Bagaimana Seorang Pesepakbola Bisa Disebut Legenda?

spot_img

Kita, sebagai penggemar sepak bola, entah itu yang fanatik, yang memang gila bola, sampai yang cuma ngaku-ngaku penggemar sepak bola, tentu sepakat kalau Zinedine Zidane adalah seorang pemain legenda. Bukan hanya Zidane, ada nama lain seperti Maradona, Pele, Iniesta, Tevez, dan lain sebagainya juga disebut legenda.

Pertanyaannya, mengapa mereka disebut legenda? Nah itu yang cukup kompleks ketika dibahas. Karena toh tidak semua pemain bisa disebut legenda. Bagaimana mungkin kita bisa menyebut Andres Iniesta itu legenda, sementara Philippe Coutinho tidak, padahal keduanya sama-sama masih aktif bermain?

Namun, sebelum kita membahas lebih jauh soal bagaimana seorang pesepakbola bisa disebut legenda, kita bahas dulu apa yang dimaksud legenda itu sendiri. Mari kita mengulasnya dulu pelan-pelan, mau sambil makan atau ngopi-ngopi cantik juga boleh.

Legenda Klub/Negara dan Legenda Sepak bola

Secara prinsip, legenda di dunia sepak bola bisa dibedakan menjadi dua. Legenda klub atau negara dan legenda sepak bola. Nah yang sering ada di benak penggemar sepak bola adalah legenda klub. Seperti misalnya bagi kopite, tentu tidak akan ragu menyebut Robbie Fowler sebagai legenda Liverpool.

Seluruh fans Timnas Italia juga pasti sepakat kalau Roberto Baggio adalah legenda Gli Azzurri. Jadi, intinya, legenda di klub atau negara adalah yang punya andil besar untuk suatu klub atau negara. Tak peduli betapapun miskinnya trofi yang didapat. Klub atau negara bisa menganggap seorang pemain tertentu sebagai legenda mereka, meskipun secara kualitas belum tentu layak disebut legenda.

Lain ceritanya jika legenda sepak bola. Legenda sepak bola adalah pemain-pemain yang memiliki andil lumayan besar di dunia sepak bola. Ia bisa menjadi seseorang yang paling berpengaruh maupun memiliki segudang sumbangsih untuk sepak bola di dunia. Salah satu yang bisa disebut legenda di dunia sepak bola adalah Diego Armando Maradona.

Pemain yang dikenal dengan gol “tangan Tuhan” itu memiliki kontribusi besar di dunia sepak bola. Maradona bukan hanya dianggap legenda bagi rakyat Argentina, karena berhasil membawa trofi Piala Dunia untuk kali pertama pada tahun 1986. Maradona bukan hanya berpengaruh di pesepakbolaan Argentina, tapi semua yang berkaitan dengan Argentina ikut terangkat.

Aktor-aktor di balik layar, sektor-sektor di luar sepak bola, semua ikut terangkat. Hal itu lalu dilakukan kembali oleh Maradona untuk penduduk Kota Naples di Italia. Napoli, klub lokal dari kota tersebut mungkin tidak akan menjadi apa-apa kalau Maradona tidak berlabuh di sana. Berkat dua gelar Serie A di tahun 1987 dan 1990, Maradona menjadi sosok ikonik di Kota Naples.

Selain Maradona, ada pemain-pemain yang disebut legenda sepak bola. Franz Beckenbeuer, Johan Cruyff, Pele, Michel Platini, sampai Ronaldo Nazario telah menciptakan standar tinggi dunia sepak bola, khususnya untuk generasi mendatang. Mereka juga mengenalkan ide dan konsep baru di dunia sepak bola yang belum pernah dipraktikkan sebelumnya.

Kebanyakan dari legenda sepak bola melambangkan gaya bermain sepak bola yang khas. Bahkan gaya tersebut mampu mengubah gaya lama dalam permainan sepak bola. Para legenda sepak bola tersebut juga pastilah seorang olahragawan profesional dan diakui di dunia.

Meraih Trofi

Trofi termasuk prasyarat khusus yang harus dimiliki pesepakbola jika ia mau disebut legenda. Maka, sebetulnya Cristian Gonzales itu belum bisa disebut legenda Timnas Indonesia. El-Loco belum pernah mempersembahkan satu pun trofi bagi Timnas Indonesia. Meskipun begitu, Gonzales mungkin layak disebut legenda Persik Kediri.

Saat menjuarai liga di tahun 2003 dan 2006, ada nama Cristian Gonzales di skuad Persik Kediri. Bagaimanapun raihan trofi ini bisa menjadi standar paling objektif untuk menilai seorang pemain itu legenda atau bukan. Jika di Timnas Indonesia, minimal bisa mengangkat trofi Piala AFF lah.

Kalau tidak ya seperti Bambang Pamungkas yang acap kali disebut legenda Timnas Indonesia, padahal Bepe lebih pas disebut legenda Persija Jakarta. Sebab Bepe telah menyumbang banyak gelar untuk Macam Kemayoran. Nah, sosok Evan Dimas yang sekarang sedang membela Timnas Indonesia itu hampir layak disebut legenda.

Evan Dimas sudah memberikan Piala AFF U-19 , dan hari ini ia diuji untuk mempersembahkan gelar yang sama, tapi di level yang berbeda. Jika, dan hanya jika ia sukses membawa trofi Piala AFF, entah edisi tahun 2020 atau edisi entah kapan, Evan lebih cocok disebut legenda Timnas Indonesia, ketimbang Boaz Solossa.

Karena Boaz itu legenda Persipura Jayapura. Ia belum ngasih satu gelar pun buat Indonesia, bahkan SEA Games sekalipun. Belum lagi hubungan Boaz dan PSSI juga kerap patah-patah seperti hubungan asmara artis ibukota.

Catatan Istimewa

Seorang pesepakbola bisa jadi legenda, meskipun ia belum pernah mengangkat trofi. Namun ia harus memiliki catatan istimewa, mau itu di klub atau negara mah terserah. Maka, sosok Teerasil Dangda bisa disebut legenda Thailand, karena ia menjadi top skor Piala AFF sepanjang masa. Banyak juga pemain yang memiliki catatan istimewa di klub yang pada akhirnya menjadi legenda.

Thierry Henry disebut legenda Arsenal setelah menjadi pencetak gol terbanyak Arsenal sepanjang masa. Eric Cantona juga menjadi legenda Manchester United setelah menginspirasi timnya untuk meraih trofi Liga Inggris pertama setelah puasa 25 tahun lamanya. Seluruh fans AC Milan juga tak bisa menampik kalau Paulo Maldini adalah legenda mereka setelah mampu memberi lima trofi Liga Champions Eropa.

Di Newcastle United, ada nama Alan Shearer yang sampai saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di klub. Sementara, West Ham juga memiliki legenda yang mampu menyelamatkan klub dari jurang degradasi. Orang itu adalah Carlos Tevez. Tevez yang acap kali dikaitkan dengan Manchester United dan Manchester City rupanya legenda West Ham yang berdarah-darah menyelamatkan The Hammers dari zona degradasi musim 2006/07.

Loyalitas

Jika seorang pemain tak mampu menyumbang gelar, atau tak kuasa menciptakan catatan istimewa tetap bisa disebut legenda, asalkan ia loyal pada satu klub. Namun, beberapa contoh yang ada kebanyakan pemain yang loyal pada satu klub pernah mencicipi setidaknya satu gelar juara.

Ada nama-nama seperti Paul Scholes di Manchester United. Lalu, seluruh penggemar sepak bola Italia tentu mengenal Francesco Totti yang hanya bermain di AS Roma. Di posisi kiper kita bisa mengambil contoh pemain legendaris, Rogerio Ceni yang menghabiskan seluruh kariernya untuk Sao Paulo.

Itulah tadi faktor-faktor yang membuat seorang pemain dikatakan legenda. Maka sosok Andres Iniesta yang disebut di awal adalah legenda Timnas Spanyol, karena ia memiliki catatan istimewa. Meraih double winner secara berturut-turut, EURO dan Piala Dunia. Iniesta juga ikut andil membawa Spanyol juara Piala Dunia untuk pertama kalinya tahun 2010. Sedangkan, Coutinho tak lebih dari pemain figuran di Timnas Brasil dan beban gaji Blaugrana doang.

Sumber referensi: bleacherreport.com, skor.id, Twitter Muhidin M. Dahlan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru