Balas Tutup Mulut Jerman, Ini Alasan Pendukung Qatar Bawa Poster Ozil!

spot_img

Jerman bertemu dengan Spanyol pada Senin dini hari tadi. Ini merupakan laga yang ditunggu-tunggu oleh pecinta sepak bola. Sebab kedua negara ini merupakan salah dua poros kekuatan bola di Eropa. Selain itu juga keduanya pernah jadi juara Piala Dunia. Jadi, bentrokan keduanya pasti akan menciptakan momen seru.

Benar saja, pertandingan tersebut diwarnai oleh aksi tidak biasa oleh para penonton. Para penonton dari Qatar terlihat membawa poster Ozil. Beberapa juga bahkan ada yang melakukan pose tutup mulut. Apa arti dari aksi itu?

Warga Qatar Pegang Poster Ozil

Di tribun penonton saat pertandingan Jerman vs Spanyol, para fans yang menggunakan pakaian gamis putih khas warga Qatar memegang poster Ozil. Beberapa orang juga terlihat memegangi poster tersebut sambil menutup mulut mereka. Ini jelas aksi balasan warga Qatar atas aksi tutup mulut yang dilakukan pemain Jerman di pertandingan melawan Jepang sebelumnya.

Aksi itu seolah ingin mengingatkan Jerman, bahwa mereka masih memiliki dosa mereka sendiri. Yaitu memperlakukan Ozil dengan tidak adil sehingga sang pemain memutuskan untuk pensiun dari tim nasional sejak tahun 2018. Ozil memang secara kontroversial memutuskan untuk gantung sepatu dari sepak bola internasional setelah menerima perlakuan rasis dari federasi sepak bola Jerman.

Ozil dijadikan kambing hitam atas kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018. Saat itu Jerman tersingkir dari fase grup dan mengklaim bahwa dirinya merupakan bagian yang tidak diinginkan Der Panzer. Ozil juga mengaku ia menerima perilaku rasis dan tidak hormat saat itu.

Konflik Ozil vs Jerman

Semuanya berawal dari bulan Mei 2018. Saat itu tepat sebelum Piala Dunia di Rusia dimulai. Ozil dikabarkan bertemu dengan presiden turki, Recep Tayyip Erdogan. Pertemuan Ozil dan Erdogan itu menyulut kemarahan warga Jerman. Sebab Erdogan punya sejarah politik yang buruk dengan negara Jerman. Mereka menganggap bahwa pertemuan Ozil dengan Erdogan adalah suatu penghianatan. Padahal, Ozil memang punya darah keturunan Turki.

Dengan kemarahan warga Jerman yang masih menyala, Ozil berangkat ke Rusia. Seperti yang kita tahu, Jerman tampil sangat buruk di Piala Dunia 2018 lalu. Mereka kalah dengan Meksiko dan secara memalukan kalah dari Korea Selatan. Hasil itu membuat mereka tidak lolos fase grup sekaligus menjadi penampilan terburuk mereka di Piala Dunia.

Jerman yang masih menyimpan api kemarahan kepada Ozil, menyalahkan gelandang itu atas performa buruk Jerman di Piala Dunia 2018. Ozil percaya bahwa kritikan itu bernada rasis sebab dirinya punya darah seorang imigran. Yang memperburuk situasi adalah federasi sepak bola Jerman tidak membela Ozil sama sekali.

federasi sepak bola Jerman atau DFB, menganggap tidak ada perlakuan rasis terhadap Ozil. Mereka juga mengatakan bahwa pertemuan Ozil dengan presiden Turki memang banyak menimbulkan pertanyaan. Sambil mereka juga memuji Ozil atas kontribusinya di Piala Dunia 2014.

Ozil Pensiun

Kecewa dengan ketidakadilan yang didapatkannya dan perilaku rasis yang diterimanya itu, Ozil memutuskan untuk pensiun dari tim nasional Jerman. Meskipun begitu, dari pernyataan Ozil saat pensiun mengatakan bahwa ia membuat keputusan ini dengan sangat berat hati.

“Dengan sangat berat hati dan banyak pertimbangan sebelumnya yang berdasar pada kejadian baru-baru ini, saya tidak akan bermain lagi dari timnas Jerman disaat saya masih punya perasaan rasisme.”

Dalam pernyataannya itu, Ozil juga menyerang Reinhard Grindel selaku presiden DFB. Ia berkata bahwa Grindel telah berperilaku rasis dan diskriminatif terhadapnya. Karena Ozil punya darah keturunan dari imigran.

“Perilaku yang rasis dan diskriminatif itu tidak mencerminkan para pemain yang seharusnya mereka wakili. Bagi Grindel dan para pendukungnya, saya adalah seorang warga Jerman jika kami menang, tapi seorang imigran jika kami kalah”

Aksi Balas Tutup Mulut Jerman

Dan sejak saat itu, Ozil tidak lagi berseragam Die Mannschaft. Ia masih kecewa dengan tindakan rasisme yang diterimanya saat Jerman tampil buruk di Piala Dunia 2018. Ini yang jadi alasan kenapa beberapa fans di stadion mengangkat poster Ozil. Selain itu juga untuk membalas aksi tutup mulut Jerman pada pertandingan lawan Jepang di laga sebelumnya.

Saat melawan Jepang, para pemain Jerman melakukan pose menutup mulut sebelum pertandingan. Itu adalah bentuk protes para pemain Der Panzer yang tidak diperbolehkan memakai ban kapten pelangi selama turnamen Piala Dunia 2022 berlangsung. Tidak hanya Jerman, tapi juga semua tim yang memakai ban kapten one love akan dikenakan sanksi berupa kartu kuning.

DFB kemudian memberikan pernyataan terkait pose tutup mulut itu. Mereka berdalih bahwa ini bukanlah aksi politik melainkan aksi kemanusiaan. Juga menjelaskan bahwa hak asasi manusia tidak bisa dinegosiasi dan pesan ini sangat penting bagi mereka.

“Ini bukan soal memberikan pernyataan politik. Hak asasi manusia tidak bisa dinegosiasi. Itu harusnya bisa diterima tapi malah tidak. Itulah kenapa pesan ini sangat penting bagi kita. Melarang kita menggunakan ban kapten itu sama dengan melarang kita untuk mengeluarkan suara.”

Jerman Masih Susah Menang

Perjalanan Die Mannschaft di Piala Dunia 2022 ini yang penuh dengan kampanye politik mungin jadi salah satu alasan mengapa mereka masih belum juga menang. Di pertandingan melawan Spanyol itu, anak asuh Hansi flick hanya mampu bermain imbang satu sama.

Gol pertama diciptakan oleh pemain pengganti, Alvaro Morata di menit ke-62. Jerman sudah bersiap-siap untuk angkat koper kalau saja bukan karena Niklas Fullkrug. Ia mencetak gol penyeimbang ketika pertandingan hanya tersisa 7 menit, atau tepatnya di menit ke-83.

Hasil ini mencatatkan rekor buruk untuk Jerman. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, Jerman gagal menang di dua pertandingan awal fase grup. Selain itu catatan buruk juga ditorehkan Manuel Neuer. Sebab, Jerman tidak pernah clean sheet di delapan pertandingan terakhirnya di tahun ini.

Nasib Grup E

Meskipun begitu, hasil imbang ini belum memastikan nasib Jerman di Piala Dunia 2022. Anak asuh Hansi Flick masih bisa bernafas sampai dengan pertandingan terakhir mereka di fase grup. Meskipun Jerman saat ini masih berada di dasar klasemen Grup E.

Pertandingan Jerman selanjutnya adalah melawan Kosta Rika yang di pertandingan lain secara mengejutkan bisa mengalahkan Jepang. Jika Jerman bisa mengalahkan Kosta Rika dengan dua gol atau lebih, mereka bisa dipastikan lolos ke fase gugur. Dengan catatan Jepang bisa mengalahkan Spanyol.

Jika Jerman menang dengan hanya selisih satu gol dari Kosta Rika, maka Jepang hanya butuh hasil imbang lawan Spanyol. Jepang akan lebih unggul hasil head-to-head dengan Jerman. Sedangkan Spanyol, butuh keajaiban untuk bisa membuat mereka tidak lolos fase grup. Akan sangat menarik dinantikan siapa yang akan melaju ke babak 16 besar.

 

Sumber referensi: Guardian, Sky, Daily, Express

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru