Setelah menghabiskan dana cukup banyak pada musim panas 2021/2022, Arsenal berada pada track yang tepat. Setidaknya sampai paruh musim dingin Januari 2022, Arsenal masih menjaga asa untuk bertarung memperebutkan posisi ke 4 Premier League demi tiket lolos ke Champions League musim depan.
Namun, alih-alih memperbaiki skuad dengan mendatangkan pemain baru agar impian itu tak sekadar angan, Arsenal justru kembali membuang banyak pemain yang mengakibatkan kedalaman skuad mereka terganggu. Lantas, apa yang menyebabkan Arsenal tidak mampu menambal skuatnya yang dibuang di Januari 2022 ini?
❄️ 𝑾𝒊𝒏𝒏𝒊𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒂𝒎 ❄️ #WOLARS pic.twitter.com/PzzXa0jC39
— Arsenal (@Arsenal) February 9, 2022
Bersih Bersih Arteta
Langkah sang pelatih Mikel Arteta di Arsenal sejak kedatangannya mungkin menjadi sebab. Banyaknya pemain yang keluar dari pintu Emirates disebabkan karena Arteta. Hal itu telah terbukti dengan beberapa “cuci gudang” yang dilakukannya terhadap pemain-pemain yang tidak masuk dalam rencana jangka panjangnya.
Sebut saja Emiliano Martinez yang pergi ke Aston Villa dan Joe Willock yang pergi ke Newcastle. Disisi lain ada banyak pemain Arteta yang keluar dengan opsi pinjaman seperti Matteo Guendouzi, Lucas Torreira, dan Hector Bellerin.
Hector Bellerin to Real Betis on loan is completed.
No option to buy included. #AFC https://t.co/JqGPdg4ov9 pic.twitter.com/X4Hja9Gj4d
— Chris Wheatley (@ChrisWheatley_) August 31, 2021
Yang teranyar, Arteta kembali membuang para pemain dengan beberapa seperti Maitland Niles ke AS Roma, Sead Kolasinac ke Marseille, Pablo Mari ke Udinese, Calum Chambers ke Aston Villa, dan yang terakhir Aubameyang ke Barcelona dengan status bebas transfer.
OFFICIAL: Pierre-Emerick Aubameyang leaves Arsenal to join Barcelona on a free transfer 🔵🔴 pic.twitter.com/298bLdIO4h
— GOAL (@goal) February 2, 2022
Hal ini menimbulkan banyak tanya para fans, tentang beberapa pengurangan pemain yang terjadi. Akan lebih bijak bagi Arteta untuk menjawabnya dengan penandatanganan beberapa pemain baru di bursa transfer musim dingin Januari 2022.
Beberapa target pun sebenarnya sudah mulai diincar oleh Arteta.seiring kondisi tim yang pincang di periode Desember-Januari karena badai cedera dan covid. Terlebih Arsenal juga ditinggal para pemainnya ke AFCON 2021 seperti Elneny, Pepe, maupun Thomas Partey.
Pierre-Emerick Aubameyang, Thomas Partey, Nicolas Pepe and Mohamed Elneny are all set to be missing for #AFC in the North London Derby on January 15th as they could be away on international duty at AFCON.
The competition also coincides with a game against Burnley at home. pic.twitter.com/sJeAQst7jv
— Kaya Kaynak (@kayakaynak97) June 16, 2021
Rapor buruk atas kedalaman skuad yang kurang, benar-benar terbukti ketika Arsenal sekaligus tersingkir di dua ajang musim 2021/2022. Di Piala FA mereka digugurkan klub Nottingham Forest dan di Piala Carabao mereka disingkirkan Liverpool.
Secara skuad, Arsenal sekarang hanya memiliki 20 pemain senior yang riskan untuk mengarungi sisa Premier League musim 2021/2022 ini dengan mulus. Ketika badai covid masih mengintai, belum lagi cedera pemain dan akumulasi kartu yang mungkin dialami 20 pemain itu.
Arsenal dan Arteta harus bergerak cepat mencari pemain di bursa transfer Januari 2022 demi menambal timnya. Hal itu juga sudah diamini oleh pemilik mereka, Kronke yang sanggup menyediakan dana untuk Arteta.
Target yang Gagal
Seorang Arteta dalam menjalankan operasi transfer selalu didampingi oleh direktur olahraga Arsenal, Edu. Mereka berdua yang selama ini melakukan pembangunan skuad di Arsenal sebagai proyek jangka panjang yang disetujui oleh sang pemilik Kroenke.
Arsenal owner Stan Kroenke’s planned £180m summer splurge is bad news for four players https://t.co/M7PNsM91Ve pic.twitter.com/akmpgJxJ51
— Arsenal Live News (@arsenalfootnews) February 4, 2022
Di Januari ini, Arteta dan Edu bergerak mengincar beberapa pemain hebat di sektor penyerang. Mengingat kedalaman lini serang Arsenal sangat minim. Praktis hanya Lacazette, Nketiah dan Martinelli yang ada. Setelah ditinggal bintang mereka Aubameyang, Arteta bergerak cepat untuk menandatangani Vlahovic dari Fiorentina.
Rumor kepindahan Vlahovic selama Januari hanya berhembus ke klub London Utara tersebut. Bahkan hanya menunggu waktu untuk menyelesaikan kesepakatan kedua belah pihak. Akan tetapi, menjelang akhir masa bursa transfer, Juventus menikung dengan tawaran lebih.
Vlahovic lebih memilih Juventus yang cenderung mudah beradaptasi di Italia ketimbang Arsenal di Inggris. Alasan alot dan buntunya negosiasi antara pihak Vlahovic dan Arsenal juga menjadi sebab.
Arsenal miss out on Dusan Vlahovic 🥺 pic.twitter.com/O1AL11BFm8
— GOAL (@goal) January 28, 2022
Arsenal juga kesulitan dalam merekrut pemain tengah incaran mereka. Ketika lini andalan Arteta itu menjadi PR, karena banyak diisi pemain muda dan kurang berpengalaman. Seperti Odegaard, Saka, Smith Rowe, maupun Lokonga. Mereka butuh amunisi lini tengah lain untuk menaikan level permainan maupun sebagai back-up mereka.
Dari rumor yang beredar, banyak pemain yang dikaitkan dengan Arsenal seperti Wijnaldum, Denis Zakaria, Bruno Guimaraes, dan Arthur Melo, yang tidak satupun nyantol ke Arsenal.
Khusus untuk Arthur Melo mungkin menjadi yang paling terdepan dan mungkin tinggal menunggu waktu untuk tiba di Emirates. Seiring kesepakatan pribadi sang pemain dengan Arsenal tercapai. Namun di akhir masa bursa transfer, Juventus berbalik pikiran dan enggan melepas Arthur Melo dikarenakan belum mencari penggantinya yang sepadan.
More on Arthur Melo deal for Arsenal. Arteta approves him, Arsenal are also prepared to cover his salary. But it’s up to Juventus – no green light yet for a loan move, and they’d need a replacement. 🇧🇷 #AFC
Arthur’s on Arsenal list since some days ⤵️https://t.co/qDrUge3kmT pic.twitter.com/ASsYXyBHIV
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) January 13, 2022
Daya tarik sebuah klub, baik itu dari faktor pelatih, sejarah klub, koneksi bisnis, faktor gaji, faktor proyek jangka panjang tim, menjadi penting untuk meyakinkan seorang pemain bintang untuk mau datang ke suatu klub diluar uang kesepakatan pembelian.
Hal inilah mungkin yang tidak dimiliki Arsenal. Selama ini cenderung banyak pemain bintang yang enggan bergabung dengan Arsenal karena mungkin tidak bermain di pentas tertinggi Eropa.
Kesulitan dalam mendatangkan pemain baru diakui sendiri oleh sang pelatih. Arteta mengakui bursa pemain yang ada di Januari 2022 ini terbatas dan susah.
“Jendela transfer Januari 2022 ini sangat sulit dan kompleks. Semua keputusan yang kami buat harus juga melibatkan uang yang besar dan perencanaan yang matang bukan terburu-buru. Kami juga harus melihat apakah pemain ini bisa kami percaya untuk membawa tim untuk naik ke level berikutnya atau tidak,” kata Arteta.
Rencana Arteta
Setelah jendela transfer Januari 2022 yang rumit, Arteta masih tetap yakin Arsenal tidak akan kesulitan lagi untuk menarik pemain yang tepat untuk bergabung di musim panas 2022/2023 nanti.
Tampaknya Arteta sudah punya rencana jangka panjang membangun kembali skuad dan itu mungkin tidak terjadi dalam satu atau dua jendela transfer Kebutuhan skuad Arsenal yang jauh lebih dalam akan mudah terwujud seiring dengan Arsenal lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Itu adalah salah satu bagian dari strategi.
Di sisi lain, Arsenal memiliki beberapa pemain yang kontraknya akan habis musim panas dan perlu segera membuat keputusan penjualan. Dengan begitu dana yang dihasilkan dari penjualan pemain mampu menambah uang belanja Arteta di musim panas 2022/2023. Dana untuk musim panas nanti, tampaknya sudah didiskusikan dengan Kroenke.
New: Arteta on rebuilding his squad, Kroenke talks, player discipline and Auba’s exit https://t.co/JsBF5qDJxY #arsenal #afc pic.twitter.com/J9rz66bbqi
— arseblognews (@arseblognews) February 9, 2022
Kelihatannya ide serta visi dan misi antara Arteta dengan Kroenke sampai saat ini masih berjalan selaras. Kroenke sendiri sangat mendukung Arteta secara dana selama ini.
Terlepas dengan rencana jangka panjang Arteta, yang sekarang di depan mata adalah menyelamatkan Arsenal dengan keterbatasan skuad untuk bisa tetap tampil konsisten guna setidaknya tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Keputusan untuk nihil mendatangkan pemain baru sewaktu-waktu akan menjadi boomerang bagi Arteta. Ketika Arsenal kesulitan, bahkan sampai tergusur dari papan atas klasemen Premier League dan gagal masuk kompetisi Eropa musim depan.
Terlebih fans yang kecewa dengan aktivitas bursa transfer mereka di Januari 2022. Arteta bagaimanapun harus bertanggung jawab atas itu semua. Beban sekarang ada di pundak Arteta.
Sumber Referensi : thesun, acefootball, sportingnews, arseblog.news


