Apa yang Terjadi Setelah Tim Inggris Ini Raih Gelar Liga Champions?

spot_img

Manchester City kini sudah sah untuk bergabung dengan MU, Chelsea, dan Liverpool, sebagai tim asal Inggris yang sudah meraih trofi Liga Champions sejak 1999 silam.

Nah, yang menarik adalah apa yang terjadi dengan para wakil Inggris ini di musim berikutnya setelah juara Liga Champions. Pasalnya, dari setiap tim hasilnya berbeda-beda, ada yang buruk dan ada pula yang masih baik.

MU Pasca Juara 1999

Yang pertama ada Manchester United. Betapa superiornya ketika tim besutan Sir Alex Ferguson itu meraih treble winner musim 1998/99. Pertanyaannya, apakah skuad peraih treble itu mampu kembali tampil apik di musim berikutnya?

Tembok kokoh di bawah mistar mereka, Peter Schmeichel memilih hengkang ke Sporting Lisbon. Penggantinya yakni Mark Bosnich, Van Der Gouw, maupun Massimo Taibi faktanya tak sekokoh Schmeichel.

Hasilnya, MU benar-benar keteteran tanpa Schmeichel. Beberapa gelar, mulai dari Charity Shield, Piala Liga, Liga Champions, maupun Piala Super Eropa semuanya gagal diraih pada musim 1999/00.

Ada cerita menarik di musim itu bagi MU. Secara mengejutkan mereka mengundurkan diri dari ajang Piala FA. Hal itu dikarenakan jadwal mereka yang padat untuk mengikuti Piala Dunia Antarklub yang baru diselenggarakan FIFA. Disamping itu, mereka juga tetap berkompetisi di Piala Interkontinental.

Namun nyatanya, MU takluk juga di Piala Dunia Antarklub. Red Devils musim itu hanya mampu meraih dua trofi, yakni trofi Liga Inggris dan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras.

Liverpool Pasca Juara 2005

Berikutnya ada Liverpool pasca “Miracle of Istanbul”. Rafael Benitez tetap mempertahankan aroma Spanyol khasnya. Gelar Piala Super Eropa menjadi gelar pertama mereka di awal musim 2005/06 setelah mengalahkan CSKA Moscow.

Ada yang menarik kiprah Liverpool di Liga Champions musim itu. Sebagai juara bertahan, namun The Reds masih harus menjalani babak kualifikasi terlebih dahulu. Pasalnya, menurut aturan UEFA, hanya klub yang berada di posisi empat besar Liga Inggris yang berhak tampil di Liga Champions.

Sedangkan Liverpool musim 2004/05 hanya finish di peringkat kelima. Namun oleh UEFA, akhirnya mereka diberikan keringanan untuk mengais asa tampil lagi di Liga Champions tapi lewat jalur kualifikasi terlebih dahulu.

Tapi sayang, langkah mereka mempertahankan mahkota Si Kuping Besar harus terhenti di babak 16 besar oleh Benfica. Lalu apa dong gelar yang didapat Benitez di musim itu selain Piala Super Eropa?
Mereka hanya mendapat tambahan trofi yakni di Piala FA setelah mengalahkan West Ham. Di Liga Inggris, The Reds hanya mampu naik peringkat. Dari yang sebelumnya di peringkat 5, naik menjadi peringkat 3.

MU Pasca Juara 2008

Berikutnya ada MU pasca juara Liga Champions 2007/08. Keperkasaan skuad Fergie dengan Trio maut Rooney, Tevez dan CR7 diuji kembali. Ditambah rekrutan baru mereka Dimitar Berbatov. Lini serang Setan Merah musim 2008/09 makin menakutkan.

Trofi Community Shield sudah mampu mereka raih di awal musim. Namun setelah itu, mereka sempat menderita kekalahan di Piala Super Eropa melawan Zenit Saint Petersburg. Kekecewaan itu mampu segera mereka obati, ketika menjadi juara di Piala Dunia Antarklub mengalahkan LCD Quito. Gelar itu sekaligus gelar pertama yang diraih oleh klub asal Inggris di Piala Dunia Antarklub.

Red Devils juga menambah trofi di lemari mereka setelah mengalahkan Spurs di final Piala Liga. Yang lebih spesialnya lagi, Red Devils mampu mempertahankan gelar Liga Inggris untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Yang juga harus dicatat, pasukan Fergie juga mampu kembali mencapai partai puncak Liga Champions. Asa mempertahankan gelar back to back terbuka lebar. Tapi sayang, asa itu direnggut oleh Pep Guardiola. MU takluk oleh Barca, dan gagal meraih treble untuk kedua kalinya. Oh iya, musim itu juga adalah musim terakhirnya CR7 di Old Trafford.

Chelsea Pasca Juara 2012

Berikutnya ada Chelsea pasca juara Liga Champions musim 2011/12. The Blues masih bersama pelatih Roberto Di Matteo. Mereka menatap musim baru 2012/13 dengan penuh percaya diri. Berkat investasi pemain tambahan seperti Oscar, Hazard, Azpilicueta, Victor Moses, maupun Marko Marin.

Tapi apa hasilnya? Mereka di awal musim sudah kehilangan gelar Community Shield. Mereka juga kehilangan gelar Piala Super Eropa. Alhasil, pasca gagal lolos ke fase knockout Liga Champions, tamatlah riwayat Di Matteo.

Ia dipecat dan digantikan Rafael Benitez. Benitez juga awalnya susah beradaptasi. Tak lupa juga kehadiran Benitez awalnya juga dicemooh banyak fans Chelsea, karena dianggap musuh ketika menangani Liverpool.

Lalu bagaimana hasilnya bersama Benitez? The Blues juga gagal meraih trofi di Piala Dunia Antarklub setelah kalah atas Corinthians. Dua gelar berikutnya, yakni Piala Liga dan Piala FA juga raib.

Di Liga Inggris, untungnya Benitez masih mampu mengantarkan Chelsea finish di peringkat 3 dan masuk Liga Champions. Yang menjadi nilai lebih bagi Benitez musim itu adalah mampu meraih gelar Europa League.

FYI aja, setelah terlempar dari fase grup Liga Champions, The Blues benar-benar fokus dan mengincar gelar Europa League. Terbukti, mereka mampu melaju mulus dan di final mampu mengalahkan Benfica.

Liverpool Pasca Juara 2019

Berikutnya ada Liverpool pasca juara Liga Champions 2018/19. Masih bersama Jurgen Klopp dengan skuadnya yang sebagian besar masih utuh ketika mengangkat trofi di Madrid.

Musim baru 2019/20, adalah musim penasaran bagi mereka untuk meraih kembali gelar Liga Inggris yang sudah lama hilang sejak 1989/90. Mau tidak mau, Liga Inggris jadi prioritas Klopp di musim itu. Dan itu berhasil dilakukan oleh Jurgen Klopp. The Reds sukses menyandang gelar Liga Inggris ke-19 setelah 30 tahun penantian

Namun, musim itu Liverpool kandas di Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions. Selain trofi Liga Inggris, musim itu Klopp juga mempersembahkan gelar Piala Dunia Antarklub usai menaklukkan Flamengo.

Chelsea Pasca Juara 2021

Berikutnya ada Chelsea pasca juara Liga Champions musim 2020/21. Mereka mengarungi musim 2021/22 masih bersama Thomas Tuchel. The Blues menambah amunisi kuat dalam diri stiker bernama Romelu Lukaku.

Hasilnya tokcer di awal musim. Gelar Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub bisa mereka raih. Namun sejak 3-4-3 Tuchel mengalami inkonsistensi, dan banyak pemain dilanda cedera, Chelsea perlahan turun performanya.

Mereka kandas di Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions. Di Liga Inggris, The Blues akhirnya juga hanya bisa mengantarkan mereka finish di peringkat ketiga.

https://youtu.be/7l7nKnKdXDg

Sumber Referensi : planetfootball, bbc, 90min, bleacherreport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru