Belum lama ini, bintang Aston Villa, Jack Grealish, menyebut bila Harry Kane adalah pemain terbaik yang pernah berduet dengannya. Di ajang Piala Eropa 2020, Grealish masuk sebagai pemain pengganti untuk memberi assist untuk gol pertama Kane, yang merupakan gol kedua Inggris dalam kemenangan 2-0 atas Jerman di babak 16 besar.
Melihat cara Kane mencetak gol, Grealish berpendapat bahwa penyerang Tottenham Hotspurs itu punya profesionalitas luar biasa. Dia juga terkesan dengan bagaimana Kane mampu jadi pembeda dalam sebuah permainan.
“Ada pemain dari masa lalu yang hanya mencetak gol, gol, gol. Menurut pendapatku dia (Kane) akan menjadi pembeda di Premier League dan Timnas Inggris. Dia bukan hanya pencetak gol. Dia luar biasa,” puji Grealish kepada Kane (via wionews)
🎙| 🏴 Jack Grealish on Harry Kane: “He is the best player I have ever played with. He is unbelievable. He is an unbelievable professional on and off the pitch.”
“When you see him around the place, this is why he is England captain.” pic.twitter.com/Q5ZbaCr4RC
— The Spurs Express (@TheSpursExpress) July 1, 2021
Daftar Isi
Jadi Penentu Langkah Inggris ke Final
Bila melihat kiprah Harry Kane di ajang Piala Eropa sejauh ini, kita memang telah disuguhkan dengan sebuah permainan berkelas dari seorang striker berkualitas. Baru saja terjadi, Kane berhasil menjadi penentu kemenangan timnas Inggris atas Denmark di laga semifinal Piala Eropa.
Di laga itu, Inggris harus kebobolan lebih dulu lewat tendangan bebas Mikkel Damsgaard pada menit ke-30. Namun tidak lama berselang, tim tiga singa mampu samakan kedudukan, usai bek tim dinamit Simon Kjaer melakukan gol bunuh diri. Skor yang berakhir imbang sampai sembilan puluh menit lamanya itu lantas memaksa kedua tim untuk melakoni babak tambahan.
Pada babak ini, Inggris terus melancarkan serangan hingga berbuah pada hadiah tendangan penalti di menit ke 102. Setelah wasit sempat mengecek VAR untuk memastikan pelanggaran yang sebelumnya terjadi, Inggris akhirnya unggul lewat sontekan Harry Kane yang memanfaatkan bola rebound hasil dari tendangan penaltinya yang gagal.
55 YEARS LATER: England reached their 1st major final since 1966 & only it’s maiden Euro final after Harry Kane struck in ‘added extra time’ to set up a Sunday clash with Italy.
FT England 2-1 Denmark
🏆Euro 2020 final
July 11:England Vs Italy, Wembley stadium.#MonitorUpdates pic.twitter.com/tRXqFVpMYe— Daily Monitor (@DailyMonitor) July 7, 2021
Setelah tidak ada lagi gol yang tercipta, Inggris akhirnya memastikan kemenangan 2-1 atas Denmark dan menantang Italia yang sudah lebih dulu tapakkan kaki di partai final.
Sempat Mandul di Babak Grup
Harry Kane yang berhasil mencetak gol di laga semifinal melawan Denmark pun berhasil menjaga konsistensinya dalam menjebol gawang lawan di babak gugur. Seperti diketahui, Inggris yang sebelumnya berhadapan dengan Ukraina juga menempatkan nama Harry Kane di papan skor.
Penyerang 27 tahun itu bahkan tak hanya mencetak satu gol saja di gawang skuad asuhan Andriy Shevchenko. Kane sukses melesatkan dua gol, yang masing-masing terjadi pada menit ke 4 dan 50, untuk membawa Inggris unggul dengan skor telak 4-0.
From 0 Goals in The Group Stage to The Euro 2020 KO Stage Top Scorer. 😎🔥
HARRY KANE. 🏴 pic.twitter.com/DS462Xuz2w
— AZR (@AzrOrganization) July 3, 2021
Sebelum sukses menghajar perlawanan Ukraina, siapa sangka bila tim asuhan Gareth southgate juga sukses melibas timnas Jerman dengan skor meyakinkan?
Pada laga yang digelar di Stadion Wembley di babak 16 besar itu, Inggris secara percaya diri sukses menumpaskan perlawanan tim panser dengan skor 2-0, yang salah satu pencetak golnya adalah Harry Kane.
Dia berhasil melengkapi kemenangan timnas Inggris pada menit ke 86, usai sebelumnya mereka sempat unggul lewat gol Raheem Sterling pada menit ke 75.
The Three Lions are roaring 🦁
England progress to the quarter-finals after goals from Raheem Sterling and Harry Kane against Germany#PL #ENGGER #EURO2020 pic.twitter.com/LIMu5WS6ZT
— Premier League (@premierleague) June 29, 2021
Penampilan Harry Kane di fase gugur membuktikan kalau dirinya memang punya kualitas jempolan. Pasalnya, dia sempat mandul ketika tampil di babak grup dan terus mendapat cacian.
Bertanding melawan Kroasia, Republik Ceko, dan juga Skotlandia, tidak pernah ada nama Harry Kane dalam daftar pencetak gol timnas Inggris. Dia benar-benar gagal memanfaatkan peluang hingga sempat membuat penggemar khawatir.
Namun sekali lagi, kepercayaan diri Harry Kane untuk bisa membawa timnas Inggris terbang lebih tinggi sukses dibuktikannya di babak grup. Dia mengembalikan ketajaman di waktu yang tepat, dimana gol-golnya di fase gugur mampu membuat Inggris tampil mengesankan.
Berkat gol-gol yang dicetak, sejauh ini Kane sudah berhasil mencetak sebanyak empat gol dari enam pertandingan.
Menurut catatan statistik yang dikutip dari laman uefa, dari 529 menit yang dimainkan, Kane mampu melepas tendangan sebanyak 15 kali, dimana delapan diantaranya mengarah ke gawang. Selain itu, dengan pergerakan yang licin di antara para pemain lawan juga membuat Kane harus dilanggar sebanyak 11 kali.
🏴 Involved in the first goal, scored the all important second and made England history in the process. Harry Kane = Star of the Match 🥇
🤔 Did you predict that?@Heineken | #EUROSOTM | #EURO2020 pic.twitter.com/PmELCi8pFA
— UEFA EURO 2020 (@EURO2020) July 7, 2021
Kane bisa dibilang telah menjadi ikon sepakbola Inggris saat ini. Dia yang menjadi pemimpin untuk rekan-rekannya juga menjadi pencetak gol sejati untuk Inggris saat ini. Lantas bagaimana dia bisa mendapatkan itu semua?
Cara Harry Kane Jadi Penyerang Inggris Terbaik Saat Ini
Bersama timnas Inggris sejauh ini, Kane telah bermain dalam 60 pertandingan. Transfermarkt mencatat, dari banyaknya laga yang dijalani itu, Kane berhasil mencetak sebanyak 38 gol. Catatan golnya mampu menempatkan Kane di tangga keenam, dibawah Michael Owen yang berhasil ciptakan sebanyak 40 gol.
Untuk empat pemain teratas selanjutnya, terdapat nama Jimmy Greaves, Gary Lineker, Sir Bobby Charlton, dan juga Wayne Rooney sebagai pemuncak dengan torehan 53 gol. Dalam 25 daftar top skor sepanjang masa timnas Inggris, tercatat hanya ada nama Harry Kane dan juga Jermain Defoe (peringkat 21) yang masih aktif bermain.
Harry Kane ties Gary Lineker for most goals for England at a major tournament 👏
Gary Lineker: 10
Harry Kane: 10
Alan Shearer: 94 Goals at #EURO2020 🔥 pic.twitter.com/6vhvol8VFm
— Football Factly (@FootballFactly) July 7, 2021
Hal itu membuktikan bahwa benar bila Kane adalah penyerang terbaik dan terproduktif yang dimiliki Inggris saat ini.
Untuk menjadi seperti sekarang, Kane tidak mendapatkannya dengan mudah, dan dia melakukan semuanya dengan serius.
Ketika masih menjalani sejumlah masa peminjaman di usia 18 tahun, Kane sudah membuktikan diri sebagai penyerang jempolan. Millwall yang jadi timnya ketika itu membuat Kane dijuluki sebagai penyerang masa depan Inggris. Alan Dunne, yang merupakan bek veteran Inggris, menceritakan bahwa Kane pernah menciptakan gol spektakuler di sesi latihan. Dia menyebutnya sebagai tiruan gol spektakuler Marco van Basten di Piala Eropa 1988.
“Itu (gol Kane) mungkin gol terbaik yang pernah aku lihat dalam latihan. Jika aku mencetak gol seperti itu, aku akan lari sambil melambaikan baju di sekitar kepala,” ucap Dunne. (via bbc)
“I was 18, we were in a relegation battle and it turned me into a man. I played in difficult, high-pressure games and I managed to come out of it positively. I had a great time at the club.” – Harry Kane. pic.twitter.com/Q0a0GycjhU
— Millwall photos (@MillwallPhotos) July 3, 2021
Bersama Millwall, Kane berhasil mencetak sejumlah gol dan memunculkan fakta bahwa di benar-benar serius untuk berlatih demi menjadi striker jempolan. Menurut Darren Ward yang pernah menjadi bek di Millwall, Kane tidak bisa berhenti selama sesi latihan. Darren juga mengakui bila Kane adalah pemain yang benar-benar memikirkan bagaimana cara menjadi pemain hebat. Sepakbola menjadi hal yang paling dipikirkannya selama ini.
Waktu latihan tidak pernah disia-siakannya. Bahkan meski sudah mendapat waktu istirahat, Kane akan tetap memanfaatkannya untuk mengasah kemampuan. Perlu dicatat pula bila Kane sudah melakukan hal semacam itu di usia yang baru menginjak 18 tahun.
Dengan catatan tujuh gol dari 14 laga bersama Millwall, Kane turut mengangkat performa tim tersebut di divisi Championship. Selain itu, dia juga terpilih sebagai pemain muda terbaik klub.
Setelah berhasil mengembangkan bakat di Millwall, Kane lalu menjalani masa peminjaman selanjutnya bersama Norwich dan juga Leicester City. Dua tim tersebut memang tidak memberinya banyak menit bermain. Kane lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan untuk berdiam sembari mengamati penampilan rekan-rekan setimnya.
Ketika berseragam Leicester, fotonya yang duduk bersama Jamie Vardy di bangku cadangan juga seolah menggambarkan perjalanan karir Kane disana.
Remember when Nigel Pearson benched Jamie Vardy and Harry Kane so he could start Chris Wood and David Nugent up top?😂😭 pic.twitter.com/o75uz8j5Gi
— FPL Differential King (@Differential_PL) March 26, 2021
Meski tak banyak tampil dalam pertandingan, Kane justru banyak mendapat pelajaran. Dia mulai memahami pentingnya persaingan dan berfikir bahwa untuk bisa tampil di tim utama, seorang pemain harus benar-benar punya kemampuan brilian.
Setelah kembali ke Tottenham pada musim 2013/14, Kane memang sempat mendapat penolakan. Akan tetapi, ada sosok yang percaya pada bakatnya. Adalah Chris Ramsey, direktur teknis Queens Park Rangers yang merupakan kepala pengembangan pemain Tottenham saat itu.
Dia memang mengakui bila Kane tidak tampil maksimal bersama Norwich maupun Leicester, namun Chris tidak lantas memandang Kane sebagai pemain yang tidak layak dimainkan di tim utama. Chris justru melihat bila Kane telah banyak berkembang, utamanya dalam hal mentalitas.
Berkat dukungan yang diberikan Chris Ramsey, Kane sukses menjadikan mentalitas sebagai salah satu kemampuan paling menonjol di perjalanan awal karirnya. Meski tidak menjadi pemain dengan skil tinggi, Kane mampu menunjukkan bakat dan unggul dari pemain lain melalui mentalitas yang dimiliki.
Harry Kane’s mentor and QPR caretaker boss Chris Ramsey ‘not surprised’ by striker’s progress http://t.co/Zk19qbvWMX pic.twitter.com/gEuWiPar5E
— England (@England) February 10, 2015
Dengan kesungguhan yang ditampilkan dalam setiap sesi latihan, pemahaman sejumlah aspek penting dalam pertandingan, serta mengasah mental untuk terus menjadi yang terbaik, membuat Kane kini sukses menuai hasilnya.
Hasil Dari Kerja Kerasnya
Di musim 2014/15, ketika Mauricio Pochettino datang, Kane yang harus membuktikan diri berhasil menjadi penyerang andalan. Dia mencetak 21 gol dari 31 pertandingan dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Liga Inggris. Kane telah membuktikan diri sebagai finisher terbaik, dengan mengkonversi 18,8% dari total tembakannya.
Harry Kane was Spurs’ saviour today – and Mauricio Pochettino always had faith his goal would come ⚽
Watch: https://t.co/I9HHLZ53ap pic.twitter.com/5TlCQSdVSS
— BBC Sport (@BBCSport) February 25, 2018
Sebagai perbandingan, Sergio Aguero yang meraih penghargaan Sepatu Emas saat itu hanya mampu mengkonversi 17,6% dari total tembakannya ke gawang.
Selanjutnya, pada tahun 2017, Kane menjadi pemain keempat dalam sejarah Liga Primer Inggris yang mencetak setidaknya 20 gol dalam tiga musim berturut-turut, setelah Alan Shearer, Ruud van Nistelrooy dan Thierry Henry.
Harry Kane has now scored 20+ goals across all competitions in three consecutive seasons for Spurs.
Club legend in the making. pic.twitter.com/x2cvMclK1k
— Squawka Football (@Squawka) February 26, 2017
Lebih lanjut, Kane rata-rata melakukan 3,9 tambakan per laga di kompetisi Liga Primer musim 2016/17. Pada musim sebelumnya, Kane rata-rata melakukan 4,2 tembakan per pertandingan, dan 3,9 tembakan per pertandingan pada musim 2014/15.
Pada musim 2017/18, dia bahkan bisa melakukan sebanyak 5,4 tembakan per 90 menit lamanya. Total tembakannya pada musim tersebut mencapai 184 kali dengan mampu mengungguli torehan Mohamed Salah yang hanya catatkan sebanyak 144 kali tembakan. Perlu dicatat pula bahwa selain Kane dan Salah, tidak ada lagi pemain lain di Liga Inggris yang mampu melakukan sebanyak lebih dari 100 tembakan.
Sempat hanya torehkan 17 dan 18 gol dalam dua musim, Kane pada musim 2020/21 berhasil ciptakan sebanyak 23 gol dan berhak atas status pencetak gol terbanyak di kompetisi Liga Primer Inggris. Dia mampu mengungguli Mohamed Salah yang duduk di tangga kedua dengan torehan 22 gol, dan Bruno Fernandes berada setingkat di bawahnya dengan torehan 18 gol.
“Sebagian besar pemain tidak memiliki mentalitas seperti Harry Kane. Dia masih terus memberikan teknik sempurna dalam setiap pertandingan, yang tentunya merupakan buah dari latihannya selama berjam-jam,” kata Jonathan Hill, yang bekerja sebagai analis di Tottenham di bawah Pochettino.
Sumber referensi: bbc, independent, sportskeeda, wionews


