Piala Dunia adalah turnamen yang tidak henti-hentinya memberikan kejutan. Dan tidak ada yang lebih mengejutkan daripada ketika negara kecil bisa mengalahkan raksasa di Piala Dunia. Tentu saja, yang dimaksud sebagai negara kecil bukanlah ukuran geografis dari negara itu. Tapi lebih merujuk pada negara-negara yang sama sekali tidak diunggulkan di Piala Dunia. Berikut daftar 8 negara kecil yang mampu jinakkan raksasa Piala Dunia.
Daftar Isi
Argentina 1-2 Arab Saudi 2022
Argentina adalah salah satu negara paling favorit untuk mengangkat Piala Dunia 2022. Bahkan sebelum Piala Dunia 2022 dimulai, perbincangan yang paling sering ditemui adalah bagaimana Messi akhirnya akan menjuarai Piala Dunia sebelum ia pensiun. Selain itu Argentina juga datang ke Qatar dengan status Juara Copa America 2021 dan tidak terkalahkan di 36 pertandingan terakhir.
Jadi, ketika Argentina dimasukan kedalam Grup C yang berisi Polandia, Mexico, dan Arab Saudi, bisa dipastikan Albiceleste akan melenggang dengan mudah. Tapi Arab Saudi membuktikan semua orang salah di laga pembuka mereka. Pasukan elang hijau mampu menghempaskan Messi CS dengan skor 2-1.
SAUDI ARABIA JUST BEAT ARGENTINA 2-1 🤯 pic.twitter.com/4JONXWUvhd
— GOAL (@goal) November 22, 2022
Di pertandingan itu, Argentina sempat unggul lebih dahulu lewat penalti dari Messi. Albiceleste sempat mencetak tiga gol setelahnya, tapi semua gol itu dianulir oleh offside. Di babak kedua, mimpi buruk Messi terjadi. Salman Al-Faraj menyamakan kedudukan sebelum akhirnya Salem Al-Dawsari memastikan comeback manis pasukan elang hijau.
Jerman 1-2 Jepang 2022
Masih di turnamen yang sama, dan di fase yang sama namun grup yang berbeda. Wakil Asia lainnya, yaitu Jepang mampu berikan kejutan ketika menghadapi Jerman. Meskipun Jerman tidak lebih diunggulkan daripada Argentina untuk Juara Piala Dunia, Die Mannschaft tetaplah tim kuat yang diisi pemain unggulan.
🇯🇵Japan 2 x 1 Germany 🐷🌈
🇪🇸Spain 1 x 0 Germany 🐷🌈🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭#FIFAWorldCup pic.twitter.com/3XmdqCDOL6— فهــد 🇸🇦★ (@_FY20) November 27, 2022
Namun Jerman terkesan lebih mementingkan urusan diluar lapangan ketimbang bersiap menghadapi Jepang. Der Panzer sampai berpose menutup mulut sebelum pertandingan untuk memprotes kontroversi terkait pemakaian ban kapten one love. Sedangkan Jepang lebih siap untuk bertempur diatas lapangan. Terbukti dengan samurai biru menyayat anak asuh Hansi Flick dengan skor 2-1.
Sama seperti Arab Saudi, kemenangan Jepang diraih dengan cara comeback. Jerman memimpin lebih dahulu lewat gol penalti dari Ilkay Gundogan. Samurai biru bisa bangkit di babak kedua. Di menit ke-75 Ritsu Doan mampu menyamakan skor sebelum Takuma Asano memastikan kemenangan Jepang di menit ke-83.
Korea Selatan 2-0 Jerman 2018
Kekalahan lawan Jepang bukan jadi pertama kalinya Jerman bisa dipermalukan oleh tim Asia. Di turnamen edisi sebelumnya, yaitu 2018 Manuel Neuer dan kolega pernah takluk dari tim Asia lainnya. Ya, tim itu adalah Korea Selatan yang masih dilatih oleh Coach Shin Tae-yong.
Tidak hanya jadi kejutan, tapi ini jadi salah satu pertandingan paling seru di Piala Dunia 2018. Korea Selatan, yang sudah dipastikan tidak lolos fase grup masih bisa berjuang habis-habisan di laga terakhir mereka melawan Jerman. Sementara Der Panzer yang pontang panting di fase grup, membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke fase selanjutnya.
Mexico face South Korea for the first time since the 2018 World Cup group stage.
Never forget when Heung-min Son became a hero in Mexico for knocking Germany out to help El Tri advance to the round of 16 🤝 pic.twitter.com/NN38HD5vsy
— B/R Football (@brfootball) November 14, 2020
Jerman yang menguasai permainan sepanjang laga tidak mampu menembus barisan pertahanan Korea Selatan. Sampai tiba di injury time, Korea bisa mencetak gol berkat Kim Yong-gwon dan Song Heung-min di menit 92 dan 96. Dengan hasil itu, Jerman pulang lebih awal dengan status juru kunci. Korea Selatan sukses menciptakan Piala Dunia paling memalukan bagi Der Panzer.
Argentina 0-1 Kamerun 1990
Mundur jauh kebelakang, Argentina juga pernah dikalahkan tim kecil di Piala Dunia sebelumnya. Saat itu Argentina tidak berdaya ketika kalah lawan Kamerun di Piala Dunia 1990. Padahal, Argentina masih diperkuat Maradona dan merupakan juara bertahan Piala Dunia edisi sebelumnya.
Dipimpin oleh Maradona, Albiceleste sebenarnya bisa melaju sampai final Piala Dunia 1990, namun mereka terlebih dahulu mendapatkan kejutan di fase grup. Argentina bertemu dengan Kamerun di laga pembuka Piala Dunia saat itu. Kamerun yang sama sekali tidak diunggulkan mampu berikan pukulan kepada Argentina dengan skor 1-0.
• 🇮🇹 ITALIA 1990
🗓️ 08/06/90
🇦🇷 ARGENTINA 0-1 CAMERÚN 🇨🇲
🏟️ Giuseppe Meazza
📍 Milán#FIFAWorldCup #Qatar2022 pic.twitter.com/VKLFhV96sA— Fútbol Locura (@FutbolLocura2) November 20, 2022
Francois Omam-Biyik yang menciptakan gol tunggal di pertandingan tersebut di menit ke-67. Mereka mampu menahan gempuran Argentina sampai pertandingan usai. Meskipun begitu, Albiceleste mampu melaju jauh sampai kalah di final melawan Jerman Barat. Sedangkan Kamerun bisa menciptakan standar baru untuk tim Afrika di Piala Dunia, dengan melaju sampai quarter final sebelum kalah lawan Inggris di babak tersebut.
Irlandia 1-0 Italia 1994
Hanya ada satu tim yang mampu mengalahkan Italia di Piala Dunia 1994. Bukan Argentina, bukan Spanyol, Jerman, apalagi Inggris. Melainkan Irlandia, yang saat itu masih diperkuat legenda Manchester United, Roy Keane. Irlandia saat itu secara hebat mampu mengalahkan Italia dengan skor 1-0 di fase grup.
Irlandia saat itu dilatih oleh Jack Charlton yang melegenda. Ia bisa membuat tim sekecil Irlandia bermain mendominasi Italia di pertandingan itu. Padahal masa 90-an adalah masa kejayaan sepak bola Italia. Gol cantik dari Roy Houghton di menit ke-12 cukup untuk memberikan hasil pertandingan yang mengejutkan semua orang saat itu.
#OnThisDay in 1994 Ireland supporters took over the Giants Stadium as Ray Houghton scored this cracker to secure a famous win over Italy! #COYBIG pic.twitter.com/TMRP6VGtZE
— FAIreland ⚽️🇮🇪 (@FAIreland) June 18, 2018
Meskipun kalah, laju Gli Azzuri di pertandingan-pertandingan setelahnya tidak terbendung. Italia melaju sampai babak final meskipun kalah dari Brasil lewat babak adu penalti. Sedangkan Irlandia hanya mampu menjejakan kakinya di babak 16 besar setelah kalah dari Belanda di babak tersebut.
Bulgaria 2-1 Jerman 1994
Lagi-lagi Jerman masuk dalam daftar ini. Namun kali ini mundur jauh ke belakang di Piala Dunia 1994. Di edisi tersebut, Jerman adalah juara bertahan Piala Dunia sebelumnya. Sementara Bulgaria datang dengan generasi emas mereka. Ya, saat itu Bulgaria diperkuat oleh legenda Barcelona, Hristo Stoichkov.
Bulgaria tampil meyakinkan sebagai kuda hitam di Piala Dunia 1994. Sebelumnya mereka sudah mengalahkan Argentina di fase grup dengan skor 2-0. Setelah menang adu penalti di babak 16 besar melawan Meksiko, Bulgaria melaju ke perempat final menghadapi Jerman.
Banyak yang menganggap bahwa sihir Bulgaria saat itu sudah habis ketika kesusahan menghadapi Meksiko. Benar saja, Lothar Matthaus mencetak gol terlebih dahulu lewat tendangan penalti. Tapi di babak kedua kejutan datang.
On this day 1994: Bulgaria beat Germany in the World Cup Quarter-Finals#USA94 pic.twitter.com/nS45xPJLWT
— Classic Football Shirts (@classicshirts) July 10, 2017
Hristo Stoichkov mampu menyamakan kedudukan di menit ke 75, sebelum tiga menit kemudian Yordan Letchkov membuat Bulgaria unggul. Meskipun Bulgaria kalah di babak selanjut nya melawan Italia, tapi ini tetap tercatat sebagai penampilan terbaik Bulgaria di Piala Dunia.
Italia 0-1 Kosta Rika 2014
Secara keseluruhan, perjalanan Kosta Rika di Piala Dunia 2014 adalah sebuah kejutan. Tim antah berantah itu bisa melaju sampai partai perempat final. Sampai akhirnya dikalahkan Belanda lewat babak adu penalti. Namun kejutan mereka datang sejak babak penyisihan grup.
The Ticos mampu mengalahkan Italia, yang merupakan mantan Juara Piala Dunia 2006 dan finalis Euro 2012. Bryan Ruiz jadi pencetak gol satu satunya di laga tersebut. Dengan hasil itu, Kosta Rika sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya.
FIFA World Cup Moments #249: Iconic – Bryan Ruiz (Costa Rica)
2014 World Cup: Costa Rica 1-0 Italy
“Costa Rica continue their explosive start in Brazil with the scalp of another previous winner.”
CC: @fedefutbolcrc; @azzurri; @bryanruizcr; #FIFAWorldCup #WorldCup pic.twitter.com/nrCDTt745K
— Lord Morgan of Glossop (@Lord_Morgan87) June 14, 2018
Setelah berhasil menahan imbang Inggris di laga terakhir penyisihan grup, Kosta Rika mampu lolos grup sebagai pemuncak klasemen. Padahal dari semua tim yang masuk di Grup D, hanya Costa Rika yang tidak pernah menjuarai Piala Dunia dan merupakan tim dengan peringkat FIFA terbawah.
Senegal 1-0 Prancis 2002
Prancis asuhan Roger Lamerre harus menderita kutukan juara bertahan yang terkenal itu di Piala Dunia 2002. Ya, Prancis adalah juara bertahan Piala Dunia 1998 yang tidak lolos fase grup di Piala Dunia 2002. Yang lebih mengejutkan lagi, Prancis kalah melawan Senegal. Padahal saat itu adalah pertandingan pertama Senegal dalam sejarah Piala Dunia.
Diperkuat Thierry Henry, David Trezeguet dan Zidane yang dicadangkan saat itu, Prancis tak mampu menembus pertahanan anak asuh Bruno Metsu. Gawang Fabien Barthez justru kebobolan lewat serang balik Papa Bouba Diop. Banyak yang percaya bahwa kekalahan 1-0 lawan Senegal ini jadi kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Remember the opening game of the 2002 World Cup when Senegal shocked holders France?pic.twitter.com/LYX6kHRiYe
— Vintage Football Shirts (@VFshirts) November 21, 2022
Les Blues akhirnya secara memalukan tidak bisa lolos fase grup setelah mengakhiri babak penyisihan grup dengan tanpa kemenangan. Sedangkan Senegal, mereka bisa tampil impresif dan melaju sampai babak perempat final. Dan kalah dengan Turki di babak tersebut dengan skor 1-0.
Sumber referensi: Sporting, Planet, B/R, Hitc, As

