Musibah di dunia ini siapa yang tau sih? Musibah senantiasa menghampiri manusia, kapan saja dan di mana saja. Jika melihat suatu musibah menimpa orang lain, sudah sewajarnya kita turut berempati. Namun di dunia ini ada juga lho, tipe orang yang justru gembira melihat orang lain mendapat musibah. Hmmm.. ya, seperti apa yang kini sedang dialami publik sepakbola Indonesia.
Jelang bentrok lawan Australia, publik sepakbola Indonesia senang bukan kepalang ketika mendengar beberapa pemain andalan The Socceroos bertumbangan karena cedera. Sebab, hal ini akan jadi keuntungan bagi Timnas Indonesia untuk bisa meraih poin di Sydney. Lantas, bagaimana caranya Indonesia bisa memanfaatkan keuntungan tersebut?
Daftar Isi
Australia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Keadaan Timnas Negeri Kanguru jelang laga lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, kini sedang tidak baik-baik saja. Publik sepakbola Australia sedang was-was, ketika bertubi-tubi diguncang kabar tak mengenakan tentang kondisi para pemain yang mendekap cedera.
Kekhawatiran mereka itu bukan tanpa alasan. Sebab, pemain yang masuk meja perawatan adalah pilar utama mereka. Tak hanya itu saja, jumlahnya pun terus bertambah. Dilansir dari Bola.com per 5 Maret 2025, tujuh pemain penting Socceroos masih mendekap cedera. Mereka adalah Cameron Burgess, Thomas Deng, Harry Souttar, Jordan Bos, Connor Metcalfe, Alessandro Circati, dan Riley McGree.
Cedera yang diderita beberapa pemain tersebut juga terbilang cukup parah. Bahkan sampai ada yang sudah dipastikan tidak bisa merumput lagi hingga akhir musim seperti Harry Souttar.
Kehilangan beberapa pemain penting tersebut, membuat pelatih Socceroos, Tony Popovic harus minum obat sakit kepala untuk memikirkan siapa yang bisa menggantikan peran para pemain tersebut. Mengingat laga melawan Indonesia dan China makin dekat.
Tony Popovic Kena Karma?
Tony Popovic terlihat pontang-panting cari pengganti yang sepadan dari para pemain tersebut. Ia pun sempat ragu dengan keadaan skuadnya ini jelang bentrok melawan Indonesia dan China. Pelatih 51 tahun tersebut sampai dinasehati oleh beberapa media Australia, seperti The Roar dalam menemukan pemain pengganti yang sepadan.
Tony Popovic kini sedang dalam tahap mode panik. Tidak seperti sikapnya dulu yang tenang dan cenderung sombong saat skuadnya belum dilanda badai cedera seperti ini. Tengok saja tingkah laku Popovic ketika mengomentari kedatangan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Garuda.
Dengan nada menyepelekan, Tony Popovic mengatakan bahwa Patrick Kluivert belum levelnya mengubah keadaan Timnas Indonesia. Menurutnya, tekad Kluivert meraih poin saat bertandang ke Australia adalah hal yang berlebihan.
Keuntungan Atau Jebakan?
Lupakan saja soal kesombongan Tony Popovic tersebut. Yang jelas kini faktanya Timnas Australia pincang secara skuad, dan Tony Popovic sedang dilanda kepanikan. Keadaan ini tentu akan jadi modal berharga bagi Timnas Indonesia. Sebuah keuntungan besar bagi Timnas Indonesia ini, nggak boleh disia-siakan begitu saja.
Mendengar keuntungan tersebut, publik sepakbola Indonesia pun makin sumringah. Alhasil, mereka pun jadi makin berharap Socceroos tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat bentrok dengan Indonesia nanti.
Namun dari gencarnya kabar soal badai cedera yang menimpa Timnas Australia, Timnas Indonesia tetap juga harus waspada dan tak boleh jumawa. Seperti apa kata pengamat sepakbola asal Malaysia, Raja Isa bin Raja Akram Syah. Raja Isa berpendapat kabar badai cedera Timnas Australia bisa jadi merupakan sebuah trik dan psywar yang sengaja dibuat oleh Timnas Australia, agar Timnas Indonesia terlena.
Kalau dipikir-pikir, masuk akal juga apa kata Raja Isa. Timnas tak boleh terus dininabobokan dengan kabar pincangnya skuad Australia. Timnas Garuda tetap harus fokus pada kekuatannya sendiri, tak boleh menyepelekan begitu saja kekuatan Australia.
Australia Mencari Pengganti
Apalagi kini Tony Popovic sudah mulai mendapat pemain untuk menambal timnya yang pincang. Dilansir Superball dari The Roar, beberapa pemain sudah disiapkan Popovic sebagai pengganti para pemain yang mendekap cedera.
Pemain klub Hibernian, Nectarios Triantis dan Pemain DC United, Kye Rowles, diproyeksikan menjadi duet bek tengah menggantikan peran yang ditinggalkan Cameron Burgess, Hayden Matthews, maupun Harry Souttar.
Di sektor bek sayap, Tony Popovic juga sudah menyiapkan beberapa pemain untuk menggantikan peran yang ditinggalkan Alessandro Circati, Jordan Bos, maupun Thomas Deng. Sebagai calon pengganti di bek kiri, ada nama pemain Hibernian, Jack Iredale. Sedangkan calon pengganti di bek kanan, ada pemain Dundee United, Ryan Strain.
Namun kehilangan pemain di sektor gelandang seperti Riley McGree maupun Connor Metcalfe, tak terlalu berpengaruh. Masih ada pemain seperti Jackson Irvine maupun Keanu Bacchus, yang bisa menggantikan perannya.
Incar Posisi Bek Tengah
Melihat kelemahan Australia yang banyak tertuju pada sektor pertahanan, Timnas Indonesia mau tidak mau harus mencecar posisi tersebut. Posisi yang ditinggalkan Harry Souttar, Cameron Burgess, dan Hayden Matthews itu pasti akan jadi celah.
Untuk itu, Patrick Kluivert harus jeli melihat itu. Ia harus bisa memerintahkan anak asuhnya untuk terus menggedor sektor tersebut. Striker Timnas Indonesia seperti Ole Romeny, harus maksimal memanfaatkan kepincangan sektor tersebut.
Tak hanya Romeny, para penyerang Indonesia lainnya juga harus berani untuk terus melakukan banyak penetrasi ke sektor bek tengah Socceroos. Sebab, dua calon bek tengah Australia, yakni Nectarios Triantis dan Kye Rowles, jarang mendapatkan jam terbang untuk bermain di posisi tersebut. Bahkan nih, seorang Nectarios Triantis, posisi aslinya di Hibernian adalah gelandang bertahan.
Incar Posisi Bek Sayap
Tak hanya posisi bek tengah Australia saja yang bisa dimanfaatkan pemain Timnas Indonesia. Posisi bek sayap Socceroos juga bisa dijadikan sasaran tembak.
Di sisi kiri, Dean James atau Calvin Verdonk, harus siap terus meneror posisi bek kanan yang ditinggalkan oleh Alessandro Circati. Di sisi kanan, Kevin Diks atau Eliano Reijnders, juga harus memanfaatkan kehilangan bek kiri handal seperti Jordan bos.
Bek sayap yang disiapkan oleh Tony Popovic seperti Jack Iredale, maupun Ryan Strain, juga tak sejago Alessandro Circati maupun Jordan Bos. Di Timnas Australia, mereka berdua jarang mendapat menit bermain di posisi tersebut. Bahkan nih, calon bek kiri Australia Jack Iredale, lebih sering bermain sebagai bek tengah di Hibernian.
Tetap Fokus Pemain Lain
Namun apakah dengan mencecar beberapa lini yang pincang dari Australia tersebut, Indonesia otomatis bisa dengan mudah meraih kemenangan? Tunggu dulu. Itu hanya salah satu cara. Masih ada cara lain yang tak kalah penting, yakni harus tetap mewaspadai pemain kunci Australia lainnya.
Jangan lupa lho, mereka masih punya pemain berkelas seperti Jackson Irvine, Craig Goodwin, Nestory Irankunda maupun Kusini Yengi. Artinya, lini belakang Timnas Garuda juga nggak boleh lengah. Mereka tetap akan menjadi ancaman menakutkan.
Meskipun lawan dalam keadaan pincang, ingat.. kita tetap harus siaga satu. Semoga saja Timnas Indonesia tak terkena “jebakan batman” Australia soal badai cedera, seperti apa kata Raja Isa. Berdoa saja yuk, semoga Socceroos beneran keteteran dengan pincangnya skuad mereka.


