Babak Grup Euro Itu Susah! Buktinya Tim-Tim Besar Sering Jadi Korban

spot_img

Euro selalu punya cerita menarik. Termasuk kita ingat pernah terjadi kejutan ketika Denmark juara di 1992 dan Yunani di 2004. Selain itu, hal lain yang tak kalah mengejutkannya dari gelaran Euro adalah tim-tim besar yang bertumbangan dari babak grup.

Sebelum mengetahui kenapa para negara besar tersebut gagal sejak fase grup, subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya, agar kalian selalu dapatkan konten menarik dari Starting Eleven.

Italia Euro 1996

Euro 1996 adalah Euro pertama yang menggunakan format empat grup. Karena sebelumnya ajang ini hanya digelar dengan format dua grup saja. Di edisi kali ini, Italia yang jadi finalis Piala Dunia 1994, jadi negara yang paling diunggulkan jadi juara.

Pelatih Arrigo Sacchi pun cukup percaya diri bahwa Gli Azzurri akan berbicara banyak di ajang ini. Pasalnya, Italia saat itu tengah kebanjiran talenta hebat hampir di seluruh lini. Seperti halnya Maldini, Donadoni, Zola, maupun Del Piero.

Namun ada satu polemik yang terjadi jelang keberangkatan Italia ke Euro. Sacchi dikritik publik Italia karena tak membawa salah satu bintangnya, Roberto Baggio. Sacchi beralasan tak menyertakan Baggio karena faktor kebugaran dan cedera kambuhannya.

Italia berada di Grup C bersama Jerman, Ceko, dan Rusia. Perjuangan Gli Azzurri dimulai saat melawan Rusia. Pierluigi Casiraghi sukses jadi penyelamat Italia saat itu dengan brace-nya. Berkat kemenangan tersebut, langkah Italia diprediksi akan berjalan mulus.

Namun di laga kedua saat melawan Ceko, secara mengejutkan Sacchi melakukan perubahan yang cukup beresiko dalam susunan pemain. Seperti pencetak dua gol melawan Rusia, Casiraghi digantikan dengan Enrico Chiesa. Hasilnya fatal, Italia kalah oleh Ceko yang saat itu dihuni oleh Pavel Nedved.

Dikutip dari Goal, Sacchi sadar akan kesalahannya tersebut. Ia mengaku akan bertanggung jawab. Namun nyatanya, Sacchi gagal membuktikan tanggung jawabnya itu. Italia yang harus menang melawan Jerman di laga terakhir, malah bermain imbang. Dengan hasil tersebut, Italia gagal lolos karena hanya peroleh empat poin dan berada di posisi ketiga grup.

Inggris dan Jerman Euro 2000

Inggris dan Jerman punya kenangan buruk di Euro 2000. Mereka berada di grup neraka yakni Grup A bersama Portugal dan Rumania. Rumania saat itu adalah tim underdog dengan bintangnya George Hagi.

Rumania langsung mengejutkan dengan menahan imbang sang juara bertahan Jerman di laga pertama. Sementara itu, hasil mengejutkan lain juga terjadi saat Inggris takluk atas Portugal. Saat butuh tiga poin untuk lolos di laga terakhir, Inggris dan Jerman malah terkapar.

Jerman di bawah pelatih Erick Ribbeck bahkan memalukan saat dibantai tiga gol oleh Portugal. Sementara Inggris asuhan Kevin Keegan merasakan pedihnya dikandaskan tim underdog Rumania lewat gol di menit akhir.

Ya, dua raksasa tersebut pun akhirnya pulang kampung dengan penuh penyesalan. Sejak saat itu Jerman langsung melakukan restrukturisasi sepakbola nasional. Jerman ingin wajah sepakbolanya berubah lewat program pencarian bakat dan pelatih baru untuk masa depan.

Sementara itu, Inggris yang sudah lama gagal dengan pelatih lokal seperti Terry Venables, Glenn Hoddle, hingga Kevin Keegan mengubah cara pandangnya dengan menunjuk pelatih asing. Hal tersebut menurut FA adalah sebuah langkah penyegaran timnas di era Milenium. Sven Goran Eriksson dan Fabio Capello jadi buktinya.

Spanyol, Italia Euro 2004

Di Euro 2004 ada cerita menarik saat Italia dan Spanyol mengaku gagal lolos dari babak grup karena dicurangi. Dilansir dari The Guardian, Spanyol di laga terakhir grup saat menjamu Portugal, curiga dengan kepemimpinan wasit Andre Fritz dari Swedia. Wasit yang terkenal dekat dengan petinggi UEFA tersebut, dicurigai akan berpihak pada tuan rumah. Pasalnya Portugal juga sama-sama masih butuh tiga poin untuk lolos.

Dan benar saja, keberpihakan Fritz pada tuan rumah nyata adanya. Seperti saat beberapa pelanggaran kepada pemain Spanyol hanya dibiarkan begitu saja. Hal itu membuat frustrasi pasukan Inaki Saez, dan akhirnya membuat Spanyol kecolongan satu gol. Berkat kekalahan atas Portugal tersebut, La Furia Roja yang berada satu grup dengan Portugal, Yunani, dan Rusia, akhirnya gagal lolos karena hanya duduk di posisi ketiga.

Sementara itu, Italia yang tidak lolos dari Grup C yang diisi Bulgaria, Swedia dan Denmark, juga mengaku dicurangi. Finalis Euro 2000 tersebut tak menyangka kegagalan mereka diakibatkan oleh persekongkolan jahat sesama negeri Skandinavia, Swedia dan Denmark.

Swedia dan Denmark diduga main mata di laga terakhir. Mereka dicurigai sengaja bermain seri 2-2 agar Italia tersingkir. Anehnya, sebelum laga Swedia vs Denmark, terbentang banner skor 2-2 di tribun penonton.

Dan kejadian dong, Swedia vs Denmark berakhir dengan skor 2-2. Berkat hasil tersebut Gli Azzurri hanya bisa gigit jari. Mereka gagal lolos meski menang atas Bulgaria. Namun pasca laga, dua negara tersebut mengelak melakukan main mata. Pihak UEFA pun menganggap itu adalah hasil yang fair.

Prancis Euro 2008

Jelang Euro 2008, Timnas Prancis sebenarnya sudah diselimuti keraguan. Mereka sudah ditinggal ruh permainannya, yakni Zinedine Zidane yang pensiun. Di babak kualifikasi, tim asuhan Raymond Domenech tersebut juga tampil tak begitu meyakinkan. Mereka bahkan dua kali ditaklukan Skotlandia.

Domenech menuju Euro 2008 juga masih mengandalkan skuad tua, seperti Thuram, Sagnol, hingga Vieira. Domenech juga banyak dikritik karena mendepak pemain seperti Trezeguet, Flamini, maupun Clichy yang masih moncer di klubnya masing-masing.

Prancis berada di grup neraka yakni Grup C, bersama Belanda, Italia, dan Rumania. Keraguan publik terhadap Prancis pun nyatanya benar. Prancis hanya bermain seri melawan Rumania di laga pertama. Di dua laga terakhir mereka harus rela dibantai oleh Belanda dan Italia.

Prancis jadi juru kunci tanpa meraih satu kemenangan pun. Golnya pun hanya satu. Tragis memang nasib mereka. Namun anehnya, Domenech yang banyak dikritik dan gagal total, tetap saja dipertahankan sebagai pelatih hingga Piala Dunia 2010.

Belanda Euro 2012

Di Euro 2012, masih ada saja tim besar yang terjungkal di babak grup. Kali ini dialami Belanda. Padahal, sebelumnya De Oranje adalah finalis Piala Dunia 2010. Pelatih mereka juga masih sama yakni Bert Van Marwijk.

Skuad Belanda yang dibawa Van Marwijk pun dianggap lebih baik dari Piala Dunia 2010. Mereka punya pemain yang sedang moncer di klub seperti Kevin Strootman, maupun Ibrahim Afellay.

Belanda berada di Grup B yang tergolong grup neraka bersama Denmark, Portugal, Jerman. Namun sejak laga pertama, De Oranje justru sudah kocar-kacir saat hadapi Denmark. Taktik bertahan Van Marwijk banyak dikritik karena sangat rapuh. Akibatnya mereka takluk oleh Tim Dinamit.

Van Marwijk yang anti kritik, tetap ngeyel tak benahi lini pertahanan De Oranje di laga berikutnya. Hasilnya, mereka dihabisi Jerman dan Portugal. Mereka hanya ciptakan dua gol dan tanpa dapat poin satupun. De Oranje harus rela jadi juru kunci Grup B.

Pencapaian memalukan Belanda ini tak bisa ditolerir. Surat kabar Belanda, De Volkskrant sampai membuat tajuk utama, “Belanda adalah sebuah lelucon”. Akhirnya Bert Van Marwijk sadar diri dan memilih mundur sebagai pelatih. Posisinya digantikan oleh Louis Van Gaal.

Euro 2016 dan 2020

Euro 2016 dan Euro 2020 adalah dua edisi Euro yang formatnya sudah berubah menjadi enam grup. Pesertanya pun juga bertambah jadi 24. Secara aturan pun baru. Seperti empat tim dari peringkat tiga terbaik, punya tiket untuk lolos dari babak grup.

Terbukti, di edisi Euro 2016 dan 2020 ada beberapa negara yang tertolong berkat aturan baru tersebut. Misalnya saja Portugal. Bahkan di dua edisi beruntun CR7 cs hanya duduk di posisi ketiga. Andai aturan lama yang hanya ada dua tim saja yang lolos, Portugal pasti sudah tersingkir. Ya, seperti halnya yang dialami tim-tim besar di edisi Euro sebelumnya.

Sumber Referensi : theguardian, goal.com, footballoranje, bbc, fourfourtwo, bbc, dailymail, eurosport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru