38 trofi dari 26 tahun di Old Trafford, termasuk 13 titel Liga Inggris dan menjadikan Manchester United sebagai tim tersukses di tanah Britania. Itu sudah cukup jadi bukti bahwa Sir Alex Ferguson adalah pelatih terbaik sepanjang masa.
Di musim terakhirnya bersama MU, ia mempersembahkan gelar Premier League ke-20. Tapi kita bukan membahas itu, melainkan bagaimana nasib 10 pembelian terakhirnya untuk setan merah.
Daftar Isi
Ashley Young
Kita kembali di tahun 2011 untuk membahas pemain pertama. Saat itu Ashley Young adalah pemain sayap yang menjanjikan. Ia pun dibeli Fergie dari Aston Villa dengan harga 17 juta poundsterling. Ia bahkan diberikan nomor punggung 18, itu merupakan nomor punggung warisan Paul Scholes.
Young adalah pemain sayap yang fenomenal ketika di Villa, dan juga sebelumnya di Watford. Tetapi pemain asal Inggris itu tidak bisa menjaga performanya tetap sama ketika bergabung ke MU. Meskipun begitu, ia tetap tampil reguler meski persaingan di sisi sayap terkesan begitu ketat baginya.
Ya, saat itu MU masih punya Nani, Valencia, Park Ji-Sung, sampai Ryan Giggs. Pembelian Young dirasa kurang perlu ketika MU punya jajaran pemain sayap berkelas seperti itu. Dia juga bukan pemain muda, Ia dibeli Fergie ketika berusia 26 tahun. Jadi fans juga sedikit frustasi, kenapa MU mengandalkan pemain yang tidak muda lagi?
Dua musim sempat ia habiskan sebagai pemain cadangan yang tidak terpakai di Old Trafford. Sebelum akhirnya Mourinho datang dan melihat potensinya sebagai bek sayap. Itu jadi nafas baru bagi Young di MU. Total, ia telah melakoni 182 penampilan dan hanya mencetak 16 gol sebelum pindah ke Inter Milan pada tahun 2020.
Young kembali mendapatkan tempat di klub asuhan Conte itu. Setelah dua musim dan bermain 59 permainan bersama Nerazzurri, ia memutuskan untuk hengkang. Di tahun 2021 ia pindah ke klub lamanya, Aston Villa.
Phil Jones
Karir Phil Jones di MU terasa seperti roller coaster yang naik turun dengan tidak terduga. Ia dibeli Fergie pada tahun 2011 dari Blackburn Rovers dengan harga 16,5 juta poundsterling. Kala itu Jones masih berusia 18 tahun, dan Fergie yakin ia bisa jadi defender terbaik di Inggris.
Prediksi Fergie memang tidak sepenuhnya salah. Jones pernah jadi bek andalan setan merah dan timnas Inggris. Ia bahkan pernah jadi andalan Fergie ketika merengkuh gelar Premier league di musim 2012/13. Tapi Jones seringkali menderita cedera yang membuatnya jadi jarang bermain.
Dan dari masalah itu lah, karirnya mulai menurun. Musim kian berganti dan Phil Jones makin tidak terpakai. Di awal musim 2022/23 ini, dirinya bahkan didepak dari ruang ganti tim utama United. Itu Ten Hag lakukan untuk membuat ruang bagi pemain-pemain baru. Jones pun harus memakai ruang ganti tim U-23.
Yang patut diapresiasi dari Phil Jones adalah kesetiaannya dengan setan merah. Jones tetap setia bersedia bertahan di Old Trafford meskipun tahu mungkin ia tidak akan bisa menembus tim utama lagi. Jones tidak ingin hengkang meskipun hanya sekedar sebagai pemain pinjaman. Respect untuk Phil Jones.
David de Gea
Setelah dua pemain mengecewakan, pemain selanjutnya ini adalah salah satu pembelian terbaik Ferguson. Ada cerita menarik soal effort Fergie demi merekrut de Gea. Selama karirnya di MU, Fergie hanya pernah dua kali tidak hadir di pertandingan Manchester United. Salah satunya adalah untuk nonton De Gea langsung di Spanyol.
De Gea dibeli dari Atletico Madrid dengan harga sebesar 18,9 juta poundsterling pada tahun 2011. Saat itu, De Gea memecahkan rekor pembelian termahal di Premier League untuk seorang penjaga gawang. Meskipun begitu, harga yang dibayarkan sebanding dengan performa yang diberikan kiper Spanyol itu.
Bersama setan merah ia telah menjuarai Liga Inggris, FA Cup, Piala Liga, tiga Community Shield, serta satu Europa League. Rekor lain yang ia catatkan adalah menerima penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year sebanyak tiga kali berturut-turut di musim 2013/14 sampai 2015/16.
Ia sudah mencatatkan lebih dari 500 pertandingan bersama United. Dengan penampilan sebanyak itu, De Gea sudah masuk ke dalam 10 besar pemain yang paling sering tampil sepanjang sejarah MU. Catatan ini bisa bertambah di kemudian hari. Sebab ia mengatakan ingin bisa pensiun di Old Trafford.
Frederic Veseli
Frederic Veseli adalah transfer yang aneh dari Ferguson. Ia datang dari rival sekota, Manchester City dengan status free transfer. Tapi Veseli sebenarnya tidak benar-benar pernah bermain bersama City di pertandingan resmi. ia hanya sempat ikut tur pra musim City di Amerika Serikat.
Tapi entah apa yang dipikirkan Sir Alex, ia mau menampungnya di musim dingin 2012 dengan status free transfer. Meskipun begitu Veseli tidak masuk ke tim utama, melainkan tim U-21. Setidaknya pemain bertahan kelahiran Albania itu sempat beberapa kali mengikuti sesi latihan tim utama.
Pada akhirnya Veseli tidak bisa menembus tim utama United. Dan lebih sialnya, ia pindah ke Old Trafford di saat yang salah. Sebab di musim ia pindah, adalah musim di mana City mendapatkan gelar Premier League pertamanya.
Ia hanya bertahan semusim di Old Trafford. Di tahun 2013 ia dilepas ke Ipswich Town dengan status free transfer. Ia kemudian berpindah-pindah ke klub divisi dua dan tiga liga Inggris. Di usianya yang sudah menginjak 30 tahunan ia bermain di klub Serie B, Benevento.
Nick Powell
Veseli mungkin bisa dibilang beruntung. Meskipun tidak terlalu berbakat, tapi secara teknis dia adalah mantan pemain City dan MU, dan itu mempermanis CV-nya. Tapi berbeda dengan kisah Nick Powell yang punya nasib sial di MU.
Powell adalah tipe pemain yang cocok untuk dikembangkan Fergie. Ia dibeli dari klub divisi tiga, Crewe Alexandra ketika umurnya baru 18 tahun. Sudah terbayang di benak banyak orang, Powell akan jadi pemain hebat setelah mendapat sentuhan dari Sir Alex untuk beberapa musim. Tapi sialnya, Fergie di akhir musim itu memutuskan untuk pensiun.
Powell pun tidak sempat dikembangkan Fergie sebelum ia bisa melakukan apa-apa. Ingatan yang tersisa hanyalah gol tendangan jarak jauh ke gawang Wigan Athletic. Itu jadi satu-satunya gol yang ia ciptakan untuk setan merah. Setelah hanya mampu mencatatkan sembilan penampilan, ia hengkang ke Wigan Athletic di tahun 2016. Pada tahun 2019, ia pun pindah ke Stoke City.
Shinji Kagawa
Shinji Kagawa tiba di musim yang sama dengan Powell. Ia dibeli dengan harga diskon dari Borussia Dortmund. Setan merah hanya perlu membayar 12 juta pounds saja untuk gelandang asal Jepang itu. Padahal harga pasarnya sekitar 20 juta pounds.
Kedatangan Kagawa membuat publik Old Trafford bersemangat. Banyak yang menantikan aksi seorang pemain Asia berseragam setan merah setelah Park Ji-Sung.
Sayangnya, publik Old Trafford tidak bisa menyaksikan kehebatan Kagawa seperti ketika dirinya di Dortmund. Ia hanya mencetak enam gol dan empat assist dari 20 penampilan pertamanya di Premier League. Termasuk hattrick ke gawang Norwich City. Di akhir musim, Kagawa bisa merasakan manisnya gelar Liga Inggris.
Berada di bawah manajer yang berbeda tidak membuat performa Kagawa jadi tambah baik. Yang ada malah tambah buruk. Bersama David Moyes di musim 2013/14, Kagawa sama sekali tidak mencetak sebiji gol pun dan hanya mencetak 4 assist.
Kagawa kembali dijual ke Dortmund dengan harga 8 juta euro. Ia tetap mendapatkan sambutan hangat di Signal Iduna Park. Meskipun sudah tidak sesubur ketika fase pertamanya di Dortmund, catatan gol dan assist kagawa meningkat dari musim sebelumnya.
Di tahun 2019 dirinya hengkang ke Real Zaragoza. Setelah itu, ia berkelana di tim-tim semenjana Eropa. Sampai pada bulan Februari 2023, setelah 13 tahun berpetualang di Eropa ia kembali ke klub lamanya Cerezo Osaka.
Angelo Henriquez
Pemain selanjutnya adalah Angelo Henriquez. Tidak banyak yang bisa diceritakan dari Henriquez. Ia dibeli dari Wigan pada musim panas 2012 ketika usianya baru 18 tahun. Tapi ia tidak pernah bisa beradaptasi dengan kehidupan di Manchester.
Ia kemudian dipinjamkan ke Real Zaragoza dan Dinamo Zagreb. Di Zagreb penyerang itu tampil impresif dengan mencetak 21 gol dalam 25 pertandingan. Ia kemudian berpindah-pindah klub. Di tahun 2022 ia bergabung dengan klub Polandia, Miedz Legnica
Robin Van Persie
Sama seperti pemain sebelumnya, tidak banyak yang bisa diceritakan Van Persie. Tapi itu karena kisah Van Persie sudah sering diceritakan sebelumnya. Ia sudah mencetak puluhan gol tanpa berbuah trofi di Arsenal. Bomber Belanda itu pun beralih ke sisi lain rivalitas Premier League dengan bergabung United.
Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi terkait apakah Van Persie pembelian yang sukses atau tidak. Di musim pertamanya, ia mempersembahkan gelar Liga Inggris terakhir untuk Fergie. Tidak hanya sampai situ, ia juga memenangkan penghargaan golden boots.
Tapi performanya mulai menurun ketika Fergie pensiun. Van Persie hanya bertahan sampai tahun 2015. Dia bergabung dengan klub Turki, Fenerbahce. Di tahun 2018 dirinya pindah ke Feyenoord untuk bisa pensiun di klub masa kecilnya itu.
Alexander Buttner
Masih teman senegara Van Persie, Alexander Buttner dibeli dari Vitesse dengan harga 4,5 juta pounds. Tapi bek sayap itu tidak pernah benar-benar membuktikan dirinya di Old Trafford. Ia hanya menjalankan tugas jadi pelapis Patrice Evra, tanpa bisa menembus skuad utama setan merah.
Karirnya tidak terlalu lama bersama United. Di tahun 2014 ia dijual ke klub Rusia, Dynamo Moscow. Setelah itu berkelana di beberapa klub Eropa dan sempat kembali berlabuh di Vitesse pada tahun 2017. Di tahun 2022 ia bergabung dengan tim kasta kedua liga Belanda, De Graafschap. Karirnya itu sangat disayangkan mengingat Sir Alex menaruh banyak harapan padanya.
Wilfried Zaha
Pembelian terakhir Fergie sebagai manajer, Wilfried Zaha. Sayangnya ia tidak pernah punya kesempatan untuk bermain bersama Ferguson. Sebab ia tiba di musim panas 2013. Tapi lebih yang disayangkan adalah ia tidak bisa menunjukan kapabilitas sesungguhnya di theater of dreams.
Padahal Zaha didatangkan dengan harga 12 juta euro. Harga yang sama ketika MU membeli pemain muda lainnya, Cristiano Ronaldo dari Lisbon. Selama lima bulan, David Moyes tidak memberikan start sekalipun di Liga ke Zaha. Rumor mengatakan, itu karena dirinya punya hubungan terlarang dengan putri Moyes.
Ia pun kembali lagi ke Crystal Palace di tahun 2015 setelah hanya bermain 167 menit bersama MU. Tapi ia kembali mendapatkan kepercayaan diri di lapangan setelah bergabung dengan klub lamanya.
Sumber refernsi: Transfermarkt, Transfermarkt 2, Mirror, Mirror 2, B/R, B/R 2, B/R 3, Sportskeeda, Athletic, Planet, Daily, Sun


