Apesnya Paul Pogba Menghadapi Kasus Doping

spot_img

Paul Pogba akhirnya memecah keheningan dengan memposting foto berwarna hitam putih dengan caption berbahasa Inggris yang cukup panjang. Intinya, dia menyampaikan kekecewaan atas hasil kasus dopingnya di Juventus. Ia merasa sedih karena harus dijauhkan dari sepakbola, dunia yang teramat ia cintai.

Kasus doping yang dialami Pogba bukan perkara yang mudah. Badan Anti-doping Italia bahkan butuh waktu berbulan-bulan untuk memastikan bahwa Pogba bersalah dalam penyalahgunaan zat terlarang. Namun, dalam prosesnya itu, kasus doping Pogba justru memunculkan kisah unik tentang keterkaitannya dengan doping. 

Awal Kasus Doping Pogba di Juventus 

Dalam karir profesionalnya, Paul Pogba tercatat hanya membela dua klub, yakni Manchester United dan Juventus. Pemain berpaspor Prancis itu hanya bolak-balik di dua klub itu saja, tanpa mencoba berkiprah di negara lain. 

Nah, setelah karir yang cenderung buruk bersama Manchester United, Pogba kembali bergabung dengan Juventus di musim panas 2022. Harapannya, Pogba bisa menemukan performa terbaiknya lagi seperti sedia kala. Ya, kita semua tahu bahwa Il Polpo Paul mampu mencapai potensi maksimal kala mengenakan jersey hitam putih kebanggaan Kota Turin.

Namun, rencana itu hanya sampai di angan-angan saja. Dirinya justru mengalami serangkaian masalah ketika menjalani periode kedua bersama Juventus. Di musim 2022/23 saja, Pogba tak mendapat banyak kesempatan bermain untuk Si Nyonya Tua lantaran disibukkan dengan pemulihan cedera lutut.

Berusaha bangkit di musim 2023/24, Pogba malah kembali menemui masalah. Kali ini ia harus berurusan dengan kasus doping. Semua berawal pada laga pembuka Serie A musim 2023/24. Menurut Football Italia, pada Agustus 2024, Pogba gagal melewati tes doping di laga tandang melawan Udinese.

Dalam tubuh pemain keturunan Guinea itu ditemukan zat DHEA. Zat ini kabarnya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan dan kadar testosteron dalam tubuh manusia. Testosteron sebetulnya terbentuk secara alamiah. Namun, dalam kasus Pogba terdapat peningkatan testosteron yang tidak wajar. 

Meski begitu, Pogba masih diperbolehkan membela Juventus dalam dua laga melawan Bologna dan Empoli sebelum akhirnya diskorsing oleh Organisasi Anti Doping Italia (NADO Italia). Pihak klub pun kooperatif dengan memisahkan Pogba dengan rekan-rekan yang lain. Pogba bahkan mendapat potongan gaji sebesar 2,4 ribu euro (Rp 40 juta) per bulan. 

Apes!

Di tengah masa skorsing, Paul Pogba kembali dipanggil oleh NADO Italia untuk pengambilan sampel kedua pada bulan Oktober 2023. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa Pogba benar-benar menggunakan zat DHEA atau tidak. Sialnya, meski sudah selisih satu bulan, hasil tes dari klinik Acqua Acetosa di Roma tetap menyatakan Pogba positif doping.

Namun, ada kejanggalan dalam pemeriksaan terhadap Pogba. Jika kita lihat, Pogba sebetulnya tidak menjadi pilihan utama di skuad Juventus kala bertandang ke markas Udinese. Massimiliano Allegri bahkan tak memberikan satu menit pun kepada Pogba di laga tersebut. 

Tentu ini jadi tanda tanya besar. Mengapa Badan Anti Doping tidak mengambil sampel dari pemain-pemain yang turun ke lapangan? Dari 16 pemain yang mendapat kesempatan bermain, mengapa Pogba yang dijadikan sampel tes doping? Padahal jelas-jelas dirinya hanya duduk di bangku cadangan. 

Sampai sekarang, tak ada keterangan soal itu, karena menurut The Athletic, tes doping yang dilakukan kepada pemain sepakbola biasanya memang bersifat acak.

Dengan bukti yang cukup, jaksa penuntut dari federasi sepakbola Italia mengajukan gugatan kepada pengadilan anti-doping Italia untuk menghukum Pogba larangan bermain selama empat tahun. Pengadilan pun langsung permohonan tersebut. Padahal, Pogba sebetulnya bisa mendapat hukuman yang lebih ringan.

Reaksi Pogba

Menurut pedoman FIFA, untuk urusan skorsing pemain yang melanggar peraturan anti doping berkisar antara dua sampai empat tahun, tergantung apakah sang pemain terbukti melanggar dengan sengaja atau tidak. Nah, poin inilah yang dipertanyakan Pogba.

Melalui akun instagram pribadinya, Pogba angkat bicara tentang putusan kasus doping tersebut. Dalam postingannya, Pogba mengungkapkan isi hatinya. Ia merasa sedih dan kecewa atas putusan tersebut. Ia merasa dirugikan dengan durasi skorsing. Pogba merasa tidak ada sedikit pun niat untuk mengonsumsi zat terlarang tersebut dengan sengaja.

“Sebagai atlet profesional, saya tidak akan pernah melakukan apa pun untuk meningkatkan kinerja saya dengan menggunakan zat-zat terlarang dan tidak pernah menghina atau menipu sesama atlet dan pendukung tim mana pun yang pernah saya bela, atau yang saya lawan,” tulis Pogba di postingan terbarunya.

Pogba bersama agennya, Rafaela Pimenta tetap menghormati pengadilan anti doping yang sudah menyelesaikan segala prosedur investigasi terkait kasus doping tersebut. Namun, Pogba merasa ada yang tak adil dalam prosesnya. Mantan pemain Manchester United itu menganggap pengadilan tak mempertimbangkan unsur ketidaksengajaan saat melanggar peraturan.

Oleh karena itu, Pogba tak akan hanya diam. Ia akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, atau CAS. Karena empat tahun bukan waktu yang sebentar bagi Pogba. Itu bisa membuat reputasi yang telah dibangunnya selama ini hancur seketika.

Usianya saat ini sudah menginjak 31 tahun. Empat tahun kemudian itu berarti Pogba akan berusia 35 tahun. Itu jadi usia yang terlampau tua untuk kembali ke dunia sepakbola profesional. Apalagi dengan vakum selama empat tahun, susah untuk mencari lagi klub yang mau menampungnya. Namun, jika bandingnya dikabulkan, maka kehancuran karirnya bisa diminimalisir.

Pogba, Doping, dan Bulan Puasa

Meski pada dasarnya pengambilan sampel doping itu acak, Pogba yang kerap tampil di kompetisi-kompetisi akbar seperti Liga Champions hingga Piala Dunia, tergolong pemain yang sering melakoni tes doping. Biasanya, Pogba melakukan tes sekali dalam satu tahun menjelang kompetisi.

Menariknya, di luar jadwal tersebut Pogba juga sesekali dipanggil badan anti doping untuk melakukan pengambilan sampel. Alasannya beragam, tapi salah satu yang paling unik terjadi saat masih membela Setan Merah. Pogba dipaksa melakukan tes doping lantaran dinilai tampil terlalu bagus di laga melawan AS Roma. Loh, kok bisa?

Begini, pada tanggal 29 April 2021, United menjamu AS Roma di leg pertama semifinal Europa League musim 2020/21. Pertandingan tersebut dimainkan di tengah Bulan Ramadhan. Selaku umat yang taat beragama, Pogba memutuskan tetap berpuasa meski ada pertandingan.

Pogba dimainkan oleh Ole Gunnar Solskjaer sejak menit pertama. Hal itu membuat Pogba harus menunda jam berbuka. Meski demikian, sang pemain justru menampilkan performa yang luar biasa. Ia melepaskan beberapa umpan kunci dan memenangkan sebagian besar duel di lini tengah.

Pogba bahkan turut menyumbangkan satu gol di laga yang berakhir dengan skor 6-2 untuk kemenangan Manchester United tersebut. Nah, performa apik itu justru menimbulkan kecurigaan. Badan anti doping merasa janggal karena Pogba terlihat begitu fit dan tak punya rasa lelah meski sedang menjalankan ibadah puasa. 

Seusai pertandingan, ia pun ditarik oleh staf kepelatihan MU untuk melakoni tes. Meski saat itu tak terbukti, kecurigaan ini cukup membuatnya kesal. Karena menurutnya, puasa justru memiliki manfaat yang baik untuk tubuhnya. Selain itu, ia menerima masukan dari nutritionist klub terkait asupan makanan ketika sahur. Pogba juga mendapat penyesuaian program latihan agar tak mengalami dehidrasi dan penurunan massa otot.

Ironis memang melihat salah satu gelandang terhebat abad ini justru berjibaku dengan permasalahan di luar lapangan. Anyway, meski Pogba sudah dijatuhi hukuman empat tahun larangan bermain, tampaknya ini bukan akhir dari karirnya. Pemain internasional Prancis itu masih memiliki sedikit peluang untuk memperbaiki ini semua. 

Sumber: The Athletic, Sky Sport, Mirror, ESPN, The Guardian

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru