Menakjubkan! Ketika Tim Samba Eropa & Brazil Tampil Perkasa, ini Faktanya?

spot_img

Gol cantik tapi telat dari Casemiro membuat Brazil unggul 1-0 atas Swiss. Dan memastikan tim samba untuk lolos ke putaran 16 besar Piala Dunia 2022. Selain itu, kemenangan ini melanjutkan rekor Brasil yang belum terkalahkan di pertandingan fase grup sejak tahun 2002.

Bermain di stadion 974, tim samba sudah bisa menekan sejak menit-menit awal. Meskipun begitu brasil berada jauh dari permainan terbaiknya di babak pertama. Juara Piala Dunia lima kali itu bekerja keras untuk mematahkan pertahanan Swiss namun sia-sia.

Kehilangan Neymar

Absennya Neymar di pertandingan tersebut membuat Brasil kekurangan kreativitas dan membuat lini serang tim samba jadi tumpul. Di babak kedua, Vinicius jr sebenarnya bisa membuka keran gol. Namun sayang, golnya itu dianulir oleh offside. Gol baru tercipta di menit ke 83. Casemiro yang maju dan menyambar bola untuk masuk ke gawang. Pertandingan berakhir dengan skor 1-0.

Pelatih timnas Brasil, Tite juga mengaku bahwa Neymar adalah sosok penting dalam racikan strateginya. Ia juga mengatakan bahwa Neymar adalah bakat yang spesial dimana tidak semua pemain bisa memilikinya.

“Tentu saja Neymar adalah pemain yang punya kemampuan yang berbeda. Dia adalah pemain yang bisa menyihir anda dengan dribble nya melewati anda tanpa disadari. Ya, kami rindu Neymar. Dia punya kekuatan kreatif yang besar dan sangat efektif dalam menyerang”

Performa Brasil yang menurun di babak pertama pertandingan itu tentu merupakan dampak dari absennya Neymar karena cedera. Neymar mengalami cedera ketika Brasil sukses mengalahkan Serbia dengan skor 2-0 di laga sebelumnya.

Di laga tersebut, Neymar ditarik keluar lapangan pada menit ke-80. Dikabarkan pemain PSG itu mengalami cedera pergelangan kaki yang cukup parah. Sehingga sang pemain diragukan untuk bermain bersama Brasil di sisa pertandingan fase grup.

Taktik Tite

Ketergantungan terhadap Neymar ini bisa terlihat ketika Brasil kesusahan menembus barisan pertahanan Swiss di babak pertama. Selecao sebenarnya punya beberapa peluang emas namun gaga mengkonversinya menjadi gol.

Sedangkan untuk Swiss, mereka fokus untuk bermain bertahan di pertandingan itu. Swiss sedikit bisa menunjukan ancaman dan hingga 90 menit berlalu, mereka gagal mencatatkan tembakan ke gawang. Setidaknya itu sempat membuat Brasil kesusahan.

Untungnya Tite bisa cerdik dalam melihat keadaan dan dalam melakukan pergantian pemain. Masuknya Rodrygo menggantikan Paqueta di awal babak kedua menunjukan bahwa hanya ada satu yang Tite inginkan dari pertandingan ini, yaitu menang. Dan hanya ada satu cara untuk mendapatkan hasil tersebut, yaitu menambah daya gedor.

Hal tersebut juga dikatakan oleh Gary Neville setelah pertandingan. Ia berkata bahwa semua pemain yang bermain pragmatis ditarik keluar. Dan itu menandakan bahwa Tite memang ingin mendapatkan hasil maksimal di pertandingan itu.

“Rodrygo, Antony, Gabriel Jesus, dan Gumiares dimasukan. Sementara Fred, Lucas Paqueta, semua yang bermain pragmatis di babak pertama ditarik keluar. Itu karena Tite Punya ekspektasi untuk menang.”

Fakta Pertandingan Brasil vs Swiss

Kemenangan ini tentu saja merupakan kemenangan yang penting bagi Brasil. Fakta lainnya adalah ini merupakan kemenangan pertama Brasil atas Swiss di Piala Dunia. Pada pertemuan-pertemuan terakhir mereka sebelumnya hanya berakhir dengan hasil imbang.

Sementara itu, ini jadi kali pertama Swiss gagal mencetak gol ketika bertanding kontra Brasil. Terakhir kalinya mereka tidak bisa mencetak gol melawan Brasil adalah pada tahun 1980. Swiss bisa mencetak setidaknya satu gol di pertandingan-pertandingan setelahnya sampai di laga ini.

Selain itu, kemenangan Brasil ini membuat mereka dipastikan lolos ke fase gugur. Namun, ada catatan lain yang lebih impresif. Yaitu Brasil jadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tidak terkalahkan 17 pertandingan penyisihan grup berturut-turut. Artinya Brasil masih belum terkalahkan di fase grup Piala Dunia sejak tahun 2002.

Portugal vs Uruguay

Di pertandingan lainnya, laga yang tak kalah seru terjadi. Yaitu Portugal kontra Uruguay yang merupakan laga penyisihan Grup H. Di laga tersebut Portugal berhasil menang dengan skor 2-0 berkat dua gol dari Bruno Fernandes. Sama seperti Brasil, dengan hasil kemenangan ini, Ronaldo dan kolega berhak melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Portugal sudah mendominasi jalannya pertandingan dengan 70% penguasaan bola di babak pertama. Namun babak pertama harus berakhir imbang tanpa gol. Di babak kedua, tepatnya di menit ke-54 Bruno Fernandes mencetak gol, yang awalnya dikira sebagai gol dari Ronaldo. Dan sebelum pertandingan usai, Bruno menggandakan keunggulan lewat titik putih.

Hasil ini membuat Portugal menyusul Brasil dan Prancis yang sudah memastikan langkah mereka ke fase gugur. Meskipun begitu, Portugal masih harus menang di pertandingan pamungkas babak penyisihan grup jika ingin finis sebagai pemuncak klasemen.

Bruno Fernandes

Man of the Match pada pertandingan ini tentu saja Bruno Fernandes. Gelandang andalan Manchester United itu mencetak brace dan sangat hampir untuk bisa mencetak hattrick. Dengan dua gol itu, Fernandes sudah mengungguli Ronaldo dan Messi yang masih mencetak satu gol di turnamen ini. Namun masih berada di belakang Mbappe dan Enner Valencia yang sudah mencetak tiga gol.

Selain itu, Bruno Fernandes telah secara langsung terlibat dalam gol di lima penampilan terakhirnya bersama portugal. Dari lima penampilan terakhirnya itu, Bruni sudah mencetak lima gol dan tiga assist untuk Portugal. Ini menandakan bahwa Bruno menjadi bagian penting dari skuad Os Navegadores.

Bruno juga menjadi pusat serangan di pertandingan melawan Uruguay tersebut. Terbukti dengan ia total telah melakukan 83 sentuhan di pertandingan ini. Selain itu, akurasi umpan Bruno juga tidak bisa diremehkan. Tercatat rata-rata akurasi umpan dari Bruno mencapai diatas 80%.

Fakta Portugal vs Uruguay

Fakta lain dari pertandingan ini adalah Portugal untuk yang ketiga kalinya bisa menang di dua laga pembuka fase grup Piala Dunia. Hal ini pernah mereka lakukan sebelumnya di tahun 1966 dan 2006. Di dua kesempatan itu, Portugal berhasil melaju sampai babak semifinal.

Sementara untuk Uruguay, mereka masih belum bisa mencetak gol di tiga pertandingan Piala Dunia secara berturut-turut. Terakhir kalinya Uruguay bisa mencetak gol di Piala Dunia adalah pada edisi 2018. Saat itu Uruguay menang 2-1 di babak 16 besar, yang secara kebetulan, juga melawan Portugal.

 

Sumber referensi: Sky, ESPN, BBC

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru