Proyek Galacticos Real Madrid 2009 dan Bagaimana Nasibnya Sekarang?

spot_img

Tepuk tangan yang meriah dari fans yang memenuhi Santiago Bernabeu saat laga kontra Athletic Bilbao jadi penanda telah berakhirnya era Galacticos. Karim Benzema memutuskan untuk menyudahi kisahnya bersama Real Madrid. 

Sambil melempar senyum tipis, Benzema pun pamit. Ia jadi yang terakhir dari proyek Galacticos jilid 2 tahun 2009. Sebelumnya, beberapa pemain yang juga didatangkan pada tahun 2009 sudah lebih dulu pergi meninggalkan Santiago Bernabeu. Jika Benzy menyusul Ronaldo, lantas apa kabar dengan Galacticos yang lain?

Ricardo Kaka

Salah satunya adalah Ricardo Kaka. Talenta istimewa dari Negeri Samba ini memang menarik perhatian di awal 2000-an. Setelah jadi target utama dari beberapa raksasa Eropa pada tahun 2009, AC Milan selaku pemilik tak kuasa menolak ketika tawaran Real Madrid datang.

Kemewahan dan jaminan trofi yang ditawarkan Madrid membuat Kaka tergiur bergabung proyek Galacticos. Kala itu Milan menerima 67 juta euro (Rp1 triliun) dari hasil penjualan Kaka. Berstatus pemenang Ballon d’Or tahun 2007 membuat publik Bernabeu berharap banyak padanya.

Sayang, Kaka tak mampu membayar tuntas harapan tersebut. Karir gemilang yang sudah dibangunnya bersama Rossoneri seketika hancur saat bermain di Spanyol. Ia justru berkutat dengan cedera sehingga membuat performanya kurang maksimal. 

Dirasa gagal, ia sempat kembali ke Milan guna menghidupkan kembali karirnya. Namun, semua terlambat. Setelah pensiun di tahun 2017, kini ia fokus dengan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan dunia entertain sebagai brand ambassador.

Xabi Alonso

Pemain kedua adalah Xabi Alonso. Salah satu gelandang tengah terbaik yang pernah dimiliki persepakbolaan Spanyol. Yang bermain di Real Madrid kok terbaik semua? Ya namanya juga proyek Galacticos. Mengumpulkan pemain-pemain terbaik dari berbagai belahan dunia. Termasuk talenta lokal, Spanyol.

Alonso didatangkan dari Liverpool dengan bandrol 34 juta euro atau sekitar Rp544 miliar. Berbekal kecemerlangannya di Liga Inggris, ia tak perlu waktu lama untuk nyetel dengan permainan Real Madrid, terutama ketika ditangani Jose Mourinho. Alonso benar-benar jadi bagian penting di lini tengah El Real saat itu.

Pekerja keras, bisa bermain di banyak posisi, berbakat secara teknis, dan memiliki kualitas umpan yang sangat baik, ia memainkan peran sebagai gelandang yang lebih ke dalam dengan sempurna. Namun pada musim 2013/14, cedera mempengaruhi performanya. Sempat dilepas ke Bayern Munchen, kini ia pensiun dan jadi pelatih klub Bundesliga, Bayer Leverkusen.

Cristiano Ronaldo

Selanjutnya tentu saja Cristiano Ronaldo. Cukup sulit menggambarkan pemain yang satu ini. Bukan karena datanya yang susah dicari, melainkan bingung mau mulai dari mana karena saking banyaknya prestasi dan momen-momen luar biasa yang telah dilalui bersama Real Madrid. Setelah didatangkan dari Manchester United pada tahun 2009, Ronaldo kian bersinar di Spanyol.

Selama sembilan tahun, Ronaldo telah menghasilkan 15 trofi dan empat gelar Ballon d’Or. Ia juga mencatatkan 438 pertandingan dan mencetak 450 gol serta 131 assist. Barangkali itu sedikit statistik untuk menggambarkan betapa suksesnya pemain asal Portugal itu saat berseragam Los Galacticos.

Namun, sang bintang memutuskan untuk mencari tantangan baru. Pada tahun 2018, ia menambahkan Italia sebagai negara yang mesti ditaklukan. Setelah dua musim bermain untuk Juventus, ia kembali ke Manchester tahun 2021. Namun, itu tak berjalan baik dan di usianya yang sudah 38 tahun ia memutuskan untuk bermain di klub Arab Saudi, Al-Nassr. 

Karim Benzema

Karim Benzema jadi yang terakhir hengkang dari Real Madrid. Setelah memenangkan Ballon d’Or tahun 2022, ia memutuskan untuk mengakhiri petualangannya bersama klub asal Ibukota Spanyol itu. Al-Ittihad jadi destinasi selanjutnya. Menurut Benzy, Arab Saudi jadi negara yang ideal bagi seorang muslim sepertinya.

Bersama Madrid, ia sukses besar. Meski bertahun-tahun berada di balik bayang-bayang Cristiano Ronaldo, peran Benzema tak bisa dikesampingkan. Kedewasaan dan efektif dalam menghadapi peluang di depan gawang membuat Benzema jadi salah satu bomber kelas wahid di Eropa. Setelah karirnya bergelimang trofi, tampaknya sudah tak ada lagi yang ia cari. Benzy kini memilih untuk menghidupi mimpinya di Arab.

Alvaro Arbeloa

Selain mendatangkan penyerang dan seorang playmaker, Real Madrid juga mendatangkan beberapa pemain belakang untuk melengkapi proyek Galacticosnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Alvaro Arbeloa. Berbeda dari pemain-pemain seangkatannya, perjalanan karirnya cukup unik.

Jauh sebelum menjadi anggota dari Galacticos, sebetulnya Arbeloa merupakan pemain didikan akademi Madrid. Namun, kala itu dirinya dianggap belum memenuhi standar untuk bergabung dengan skuad utama. Performa terbaiknya baru muncul ketika bermain di Liverpool periode tahun 2007 hingga 2009.

Melihat alumni La Fabrica tampil apik bersama klub lain, Madrid pun memulangkan Arbeloa. Ia tergabung dalam skuad Galacticos yang menjuarai berbagai trofi termasuk dua Liga Champions musim 2013/14 dan 2015/16 sebelum akhirnya dilepas ke West Ham tahun 2016. Kini Arbeloa telah pensiun dan kembali ke Madrid. Namun sebagai pelatih tim U-19 El Real.

Raul Albiol

Selain Arbeloa, ada Raul Albiol. Didatangkan dari Valencia dengan bandrol 15 juta euro (Rp240 miliar) ia langsung jadi pilihan utama di skuad Real Madrid musim 2009/10. Beberapa media Spanyol bahkan menganggap kalau Madrid sangat beruntung mendapatkan Albiol yang memang tampil menawan di musim debutnya itu.

Ketenangan dalam pengambilan keputusannya sangat memukau untuk pemain berusia 23 tahun. Sayangnya, ketika kursi kepelatihan berganti ke Jose Mourinho, Madrid justru mendatangkan Ricardo Carvalho. Praktis, Mourinho lebih mengutamakan pemain yang sudah lama ia kenal ketimbang Albiol. Tak lagi menjadi pilihan utama membuat Albiol pun hengkang ke Napoli tahun 2013.

Di Italia, Albiol kembali membangkitkan karirnya. Jadi pilihan utama di skuad Rafael Benitez membuat pemain berkebangsaan Spanyol itu mengemban peran penting saat Napoli meraih gelar Coppa Italia musim 2013/14. Setelah enam tahun yang sukses, dia kembali ke La Liga dan masih berseragam Villarreal hingga sekarang.

Alvaro Negredo

Terakhir ada Alvaro Negredo, pemain yang muncul di tahun yang salah. Bagaimana tidak? Ia promosi dari Real Madrid Castilla bersamaan dengan kedatangan Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema yang saat itu sedang dalam performa puncak. Jadi wajar, ia hanya dimainkan di laga-laga tak penting, seperti laga pramusim contohnya.

Karena banyaknya pemain bintang, pelatih El Real saat itu, Manuel Pellegrini pun tak bisa menjamin Negredo akan bermain reguler di skuad utama. Oleh karena itu, Negredo dipinjamkan ke Sevilla tanpa pernah melakukan debut profesionalnya bersama Los Galacticos.

Sejak saat itu, Alvaro Negredo seperti kehilangan arah. ia berkelana ke beberapa tim termasuk Manchester City, Middlesbrough, dan Besiktas. Pada tahun 2020, ia memutuskan untuk kembali ke Liga Spanyol bersama Cadiz. Akhirnya ia menemukan kenyamanan dan jadi andalan lini depan Los Pirates hingga sekarang.

Esteban Granero

Sama halnya dengan Alvaro Arbeloa, Esteban Granero sebenarnya merupakan pemain didikan akademi Real Madrid. Namun, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sempat dilepas ke Getafe lebih dulu pada tahun 2008. Setelah tampil menjanjikan di Getafe, Madrid pun memulangkannya semusim kemudian.

Sayang kesempatan kedua yang diberikan oleh Madrid tak berjalan baik bagi Granero. Terutama di musim kedua ketika Jose Mourinho datang menukangi Madrid. Ia tergusur oleh kedatangan Sami Khedira dan Mesut Ozil. 

Meski begitu, pemain berkebangsaan Spanyol itu bertahan di Santiago Bernabeu hingga tahun 2012 sebelum akhirnya pindah ke Liga Inggris setelah menerima pinangan QPR. Sempat bermain untuk Real Sociedad dan dan Espanyol, kini ia sudah pensiun dan fokus menjalankan bisnis di bidang agensi olahraga.

Sumber: Sportskeeda, Breaking The Lines, FFT, Talksport, Goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru