Arsenal Bapuk Natural, Real Madrid Juara UCL Lagi, Nih?

spot_img

Usai sudah perjuangan wakil Inggris di Liga Champions musim 2023/24. Perempat final yang seharusnya jadi ajang Arsenal dan Manchester City untuk mengharumkan nama Inggris justru menjelma jadi mimpi buruk kedua tim. Leg kedua bak sebuah hari pemakaman bagi City dan Arsenal yang sama-sama kalah dan gagal melaju ke semifinal.

Arsenal asuhan Mikel Arteta yang mampu menahan imbang 2-2 Bayern Munchen di leg pertama harus puas dengan skor 1-0 di leg kedua. Nasib yang tak jauh berbeda pun dialami oleh sang juara bertahan, Manchester City. Setelah memaksakan hasil imbang di Santiago Bernabeu, skuad asuhan Pep Guardiola harus puas kalah dari Real Madrid melalui skema adu penalti di Etihad Stadium. 

Momen ini pun menghasilkan catatan menarik yang patut kita simak. Tapi sebelum kita bahas satu per satu, kalian bisa subscribe dan nyalakan lonceng terlebih dahulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.

Sebapuk-bapuknya Munchen, Masih Bapuk Arsenal

Bayer Leverkusen yang baru saja mengamankan gelar Bundesliga seharusnya jadi bukti, bahwa Bayern Munchen yang langganan juara selama sebelas tahun berturut-turut sedang tidak baik-baik saja. Praktis, Liga Champions jadi satu-satunya trofi yang masih masuk di akal bagi skuad racikan Thomas Tuchel. 

Itu pun hampir lepas saat mereka menghadapi kiamat kecil di Stadio Olimpico. The Bavarian takluk 0-1 Lazio yang menampilkan permainan biasa-biasa saja bahkan cenderung membosankan di babak 16 besar.

Syukurnya, mereka bisa bangkit di leg kedua dengan menang 3-0 di Allianz Arena. Di saat Bayern Munchen berada di situasi hidup segan mati pun tak mau, mereka harus menghadapi Arsenal di babak perempat final. Ini jadi cobaan yang lebih berat bagi Harry Kane cs. Karena Meriam London sedang gacor-gacornya di Liga Inggris.

Tapi, sebapuk-bapuknya Bayern Munchen ternyata masih lebih bapuk Arsenal. The Bavarians yang loyo masih terlalu kuat bagi Meriam London. Rekor tak terkalahkan apabila memainkan laga UCL di kandang buyar kala menjamu Bayern Munchen.

Di leg pertama yang dimainkan di Emirates Stadium, Arsenal ditahan imbang 2-2 oleh Munchen. Lalu, di leg kedua Arsenal justru keok 1-0 di Allianz Arena. Hasil ini memperpanjang tren buruk The Gunners kala berhadapan dengan FC Hollywood. Mereka tak pernah menang dalam lima pertemuan terakhir di UCL.

UCL Bukan Habitat Arsenal

Liga Champions memang kompetisi yang berada di level yang berbeda dari kompetisi-kompetisi lain. Siapapun yang berlaga di kompetisi tersebut telah terkontaminasi magisnya. Hanya klub yang layak saja yang bisa menguasai kompetisi antarklub terbesar di Benua Biru tersebut.

Tampil memukau di kompetisi domestik tampaknya bukan jaminan untuk tampil apik pula di Liga Champions. Begitulah yang dirasakan oleh Arsenal. Mau berbenah sedemikian rupa, mau berjuang sekeras mungkin, kalau memang belum waktunya ya trofi Liga Champions tak akan pernah bisa didapatkan oleh Arsenal.

Liga Champions sebetulnya cuma perkara mental. Siapa yang punya keyakinan tinggi, maka mereka yang akan memenangkannya. Nah, pasukan Mikel Arteta kalah telak di poin ini. Arsenal belum memiliki mental juara di Eropa. Beda dengan Munchen yang telah memiliki DNA UCL.

Finishing Arsenal yang Buruk

Selain itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi gugurnya Arsenal di perempat final Liga Champions musim ini. Salah satu yang paling ketara adalah tumpulnya lini depan di leg kedua.

Bermain di kandang lawan, Arsenal mati kutu. Meriam London begitu kesulitan dalam menciptakan peluang. Di Emirates Stadium, Arsenal mampu melepaskan 13 tembakan. Sementara di markasnya Bayern cuma delapan tembakan saja. Statistiknya makin terlihat buruk karena finishing pemain depan Arsenal juga buruk. 

Dari delapan tembakan, hanya tiga yang menyasar gawang Manuel Neuer. Tak memiliki penyerang jempolan adalah salah satu penyebabnya. Masalah ini sebetulnya sudah disadari oleh Mikel Arteta sejak musim lalu. Tapi mau bagaimana lagi, Arsenal selalu ketikung ketika sedang mengincar pemain depan di bursa transfer.

Kemenangan Perdana Madrid di Etihad

Di pertandingan lain, Manchester City juga takluk dari tim tamu, Real Madrid. Kekalahan yang dialami City terbilang lebih menyakitkan dari Arsenal. Karena City kalah melalui skema adu penalti. Kalau sudah masuk babak penalti, hanya kekuatan doa dan sedikit keberuntungan saja yang akan menolong.

Sialnya, Dewi Fortuna justru berpihak pada tim tamu. Ini jadi kemenangan perdana Real Madrid di Etihad Stadium. Sebelumnya Los Blancos tak pernah menang di kandang City. Musim 2022/23 misalnya, Madrid disingkirkan City dengan agregat 1-5 di babak semifinal. Madrid dibuat tak berdaya saat bermain di Etihad Stadium. El Real bahkan dibantai 4-0 oleh City.

Lolosnya Real Madrid ke semifinal Liga Champions musim ini juga telah mematahkan kutukan “leg pertama”. Menurut statistiknya, Los Merengues seringnya gagal lolos ke babak berikutnya jika tidak memenangkan leg pertama yang dilangsungkan di Santiago Bernabeu. Dari sepuluh kesempatan, Madrid hanya dua kali lolos ke babak berikutnya apabila gagal menang di leg pertama.

Sementara itu, laga ini jadi kekalahan kandang pertama Manchester City di ajang Liga Champions sejak tahun 2018. Rekor itu patah oleh Real Madrid yang sebenarnya tak terlalu superior di laga tersebut. City dibuat frustrasi oleh pertahanan kokoh Antonio Rudiger cs. Dari 33 tembakan yang dilepaskan, hanya satu yang bersarang di gawang Andriy Lunin.

Haaland Menghilang, Lunin Bersinar

Satu gol yang bersarang ke gawang Lunin pun buah usaha dari Kevin De Bruyne, bukan Erling Haaland. Catatan ini semakin menguatkan stigma bahwa penyerang asal Norwegia itu selalu menghilang di laga-laga penting. Jika ditarik ke belakang, Haaland ternyata belum mampu menjebol gawang Madrid dalam empat pertemuannya di Liga Champions.

Berbeda dengan Haaland yang tak banyak berkontribusi untuk tim, Andriy Lunin justru yang paling bersinar di pertandingan ini. Meski hanya berstatus pelapis Thibaut Courtois, kiper asal Ukraina itu tampil memukau dalam pertandingan semalam. Menurut Fotmob, Lunin dianugerahi rating 8,7. Menjadi yang terbaik dan mengalahkan Kevin De Bruyne yang hanya mendapat 8,3.

Memberikan status man of the match kepada Lunin tampaknya bukan sebuah hal yang berlebihan. Karena Lunin memang sebagus itu. Bermain selama 120 menit, Lunin melakukan delapan penyelamatan plus menepis dua sepakan penalti pemain City. Bayangkan jika yang bermain bukan Lunin, melainkan Kepa. Mungkin ceritanya akan lain.

Ancelotti vs Guardiola

Seperti yang sudah diulas oleh Starting Eleven Story beberapa hari lalu, laga ini seakan jadi penentuan siapa yang akan menjadi raja Eropa. Karena Manchester City dan Real Madrid adalah dua tim yang memiliki persentase paling besar untuk menjuarai Liga Champions musim ini.

Karena yang lolos ke semifinal adalah Real Madrid, maka pasukan Carlo Ancelotti lah yang diunggulkan untuk kembali menjuarai Liga Champions musim ini. Bukan suatu hal yang aneh apabila Madrid kembali diunggulkan. Karena UCL seakan tercipta untuk El Real. Dan begitu pun sebaliknya. Keduanya seperti memiliki hubungan spesial yang tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.

Real Madrid juga kian berpeluang meraih gelar UCL ke-15. Menurut catatannya, Real Madrid asuhan Carlo Ancelotti selalu mengakhiri musim dengan gelar juara Liga Champions apabila sudah mengalahkan tim asuhan Pep Guardiola di fase gugur.

Itu terbukti dua kali saat Don Carlo mengalahkan City di semifinal Liga Champions 2021/22 dan Bayern Munchen di semifinal Liga Champions musim 2013/14. Hmmm, apakah musim ini akan terulang?

Sumber: Fotmob, Bundesliga, CNN, The Guardian, Eurosport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru