Apakah Neymar Masih Berpeluang Meraih Ballon d’Or?

spot_img

Tanggal 5 Februari kemarin adalah hari yang spesial. Di tanggal tersebut, 2 bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Neymar Jr. berulang tahun. Di tahun 2022 ini, Ronaldo menginjak usia 37 tahun, sementara Neymar menyentuh usia 30 tahun.

Khusus untuk Neymar, tanpa disadari waktu seperti berjalan begitu cepat. Rasanya, baru kemarin dia dilabeli ‘Si Anak Ajaib’ dari Brasil yang bakatnya diprediksi bakal mampu mengusik persaingan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai pesepakbola terbaik dunia.

Dulu, ketika masih dilabeli wonderkid, bakat Neymar bahkan dianggap lebih besar ketimbang Ronaldinho dan Kaka, 2 orang Brasil terakhir yang mampu meraih Ballon d’Or. Namun, nasib Neymar saat ini tak lebih dari sekadar salah satu pesepakbola paling kaya di dunia.

Makin Tua, Neymar Makin Kaya

Pada musim panas 2017 lalu, Neymar berhasil memecahkan rekor transfer pemain. Di musim tersebut, ia dibeli oleh klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain dengan harga 222 juta euro. Tak ayal, angka tersebut sempat menjadikan Neymar sebagai pemain termahal.

Kekayaan Neymar sebagai seorang pesepakbola memang tak perlu diragukan. Tahun lalu, ia dikabarkan telah merogoh koceknya hingga 2,5 juta poundsterling atau nyaris Rp 49 M hanya untuk membeli sebuah mansion baru di Brasil. Mansion mewahnya itu dilaporkan setidaknya memiliki 7 kamar tidur, sebuah lapangan squash, kolam renang, lift, dan tentu saja sebuah garasi besar yang bisa menampung 20 mobil mewahnya.

Mengutip dari The Economic Times, beberapa koleksi mobil mewah yang terparkir di garasi rumah Neymar antara lain, Lamborghini Veneno, Lykan Hypersport, Aston Martin Vulcan, hingga Maserati MC12 yang populasinya sangat langka di dunia.

Berdasarkan daftar yang dirilis Forbes, Neymar juga masuk dalam jajaran 10 atlet dengan bayaran tertinggi di dunia. Pada tahun 2021 kemarin, Forbes memperkirakan bintang timnas Brasil itu mendapat bayaran hingga 76 juta dolar AS. Angka tersebut belum termasuk pendapatan senilai 19 juta dolar AS yang ia dapat dari berbagai sponsor, seperti Qatar Airways, Epic Games, Red Bull, hingga Puma.

Dengan pendapatan total senilai 95 juta dolar AS atau nyaris Rp 1,4 Triliun pada tahun 2021, Neymar menempati peringkat keenam sebagai atlet dengan bayaran tertinggi versi Forbes. Khusus di ranah sepak bola, bintang PSG itu menempati peringkat ketiga sebagai pesepakbola dengan pendapatan tertinggi setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Sayangnya, meski mampu mengejar Ronaldo dan Messi dari segi pendapatan, Neymar masih belum mampu untuk menyaingi dua seniornya itu dalam hal prestasi. Ya, prediksi yang mengatakan Neymar adalah figur yang bakal mampu mengusik persaingan Ronaldo dan Messi sebagai pemain terbaik dunia nyatanya belum terwujud.

Perjalanan Karier Neymar: Dari Wonderkid di Santos Hingga Hijrah ke PSG

Neymar da Silva Santos Júnior lahir di Mogi das Cruzes, São Paulo pada 5 Februari 1992. Seperti halnya anak-anak Brasil lainnya yang hobi bermain bola, Neymar tumbuh dengan sepak bola jalanan. Selain itu, bakatnya juga tersalurkan dengan baik lewat futsal.

Tak bisa dipungkiri bahwa Neymar memang diberkahi bakat yang luar biasa. Buktinya, pada tahun 2003 silam, Santos dengan yakin memberinya kontrak ke tim akademi saat usia Neymar baru 11 tahun. Di klub itulah skill, kecepatan, dan olah bola Neymar makin terlatih dan terasah.

Neymar juga menjalani debutnya untuk Santos di usianya yang masih sangat muda. Ia menjalani debut profesionalnya pada 7 Maret 2009 saat usianya baru 17 tahun. Permainan Neymar saat membela Santos begitu menawan dan berhasil menarik banyak perhatian.

Kombinasi teknik dan olah bola yang memanjakan mata serta gol-gol cantik yang ia buat terasa begitu sempurna. Hal itulah yang membuat Pele berani memprediksi Neymar akan mampu melampaui pencapainnya.

Mengutip dari transfermarkt, selama 5 musim berseragam Santos, Neymar berhasil mencetak 70 gol dan 35 asis dalam 134 penampilan di kompetisi mayor. Selama periodenya di Santos, Neymar berhasil mempersembahkan 6 trofi.

Puncak performa Neymar bersama Santos terjadi di musim 2011. Ia berhasil memenangkan Copa Libertadores dan tampil di ajang Piala Dunia Antarklub. Di turnamen itulah ia pertama kali berjumpa dengan Barcelona yang sukses mengalahkan Santos di laga final.

Dua tahun berselang, Barcelona yang memang sudah kepincut lama rela merogoh koceknya hingga nyaris 88 juta euro untuk memboyong Neymar ke Camp Nou. Di Barca, Neymar mampu beradaptasi dengan cukup baik. Ia kemudian membentuk trio MSN yang begitu berbahaya bersama Lionel Messi dan Luis Suarez.

Puncak penampilan Neymar bersama Barcelona terjadi di musim 2014/2015. Kala itu, ia berhasil meraih treble winner. Ia juga mengakhiri musim tersebut dengan torehan 39 gol dan 10 asis dalam 51 penampilan. 10 golnya di Liga Champions juga membuat Neymar jadi top skor bersama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Sayangnya, meski performa Neymar di Barca baik-baik saja, nyatanya pamor Neymar bisa dibilang tertutup di balik nama besar Lionel Messi. Walau ia mampu mencetak 105 gol dan 76 asis dalam 186 penampilan, tetapi bagaimanapun juga, Neymar seolah terlihat seperti seorang pelayan bagi Messi.

Maka wajar bila kemudian Neymar memutuskan untuk menerima tawaran menggiurkan dari PSG di musim panas 2017. Selain menjadi pemain termahal di dunia, kepindahannya ke PSG juga bisa memuluskan jalan Neymar untuk lepas dari bayang-bayang Lionel Messi. Akan tetapi, pada akhirnya rencana untuk menjadi bintang tunggal di PSG tak berjalan mulus seperti yang ia duga.

Sebab-Sebab Neymar Belum Pantas Meraih Ballon d’Or

Keputusan Neymar untuk hengkang ke PSG memang bisa dimaklumi. Di Prancis, ia punya panggung yang lebih besar dan punya peluang untuk menjadi pemain yang paling banyak disorot. Kekayaan dan popularitasnya sudah pasti meningkat. Apalagi, dengan bakat besar yang ia miliki, Neymar seharusnya bisa menaklukkan Liga Prancis.

Akan tetapi, pada kenyataanya tidak demikian. Neymar memang berhasil memenangkan lebih banyak trofi di PSG. 10 trofi bergengsi sudah berhasil ia menangkan selama berseragam Les Parisiens. Namun, dari segi statistik, penampilannya menurun.

Itulah mengapa meski sudah meninggalkan Barcelona untuk lepas dari bayang-bayang Lionel Messi, Neymar masih belum berhasil memenangkan Ballon d’Or. Sejauh ini, prestasi terbaik Neymar di Ballon d’Or hanyalah menghuni peringkat 3 di tahun 2015 dan 2017. Di 2 kesempatan tersebut, lagi-lagi ia dikalahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Ada beberapa alasan mengapa Neymar Jr. belum layak dan bisa dibilang makin sulit untuk memenangkan Ballon d’Or. Penyebab utamanya sudah pasti dominasi Messi dan Ronaldo di daftar puncak pemain terbaik dunia.

Sejak 2008, hanya Luka Modric di tahun 2018 yang mampu merusak dominasi keduanya. Sama seperti kebanyakan pemain hebat lainnya, Neymar bisa dibilang sebagai salah satu korban dari era persaingan Ronaldo dan Messi.

Alasan berikutnya adalah performa Neymar itu sendiri. Seperti yang sudah disinggung, secara statistik penampilan Neymar justru menurun begitu pindah ke Prancis. Secara garis besar, Neymar belum benar-benar mendominasi Liga Prancis.

Selama berseragam PSG, Neymar belum mampu mencetak lebih dari 20 gol selama 1 musim di kompetisi Ligue 1. Ironisnya lagi, jumlah penampilannya di Liga Prancis selama 1 musim juga tak lebih dari 20 caps. Itulah mengapa ia tak pernah jadi top skor.

Di PSG, Neymar akrab dengan masalah kebugaran dan cedera. Ini adalah masalah serius. Sebab, bila ingin menggusur dominasi Ronaldo dan Messi, Neymar harus bisa bermain reguler dan mencetak lebih banyak gol atau asis.

Selain itu, setuju atau tidak, pergi meninggalkan Barcelona sebetulnya juga sebuah keputusan yang salah. Tradisi, sejarah, dan nama Barcelona jelas jauh lebih besar ketimbang PSG yang baru mendadak kaya setelah dibeli Nasser Al-Khelaifi.

Keputusannya untuk hengkang dari Barcelona juga membuat Neymar kehilangan panggung di ‘El Clasico’, sebuah derby yang paling disorot media di seluruh dunia. Di Prancis, ia memang bisa merasakan ‘Le Classique’. Namun, bagaimanapun juga, atmosfir dan popularitas ‘Le Classique’ masih kalah jauh bila dibandingkan dengan ‘El Clasico’.

Kini, peluang Neymar untuk bersaing jadi pemain terbaik dunia juga semakin sulit. Apalagi kalau bukan karena Kylian Mbappe. Nasib Neymar juga bisa dibilang apes. Ia pindah dari Barca untuk lepas dari bayang-bayang Messi, tetapi begitu pindah ke PSG, ia justru bertemu dengan Mbappe.

Sialnya lagi, di musim panas lalu, PSG mendatangkan Lionel Messi yang belum lama ini kembali berhasil meraih Ballon d’Or ketujuhnya. Alhasil, sorotan media tak lagi berfokus ke Neymar. Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, hingga Ansu Fati rasanya jauh lebih menarik di mata media dan pecinta sepak bola.

Secara penampilan, Neymar memang masih menarik, khususnya bagi para sponsor. Gaya hidupnya yang mewah, kebiasaanya berpesta, hingga gaya fashionnya yang ‘hypebeast’ sangat menarik untuk diikuti. Akan tetapi, bukan itu yang ia butuhkan jika mau memenangkan Ballon d’Or.

Untuk memenangkan penghargaan pemain terbaik dunia, Neymar butuh popularitas besar. Ia harus jadi figur yang paling disorot, paling dibicarakan, dan paling diidolai di dalam lapangan hijau, bukan ketika di luar lapangan.

Selain itu, sebelum layak menjadi pemain terbaik dunia, seorang pemain harus lebih dulu memiliki citra diri yang baik. Sayangnya, meski Neymar diberkahi dengan bakat yang sangat luar biasa, ia belum sampai pada titik tersebut.

Kini, usia Neymar sudah menyentuh 30 tahun. Peluangnya untuk memenangkan Ballon d’Or memang belum habis, tetapi semakin menipis. Lalu, apakah Neymar akan selamanya menjadi “Pangeran Sepak Bola tanpa Mahkota”?

https://youtu.be/TYKb2NpyOlY
***
Sumber Referensi: Forbes, The Economic Times, Zeenews, Tifo Football, Detik.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru