Update ranking FIFA yang baru dirilis 24 Oktober 2024 kemarin memicu geger gedhen, sekaligus melahirkan sifat takabur yang membuat siapa pun di muka bumi ini jengkel dibuatnya. Adalah Federasi Sepak Bola Bahrain alias FA Bahrain yang memperlihatkan sifat gumede semacam itu, dengan cara memamerkan ranking FIFA mereka yang tidak berubah ke seluruh dunia.
Namun, aksi pamer seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mobil remote itu, justru jadi bumerang bagi Bahrain. Apalagi saat mereka pamer ranking FIFA di media sosial, di waktu yang hampir bersamaan, wasit Ahmed Al-Kaf yang menimang-nimang Bahrain seperti keponakan sendiri di laga melawan Indonesia tempo hari, terancam diskors.
Tidak cukup sampai di situ. Hasil pertandingan antara Bahrain vs Indonesia, di mana wasit Ahmed memimpin, berpeluang dibatalkan. Jadi, Bahrain yang sedang menggemaskan ini, mungkin saja akan tantrum tujuh hari tujuh malam, karena laga melawan Indonesia diulang. Bagaimana ceritanya? Yuk kita bahas.
Daftar Isi
Ranking Terbaru
Pada 24 Oktober, kira-kira malam waktu Indonesia, ranking FIFA diperbarui, menyesuaikan hasil pertandingan tim-tim nasional yang berlaga di Bulan Oktober. Kebetulan Timnas Indonesia gagal mencuri satu pun kemenangan di bulan ini. Pasukan Shin Tae-yong yang perkasa itu, ditahan imbang oleh Bahrain 2-2 di Bahrain National Stadium.
Sementara di laga kedua, Timnas Indonesia justru boncos di hadapan tim yang konon terlemah di Grup C, Tiongkok. Alih-alih memetik kemenangan seperti yang diharapkan atau yah, minimal meraih hasil seri, Garuda bertekuk lutut di hadapan Tiongkok dengan skor 2-1 setelah hanya muter-muter menguasai bola selama kurang lebih 80 menit.
UPDATE RANGKING FIFA, 24 Okt 2024!
🇮🇩 Indonesia turun satu peringkat ke posisi 130. pic.twitter.com/rhJSOTHEGw
— Berita Sepakbola Dunia (@gilabola_ina) October 24, 2024
Imbang lawan Bahrain dan kalah dari China, Indonesia kehilangan 5,3 poin dari 1.124,17 poin yang sudah dikumpulkan. Alhasil poin yang dimiliki Indonesia sekarang 1.118,87. Timnas kesayangan kita ini pun turun satu strip di posisi 130. Ranking 129 yang semula ditempati Indonesia, kini diduduki Republik Afrika Tengah yang bulan ini dua kali kalah.
Selain Indonesia, beberapa negara Asia Tenggara lain juga kompak turun. Malaysia, Vietnam, Kamboja, hingga Brunei juga turun dari peringkat semula. China yang mengalahkan Indonesia juga turun peringkatnya. Sementara Bahrain, di lain tempat tidak naik juga tidak turun. Bahrain masih tak tergoyahkan di posisi 76.
Bahrain Pamer di Media Sosial
Setelah tahu posisinya tak berubah, FA Bahrain lalu memamerkannya di media sosial, salah satunya lewat Instagram resmi. Nah, postingan ini yang kemudian menjadi santapan lezat warganet yang, kebetulan darahnya gampang mendidih kalau mendengar kabar tentang Bahrain. Ribuan warganet menyerbu kolom komentar unggahan tersebut.
Hingga narasi ini ditulis, tak kurang dari seribu orang mengomentari postingan tersebut. Komentarnya pun beragam, tapi yang paling banyak adalah hujatan, cacian, dan sumpah serapah. Ada yang berkomentar, itu adalah ranking kategori FIFA Drama Awards bukan sepak bola.
Ada warganet pula yang menyindir perpanjang waktu 90+6=99. Ada pula yang menyebut kalau ranking itu didapat dari hasil merampok dan guling-guling. Yang cukup lucu, ada yang menyarankan agar akting Bahrain dibagusin lagi, alih-alih permainannya. Sayang, setelah banyaknya warganet +62 menyerang unggahan tersebut, kolom komentar ditutup.
Lihat postingan ini di Instagram
Wasit Al-Kaf Dipanggil AFC
Aksi pamer ranking dari FA Bahrain itu menjadi semacam ironis karena dilakukan setelah wasit Ahmed Al-Kaf yang memimpin laga Bahrain vs Indonesia dipanggil oleh AFC. Ya, bisa dipastikan kamu tidak perlu periksa ke klinik THT. AFC yang semula dianggap melindungi Bahrain seperti pacar sendiri, kini akhirnya bertindak juga.
Barangkali ini karena desakan dari berbagai pihak, termasuk dari media-media internasional. Belum lama ini, jurnalis asal Arab Saudi, Naharqunais, melalui akun X-nya, mengabarkan bahwa Al-Kaf bersama dua wasit lainnya diminta menghadap ke AFC. Kalau karyawan dipanggil bosnya sih ketar-ketir. Pilihannya bisa jadi cuma ada dua: kena SP atau di-layoff.
الاتحاد الآسيوي يستدعي الحكام العماني احمد الكاف والماليزي محمد نظمي والكويتي عبدالله الجمالي للتحقيق بعد الاحداث والأخطاء الفادحه في مباراة اندونسيا والبحرين والهلال والعين والتلاعب في برتوكول الVar
توقع إلى إيقافهم إلى نهاية الموسم الرياضي في اسيا pic.twitter.com/QVMBeiaB5f
— نهار ابن قنيص (@Naharqunais) October 22, 2024
Selain Al-Kaf, otoritas tertinggi sepak bola se-Asia itu juga memanggil wasit Muhammad Nazmi dari Malaysia dan wasit Abdullah Al-Jamali dari Kuwait. Ketiganya akan diselidiki setelah insiden dan kesalahan serius dalam pertandingan antara Indonesia vs Bahrain, serta Al-Hilal vs Al-Ain.
Pemanggilan pada tiga wasit tersebut bisa menjadi mimpi buruk bagi wasit Al-Kaf di satu sisi, dan jendela kebahagiaan bagi penggemar Timnas Indonesia di sisi yang lain. Ahmed Al-Kaf dan kedua wasit itu terancam mendapat hukuman berat dari AFC apabila terbukti melakukan hal yang mencederai sportivitas. Sekali lagi harus ditekankan, “APABILA TERBUKTI”.
Apa Hukumannya?
Lalu, apa hukumannya? Mengutip beberapa sumber, Ahmed Al-Kaf dan kedua wasit lainnya akan diskors hingga musim olahraga di Benua Kuning selesai. Karena diskors ya, wasit-wasit tadi otomatis tidak akan memimpin laga di level internasional maupun klub. Terkesan sebagai hukuman berat. Tapi kalau kita cermati kembali, sebentar lagi kita akan memasuki paruh musim kompetisi.
Dengan kata lain, andai Al-Kaf dan dua wasit itu dihukum, mereka hanya tidak akan memimpin pertandingan selama kurang lebih setengah musim saja. Akan sangat mungkin Al-Kaf dan kedua wasit lainnya tersebut akan kembali bertugas di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Khusus Al-Kaf, sebelum dipanggil AFC bareng dua wasit lainnya itu, ia sudah mendapatkan semacam sanksi kecil. Ahmed Al-Kaf tidak diizinkan memimpin pertandingan antara Al-Ain vs Al-Hilal di ajang AFC Champions League Elite, pada 21 Oktober 2024 lalu.
AFC lantas menunjuk wasit asal Malaysia, Muhammad Nazmi untuk memimpin pertandingan tersebut. Sek, Muhammad Nazmi? Ya, Nazmi yang sama dengan wasit Nazmi yang dipanggil AFC bersamaan dengan Al-Kaf. Wasit dari Malaysia ini juga diduga melakukan tindakan-tindakan yang melukai sportivitas di laga yang dimenangkan oleh Al-Hilal tersebut.
🚨 BREAKING : Wasit Ahmed Al-Kaf batal memimpin pertandingan Liga Champions Asia antara Al Hilal vs Al Ain pada tanggal 21 Oktober mendatang. ❌
Hal ini untuk melindungi dirinya karena masifnya serangan publik dan media terhadapnya setelah pertandingan antara Indonesia dan… pic.twitter.com/1U5VgDw5SN
— Extra Time Indonesia (@idextratime) October 14, 2024
Pertandingan Indonesia vs Bahrain Diulang?
Kabar lain yang mungkin saja justru akan membuat para pemain Bahrain susah kencing muncul setelah pemanggilan wasit Al-Kaf. Tidak hanya wasit asal Oman itu yang akan dihukum, tapi laga Indonesia vs Bahrain yang berakhir 2-2 beberapa waktu lalu berpotensi diulang.
Ada peristiwa yang bisa dijadikan rujukan, yakni apa yang pernah terjadi di Benua Afrika. Duel yang melibatkan Afrika Selatan dan Senegal di Kualifikasi Piala Dunia 2018 terpaksa diulang. FIFA meminta laga tersebut diulang karena wasit Joseph Lamptey dinyatakan bersalah usai memberi hadiah penalti pada Bafana Bafana akibat handball yang dilakukan Kalidou Koulibaly.
Hasil itu membuat Afrika Selatan menang 2-1. Setelah pengadilan arbitrase olahraga atau CAS memutuskan Lamptey bersalah seumur hidup, sedang Koulibaly tidak terbukti handball. Hasil laga pun dibatalkan dan diulang. Pada pertandingan ulang, Singa Teranga sanggup menumpas perlawanan Afrika Selatan 2-0.
Kejadian ini bisa dijadikan yurisprudensi agar hasil Bahrain vs Indonesia kemarin dibatalkan dan diulang pertandingannya. Tapi apakah itu mungkin? Pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh kafiyeh Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, atau silakan mencari jawabannya di kepala Gianni Infantino yang licin itu.
Usulan Pindah Venue Makin Jelas akan Ditolak FIFA
Disamping ancaman potensi laga diulang, kabar FIFA yang tidak akan menggubris usulan Bahrain untuk memindahkan venue laga ke luar Indonesia semakin menguat. Setelah Menpora Dito Ariotedjo, kini giliran Sekjen PSSI kesayangan kita, Yunus Nusi yang menguatkan kabar tersebut.
Mengutip Kompas, orang lama PSSI itu mengonfirmasi bahwa FIFA tidak akan menanggapi surat dari Bahrain FA mengenai pemindahan venue pertandingan melawan Timnas Indonesia. Politisi Golkar tersebut mengatakan, FIFA dipastikan bakal meminta Bahrain untuk tetap menghadapi Indonesia di Jakarta sesuai jadwal.
Alasan FIFA menolak mentah-mentah permintaan Bahrain main di tempat netral kontra Timnas Indonesia bocor ke publik. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi.
Bahrain sebelumnya meminta ke FIFA dan AFC agar pertandingan tandang melawan Timnas… pic.twitter.com/fHLlw7sVCT
— tvOnenews (@tvOneNews) October 24, 2024
“Jika mereka (FIFA) demikian (mempertimbangkan surat Bahrain), mereka pasti akan berkomunikasi dengan kami,” kata dia.
Duh, kalau begini jadinya, Bahrain sendiri yang akan rugi. Rugi waktu, rugi tenaga, rugi uang. Justru dengan apa yang sudah mereka lakukan, Bahrain sendirilah yang juga akan malu. Malu kepada Indonesia, malu kepada Asia, bahkan malu kepada dunia. Ealah Bahrain, malunya negara-negara Timur Tengah kok diborong sendiri.
Sumber: CNNIndonesia, BolaKompas, Okezone, FIFA, Jawapos, YSScores


