Katanya di dunia ini tak ada yang sia-sia, tapi apabila melihat daftar pembelian Chelsea musim panas ini, mungkin keyakinan itu akan runtuh. Bagaimana tidak? Pergerakan transfer Chelsea di tangan pemilik barunya, Todd Boehly benar-benar ceroboh dan terkesan tak memiliki tujuan yang jelas.
Menurut mereka, transfer ini merupakan investasi jangka panjang. Jadi hasilnya baru bisa dilihat dalam waktu dua atau tiga musim ke depan. Namun, itu jadi waktu yang terlalu lama mengingat kondisi tim saat ini sedang carut-marut. Tim tengah dihujani hasil buruk dan membutuhkan perubahan instan dari pemain-pemain yang baru didatangkan kemarin.
Chelsea termasuk jadi tim Inggris yang jor-joran di bursa transfer musim panas lalu. Nama-nama besar dengan harga mahal pun menghiasi skuad Graham Potter musim ini. Tapi hingga saat ini, belum kelihatan dampak positifnya. Mungkin yang paling mending ya Raheem Sterling dan Kalidou Koulibaly. Sisanya? Sangat mengkhawatirkan.
Daftar Isi
Pierre-Emerick Aubameyang
Pembelian ceroboh pertama adalah Pierre-Emerick Aubameyang. Mantan punggawa Saint Etienne ini mendarat di Stamford Bridge setelah klub bersedia menebusnya dengan biaya 12 juta euro (Rp197 miliar) dari Barcelona. Namun, kembalinya Aubameyang ke sepakbola Inggris nampaknya tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Sebetulnya aura negatif dari Aubameyang sudah terlihat sejak pertama kali membuat video perkenalan dirinya bersama Chelsea. Video singkat minim cahaya itu menampilkan Auba yang berseragam Chelsea sambil memberikan sepatah dua patah kata kepada para fans. Namun yang lucu adalah, senyuman Auba terlihat palsu dan caranya menyampaikan begitu tak bersemangat.
Selama berseragam Chelsea, Aubameyang juga kesulitan mendapatkan menit bermain. Selain menggunakan nomor 9 yang diyakini nomor keramat di Chelsea, Auba juga kesulitan untuk beradaptasi dengan pola permainan Graham Potter. Hasilnya, Potter lebih memilih Kai Havertz sebagai juru gedor lini depan The Blues dari padanya. Apalagi dengan adanya Joao Felix, menit bermain Auba diprediksi bakal kian menipis.
Jadi tak heran apabila hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Aubameyang mungkin akan meninggalkan Stamford Bridge dalam jendela transfer Januari. Sayangnya, keinginannya ini terganjal regulasi. Pasalnya, FIFA melarang seorang pemain untuk membela lebih dari dua klub dalam satu musim.
Jadi satu-satunya opsi Auba adalah Barcelona. Namun, situasi pun makin sulit karena Barca juga terhalang regulasi sepakbola Spanyol. Federasi sepakbola Spanyol memiliki aturan kalau klub tidak boleh mendaftarkan pemain yang sama dua kali dalam satu musim. Bertahan nggak dapet menit bermain, mau pindah tapi nggak bisa.
Marc Cucurella
Yang kedua adalah Marc Cucurella. Mengapa transfernya merupakan pembelian ceroboh? Karena Cucurella bergabung dengan mahar di luar akal sehat. Klub lamanya, Brighton mematok 65 juta euro atau setara dengan Rp1 triliun untuk Cucurella. Itu menjadikannya sebagai bek kiri termahal di dunia. Lucunya, Chelsea pun mau saja dikasih harga segitu.
Feel like this Cucurella situation is getting worse.
Backed him at start of season because he got tonsillitis & was out sick.
Now Potter is burying him on the bench for Hall + Chilwell isn’t even back?
It’s not looking good if Potter doesn’t rate him, he’s losing value. pic.twitter.com/v4ClFYwdEA
— Infamous (@InfamousChelsea) January 15, 2023
Oke, mungkin Graham Potter menggaransi performa Cucurella karena sewaktu masih bekerjasama di Brighton, sang pemain menampilkan performa yang impresif. Lulusan La Masia itu rajin melakukan umpan progresif yang baik meski bermain sebagai bek.
Kemampuan bertahannya juga baik sewaktu di Brighton. Namun, setelah bergabung dengan Chelsea, statistik apiknya di Brighton hanya tinggal sejarah. Performanya angin-anginan bahkan cenderung biasa aja mengingat harganya yang sangat fantastis.
Chelsea membeli Cucurella karena ia merupakan bek yang memiliki naluri menyerang. Namun, setelah bergabung dengan Chelsea, kontribusinya tak sebanding dengan harganya yang super mahal. Kemampuan menyerangnya tak diimbangi dengan kemampuan bertahan yang baik.
Carney Chukwuemeka
Selanjutnya ada Carney Chukwuemeka. Selain namanya susah dibaca, gaya bermainnya pun susah terbaca. Bukan karena ia memiliki beberapa gaya bermain, melainkan pemain berusia 19 tahun itu memang jarang dimainkan. Ia tak menjadi pilihan utama di skuad Chelsea musim ini. Carney baru mencatatkan tujuh penampilan dengan menit bermain yang hanya mencapai 188 menit saja.
Introducing your newest blue, Carney Chukwuemeka! 🤝#ChukwuemekaIsChelsea pic.twitter.com/Ojsh38bKBC
— Chelsea FC (@ChelseaFC) August 4, 2022
Todd Boehly mengatakan kalau penandatanganan Chukwuemeka dari Aston Villa merupakan salah satu investasi jangka panjangnya di Chelsea. Namun, apabila melihat urgensi sekarang, tampaknya Chelsea lebih membutuhkan pemain yang siap pakai untuk memperbaiki performa tim ketimbang pemain muda yang belum jelas kemampuannya.
Terlebih, harganya yang mencapai 20 juta pound atau setara dengan Rp369 miliar, dirasa terlalu mahal untuk bocah berusia 19 tahun. Padahal kalau dilihat performanya musim lalu juga biasa aja. Sang gelandang memang membuat 12 penampilan di Liga Inggris musim lalu, tapi hanya dua kali sebagai starter.
Entah hanya mengandalkan feeling atau Chelsea memang benar-benar melihat potensi Chukwuemeka. Mendatangkannya dengan harga segitu, tapi tak memberikan jam terbang yang lebih, rasanya mubazir aja gitu.
Denis Zakaria
Masih ada Chukwuemeka, Chelsea justru mendatangkan gelandang lain. Aneh kan? Kali ini Denis Zakaria, ia dipinjam semusim penuh dari Juventus. Pemain ini memang menarik kala masih berseragam Borussia Monchengladbach. Performa solidnya dalam menghalau serangan lawan bahkan sempat membuat Manchester United kepincut.
Namun, United mengurungkan niatnya untuk mendatangkan Zakaria sehingga sang pemain merapat ke Juventus. Akan tetapi, di Juventus tampaknya ia tak begitu berhasil, jadi si Nyonya Tua mau meminjamkannya ke Chelsea.
Chelsea mendatangkan Zakaria dengan maksud untuk menggantikan N’Golo Kante yang tak kunjung pulih dari cederanya. Ketiadaan Kante sangat terlihat membuat lini tengah The Blues kehilangan sosok penyeimbang dan perusak irama permainan lawan. Nah, dengan adanya Zakaria, Chelsea berharap ia bisa mengisi lubang yang ditinggalkan Kante.
🇨🇭 Dennis Zakaria completed more successful take-ons (3/3) than any other player for either Chelsea or Manchester City.
🔥. #CFC #CHEMCI #Chelsea pic.twitter.com/TNePXtJH43
— Mozo Football (@MozoFootball) January 5, 2023
Alih-alih menggantikan Kante, ketika baru didatangkan, Zakaria justru menghilang dari skuad Chelsea. Ia baru bisa debut di Liga Inggris pada pekan ke-17 saat Chelsea berhasil mengalahkan Bournemouth 2-0. Sebenarnya ia tampil bagus, tapi Zakaria hanya bermain dua kali sebelum akhirnya menyusul Kante ke ruang perawatan.
Chelsea mengkonfirmasi kalau Zakaria mengalami cedera hamstring di laga kontra Fulham kemarin. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut bahkan sudah mengkonfirmasi kalau pemainnya akan absen hingga satu bulan.
Wesley Fofana
Satu hal lagi yang membuat Chelsea kelimpungan adalah para rekrutan anyar mereka yang belum tampil sesuai harganya. Dan Wesley Fofana mungkin jadi yang paling mengecewakan. Susah payah didapat dengan harga lebih dari 80 juta euro atau setara Rp1,3 triliun dari Leicester City, Fofana justru belum memberi kontribusi kepada Chelsea.
Wesley Fofana, expected to return in three or four weeks after new injury in the last friendly game. It’s not serious injury. 🔵 #CFC pic.twitter.com/TeYOIpRVAR
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) December 21, 2022
Mendatangkan bek anyar memang jadi urgensi Chelsea awal musim kemarin, karena mereka baru melepas Antonio Rudiger ke Real Madrid. Chelsea juga merasa Thiago Silva butuh penerus di tengah usianya yang tak muda lagi. Niatnya sudah bagus, tapi eksekusinya yang masih buruk. Hingga kini Fofana justru lebih sering menghabiskan waktunya di ruang perawatan.
Baru tampil 4 kali, ia langsung mengalami cedera lutut yang membuatnya absen sejak awal Oktober 2022. Sebetulnya Chelsea sudah tahu, kalau Fofana juga sempat lama absen lantaran patah kaki. Ia bahkan hanya tampil sebanyak 12 kali bersama The Foxes musim lalu. Namun, entah mengapa Chelsea seperti tergesa-gesa untuk menebus mahal Fofana dari Leicester.


