selain itu, mereka juga bakal punya cukup dana untuk bisa segera memperpanjang kontrak Lionel Messi.
The full weight of Barcelona’s financial crisis has come to this: Lionel Messi is out of contract, and the club needs to cut $200 million-plus in salary if it wants him back. https://t.co/EVImZIkpTM
— Andrew Das (@AndrewDasNYT) July 12, 2021
Sontak, kabar tersebut langsung membuat Griezmann murka. Itu mengapa sang pemain menolak untuk mengikuti latihan FC Barcelona. Dia tidak lagi percaya dengan klub dan memikirkan untuk segera mencari pelabuhan baru musim depan.
Ronaldo Koeman Tidak Bisa Pastikan Masa Depan Griezmann
Situasi sang pemain kemudian dibuat kian pelik usai pelatih Ronald Koeman tidak bisa memastikan masa depan nya di Barcelona. Koeman memang mengakui bila Griezmann merupakan salah satu rekrutan terbaik Barca. Bahkan pada musim lalu sang pemain telah tunjukkan performa gemilang. Dia mulai sering mencetak gol dan membuat keakrabannya dengan Lionel Messi tampak hebat.
(☀️) It is almost certain that if Messi 🇦🇷 continues at Barça, Griezmann 🇫🇷 would not continue. [@Alfremartinezz] #FCBlive pic.twitter.com/rrcxfOXJgp
— RouteOneFootball (@Route1futbol) July 9, 2021
Akan tetapi pelatih asal Belanda itu menghargai seluruh keputusan klub dan tidak akan menghalangi siapapun yang ingin pergi dari Barca. Lebih lanjut, dia mengatakan bila prioritas Barcelona saat ini adalah memperpanjang kontrak Lionel Messi.
“Masih banyak waktu tersisa, mari kita lihat siapa yang bertahan dan siapa yang pergi. Tapi jelas bahwa perpanjangan kontrak Messi adalah prioritas mutlak,” kata Koeman (via tribal football).
Saat situasinya di Barcelona tidak menentu, nama Griezmann langsung dipantau oleh banyak klub Eropa. Diantaranya Chelsea, Manchester City, sampai Juventus. Akan tetapi, rumor yang paling kencang hadir dari klub yang pernah ia bela, Atletico Madrid.
Kembali ke Atletico?
Menurut goal, Barcelona dan Atletico Madrid kini terus menjalin kontak untuk membahas transfer Griezmann. Namun Griezmann tidak akan menjadi satu-satunya pemain yang terlibat dalam rencana ini. Kedua tim itu dikabarkan bakal melakukan pertukaran pemain.
Saul Niguez, yang memang sudah diizinkan klub untuk pergi bakal dijadikan sebagai pemain yang memuluskan kepulangan Griezmann ke Wanda Metropolitano. Griezmann diklaim menyambut baik kabar tersebut. Dia bahkan diklaim sudah tidak sabar untuk menunggu kepulangannya ke Atletico.
Antoine Griezmann is in line for a return to Atletico Madrid as part of a swap deal with Barcelona for Saul Niguez, according to @partidazocope pic.twitter.com/XtsgEJbR13
— B/R Football (@brfootball) July 14, 2021
Namun, Barcelona tidak lantas ingin melepas Griezmann untuk ditukar dengan Saul begitu saja. Pasalnya, nilai pasar Griezmann masih lebih besar 20 juta euro ketimbang Saul. Maka mereka meminta kompensasi dalam pertukaran ini. Bila Atletico tidak menyanggupi, maka Blaugrana meminta setidaknya dua pemain lagi untuk diikutkan dalam rencana ini.
Dua pemain yang diminta Barca sendiri adalah Renan Lodi dan Mario Hermoso untuk memperkuat pertahanan. Dua pemain itu dinilai bakal menutup kebutuhan el Barca akan bek tengah berkaki kidal dan bek sayap kiri.
Untung Rugi Pertukaran Griezmann dan Saul
Kembali fokus pada pertukaran Griezmann dan Saul, kira-kira siapa yang paling diuntungkan dari rencana ini?
Bagi Barcelona, seperti yang sudah dijelaskan, melepas Griezmann bakal membuat mereka lebih mudah untuk menata keuangan. Selain itu, mendapatkan Saul juga bukan ide yang terlalu buruk. Masih berusia 26 tahun, sang pemain bisa dijadikan sebagai andalan setelah mereka gagal dapatkan Georginio Wijnaldum. Lebih dari itu, dia juga bisa dijadikan sebagai proyek jangka panjang klub.
Menjadi salah satu pemain terbaik Atletico dalam beberapa tahun juga membuat Saul memberi jaminan kepada Barcelona bahwa dirinya akan sangat berguna bagi tim, mengingat jumlah gol dan assist yang diciptakan tak kalah hebat. Satu hal lain yang bisa didapat dari Saul adalah dirinya merupakan sosok pemain serba bisa.
🚨 Saul 🇪🇸 is not training with the group today. Atlético say he is working individually. [@JaviGomezCh] #FCBlive #Atleti pic.twitter.com/o9QubCYf55
— RouteOneFootball (@Route1futbol) July 15, 2021
Dalam beberapa skema, Saul bisa dimainkan sebagai gelandang maupun winger, dimana hal itu tentu bakal menjadi keuntungan bagi Barca.
Sementara bagi Atletico, melepas Saul pergi akan membuat mereka kembali kehilangan identitas. Setelah kehilangan Lucas Hernandez, Rodri, dan juga Thomas Lemar, praktis mereka hanya menyisakan nama Koke sebagai pemain asli didikan akademi klub. Saul dengan fleksibilitasnya dan telah menjadi andalan pelatih Diego Simeone juga diprediksi bakal jadi penyesalan bagi klub yang berbasis di ibukota.
Akan tetapi mereka juga tidak perlu menunjukkan kekhawatiran berlebih setelah klub baru saja merampungkan transfer gelandang berbakat asal Argentina, Rodrigo De Paul, yang bisa dijadikan untuk menutup lubang yang ditinggal Saul.
Lalu ketika bicara tentang kedatangan Griezmann, akankah para penggemar menerimanya setelah dua tahun lalu ditinggal dengan segala luka?
Two years ago today, Antoine Griezmann was unveiled as a Barcelona player after his €120 million move from Atletico Madrid 📸 pic.twitter.com/cZHoIkweF5
— Goal (@goal) July 14, 2021
Terlepas dari itu semua, kedatangan Griezmann yang memang jadi pemain favorit Diego Simeone tidak akan membuat klub ragu. Tiga trofi dalam jangka waktu lima tahun membuat Griezmann akan langsung tancap gas ketika pulang ke Wanda Metropolitano.
Harus diakui bila Griezmann merupakan pemain yang sangat berkualitas. Kegagalan nya di Barca tidak lantas membuatnya layak dicap sebagai pemain buruk. Dia hanya tidak cocok dengan skema Barca hingga membuatnya seolah sulit untuk beradaptasi.
Jadi dengan gaya bermain yang sudah begitu lekat dengan skema Diego Simeone, rasa-rasanya tidak sulit bagi Griezmann untuk membayar segala luka dari kepergiannya dari ibukota dua tahun lalu.


