Asal Usul Julukan Unik Klub Liga Jerman

  • Whatsapp
Asal Usul Julukan Unik Klub Liga Jerman_1
Asal Usul Julukan Unik Klub Liga Jerman_1

Bundesliga Jerman pertama kali bergulir pada 24 Agustus 1963. Selama 58 tahun, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Jerman itu telah beberapa kali berganti format. Total, ada 56 klub yang telah mencicipi kompetisi kasta tertinggi Liga Jerman tersebut.

Hingga hari ini, ada 12 tim yang pernah tercatat menjuarai Bundesliga. Mereka adalah Bayern Munchen, Borussia Dortmund, Werder Bremen, VfB Stuttgart, VfL Wolfsburg, FC Kaiserslautern, Borussia Monchengladbach, Hamburger SV, FC Koln, TSV 1860 Munchen (baca: TSV Achtzehnhundertsechzig Munchen), Eintracht Braunschweig, dan FC Nurnberg.

Sejarah Julukan Para Penguasa Liga Jerman

Bayern Munchen jadi pengoleksi gelar terbanyak. Klub yang punya julukan Die Roten alias The Reds itu telah menjuarai Bundesliga sebanyak 30 kali. Selama 1 dekade terakhir, Bayern Munchen juga begitu dominan dan selalu memenangi liga 9 musim beruntun.

Bayern Munchen yang berdiri pada 27 Februari 1900 adalah tim paling sukses di Jerman. Semua itu juga tak lepas dari kehadiran banyak pemain bintang di klub asal Bavaria itu. Pada medio 90an, para bintang Bayern lebih banyak tampil di tabloid gosip ketimbang tabloid olahraga. Prestasi seret dan banyak masalah internal yang bocor. Itulah yang jadi asal mula mereka mendapat julukan FC Hollywood.

Pengoleksi gelar Bundesliga terbanyak kedua adalah Borussia Dortmund. Klub yang berdiri pada 19 Desember 1909 itu 5 kali menjuarai Bundesliga. Sesuai dengan warna jersey kebesaran mereka, Dortmund dijuluki ‘die Schwarzgelben’ alias The Black and Yellow.

Jumlah trofi Bundesliga milik Dortmund itu sama dengan perolehan trofi Bundesliga milik Borussia Monchengladbach. Gladbach juga memenangi Liga Jerman sebanyak 5 kali di era 70an. Kesuksesan itulah yang membuat mereka mendapat julukan ‘Die Fohlen’ yang artinya kuda jantan muda.

Kala itu, Gladbach dilatih 2 pelatih legendaris, yakni Hennes Weisweiler dan Udo Lattek. Bersama 2 pelatih itu, mereka meraih juara Bundesliga dengan skuad yang dihuni para pemain muda yang menampilkan gaya main cepat nan agresif.

Pengoleksi gelar terbanyak berikutnya adalah Werder Bremen. Klub berjuluk ‘Die Grun-Weißen’ alias The Green-Whites itu pernah memenangi Bundesliga sebanyak 4 kali. Klub yang kini tengah berjuang di divisi 2 Liga Jerman itu juga punya julukan ‘Die Werderaner’ atau The River Islanders yang mengacu pada wilayah geografis tempat klub tersebut berada.

Pengoleksi gelar Bundesliga terbanyak berikutnya adalah Hamburger SV dan VfB Stuttgart. Keduanya sama-sama mengoleksi 3 trofi Bundesliga. Sayangnya, Hamburg yang dulu berjaya di era 70an dan 80an itu kini tengah berkompetisi di kasta kedua.

Klub yang bermarkas di Volksparkstadion itu dijuluki ‘Der Dino’ alias Dinosaurus. Hamburger SV adalah salah satu klub tertua di Jerman. Sebelum terdegradasi di akhir musim 2018, mereka telah bertahan di kasta teratas Liga Jerman selama 54 tahun 261 hari sejak format Bundesliga pertama kali diperkenalkan pada 1963.

Sementara itu, VfB Stuttgart menjuarai Bundesliga di 3 dekade yang berbeda, yakni 1984, 1992, dan 2007. Klub tersebut juga dijuluki Die Roten, sama seperti Bayern Munchen. Selain itu, mereka juga dijuluki ‘Die Schwaben’.
Schwaben atau Swabia adalah sebuah wilayah bersejarah pada abad pertengahan. Wilayah tersebut merupakan salah satu kadipaten asal Jerman yang dulu mewakili wilayah Alemannia.

Stuttgart yang terletak di negara bagian Baden-Württemberg dulunya merupakan bagian dari Kadipaten Schwaben. Karena sejarah geografis inilah VfB Stuttgart dijuluki ‘Die Schwaben’ alias orang-orang Swabia.

Pengoleksi trofi Bundesliga terbanyak berikutnya adalah FC Koln dan FC Kaiserslautern yang pernah menjuarai Bundesliga sebanyak 2 kali. FC koln adalah juara musim pertama Bundesliga, tepatnya musim 1963/1964. Mereka kemudian mengulang kesuksesan tersebut di musim 1977/1978. FC Koln punya julukan ‘Die Geißböcke’ alias The Billy Goats. Julukan ini mengacu pada maskot klub yang berupa seekor kambing jantan yang diberi nama Hennes.

Sementara itu, FC Kaiserslautern menjuarai Bundesliga di era 90an, tepatnya di musim 1991 dan 1998. Klub tersebut punya julukan ‘Die roten Teufel’ yang artinya Iblis Merah. Sayangnya, nasib Kaiserslautern saat ini begitu memprihatinkan. Mereka pernah terancam bangkrut dan kini tengah berkompetisi di Liga 3 Jerman.

Pengoleksi trofi Bundesliga terbanyak berikutnya adalah TSV 1860 Munchen (baca: TSV Achtzehnhundertsechzig Munchen). Klub yang seharusnya jadi rival sekota Bayern Munchen itu adalah salah satu founding members Bundesliga pada 1963.

Mereka kemudian menjadi juara Bundesliga di musim 1966. Hingga hari ini, itu jadi satu-satunya trofi Bundesliga yang pernah mereka raih. Sama seperti Kaiserslautern, nasib mereka saat ini begitu memprihatinkan. Pada awalnya, mereka bermarkas di Allianz Arena, sama seperti Bayern Munchen. Namun, semua berubah saat krisis finansial menggerogoti klub tersebut.

Pada 28 April 2006, mereka menjual 50% sahamnya ke Bayern Munchen seharga 11 juta euro agar terhindar dari kebangkrutan. Karena hal itu status mereka di Allianz berubah menjadi penyewa. Lalu, pada 12 Juli 2017, Bayern mengakhiri perjanjian sewa tersebut dan membuat sang rival sekotanya kembali ke stadion lamanya, Grunwalder Stadion. Kini, klub tersebut tengah berjuang di Liga 3 Jerman.

Sesuai dengan corak jersey-nya, Achtzehnhundertsechzig Munchen dijuluki ‘Die Blauen’ alias The Blues. Salah satu klub tertua Jerman yang berdiri pada 17 Mei 1860 itu juga dijuluki ‘Die Lowen’ alias Singa yang mengacu pada logo klub tersebut. Namun, julukan tersebut juga dipakai oleh Eintracht Braunschweig.

Eintracht Braunschweig juga baru sekali menjuarai Bundesliga, tepatnya di musim 1966/1967. Logo mereka juga bergambar singa. Oleh karena itu, klub yang baru saja terdegradasi ke Liga 3 Jerman itu punya julukan ‘Die Lowen’ yang artinya Singa.

Berikutnya ada VfL Wolfsburg yang juga baru sekali menjuarai Bundesliga. Wolfsburg juara di musim 2008/2009. Klub yang dimiliki perusahaan otomotif Volkswagen itu berdiri pada 12 September 1945 dan punya julukan ‘Die Wolfe’. Alasan di balik julukan tersebut sangatlah sederhana. Kata Wolf menjadi bagian dari nama klub tersebut, sehingga Wolfsburg menjuluki dirinya ‘Die Wolfe’ yang artinya serigala.

Terakhir, ada FC Nurnberg yang juga pernah sekali menjuarai Bundesliga, tepatnya di musim 1967/1968. Klub yang berdiri pada 4 Mei 1900 itu lazim dijuluki ‘Der Club’ alias The Club.

Jauh sebelum Bundesliga dibentuk, Nurnberg adalah penguasa German Football Championship, kejuaraan sepak bola tertinggi di Jerman yang jadi cikal bakal Bundesliga. Di era 20an hingga 60an, Nurnberg tercatat 8 kali menjuarai German Football Championship.

Adapun julukan ‘Der Club’ sudah melekat pada klub tersebut di awal era 20an. Terhitung dari Juli 1918 hingga Februari 1922, FC Nurnberg tak terkalahkan dalam 104 pertandingan resmi. Oleh sebab itulah, julukan ‘Der Club’ disematkan sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan dan gaya main mereka baik di dalam maupun di luar lapangan hijau dan kemudian menjadi salah satu tim yang paling populer di Jerman saat itu.

Tahukah kamu, FC Nurnberg juga berasal dari negara bagian Bavaria, sama seperti Bayern Munchen. Pertemuan keduanya dinamakan The Bavarian Derby atau ada pula yang menyebutnya sebagai Franconian-Old Bavarian derby.

Pasca perang dunia kedua, Nurnberg dan Bayern Munchen sudah bertemu 188 kali dengan Bayern memenangi 87 pertemuan berbanding 65 kemenangan milik Nurnberg. Sayangnya, kedua tim belum bertemu kembali sejak Nurnberg turun kasta ke Liga 2 Jerman sejak akhir musim 2018/2019.

Julukan Para Runner-up Terbanyak Bundesliga

Itulah sejarah singkat tentang Bundesliga dan julukan para juaranya. Di luar para penguasa itu, FC Schalke 04 (baca: FC Schalke null vier) adalah klub yang paling banyak nyaris menjadi juara. Rival abadi Borussia Dortmund itu tercatat 7 kali menjadi runner-up tanpa sekalipun mencicip gelar juara.

Schalke lazim dijuluki ‘Die Konigsblauen’ alias The Royal Blues yang mengacu pada warna jersey utama mereka. Namun, julukan pertama dari klub yang berdiri pada 4 Mei 1904 itu adalah ‘Die Knappen’ yang artinya penambang. Hal itu tak lepas dari sejarah klub tersebut yang dulu dihuni banyak pemain dan pendukung dari penambang batu bara Gelsenkirchen.

Klub kedua yang paling banyak meraih predikat runner-up tanpa meraih juara adalah Bayer Leverkusen. Klub yang berdiri pada 1 Juli 1904 itu 5 kali menjadi runner-up Bundesliga. Leverkusen didirikan oleh karyawan perusahaan farmasi Bayer AG. Dari situlah mereka mendapat julukan ‘Die Werkself’ alias The Company’s Eleven.

Klub berikutnya yang paling banyak meraih predikat runner-up Bundesliga adalah RB Leipzig. Meski klub yang didirikan oleh perusahaan Red Bull itu baru terbentuk pada 19 Mei 2009, mereka sudah 2 kali finish di posisi kedua, tepatnya di musim 2016/2017 dan 2020/2021. Sesuai dengan pendiri dan logo klubnya, RB Leipzig punya julukan ‘Die Roten Bullen’ alias The Red Bulls yang artinya Banteng Merah.

Berikutnya ada Hertha Berlin yang pernah sekali meraih predikat runner-up Bundesliga di musim 1974/1975. Meski belum pernah juara Bundesliga, klub asal ibukota Jerman itu pernah 2 kali menjuarai German Football Championship.

Nama Hertha diambil oleh sang pendiri klub dari nama kapal uap dengan cerobong asap berwarna biru dan putih. Warna tersebut juga jadi ciri khas Hertha Berlin. Selain itu, nama Hertha merupakan variasi dari Nerthus yang mengacu pada dewi kesuburan dari mitologi Jerman. Oleh karena itulah mereka mendapat julukan ‘Die Alte Dame’ alias The Old Lady.

***
Sumber Referensi: Goal, BuliNews, Interesting Football, ESPN, Bundesliga.

Pos terkait